
Note : Biasakan like sebelum baca ❤️
Rumor rumah hantu di paviliun harimau memang sudah di ketahui oleh banyak warga, tetapi cerita ini berkembang pesat begitu sampai ke telinga muda mudi sekte pedang bambu.
Tidak di ketahui kebenaran tentang rumor ini dan asal usulnya, yang pasti cerita seram dari rumor tersebut membuat semua orang ketakutan apabila mendengarnya.
Karena cerita ini pula orang-orang enggan melewati jalur bagian paling kanan yang menuju ke paviliun harimau putih, apalagi di malam hari, cerita ini malah menjadi momok bagi setiap warga.
Cerita ini juga di buat semakin menegangkan tatkala seorang pria paruh baya menceritakan cerita seramnya saat kembali dari sungai di malam hari.
Menurut cerita dari pria itu, pada hari di mana kejadian itu terjadi. Beliau baru pulang dari sawah setelah menanam padi, tak hayal dia harus kembali pada sore hari yang sudah akan berganti malam.
Karena posisi sawah berada lumayan jauh di samping sungai, pria itupun memutuskan berjalan kaki karena pada saat itu hanya tinggal dirinya seorang yang masih berada di sawah.
Jalan kembali dari sawah memang memiliki rute ke sungai laki-laki.. Sehingga sesampainya di sungai tersebut, sang pria itupun memutuskan untuk membersihkan tubuhnya yang penuh lumpur di sungai.
Tidak ada kejadian mengerikan saat dia sedang membersihkan tubuh, tetapi kejanggalan mulai terasa saat pria itu tengah kembali menggunakan pakaian dan tiba-tiba terdengar suara gemerincing dari belakang.
Sontak pria itu kaget dan membuat sebilah pedang dari elemen air. Pria itupun menoleh kebelakang tepatnya ke arah suara tadi terdengar, tetapi setelah di perhatikan lebih seksama, dia tidak menemukan siap-siap di sana kecuali bayang-bayang bambu yang bergoyang akibat di terpah angin.
'Mungkin itu tadi hanya suara gesekan bambu'Gumam pria itu, kewaspadaannya mulai menurun, diapun menghilangkan pedang tadi karena memang tidak ada siapa-siapa.
Karena sudah berumur hampir setengah abad, pria itu memiliki konsentrasi dan pikiran jernih jauh dari pria muda di bawahnya, sehingga kejadian tadi tidak terlalu di pikirkan oleh pria itu dan ia dengan cerdas mengikat kejadian tadi dengan sesuatu yang normal.
Setelah selesai pria itupun berjalan pergi meninggalkan sungai, entah mengapa malam itu jalan terasa sedikit aneh dengan hawa sejuk yang menusuk sampai ke tulang-tulang.
"Aneh sekali, biasanya jalan ini tidak terlalu sepi seperti sekarang."Batin pria itu seraya terus melangkah.
Setelah berjalan sekitar 8menit, keadaan aneh lagi-lagi terjadi..Tetapi kali ini lebih parah, sebuah balok kayu tiba-tiba menggelinding beberapa meter di depan pria tersebut.
Karena keadaan yang lumayan gelap sebab jalan hanya di cahayai oleh lampu remang, pria itupun kaget dan hampir saja berteriak, tetapi pria itu kembali tenang setelah tau jika itu hanya balok kayu yang menggelinding.
"Fyuhhh.. ku kira apa, ternyata hanya balok kayu."Pria itu mengelus dada sambil bernafas pelan-pelan.
Karena sudah merasa ada yang aneh dan ganjal, pria itupun mempercepat langkahnya agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan.
Setelah berjalan lumayan lama pria itupun sampai di tiga kelokan, di mana dia merasa filingnya semakin tidak enak saat tidak sengaja menoleh ke jalur paling kanan di mana rumah paviliun harimau putih berada di sana.
Pria itu berhenti sejenak karena merasa ada sesuatu sedang memperhatikan dirinya dari balik kegelapan, tatapan pria itu juga masih tertuju pada jalur paling kanan di mana tidak ada lampu di sana.
Tiba-tiba dari bawah kakinya pria itu merasakan sesuatu mencengkram kuat pergelangan kakinya, tubuh pria itupun seketika bergetar hebat dengan keringat dingin bercucuran.
__ADS_1
"Ha-Hantuuu..!!
Tanpa menoleh sesuatu seperti apa yang berada di antara kakinya, pria itu langsung lari terbirit-birit hingga tidak sengaja menjatuhkan barang-barang seperti,arit dan cangkul.
Meeongg
Ternyata benda yang bergerak di antara kaki pria itu hanyalah seekor kucing hutan, kucing itu memandangi pria yang tadi berlari terbirit-birit sambil menjerit keras menyebutkan kata hantu.
Di sebuah sungai selebar dua meter yang di sisi bagian depan di apit oleh hutan bambu, sementara sisi lain adalah jalan sekaligus bagian tepi sungai yang biasa di gunakan untuk bermain.
Keadaan sungai yang tidak terlalu besar tetapi memiliki kedalaman hampir lima meter yang airnya terasa sangat sejuk, hal itu juga di pengaruhi oleh faktor sungai yang di kelilingi hutan bambu dan pepohonan rindang.
Lin Yung dan Yu Yuan asik bercerita berdua sambil berendam dan bersender di bagian tepi sungai.
"Jadi di dalam cerita tadi, si pria tersebut hanya takut karena mengira ada hantu yang padahal hanyalah seekor kucing hutan..?"Yu Yuan mengangkat sebelah alis, seakan tidak terlalu mempercayai cerita Lin Yung.
"Benar saudara, memang sedikit konyol saat pria itu salah paham dengan kucing hutan..Tapi kejanggalan sebelum itu tadi cukup menarik perhatian ku, karena tadi saat melewati jalur tiga cabang aku juga sempat merasakan ada sesuatu di jalan paling kanan."Ujar Lin Yung.
Yu Yuan terdiam sejenak untuk berpikir."Kurasa ada kesamaan tragedi yang ada di dalam cerita dan yang saudara rasakan, aku memiliki usul."
"Usul..? Usul apa itu saudara.??"Tanya Lin Yung.
Lin Yung terlihat terkejut mendengar usul Yu Yuan, karena menurutnya hal itu adalah sesuatu yang ceroboh."Saudara.. Apa kau sudah gila..? Bukankah kita tidak boleh ke sana, apa kau juga tidak tau mengenai rumor serta kisah yang tadi ku ceritakan.??"
"Aku tau, aku tau..Jika terus begini apa kau mau hidup dengan mempercayai cerita abu-abu yang tidak di ketahui kebenarannya..?
Lin Yung termenung sesaat lalu berkata dengan nada pelan."Tentu saja tidak."
"Untuk itulah kita ada di sini..! Sesuatu yang tidak jelas kebenarannya akan menimbulkan sesuatu yang tidak baik, jika bukan kita siapa lagi..? Nah, bagaimana saudara, apa kau setuju..?"Yu Yuan nampak antusias.
Lin Yung terlihat ragu."Entahlah saudara, aku masih sedikit ragu."
Yu Yuan menepuk pundak Lin Yung lalu berkata dengan semangat."Tidak ada yang perlu saudara khawatirkan, kita memiliki kemampuan serta berada di dalam sekte, tidak ada gunanya takut."
Setelah berusaha keras membujuk Lin'Yung, akhirnya pemuda itupun mau menyetujui ajakan Yu Yuan.
Yu Yuan tersenyum lebar."Bagus..! Kita akan berkumpul di restoranku, di sana kita juga akan menjelaskan rencana yang sudah kita rancanakan kepada teman-teman yang lain."
Lin Yung hanya mengangguk. Setelah satu persatu orang meninggal sungai, Yu Yuan dan Lin Yung juga ikut berjalan pulang bersama kelompok lain.
Bulan sudah bersinar terang, lampu-lampu jalan juga sudah di hidupkan sehingga jalan menuju sungai lumayan mendapatkan pencahayaan.
__ADS_1
Pintu rumah-rumah sudah tertutup rapih dengan lampu putih di bagian depan yang menambah kesan keren, Di saat itu hanya pasar dan beberapa tempat yang masih ramai di kunjungi.
Singkatnya malampun tiba, bertepatan di restoran Yu Yuan yang selalu ramai, Yu Yuan dan Lin Yung sudah berkumpul dengan teman lain yang jika di jumlah termasuk mereka mencapai sepuluh orang, mereka semua duduk bersama di sebuah kursi bundar di luar restoran.
Sesuai rencana Yu Yuan menceritakan keinginannya untuk menguak fakta paviliun harimau putih yang di katakan berhantu, Yu Yuan juga mengatakan membutuhkan bantuan teman-temannya untuk melakukan hal tersebut.
Awalnya delapan orang teman mereka ragu untuk ikut dalam masalah ini, tetapi begitu mendengar jika si cerdas Lin Yung menyetujui ajakan Yu Yuan, merekapun mau tidak mau ikut.
"Bagus..! Karena sudah sepakat kita akan kembali ke rumah masing-masing setelah selesai makan, kita akan kembali berkumpul tengah malam di jalan belakang sekte..
"Tunggu saudara..!"Seorang teman Yu'Yuan menghentikan perkataan-nya, pria itupun kembali berkata dengan raut serius."Apa kau yakin dengan rencana ini..! dan lagi, apa saudara sudah mempertimbangkan frekuensi yang akan kita dapatkan jika berada dalam masalah.??"
Yu Yuan tersenyum penuh siasat."Tenang saja, dulu anggota keluarga ku pernah berteman dengan klan Thaosi, sehingga aku tau senjata ampuh untuk menghadapi hal seperti ini."
"Senjata seperti apa itu, saudara..?"Tanya lagi pria sebelumnya.
Yu Yuan kembali tersenyum penuh siasat."Kalian semua akan mengetahuinya setelah kita kembali bertemu di jalur belakang sekte."
Pria yang tadi sempat bimbang akhirnya mau menuruti keinginan Yu Yuan, mereka semua juga menaruh harapan lebih kepada senjata yang di rahasiakan oleh Yu'Yuan setidaknya sampai mereka kembali bertemu.
Setelah rencana menguak fakta paviliun harimau putih sudah di setujui oleh semua orang, rombongan pemuda berusia 15Thn itu makan sepuasnya sambil di iringi suara gelak tawa.
____________________
Di sisi lain di kediaman baru Fang Ling yang dia beri dengan menggunakan marga Fang, sehingga paviliun harimau putih berubah menjadi kediaman bagi Fang Ling dengan nama kediaman Fang.
Ternyata rumah ini terbilang sangat luas, harga yang di tawarkan memang lumayan malah tetapi apa yang Fang Ling dapatkan di kediaman ini benar-benar sangat memuaskan.
Terdapat satu rumah inti berukuran besar yang akan menjadi rumah bagi Fang'Ling, juga terdapat taman luas di depan rumah tersebut yang mana di bagian kiri rumah terdapat sebuah pohon Wilow asap berukuran besar.
Saat ini Fang Ling duduk sendirian di bawah pohon itu dengan kondisi gelap gulita, sebab rumahnya masih tidak memiliki penerangan kecuali beberapa lampu obor di bagian depan rumah yang Fang Ling buat sendiri.
Tidak heran jika orang-orang masih tidak sadar adanya manusia di kediaman inu, karena kedatangan Fang Ling sangat mendadak membuat banyak orang masih tidak tau jika dia sudah kembali.
Semenjak beberapa jam lalu di tinggal oleh Yen Siulan, Fang Ling hanya duduk bersender di bawah pohon wilow.
•Pendekar rajawali
•Legenda sang dewa naga
Bersambung...
__ADS_1