
Malampun tiba, untungnya kelompok Fang Ling beristirahat di bawah pohon besar yang sangat rindang, cahaya dari api unggun menyinari tempat mereka.
Terlihat setelah beberapa waktu berselang luka dalam yang di alami Fang Ling mulai kembali membaik, untuk itu dia berjalan memasuki hutan meninggalkan teman-temannya.
Melihat Fang Ling akan pergi masuk ke dalam hutan setelah meminta pedang Shun Jing, Wang Yihan merasa sedikit ingin tau tentang itu dan berjalan menghampiri Fang Ling.
"Adik Fang ? kau mau kemana, bukankah kau masih terluka lumayan parah,"Wang'Yihan memperhatikan tubuh Fang Ling dengan teliti namun tidak menemukan luka serius.
Fang Ling tersenyum kecil karena sudah mengetahui niat Wang Yihan menemui dirinya,"Kak Wang apakah kau ingin ikut dengan ku ? sepertinya kau lumayan tertarik mengapa aku meminta pedang milik Shun Jing,"
Wang Yihan menggaruk kepalanya,"Maaf...aku tidak bermaksud untuk mengetahui semua masalah mu, jika tidak boleh aku akan kembali,"
"Apakah kau yakin ? sepertinya Shun Jing merasa sangat kesal karena pedangnya aku ambil, dan lagi dia suka memukul sembarang orang jika marah,"
Mendengar perkataan Fang Ling akhirnya Wang Yihan menoleh kebelakang, tatapannya kini tertuju pada Shun Jing yang terus memainkan belati kecil di tangannya dengan hawa membunuh berwarna hitam yang selalu mengelilingi tubuh gadis itu.
Saat Shun Jing menoleh ke arahnya, langsung saja Wang Yihan berbalik menatap Fang Ling.
"Adik Fang, mau tidak mau kau harus mengijinkan aku ikut bersama mu, jika tidak aku akan benar-benar mati,"Wang'Yihan menggigil nampak ketakutan, begitu merasa Shun Jing sedang memperhatikannya dari belakang.
Fang Ling tersenyum kecil,"Baiklah kak Wang, ayo ikuti aku... Apakah kau suka berburu ? Fang Ling berjalan memasuki hutan di ikuti Wang Yihan di sampingnya.
Mendengar kata berburu Wang Yihan terlihat langsung bersemangat,"Hahaha... Sebutkan adik Fang, kau ingin aku menangkap apa dan berapa jumlahnya,"
Fang Ling menghentikan langkahnya nampak sedang berpikir,"Bagaimana jika kak Wang menangkap burung hering ? Jika tidak, bagaimana dengan ular kristal pohon dengan jumlah masing-masing satu hewan buruan,"
Mendengar permintaan Fang Ling yang menyuruhnya untuk membunuh siluman di tingkat pembentukan Jiwa, kaki Wang Yihan terasa lemas, bahkan semangatnya juga ikut menghilang.
Fang Ling tertawa kecil,"Aku hanya bercanda, begini saja...Kak Wang kau ke arah sana sedangkan aku ke arah sebaliknya,"Fang Ling menyuruh Wang Yihan untuk pergi ke area Kanan sedangkan dirinya ke arah kiri.
"Lalu..."Wang Yihan menoleh ke arah kanan,"Apa yang harus aku lakukan dengan arah ini ??
"Tentu saja berburu, kita akan kembali ke tempat ini beberapa jam lagi...Jadi bergegaslah,"Setelah mengatakan itu Fang Ling tiba-tiba menghilang dari hadapan Wang Yihan.
Sedangkan Wang Yihan merasa ketakutan setengah mati begitu di tinggal Fang Ling, namun setelah beberapa saat mengambil nafas kini dirinya kembali berpikir jernih.
"Baiklah...aku akan membawa bayak buruan hanya dalam beberapa menit,"Wang Yihan berkata yakin, diapun berjalan memasuki hutan di jalan kanan seperti yang di katakan Fang Ling.
__ADS_1
Di sebuah tempat di mana tempat itu di kelilingi pepohonan rindang Fang Ling muncul kembali di tempat itu, diapun mengeluarkan pedang Hydra milik Shun Jing dari udara kosong.
"Apa yang kita dapat di sini, seekor ulat berkepala lima ? ? Fang Ling berkata dengan nada mengejek sambil memperhatikan pedang hydra di tangannya.
Secara spontan pedang Hydra bereaksi, dari dalam pedang seekor ular hydra berukuran kecil keluar dengan kepala tertunduk begitu melihat Fang Ling.
"Apa yang kau inginkan kaisar naga ? Apakah kau tidak cukup membunuh ku dan pasangan ku ?? Hydra terlihat murka namun tidak bisa berbuat apa-apa.
"Tidak banyak... Bagaimana jika kau berhenti menghasut Shun Jing untuk melakukan pembunuhan secara berlebihan,"Fang Ling berkata dengan nada datar tidak mau membuat kesalah-pahaman antara dirinya dan hydra di hadapannya.
"Chui..."Hydra itu meludah,"Kenapa aku harus mendengarkan perkataan mu ? terhasut atau tidaknya penggunaan ku, bukankah itu kesalahannya sendiri,"
Merasa hampir kehabisan kesabaran, Fang Ling mencoba untuk tenang dengan mengambil nafas dalam-dalam,"Memang benar itu adalah kesalahan pengguna, tapi jika kau yang menghasutnya beda lagi masalahnya,"
Hydra nampak terdiam dan menjulurkan lidahnya untuk mengeluarkan suara desis,"Lalu mengapa aku harus mengikuti perintah mu ?
"Mudah saja..."Fang Ling menciptakan api suci berwarna hitam dan melempar api itu ke atas tanah,"Kau akan mati meleleh, itu adalah api suci yang tidak mungkin bisa di hilangkan selain dari perintah ku,"
Merasa hawa mengerikan dari api itu membuat Hydra sedikit gentar, namun tetap tidak mau menyerah dan berprilaku seolah-olah tidak takut.
"Apakah kau ingin menakuti-nakuti ku dengan api kecil itu ?? aku ini adalah raja hydra !
"Apakah sudah menyerah ? Fang Ling mengangkat kembali pedang hydra, berharap jika hewan suci itu mau mendengarkan perkataannya.
Walaupun sudah tidak di bakar, Hydra masih merasa kepanasan hingga membuatnya hampir mati, merasa jika Fang Ling tidak sedang bermain-main diapun menurut dan kembali masuk ke dalam pedang.
Setelah selesai bernegosiasi Fang Ling baru ingat jika dia ada janji dengan Wang'Yihan untuk segera kembali ke tempat mereka berpisah.
Merasa masih ada banyak waktu Fang'Ling memutuskan untuk mengelilingi area itu untuk mencari hewan buruan.
Sreeek
Dari balik semak sebuah ekor harimau terlihat bergerak, membuat Fang'Ling yang melihatnya tertarik, diapun membuat sebilah belati dan berjalan ke arah semak itu.
Fang Ling berjalan perlahan agar tidak membuat suara berisik, saat jaraknya dengan ekor itu sudah sangat dekat, ia melompat dan menariknya.
"Aaaaaaa !! Dari balik semak Ah Bai berdiri dengan seluruh bagian tubuh kegelian karena ekornya sedang di tarik seseorang.
__ADS_1
Ah Bai menoleh kebelakang dan menemukan Fang Ling sedang menangkap ekornya, Ah Bai langsung memukul kepala Fang Ling karena pemuda itu masih belum sadar jika dia sedang menarik ekor Ah Bai.
"Eh..... Ka-kau !! Ah Bai !? apa yang kau lakukan di sini ?Fang Ling terlihat yang paling panik hingga dirinya hampir menjerit seperti wanita, tapi masih dalam posisi terungkup dengan kedua tangan menggegam ekor Ah Bai.
"Jangan sembarang menyentuh ekor seseorang, ah...ah... aku merasa sedikit aneh,"Wajah Ah Bai memerah, tubuhnya bergetar saat Fang Ling menarik-narik ekornya.
Meras sudah melakukan kesalahan Fang Ling melepaskan pegangannya pada ekor Ah Bai, diapun berdiri dan membersihkan tubuhnya yang kotor karena tidak memakai baju.
"Maaf aku tidak bermaksud menyentuh ekor mu, apa yang kau lakukan sendirian di sini Ah Bai ??
Ah Bai tidak menjawab dia hanya mencoba menutupi tangan dan kedua kakinya yang lebam akibat pukulan, Tapi tidak di jelaskan, Fang Ling sudah mengerti situasi yang di alaminya.
"Apakah kau bertengkar lagi dengan Shun Jing dan Yen Siulan ? Fang Ling berjongkok di hadapan Ah Bai agar dapat melihat wajahnya.
Fang Ling memperhatikan tubuh Ah Bai yang penuh luka karena masih belum bisa berjalan dengan benar, tapi juga tidak sedikit terlihat luka lebam akibat pukulan di tubuhnya.
"Tidak...kami tidak sedang bertengkar, jangan khawatir,"Ah Bai menunduk sambil menyeimbangkan tubuhnya menggunakan tongkat bambu,"
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang abadi
__ADS_1
Bersambung....