Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
tragedi dan kepergian


__ADS_3

Fang Ling mundur beberapa langkah, kini dia menatap Lang Ming dengan tatapan waspada,"Lalu bagaiman cara mu melihat ?? bukankah awalnya kau bilang jika kau buta ?


Lang Ming tersenyum kecil,"Melihat bukaan hanya menggunakan mata tapi juga hati dan perasaan, aku buta, tapi aku bisa melihat dengan cara ku sendiri,"


Fang Ling menggaruk kepalanya,"Bolehkah aku melihat mata mu ?


Lang Ming berjalan beberapa langkah ke arah Fang Ling, diapun membuka kelopak matanya dan menampakan kedua matanya yang berwarna perak terang terlihat seperti cahaya bulan.


Fang Ling terpelongo begitu melihat keindahan kedua mata yang di miliki Lang Ming, diapun tersenyum kecil,"Jika kau memiliki mata yang indah, lantas kenapa kau tidak membiarkannya untuk tetap terbuka ?


"Jika terkena matahari akan sangat sakit,"Ujar Lang Ming, diapun kembali menutup matanya.


Fang Ling hanya mengangguk,"Baiklah jika begitu, ah~~~ Terimakasih untuk yang tadi, berkat bantuan mu aku terbebas dari hukuman ibu Su'Yulan,"Fang Ling menghela nafas lega.


"Jangan sungkan...Sesama saudara sudah seharusnya saling membantu,"Lang'Ming tersenyum cerah, diapun berjalan meninggalkan Fang Ling dengan membawa Su Luo dan Su Liang bersamanya.


Setelah masalahnya sudah selesai, Fang'Ling mengagguk ke arah Su Yulan yang berdiri tidak jauh di sampingnya untuk memberi kode kepada gadis itu jika sekarang dirinya sudah siap.


Dengan perasaan bersemangat Su'Yulan pamit dengan kedua orangtuanya sekaligus orang-orang yang ada di tempat itu, setelahnya barulah dia berlari ke arah Fang Ling dan langsung memeluk sebelah tangan pemuda itu.


"Lan'er apa yang ingin kau lakukan setelah berada di kota ? Fang Ling berjalan bersama Su Yulan keluar dari kediaman Su, dan di lanjutkan dengan berjalan menuruni gunung.


"Seterah,"Kata Su Yulan singkat, diapun terus memeluk tangan Fang'Ling bertujuan untuk memamerkan pasangannya kepada orang-orang yang memperhatikan mereka.


Satu kata yang di lontarkan gadis itu seolah-olah mempunyai ribuan arti dan memiliki perangkap berbahaya, bahkan kini Fang Ling takut jika salah memilih tempat yang akan di datanginya.


"Apa yang Lan'er maksud dengan seterah ?? kosa kata itu sepertinya sangat asing dan memiliki ribuan arti,"Fang Ling menggaruk pipinya sambil tersenyum kecut ke arah Su Yulan.


Kedua alis Su Yulan terangkat, kini wajahnya terlihat sangat kesal seolah-olah Fang Ling telah melakukan sesuatu yang sangat salah.


"Sudah ku bilang seterah !! kenapa harus memikirkan kosa kata itu,"Su Yulan mencubit pinggang Fang Ling dengan kuat hingga membuatnya meringis kesakitan.


"Seterah ? menurut ku ini adalah kata yang sangat primitif dan jauh dari peradaban manusia normal, apakah kata ini jatuh dari langit,"Batin Fang Ling sambil mengusap kepalanya.


Merasa tidak menemukan jalan keluar, Fang Ling kembali menoleh ke arah Su Yulan,"Jadi Lan'er, bagaimana jika kita makan eskrim ?"Fang Ling tersenyum lembut dan penuh kehangatan.


Lagi-lagi Su Yulan mencubit pinggang Fang Ling dan menatapnya dengan wajah kesal,"Sudah kukatakan Seterah !!! maksudnya, aku ingin kita pergi ke tempat yang sekarang ada di pikiran mu,"


Fang Ling tersenyum kecut, setelah memikirkan tempat yang sangat ingin di kunjungi oleh dirinya, wajah Fang Ling nampak Kembali bersemangat.


"Baiklah kalau begitu, aku tau tempat yang sangat ingin aku kunjungi, kau pasti menyukainya... Sekarang, tutup kedua mata Lan'er,"Pinta Fang Ling dengan wajah penuh semangat.


Melihat Fang Ling yang penuh semangat membuat Su Yulan sangat ingin tau tempat apa yang di datangi pasangannya itu, karena sudah tidak sabar diapun langsung menutup matanya.


Fang Ling membopong Su Yulan dengan lembut, diapun membuka keempat sayapnya dan terbang menuju ke kota dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat agar tidak membuat Su Yulan ketakutan.

__ADS_1


Merasa sangat senang karena mengira jika Fang Ling akan membawanya ke tempat yang sangat romantis, Senyuman Su Yulan menghilang seolah-olah tidak pernah ada begitu melihat dirinya dan Fang Ling sedang berdiri di depan sebuah kedai arak.


"Bagaimana ? biar aku tebak, kau pasti sangat menyukainya hingga hampir menangis,"Fang Ling menarik pipi Su'Yulan begitu melihat wajah gadis itu memerah karena merasa jika dia sangat senang dengan kejutan yang di buat.


Braaaaak


Sempat mengira akan mendapatkan sebuah ciuman, kini Fang Ling hanya dapat menelan keinginan itu begitu menerima pukulan kuat Su Yulan yang mengenai perutnya.


"Dasar Fang'gege bodoh !! kenapa kau membawaku ke tempat ini ? Su'Yulan menarik telinga Fang Ling walaupun sedang berada di tengah keramaian.


"Eh, kenapa ?? bukankah Lan'er menyuruhku untuk mengajak mu pergi ke tempat yang sedang ku pikirkan ? nah, di hadapan mu sakarang ini adalah sesuatu yang sedang aku pikirkan,"Kata Fang Ling, diapun menggendong tubuh Su Yulan hendak mengajak gadis itu masuk ke dalam kadai arak terbesar di kota itu.


"Apakah di dalam pikiran mu hanya ada arak ?! di kota ini ada banyak tempat bagus, lalu kenapa kau hanya memikirkan tempat ini, "Su Yulan memberontak dan tidak sengaja terjatuh dari gendongan Fang Ling.


Bruuuk


"Aw~~~Sa-sakit,huaaaa,"Begitu terjatuh dan pantatnya terbentur ke tanah dengan kuat, Su Yulan menangis dan merangkul kedua lututnya.


"Ma-maaf, aku akan membawa mu ketempat lain... Jadi jangan menangis lagi,"Dengan perasaan kebingungan, Fang'Ling menggendong tubuh Su Yulan dan pergi dari tempat itu namun gadis itu tetap tidak berhenti menangis.


"Ni anak mau apa ? di tanya Seterah, di bawa ke tempat yang aku pikirkan marah,"Walau merasa sangat kesal, Fang Ling hanya dapat meluapkan emosinya dengan dirinya sendiri.


Merasa bersalah melihat kekasihnya tidak berhenti menangis, Fang Ling mencoba untuk membuatnya tenang dengan mengusap dan mencium kepalanya beberapakali.


Walaupun sudah mencoba berbagai cara Su Yulan tetap tidak berhenti menangis, Fang Ling yang mulai emosi hampir saja ingin bergerak pulang namun tidak jadi begitu di ujung jalan dia melihat kedai penjual eskrim.


Di jalan Fang Ling menjadi tontonan semua gadis muda yang lewat, mereka semua terlihat sangat iri dengan Su'Yulan yang berada di gendongnya namun mengetahui pemuda itu tidak suka pasangannya di perhatikan di lihat dari pandangannya yang tajam, semua gadis itu berjalan sambil mendudukkan kepala begitu melewati Fang Ling.


Setelah sampai di tempat penjual eskrim, Fang Ling langsung memesan dua eskrim rasa coklat dan vanila tanpa sepengetahuan Su Yulan.


Chessss


Seketika tangisan Su Yulan menghilang begitu sesuatu yang dingin menyentuh pipinya, iapun langsung menatap wajah Fang Ling dan menemukan eskrim di tangan pemuda itu.


"Kau pasti suka dengan eskrim, aku membeli dua untuk kita berdua,"Fang'Ling menurunkan Su Yulan dari gendongannya dan menyerahkan eskrim rasa vanila kepada gadis itu.


Namun di luar dugaan Su Yulan lebih menyukai eskrim rasa coklat yang sudah di makan Fang Ling, tapi pemuda itu terlihat tidak kesal sama sekali dan mencoba untuk membeli satu eskrim coklat untuk Su Yulan.


"Tidak usah, aku lebih suka eskrim bekas mu,"Su Yulan merebut eskrim coklat Fang Ling dan langsung menjilatinya, hingga mau tidak mau pemuda itu mengkonsumsi eskrim Vanila.


Terlihat pedagang eskrim itu merasa kecewa begitu Su Yulan tidak jadi membeli eskrim lagi, namun saat Fang Ling menyerahkan sebuah kristal biru cerah kepadanya, pedagang itu tersenyum sepanjang hari nampak tidak akan pernah menghilangkan senyuman itu.


Sedangkan kini Fang Ling kembali berjalan menyusuri kota selama berjam-jam, lagi-lagi tidak ada yang di sukai Su Yulan hingga membuatnya bersikap ketus sepanjang jalan, hingga saat sore hari mereka kembali ke kediaman keluarga Su sikap ketus Su Yulan tetap tidak hilang.


Terlihat di depan gerbang Kediaman Keluarga Su sebuah keramaian karena terdapat seekor naga emas berukuran besar di tempat itu, Fang Ling dan Su Yulan berjalan memasuki gerbang kediaman keluarga Su.

__ADS_1


Begitu melihat Fang Ling berjalan mendekat, Mu Tong terlihat sangat senang karena sudah menunggu pemuda itu dari siang hari.


"Akhirnya kau datang juga, ku kira kami harus menunggu seekor kucing menjadi naga,"Terlihat di atas punggung naga itu Mu Tong duduk santai nampak bangga begitu orang-orang melihatnya.


Sedangkan Lang Ming terlihat konyol dengan duduk di atas kepala naga, dia hampir saja jatuh begitu naga itu menggerakkan kepalanya.


Greeep


Merasa jika Su Yulan sedang memeluk tangannya dengan sangat kuat, Fang Ling merasa sangat kebingungan diapun hanya dapat pasrah dan menatap pasangannya itu dengan wajah bersalah.


"Maaf Lan'er,aku tidak bisa membuat hari ini berbekas bagi mu, tapi beberapa jam yang lalu, walaupun hanya berjalan aku merasa sangat senang. Jadi, jangan menangis,"Fang Ling mengusap kepala Su Yulan dengan senyum lembutnya, walaupun senyuman itu hanyalah topeng yang menutupi kesedihannya.


Su Yulan hanya diam, dia tetap menggenggam tangan Fang Ling dengan sangat kuat hingga retakan tulang terdengar seolah tidak mau melepaskan Fang Ling begitu saja.


"Nak jangan begini, Fang Ling harus mengarungi kehidupan ini seorang diri tanpa ada yang mengganggunya, walaupun sebentar aku merasa jika dia bukanlah orang biasa, dia adalah pendekar sejati ! dia tidak pernah memilih jalan muda karena tau jika jalan yang di takdirkan untuk dirinya akan selalu susah dan membutuhkan pengorbanan yang tidak sesuai dengan manusia pada umumnya...Jadi kumohon untuk melepaskannya,"Su Ming berkata tegas untuk meneguhkan hati anaknya itu.


Kepergian itu di lihat oleh orang-orang yang berada di lingkungan tersebut tanpa terkecuali, mereka sangat mengerti dengan apa yang di rasakan Su Yulan namun tetap saja tidak bisa berbuat apa-apa untuk gadis itu.


"Selama aku tidak ada tolong jaga Ah Bai sampai aku kembali,"Fang Ling tersenyum kecil, dia mengusap kepala Su Yulan dengan sedikit kekuatannya namun sudah mampu membuat gadis itu pingsan.


Su Ming langsung menggendong Su Yulan, diapun menatap Fang Ling,"Nak jangan kecewakan kami,"


Fang Ling hanya tersenyum lembut, dia berjalan ke arah naga emas yang di gunakan Mu Tong, setelah berada di punggung naga itu Fang Ling tidak pernah menoleh ke arah orang-orang yang mengantar kepergiannya.


"Baiklah nak kita akan berangkat,"Mu Tong terlihat sangat bersalah telah memisahkan pemuda itu dengan orang-orang terdekatnya namun dia juga ada masalah besar yang harus di tangani Fang Ling, Mu Tong mengarahkan naga itu untuk mulai bergerak menuju ke matahari terbenam.


Semua orang yang melihat kepergian Fang Ling hanya dapat terdiam, mereka terus menatap naga yang di gunakan Mu Tong hingga hilang dari pandangan.



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian

__ADS_1


•Pendekar pedang abadi


Bersambung....


__ADS_2