
Di luar kediaman keluarga Mu Fang Ling berjalan seperti biasa, dari belakang Lang Ming berjalan cepat menghampirinya sambil berpura-pura kagum.
"Waahh, saudara memang sangat hebat, hanya dalam waktu singkat Saudara bahkan bisa beradaptasi tanpa bantuan tongkat,"
Fang Ling tidak menghentikan langkahnya dan terus berjalan berencana pergi ke suatu tempat yang nyaman.
"Tongkat ? memangnya ala kegunaan dari benda itu, bukankah kau tidak memerlukan itu ??"Tanya Fang Ling.
Lang Ming tertawa kecil, mengangkat tongkatnya yang terbuat dari batu giok hijau dan terdapat beberapa seni ukir di pinggirannya.
"Seperti yang saudara tau jika orang buta menggunakan pendengarnya dalam segala situasi. Tongkat ini di butuhkan ketika di sekitar kita sama sekali tidak ada pantulan suara untuk membantu,"
Fang Ling tertawa kecil dan menghentikan langkahnya,"Sepertinya saudara sudah salah paham,"
"Maksud saudara ?"
"Saudara Lang, kita memiliki tiga indra, di antaranya adalah :
•Telinga
•Mata
•Penciuman
"Aku bisa menggunakan dua kemampuan yang tersisa jika kehilangan pengelihatan. Jika tidak ada suara pantulan, aku bisa menggunakan penciuman untuk membedakan seseorang dan menebak posisinya,"
Mendengar penjelasan Fang Ling, membuat Lang Ming terkejut,"Lalu jika kau berada di posisi tidak ada suara pantulan dan aroma, apa yang akan saudara lakukan ??"
"Hal itu mustahil, karena setiap manusia memiliki aroma yang berbeda-beda. Jadi tidak ada yang perlu di takutkan jika kau memiliki kemampuan,"Ujar Fang Ling.
Fang Ling kembali melanjutkan perjalanan, sedangkan Lang Ming mengikutinya dari samping.
"Wahh, aku tidak menyangka jika saudara memiliki pengetahuan yang sangat luas. Tapi apa yang membuat mu tiba-tiba menantang tetua licik itu untuk bertarung ?"
Fang Ling tersenyum penuh siasat,"Dengan mengalahkan pria itu aku akan di pilih untuk mengikuti perjalanan ke kota kerajaan benua teratai perak,"
"Kau tidak seperti biasa... memangnya apa yang saudara cari di kerajaan itu ??"Tanya lagi Lang Ming.
"Kita akan menggunakan kesempatan ini untuk mencari tau siapa yang menciptakan gejolak peperangan, dengan begitu aku tidak susah-susah mencari dari sekte ke sekte lain,"Jelas Fang Ling singkat karena memang ingin merahasiakan hal ini.
"aku tidak mengerti, tapi yang pasti kali ini aku tidak bisa menemani saudara karena ada sesuatu yang sangat penting untuk di lakukan,"
Mendengar perkataan pemuda di sampingnya membuat Fang Ling sedikit mengerti dengan keadaan, iapun menepuk pundak Lang Ming.
"Apakah ini mengenai gadis yang kita temui saat melakukan pendataan diri ? karena sekarang bau tubuh mu bercampur dengannya"Fang Ling mengendus pakaian Lang Ming.
Seketika raut wajah Lang Ming menjadi panik ketika rahasia terbesarnya terbongkar hanya dalam sekejap mata oleh Fang Ling.
__ADS_1
"Kau ini selalu saja berbicara berterus terang. Aku akan pergi sekarang, jaga dirimu saudara,"Lang Ming terbang meninggalkan Fang Ling karena akan melakukan sesuatu dengan Qian Yun.
Dengan senyum penuh makna Fang Ling menoleh ke arah Lang Ming terbang, setelah itu dia juga terbang kembali ke kediamannya.
Di tengah-tengah perjalanan pulang Fang Ling di hadang oleh beberapa pemuda, karena sekarang dia buta Fang Ling tidak tau siapa mereka.
Sontak saja semua senior teman Fang Ling terkejut melihat keadaannya saat ini, terutama Han Dong yang nampak terpukul melihat kedua mata odd milik Fang Ling kehilangan cahaya dan berubah menjadi perak.
"Adik ini aku Han Dong, apakah kau tidak apa-apa,"Wajah Han Dong nampak mengkhawatirkan keadaan Fang Ling.
Setelah menyadari jika semua orang itu adalah temannya, Fang Ling langsung tersenyum lembut ke arah mereka semua.
"Jangan khawatir kak, kali ini aku selamat. Namun, sepertinya yang kalian lihat kini aku buta,"Ujar Fang Ling sambil menunjuk kedua matanya dengan wajah riang dan gembira.
"Kau ini masih saja bersikap tidak perduli dengan keadaan tubuh mu, lalu bagaimana cara kau membedakan kami ?"Tanya Han Dong.
Dengan cekatan Fang Ling mampu menyebutkan nama teman-temannya dan menebak letak mereka saat ini tanpa kesalahan sedikitpun.
Hal ini sontak membuat teman-temannya kebingungan karena semua yang di katakan Fang Ling benar, mereka semakin di buat kagum olehnya.
"Hebat ! adik kau ini tidak henti-hentinya membuat kami semua terkejut, bagaimana untuk merayakan kemenangan mu kita makan-makan di kantin sekte,"Ajak Han Dong.
"Benar, aku sudah sangat lapar,"Ujar Hian Ceng sambil mengusap perutnya dengan wajah mengkhawatirkan.
"Kau ini ! Jika kalian semua tidak tiba-tiba menghilang saat itu, mungkin saja kita sudah kenyang sekarang, lalu kemana kau pergi tadi ?"Tanya Han Dong, hal ini membuat Hian Ceng nampak terganggu dan serba salah.
Dari belakang Hian Thian terbang menghampiri Hian Ceng,"Kau ini terlalu banyak tanya Han Dong, kami pulang untuk melakukan sesuatu,"
"Melakukan sesuatu ? ini bukan pertama kalinya kalian berdua tiba-tiba menghilang,"dengan perasaan yang sangat ingin tau, Han Dong berusaha menguak rahasia dari Hian Ceng dan Hian Thian hingga mereka sempat ribut.
Melihat tingkah teman-temannya yang tidak keberatan dengan dirinya yang kini sudah buta, Fang Ling tersenyum kecil menatap perdebatan di antara mereka.
Di sudut lain.
Tian Meng melihat wajah Fang Ling yang tersenyum dan di sinari cahaya matahari yang mulai tenggelam, entah mengapa membuat jantung gadis manis itu berdetak lebih cepat.
"Ada apa Senior Tian ? apakah ada yang aneh,"Ucap Fang Ling membuat gadis itu terkejut dan salah tingkah.
"Tidak ada apa-apa,"Dengan wajah memerah.
Han Dong menghampiri Tian Meng setelah menerima satu pukulan dari Hian Thian hingga membuat sebelah matanya menjadi hitam.
"Kurasa Tian Meng menyukaimu adik Fang,"Setelah mengatakan itu Han Dong kembali menerima satu pukulan mengenai matanya yang lain.
"Bi-bicara apa kau Han Dong !! kau mau ku hajar,"Tian Meng mengepal tangannya dan menatap Han Dong penuh kemarahan namun juga ada rasa malu.
"Ampunilah aku wahai wanita paling cantik, bagaimana kita makan saja karena besok adik Fang akan segera meninggalkan sekte ini,"Ujar Han Dong dengan wajah penuh luka.
__ADS_1
Setelah menerima usul Han Dong mereka semua terbang kembali ke kantin sekte sambil bergurau dan berbicara hal ringan.
Setelah matahari di gantikan oleh bulan barulah kelompok itu sampai di kantin, semerbak harum masakan seketika menggugah selera makan Fang Ling.
Mereka berjalan memasuki kantin dengan di perhatikan oleh orang-orang yang ada, namun pandangan mereka kali ini berbeda karena menyimpan rasa keterkejutan dan menghormati Fang Ling.
Karena di malam hari kantin itu tidak terlalu ramai, alhasil kelompok Fang Ling mendapatkan sebuah tempat bermeja besar yang muat untuk mereka semua gunakan.
Karena meja itu berbentuk bundar, Hian Ceng duduk bersama Hian Thian, sedangakan Fang Ling duduk bersama Tian Meng walaupun tubuh gadis itu terus menggigil karena malu.
Tidak berselang lama kemudian Han Dong datang dengan membawa beberapa makanan, sedangakan sisanya di bawa oleh pemilik restoran bertubuh Milf yang selalu menatap adik kecil Fang Ling.
Semua makanan itu di letakan di atas meja, Han Domg langsung duduk namun sendirian tapi dia terlihat senang.
"Selamat menikmati makanan anda semua,"Pemilik restoran itu menyentuh bibir Fang Ling, setelah itu dia pergi dengan tatapan genit yang selalu memfokuskan pada tubuh Fang Ling.
Tian Meng menoleh ke samping dan menemukan jika tubuh Fang Ling sedang menggigil, karena khawatir gadis itupun memberanikan diri untuk bertanya.
"Fang Ling apakah kau sakit ?? kenapa tubuh mu menggigil,"Tian Meng menyentuh dahi Fang Ling dengan punggung telapak tangannya.
"Ja-jangan khawatir aku tidak apa-apa,"Ujar Fang Ling dengan nada terputus-putus karena masih dapat merasakan jika pemilik kantin itu sedang memperhatikannya.
"Mungkin adik Fang hanya kedinginan, perhatian mu yang terlalu berlebihan itu terlihat seperti kekhawatiran seorang perempuan kepada kekasihnya,"Kata Han Dong sambil memakan makanannya.
"Kau ini bisa diam tidak ?!"Kata Tian Meng nampak sangat kesal dan sangat ingin melempar wajah Han Dong dengan mangkuk.
Dengan keadaannya yang masih menggigil Fang Ling mulai makan tanpa kesusahan, merekapun makan bersama sambil bergurau dan sesekali tertawa.
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang abadi
Bersambung
__ADS_1