
Di dalam ruangan yang gelap tersebut, Shun Jing memejamkan matanya sambil memukuli seseorang yang ada di hadapannya dengan kuat.
Tidak tau apa yang sudah terjadi, Shun Jing terus memukuli orang di hadapannya dengan mata tertutup, hingga suara lembut seorang pria mengejutkan dirinya.
"Jika kau melanjutkan nya lagi, maka wajah ku akan benar-benar hancur," Fang ling pasrah wajahnya di pukuli Shun Jing hingga lebam di seluruh bagiannya.
Suara lembut dan menenangkan itu membuat Shun Jing membuka matanya dan menemukan Fang ling yang sedang menatapnya dengan wajah penuh luka.
"Ka-kau kemana saja ?! apa yang terjadi dan kenapa semua lampu padam," Tidak puas sudah memukuli wajah Fang ling, Shun Jing kembali menarik rambutnya.
"Apakah kau punya dendam dengan ku, lepaskan tangan mu... barulah aku bisa menjelaskannya," Kata Fang ling,dengan wajah meringis.
Shun Jing melepaskan tangannya dan berjalan kembali memasuki kamar dengan menarik baju Fang ling dari belakang, karena merasa takut dengan petir yang terus menggelegar.
Setelah berada di dalam kamar Fang ling tidak langsung duduk, dirinya mengambil sebuah lentera di samping pintu dan menyalakan nya dengan menggunakan ujung telunjuk yang mengeluarkan api.
Ruangan tersebut kembali terang dengan remang-remang api lentera yang tertiup angin, membuat Shun Jing sedikit lega karena kembali dapat melihat sekitarnya.
Fang ling duduk bersender di samping Shun Jing yang sedang berbaring dengan posisi kepala di pahanya, sambil sesekali mengusap kepala Shun Jing, Fang ling mulai menjelaskan apa yang sudah terjadi.
"Aku merasakan sebuah energi besar di hutan bagian utara tidak jauh dari kota ini...di sana dua orang pendekar yang berada di tingkat setengah abadi melakukan pertarungan," Jelas Fang ling.
"Aku sempat memperhatikan mereka dari balik pohon, petir-petir dan suara dentuman yang terjadi bukanlah hasil alam... melainkan tubrukan dua energi hebat dari kedua pendekar tersebut,"
"Tidak ada tanda-tanda keduanya akan keluar sebagai pemenang, karena keduanya mempunyai kemampuan setara...Hingga aku memutuskan kembali ke penginapan karena merasa itu bukan urusan ku,"
Shun Jing menggigit paham Fang ling sebelum berkata,"Tingkat Setengah abadi ? setahuku hanya lima orang di seluruh benua yang mempunyai kemampuan setingkat itu,"
"Benarkah ? aku melihat salah satu dari mereka menggunakan pedang Halilintar berwarna merah dan punggung yang mengeluarkan cahaya berbentuk bulan sabit," Kata Fang ling.
__ADS_1
Mata Shun Jing melebar, dirinya duduk dan menatap Fang ling dengan wajah yang sangat dekat," Dia adalah satu dari lima pilar bernama Yun kang, penggunaan pedang suci berelemen petir,"
Fang ling terdiam sejenak, dirinya tidak mengenal ataupun mengetahui seseorang bernama Yun kang di kehidupan pertamanya, namun pedang yang berada di genggaman orang itu membuat Fang ling tertarik.
"apakah kau bisa menjelaskan orang tersebut lebih jauh," tanya Fang ling.
"Tentu saja, dia adalah anak dari keluarga kerajaan bermarga Yun...dia adalah seorang pendekar yang sangat hebat dan di kenal mematikan. Semua orang yang menjadi korbannya akan mati dengan tubuh hancur," Jelas Shun Jing.
"menurut cerita Yun kang dan keluarga nya tinggal di benua kelima di bawah naungan kerajaan... karena kekejiannya dalam membunuh, Yun kang di jauhi semua orang dari semua golongan,"
Fang ling mendengarkan penjelasan Shun Jing dengan seksama, dirinya dapat menilai Yun kang sudah berada di dalam kendali pedang suci dan pantas di bunuh.
"Satu lagi senjata suci, Sepertinya aku harus berusaha untuk mendapatkannya," Batin Fang ling.
Shun Jing yang melihat Fang ling termenung menyadarkan nya dengan menepuk wajah pelan," Fang ling, apa yang sedang kau pikirkan,"
Fang ling segera sadar saat tepukan tangan Shun Jing yang begitu lembut mengenai wajahnya, dirinya berbalik menghimpit tubuh Shun Jing.
Merasa sangat hangat dan nyaman saat tubuh Fang ling yang ringan menghimpit tubuhnya, Shun Jing ikut memejamkan matanya dan terlelap dengan nyenyak.
Di alam bawah sadarnya, Fang ling kembali terbangun di hadapan ketiga naganya yang nampak sedang menunggu kehadiran dirinya.
"Kalian berubah ke dalam bentuk manusia, kita akan membicarakan sesuatu," perintah Fang ling yang langsung di turuti ketiga naganya.
Ketiga naga itu mengecil menjadi hujud manusia paru baya yang tampan, namun dengan tanduk dan ekor yang masih menempel di tubuh mereka.
Dengan hentakan pelan, empat kursi dan meja bundar terbuat dari giok muncul di hadapan Fang ling. semuanya duduk di masing-masing kursi dengan tatapan serius.
"Aku menemukan satu lagi pedang suci dengan kemampuan petir yang sangatlah dahsyat... apakah kalian mengetahui sesuatu tentang pedang itu ? tanya Fang'ling.
__ADS_1
Ketiga pria tersebut saling bertatapan, hingga kaisar naga api memutuskan untuk angkatan bicara dengan berdiri di tempatnya.
"Nama pedang itu adalah kaizer, di kenal dengan petir suci di tingkat paling tinggi... sama halnya dengan api yang memiliki tingkat pedang tersebut juga memiliki kemampuan petir di atas puncak," Jelas kaisar naga api.
"Petir tersebutlah yang biasa di sebut dengan istilah kesengsaraan surgawi karena sangatlah berbahaya dan dapat membunuh tuan,"
Fang ling mengusap kepalanya dan kembali menatap kaisar naga api," Jenis apa mahkluk yang berada di pedang tersebut ?
"Sejenis raksasa golem terbentuk dari petir, kuat dalam pertahanan dan kemampuan penghancur yang amat tinggi," ucap kaisar naga api.
"tetap saja penggunaan pedang ameno Haba kirin jauh lebih berbahaya," kata Fang ling.
"Benar tuan, namun untuk saat ini kau tidak akan mampu menghadapi penggunaan pedang kaizer. bahkan dalam hujud naga sekaligus," kata kaisar naga'api.
"Kau jangan khawatir. kita tidak akan gegabah, namun tetap harus cepat bergerak karena pengguna pedang kaizer akan menyebrang ke empat alam," kata Fang ling membuat ketiga kaisar naga terdiam.
mereka nampak memijit kepala masing-masing karena merasa pusing untuk menghadapi musuh di hadapan mereka.
"aku tau, bagaimana jika kita porak-porandakan benua daun wangi agar semua pengguna pedang suci keluar. sehingga kita tidak perlu pusing mencari mereka," kata kaisar naga es.
"apakah kau gila, dengan begitu mereka akan membunuh kita untuk selama-lamanya," kaisar naga api menepuk kapal kaisar naga es karena merasa kesal.
"Kaisar naga es, hak mu untuk berbicara di angkat... selama rapat ini kau tidak boleh berbicara," kata Fang ling membuat kaisar naga es menundukkan kepalanya dengan wajah memelas.
Semalam keempat pria itu saling memikirkan bagaimana cara untuk mencari semua pengguna pedang suci, karena waktu mereka tidaklah lama.
Penggunaan pedang kaizer akan segera menyebar ke empat alam, membuat sebuah masalah besar bagi Fang ling yang masih belum mampu menghadapi pria bernama Yun kang.
__ADS_1
Bersambung....