Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Membuat obat peningkat


__ADS_3

Dengan sekujur tubuh bergerak dan penuh luka, Fang Ling kembali bangkit berdiri dan segera terbang kembali ke sekte naga langit dengan mengandalkan keberuntungan.


"Hugh...Sial, hanya satu kali pukul sudah membuat ku hampir mati, apakah di sudah menjadi lebih kuat dari sebelumnya ?? Jika memang begitu, sepertinya aku harus giat berlatih dan segera menyebar ke empat alam


"Namun sebelum itu. Aku harus menyelesaikan semua masalah terpaut penggunaan pedang suci dan naga Wutien, benar ! jika aku bisa mengikat kontrak dengan naga itu, akan sangat membantu karena aku akan memiliki sebuah from spirit soul


Fang Ling mengambil nafas dalam dengan menggunakan kemampuan rahasia pernafasan naga, setelah beberapa kali melakukan teknik itu, semua luka yang ada di tubuh Fang Ling hilang total.


"Kali ini akan benar-benar tidak berdaya menghadapi jendral iblis itu, tapi, paling tidak kini ketiga pedang legendaris sudah bisa aku gunakan untuk melawan mereka suatu saat nanti, dimana aku akan menyeberang ke empat alam


"Tapi, apakah benar dia adalah salah satu dari sepuluh jendral iblis yang kemampuannya tidak main-main, dia terlihat sedikit aneh karena lebih condong mirip manusia kecuali dua tanduk besar di kepalanya, Haaiss !! yang penting aku sudah tau jika dia yang menyimpan katalis Yuan Luo,"


Mengingat iblis itu menyimpan katalis yang di dalamnya terdapat Yian Luo membuat darah Fang Ling bergejolak, dia mengepal tangannya kuat-kuat sambil berdecak kesal.


Fang Ling terus terbang dengan kecepatan tinggi, dia mencoba mengingat jalan yang sempat di lalui nya untuk mencari jamur dan menggunakan itu sebagai penuntun dirinya pulang.


Benar saja, setelah beberapa menit terbang kini Fang Ling sudah dapat melihat altar naga yang di penuhi oleh murid-murid yang berlatih membuat obat-obatan di sana, juga terlihat Shin Hye yang mengajari mereka.


"Apa ! sepertinya aku terlambat,"


Melihat semua murid sudah memulai pelatihan pembuatan obat, Fang'Ling langsung terbang ke tempat itu dengan pakaian bersimbah darah dan compang-camping.


"Maaf aku terlambat,"Setelah kakinya menginjak altar naga, Fang Ling langsung memberi hormat kepada Shin Hye di hadapan semua murid lainnya.


Shin Hye menaikan alisnya melihat penampilan Fang Ling yang seperti baru saja melakukan pertarungan,"Apa yang terjadi dengan mu nak ? pakaian mu sangat kotor dan penuhi bercak darah, lihatlah ! mereka semua menutup hidung mencium bau mu,"


Sontak Fang Ling memeriksa pakaiannya dan menoleh kebelakang, terlihat semua murid yang ada di tempat itu menutupi hidung mereka dengan menatap Fang'Ling dengan perasaan takut.


"Ah...ini, aku tergelincir dan tidak sengaja terjatuh dari gunung hingga akhirnya aku terluka,"Fang Ling menggaruk kepalanya, sambil tersenyum canggung.


"Benarkah ?? jika memang kau terjatuh, lalu kenapa tubuh mu tidak memliki luka,"Shin Hye melipat kedua tangannya sambil menatap Fang Ling tajam.


Fang Ling yang tidak tau harus mengatakan apa untuk menutupi perbuatannya, nampak kebingungan dan sulit untuk berbicara,"it-itu aku...

__ADS_1


"Sudah cukup ! pergi ke kediaman mu untuk mengganti pakaian, setelah itu kembali ke sini dalam kurun waktu satu menit,"Bentak Shin Hye dengan ekspresi marah.


Dengan kepala tertunduk Fang Ling langsung melesat kembali ke kediamannya, setelah beberapa saat di kembali ke hadapan Shin Hye dengan penampilan yang sudah rapih karena menggunakan pakaian sederhana yang biasa di gunakannya.


"Bagus, pergi ke barisan mu, kita akan mulai berlatih membuat obat,"Perintah Shin Hye kepada semua orang termasuk Fang Ling.


Fang Ling berjalan ke barisan kosong, kini di hadapan terdapat sebuah tungku yang biasa di gunakan dalam pembuatan obat-obatan.


Di hadapan semu murid Shin Hye dan beberapa tetua nampak mengambil keranjang yang telah di siapkan, keranjang itu berisikan tanaman obat yang sudah di sediakan sebelumnya.


Semua murid di berikan jenis tumbuhan yang sama, di antara lain Ginseng darah dan beberapa tumbuhan lainnya, namun semakin bagus dan tua ginseng darah yang di gunakan dalam pembuatan obat maka hasilnya akan menjadi jauh lebih baik.


Namun kali ini di hadapan Fang Ling dirinya hanya tau jika ginseng darah itu berusia beberapa tahun di lihat dari warnanya yang tidak terlalu merah, ginseng darah dapat di bedakan tua dan muda di lihat dari warna, semakin merah warnanya maka akan semakin tua ginseng itu.


Di depan barisan Shin Hye mengambil posisi kebelakang dengan melipat kedua tangannya, diapun menggunakan tenaga dalam untuk memperbesar suaranya.


"Gunakan elemen api kalian untuk mengolah ternama itu menjadi obat peningkat ! obat ini mampu memperkuat serangan dan mempercepat regenerasi tergantung dari seberapa bagus obat yang kalian buat


"Bagus atau tidaknya akan di nilai dari kualitas obat yang terbagi menjadi empat, sangat rendah, rendah, menengah dan tinggi,"


"Tetua Shin, aku memiliki elemen air, bagaimana caranya untuk membuat obat ?"Pemuda itu berbalik bertanya.


"Sial, siapa yang membawa si bodoh ini ke tempat ini ! apakah kau tidak membaca surat misi ?! pengguna elemen air dan angin kini berkerja di peternakan, sepertinya kau tersesat,"Shin Hye melirik satu tetua di sampingnya, mengerti mau melakukan apa tetua itu berjalan menghampiri murid laki-laki yang sebelumnya sempat bertanya, dia mencengkram kerah pemuda itu dan melemparkannya jatuh dari altar naga.


"Kuharap kau tidak memiliki sayap untuk terbang ! karena di bawah sana banyak karang tajam !!,"Tetua itu tertawa, dia berjalan kembali ke posisinya sambil tersenyum puas.


"Ahhhhhh, aku memang tidak memiliki sayap !!


Sontak semua orang terdiam dan terpelongo, kini satu dari mereka binasa akibat kebodohan pihak sekte.


"Hahahaha, baiklah anggap saja kejadian tadi tidak pernah terjadi,"Shin Hye menggaruk kepalanya, sedangkan tetua yang melempar salah satu murid melompat dari altar berniat untuk menyelamatkannya.


"Ahhhhh, aku juga tidak memiliki sayap !!

__ADS_1


Untuk kedua kalinya keadaan canggung terjadi, kini mereka semua kehilangan satu anggota dan satu tetua yang sama-sama bodoh.


Shin Hye mengusap wajahnya,"Baiklah lupakan, kita mulai pelatihannya, silakan kalian gunakan api kalian dan mengontrolnya untuk membuat obat, jika salah sedikit saja maka obat itu tidak akan berguna ! jadi kontrol api kalian, semakin panas maka semakin cepat obat itu selesai, namun juga membutuhkan pengendalian yang tinggi jika tidak mau api itu mengosongkan obat yang kalian buat, kalian akan di tuntun sampai berhasil walaupun berlanjut esok hari,"


Setelah mendengar aba-aba semua murid langsung memasukan semua tumbuhan ke dalam tungku, Fang Ling yang tidak tau apa-apa hanya ikut apa yang di lakukan murid lain.


Setelah semua bahan masuk ke dalam tungku, semua murid mengeluarkan gumpalan api dari tangannya dan meletakan api itu kedalam tungku, merekapun mengendalikan besar dan panas dari api itu dengan menggerakkan jari dan mengontrolnya.


Fang Ling mengikuti cara orang-orang itu, dia mengeluarkan gumpalan kecil api berwarna merah darah dari tangannya, sontak semua orang terkejut melihat esensi api yang tingkat suci milik Fang'Ling.


Tidak hanya murid-murid lain, namun semua tetua yang ada di tempat itu sangat terkejut kecuali Shin Hye yang terlihat biasa saja karena dari awal sudah tau kemampuan Fang Ling.


"Tingkat Suci ! ku-kira hanya api pohenix yang bertingkat suci, dia sangat hebat, bagaiman menurut mu tetua ? seorang pria paruh baya yang berdiri di samping Shin Hye bertanya.


Shin Hye menatap Fang Ling dari kejauhan,"Dia memang sangat hebat, namu api yang di milikinya terlalu berbahaya, sehingga akan mempersulit dia untuk membuat obat karena kesusahan mengendalikan api suci miliknya,"


Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian


•Pendekar pedang abadi

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2