
Note : Mulai dari sini alur akan sedikit saya percepat, sehingga kehidupan santai di sekte pedang bambu tidak membuat reader bosan 🙂
Jika ada masukan mengenai apa yang harus Fang Ling lakukan, silakan katakan di kolom komentar di bawah 👇
Yo ! Enjoy
_________________________
Wajah Yu Yuan tegang serta di penuhi keringat."Hanya 20% ? Aku sudah melatih kemampuan itu selama beberapa bulan terakhir, tapi kenapa hasil dari kemampuan tersebut tidak sampai setengah ??"
Fang Ling tersenyum penuh makna mengangkat sebelah tangan."Tidak ada yang salah dengan usahamu. Saudara, hanya ragu mengeluarkan serangan terbaik karena lawan mu adalah aku."
"Ragu ? Tidak mungkin, hati ku di penuhi api semangat yang tidak akan padam."Yu Yuan terlihat sangat yakin, seraya mengepal.
Fang Ling memandang rendah Yu Yuan."Benarkah ? Jika kamu api, pasti kamu berada di tingkat paling lemah ! Jauh di bawah kaki ku."
Tatapan Yu Yuan berubah tajam."Apa maksud dari ucapan mu saudara ?
Fang Ling tersenyum mengejek."Setelah satu tahun, kamu masih saja lemah seperti dulu."
Mendengar ejek Fang Ling membuat wajah Yu Yuan memerah."Lemah ?! Kamu harus di berikan pelajaran !
Yu Yuan kembali melakukan serangan kaizen sekai menggunakan dua pedang, dengan cepat tubuh Fang Ling di lahap oleh cahaya kemerahan yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Fang Ling tidak bergeming sedikitpun, ia tetap berdiri tanpa melakukan apapun untuk menahan serangan Yu Yuan.
Kali ini cahaya itu sedikit menggores plipis mata Fang Ling hingga akhirnya cahaya merah hasil dari serangan Yu Yuan memudar lalu hilang.
Dari balik asap Fang Ling masih berdiri kokoh tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri, padahal tanam di sekitar perkarangan rumah lululantah akibat serangan Yu Yuan.
"Kali ini jauh lebih baik."Fang Ling tersenyum dengan tubuh di kepul asap putih.
Yu Yuan nampak lemas dengan nafas memburu, karena untuk mengeluarkan kemampuan kaizen sekai membutuhkan stamina dan ability yang kuat.
Setelah beberapa menit berpikir sambil mengambil nafas, Yu Yuan sadar jika Fang Ling sengaja memancing amarahnya agar ia dapat mengeluarkan kemampuan kaizen sekai dengan lebih baik.
Pedang di kedua tangan Yu Yuan menghilang, Yu Yuan berjalan menghampiri Fang Ling setelah nafasnya kembali normal.
"Saudara Ling memang sulit di tebak, bahkan rela membahayakan diri sendiri untuk menguji coba kemampuan terbaik ku."Yu Yuan berdiri beberapa langkah di depan Fang Ling sambil mengulurkan sebelah tangan.
Fang Ling menjabat tangan Yu Yuan seraya tersenyum ramah."Kamu sudah semakin kuat, lain kali bagaimana kita berlatih bersama-sama ?
"Tentu saja !"
Setelah berjabat tangan singkat, Fang Ling menceritakan kepada Yu Yuan jika sekarang dirinya tinggal di paviliun harimau putih.
Cerita Fang Ling cukup membuat Yu Yuan kesal karena tau Fang Ling-lah yang sudah menjahili teman-temannya.
Meski sudah merasakan pengalaman seram, Yu Yuan senang ada yang menempati paviliun harimau putih dan lagi dia adalah Fang Ling.
Fang Ling juga mengajak Yu Yuan berkunjung ke rumahnya lalu di lanjutkan dengan mandi ke sungai.
Tanpa harus basa-basi lebih lama, Yu Yuan dengan senang hati menerima ajakan Fang Ling.
__ADS_1
Sebelum pergi Fang Ling memberi tahu kepada Yu Yuan untuk meminta ijin kepada ayahnya, namun karena saat itu tetua Yu Lang tidak ada. Yu Yuan berdalih dengan mengatakan ayahnya pergi berkerja dan akan baru pulang saat larut malam.
Fang Ling sedikit ragu untuk pergi tanpa meminta ijin kepada tetua Yu Lang, apalagi Yu Yuan masih berada dalam hukuman.
Karena selalu di yakinkan oleh Yu Yuan akhirnya Fang Ling mau pergi ke tempat Lin Yung dengan berjalan kaki.
Fang Ling memutuskan berjalan karena Yu Yuan tidak memiliki sayap, sayap biasanya berada di jubah tempur dan ada juga yang bawaan dari lahir.
Sayap milik Fang Ling bawaan dari lahir sehingga jika rusak tidak akan bisa di regenerasi.
Seseorang dapat terbang bukan hanya dengan sayap. Untuk terbang bisa menggunakan ilmu meringankan tubuh serta masih banyak lagi.
Rumah Lin Yung mulai terlihat di depan sana, rumah tersebut lumayan besar karena bertingkat dua dengan halaman luas di tumbuhi beberapa pohon.
Lima menit kemudian Fang Ling dan Yu'Yuan sampai di depan rumah Lin Yung, keduanya segera memanggil Lin Yung namun yang datang adalah tetua Lin Tong bersama dengan sang istri.
Istri Lin Tong nampak masih penasaran dengan Fang Ling, sebab ia sama sekali tidak pernah melihat Fang Ling sebelumnya.
Lin Tong melambai seraya tersenyum ramah."Ling'er kamu menepati janji untuk berkunjung, ayo masuk, Yung'er ada di dalam kamarnya."
Karena sudah di sambut dengan baik oleh keluarga Lin, Fang Ling tidak lupa untuk berterimakasih.
Begitu berada di dalam rumah tetua Lin'Tong, Fang Ling melihat-lihat tempat kerja pria bertubuh buncit tersebut yang berada di ruangan utama.
"Tetua Tong, tidak ada yang berubah dari kediaman mu. Bahkan meja resepsionis ini masih berada di tempatnya dulu."
Lin Tong tertawa kecil."Hahaha..Tentu saja !"Pandangan Lin Tong tertuju pada Lin Yung." Yuan, kenapa kamu tidak mengajak Ling'er melihat Lin Yung di kamarnya."
Yu Yuan mengangguk. Setelah mendapat ijin, Yu Yuan menuntun Fang Ling pergi ke kamar Lin Yung yang berada di lantai dua.
Dari tempat itu juga Fang Ling bermain seruling dengan nada pelan, sehingga tidak bisa di dengar oleh orang yang berjarak jauh.
Di dalam kamar. Lin Yung nampak sedang berbaring dengan santai, namun rasa damai yang ia rasakan menghilang begitu samar-samar mendengar suara lantunan seruling.
Bulu kuduk Lin Yung berdiri, ia sangat kenal dengan nada seruling tersebut hingga membuatnya tidak dapat tidur semalaman.
Segera Lin Yung menutupi semua bagian tubuhnya dengan selimut putih, dari dalam ia dapat melihat pintu kamarnya di buka oleh seseorang.
Fang Ling berjalan memasuki kamar Lin Yung dengan Yu Yuan yang masih berada di luar kamar, rencana ini di buat sendiri oleh Yu Yuan saat tadi berjalan menaiki anak tangga.
Tubuh Lin Yung bergetar dengan sendirinya saat sosok hantu topeng rubah yang di lihat semalam sekarang berada di kamarnya.
Fang Ling yang merasa tidak enak hati membuka topeng dan menyudahi permainan seruling.
"Saudara Lin ini aku Fang Ling."
Lin Yung tidak menjawab untuk sesaat hingga perlahan ia membuka selimut yang menutupi wajah dan tubuhnya.
"Kamu..Siapa ? Apakah tadi kamu mengatakan nama saudara Ling ??"
Fang Ling tersenyum, dia meyakinkan Lim Yung jika dirinya benar-benar Fang Ling serta hantu yang dia lihat tadi malam. Butuh waktu bagi Lin Yung untuk mencerna situasi, ia nampak bingung dan tidak mengenal Fang Ling.
Hingga dari balik pintu Yu Yuan datang sambil tersenyum lalu berdiri di samping Fang Ling."Saudara, pria ini tidak berbohong. Dia adalah Fang Ling."
__ADS_1
Lin Yung menatap Fang kasih, meski sudah di benarkan oleh Yu Yuan ia masih tidak percaya jika pria tampan yang berdiri di depan adalah Fang Ling.
Setelah menatap singkat Fang Ling, Lin'Yung beralih menatap Yu Yuan."Saudara, darimana kamu tau jika dia adalah adik Ling ?"
Yu Yuan tersenyum."Dari ayah ku."
Yu Yuan juga menceritakan kepada Lin Yung jika Fang Ling tinggal di paviliun harimau putih sejak kemarin sore.
Lin Yung menatap Fang Ling."Jadi hantu yang kita lihat tadi malam adalah adik Ling ?"
Fang Ling mengangguk mengaku jika dirinyalah yang menakut-nakuti mereka tadi malam.
Lin Yung menghela nafas."Huuu..Adik Ling aku tidak menyangka jika kamulah yang sudah menjahili kami, kamu harus tau jika sejak tadi malam aku tidak tidur sama sekali karena selalu terbayang dengan topeng mu."
Fang Ling menggaruk kepala seraya tersenyum tidak enak."Maafkan aku saudara, aku juga tidak sadar jika sekelompok pemuda tadi malam adalah kalian berdua."
Lin Yung beranjak dari kasur dan berjalan menghampiri Fang Ling lalu berjabat tangan dengannya.
"Lama tidak bertemu adik Ling, kamu sangat berbeda dari sebelumnya."
"Saudara juga banyak berubah, kamu terlihat seperti orang yang pintar dalam bidang politik. Mungkin kelak akan menjadi pengatur politik di suatu kerajaan."
"Adik Ling berbicara terlalu formal seperti orang dewasa, jika sedang bersama kami saudara Ling tidak perlu seformal itu."Lin Yung melepaskan jabat tangannya, dengan senyuman terukir di wajah.
"Kamu tidak perlu memikirkan hal itu, aku dan saudara Yuan akan pergi berkunjung ke kediaman ku. Apakah saudara Lin mau ikut bersama kami ?"
Lin Yung mengagguk."Tentu saja ! Bagaimana jika sekarang kita pergi dan mengajak yang lain untuk ikut."
"Bagus ! semakin banyak teman akan semakin baik." Fang Ling tersenyum.
Lin Yung segera bersiap-siap, setelah selesai mereka pergi ke rumah teman yang lain untuk mengajak mereka bermain di kediaman Fang Ling.
Hari sudah semakin sore, sudah semua rumah teman yang di kenal Yu Yuan dan Lin Yung mereka kunjungi, tetapi tidak ada satu orangpun yang mau ikut.
Setelah kejadian mengerikan tadi malam, teman-teman yang lain masih merasa takut sehingga mengurungkan diri untuk keluar rumah.
Karena tidak ada yang bersedia ikut kecuali Yu Yuan dan Lin Yung, merekapun memutuskan untuk tetap pergi mengunjungi kediaman Fang Ling.
Selama berjalan menuju ke belakang sekte, Yu Yuan dan Lin Yung mendengarkan alunan seruling yang Fang Ling mainkan,dengan seksama.
"Wah..Adik Ling ! Kamu benar-benar hebat dalam bermain seruling."Yu Yuan terlihat antusias dengan permainan seruling Fang Ling.
Fang Ling menghentikan permainan seruling lalu menatap ke arah dua temannya."Jika kalian mau, aku bisa mengajari."
Mata Yu Yuan melebar."Benarkah ! Jika begitu aku mau."
Yu Yuan hendak mengambil seruling di tangan Fang Ling, namun Fang Ling langsung mencengkram tangan Yu Yuan yang hendak mengambil seruling di tangannya dengan cukup kuat hingga membuat Yu Yuan terkejut.
"Saudara ?"Yu Yuan sedikit meringis, melihat hal itu Fang Ling segera melepaskan cengkraman tangannya.
"Ma-maafkan aku."Fang Ling menciptakan dua buah seruling dari elemen es berwarna biru."Masing-masing dari kalian bisa menggunakan seruling es ini, tapi tidak dengan yang satu ini."
Lin Yung menatap heran Fang Ling."Memangnya ada apa dengan seruling putih itu ?"
__ADS_1
Fang Ling melihat seruling pemberian Shun Jing lalu kembali menatap Lin Yung."Benda ini hanya untuk ku."