
"Keluar kalian !!
Suara berat seseorang yang bergema membuat penduduk desa ketakutan, takala seorang pria bawahan dari pemimpin kelompok itu datang menghampiri mereka.
Bruuuukkk
Saat akan menaiki anak tangga, orang itu sudah terpental begitu mendapatkan tendangan bebas dari Fang Ling. Tendangan itu tepat mengenai wajahnya, hingga pria itu pingsan dengan beberapa gigi patah.
Melihat hal itu, pria yang memiliki tato kalajengking di wajahnya nampak sangat tertantang. Dia membawa sebuah kapak yang lumayan besar, tapi dengan mudah dapat dia tenteng.
"Wah Wah, ternyata penduduk lain sudah meminta bantuan pada kerajaan. Mari kita lihat, siapa orang yang akan kita kirim ke kerajaan Yaman kali ini,"
Dari atas rumah Fang Ling turun sambil tersenyum. entah kenapa ratusan perampok itu tertawa melihat penampilannya dan menilai Fang Ling terlihat seperti pengemis.
Pemimpin kelompok itu memandang rendah Fang Ling.
"Ha Ha Ha, Lihat. Apa kalian membayar pengemis ini untuk membunuh kami,"
Perkataan pria itupun di iringi suara tawaan bawahannya.
"Membunuh ? Siapa yang akan membunuh kalian. Bukan aku, hari ini kalian akan melihat karma,"
"Holow kegelapan, Hisap !
Seketika udara begitu menyesakan bersamaan datangannya hawa hitam pekat dari tubuh Fang Ling.
Fang Ling telah mengatur batas hawa ini, agar tidak melukai orang-orang desa. Dengan begitu hanya kelompok perampok itu yang merasakan dampaknya.
Seketika semua orang itu merasa tubuhnya semakin berat, hingga mereka tidak tahan dan akhirnya berlutut. Seketika hawa kegelapan Fang Ling, menghisap semua kekuatan orang itu dalam sekejap mata hingga habis.
"Haaaaa
Asap putih kemudian keluar dari mulut Fang Ling, dia merasa kurang karena kekuatan orang-orang itu tidak cukup untuk memuaskannya.
__ADS_1
Apalagi kemampuan ini sangat menguras tenaga, sehingga hanya dapat di lakukan sebentar dalam satu kali penggunaan.
Beberapa saat kemudian semua perampok itu terkapar, mereka tidak dapat lagi berkultivasi setelah ini karena energi bahkan dantian mereka telah hancur.
Yang paling mengejutkan, kekuatan semua orang itu habis berserta hancurnya dantian masing-masing hanya dalam waktu satu menit.
Menandakan jika kemampuan ini sangat berbahaya, sekaligus juga tidak manusiawi. Karena menghancurkan dantian milik orang adalah tindakan yang lebih keji dari pembantaian.
Kemampuan ini tidak di miliki oleh aliran putih, karena penggunaannya yang terlalu berbahaya bahkan aliran hitam sekalipun enggan menggunakannya.
Tapi Fang Ling tetap menggunakannya, tapi dengan syarat dia harus membuang setengah kekuatan yang di hisapnya agar tidak berubah menjadi hawa nafsu membunuh.
Hawa nafsu membunuh sendiri adalah hawa orang-orang mati, hawa ini sangat tercela dan tidak ada guna karena bisa mengganggu orang dan tidak memiliki efek tempur sama sekali.
Setelah ratusan perampok abal-abal itu tambang, semua penduduk desa yang di selamatkan Fang Ling sebelumnya, terlihat sangat senang.
"Pendekar, lalu apa yang akan kita lakukan dengan orang-orang ini ?"Seorang pria berpakaian sederhana, bertanya dengan tatapan mata penuh dendam.
"Kalian semua bawa mereka, jangan takut. Mereka tidak lagi bisa menyerang, mungkin untuk melawan kalian saja mereka tidak akan sanggup,"
Awalnya orang-orang ragu untuk memasuki retakan itu, setelah Fang Ling masuk ke dalamnya dan dia terlihat masih baik-baik saja. Barulah orang-orang desa secara bergantian memasuki portal tersebut.
Secara mengejutkan orang-orang itu langsung berada di sebuah halaman luar rumah kepala desa. Takala keterkejutan mereka semakin menjadi-jadi saat melihat di dalam rumah itu ada penduduk desa lain yang masih selamat.
Mereka langsung berpelukan haru melepas rindu dan derita yang beberapa minggu mereka alami. Kini amarah orang-orang desa nampan memuncak, tapi mereka menutupi niat membunuh itu setelah berterimakasih dengan Fang Ling.
Tapi saat akan berterimakasih dengan Fang Ling, pemuda itu telah hilang dengan meninggalkan setumpuk emas di tempat awal dia berdiri.
Penduduk desa sangat bersyukur, apalagi pria yang tadi di awal bercerita dengan Fang Ling. Dia tidak menyangka, jika orang itu tidak hanya mampu membantu tapi juga bisa menghilangkan rasa dendam semua orang.
"Akhhh, aku lupa nama pria itu. Tidak masalah, siapapun kau kami akan selalu berterimakasih dan mengenang jasamu ini sepanjang desa ini tetap berdiri. kami juga akan membantu orang-orang seperti sifat mu yang suka membantu itu,"
Pria yang pertama kali mengenal Fang Ling nampak memandang langit dengan mata sendu, dia merasa tidak enak karena belum sempat berterimakasih atas semua bantuan ini.
__ADS_1
Bahkan penduduk lain tidak sedikit yang menangis mengingat bantuan ini, merekapun kemudian saling bertatapan mata hingga ratusan perampok itu kembali bangun dengan tubuh di ikat di sebuah pohon.
tatkala terkejutnya mereka saat penduduk desa melingkari mereka dengan memegang arit dan senjata sawah lainnya. Mereka nampak sangat mendendam, berniat menyiksa perampok tersebut tu secara perlahan.
"Ini semua kami lakukan untuk menghormati kematian keluarga kami yang kalian bunuh. Sudah sepantasnya, darah di bayar dengan darah, begitupun dengan kematian,"
Seketika wajah ratusan perampok itu menjadi sangat pucat,mereka tidak lagi mampu melawan dan kini hanya dapat menyesali tindakan yang sudah mereka lakukan kepada desa ini.
Dari sebuah dahan pohon bertepatan di atas gunung, Fang Ling ternyata tidak langsung kembali. Dia memperhatikan tindakan penduduk desa yang nampak menyiksa orang-orang aliran hitam itu.
"Lumayan, tapi sepertinya mereka terlalu baik. Menurutku, pria itu harus memukul di bagian rusuk dulu barulah leher,"
Fang Ling mengomentari tentang pemukulan dan penyiksaan itu, dia sangat menikmati pertunjukan tersebut. Karena melihat orang jahat tersiksa, entah kenapa menjadi sebuah pertunjukan bagus bagi Fang Ling.
"Baiklah waktunya kembali,"
Karena malam sudah sangat larut, Fang Ling melompat dari atas dahan memasuki sebuah celah portal yang melemparnya kembali ke taman kerajaan.
Kini taman itu nampa sangat sepi dan hanya di terangi oleh sebuah api unggun yang di buat penduduk desa lainnya.
Fang Ling duduk di samping api unggun, dia mengambil sepotong ayam dan tidak lupa secangkir arak terbaik dan segera menikmati semua makanan dan minuman itu seorang diri.
"Ternyata, hidup seorang diri tidak buruk juga,"Gumam Fang Ling di dalam benaknya, sambil memakan makanan di tempat itu dengan bahagia.
Saat tengah asik seorang diri, Fang'Ling merasa ada sesuatu yang janggal. Dia merasa ada seseorang yang memperhatikannya dari belakang.
Dengan sigap Fang Ling menciptakan sebuah pedang, dia berbalik dan langsung menodongkan pedang itu kepada orang di belakangnya.
"Eh, putri Sin Yintian. Maaf bawahan ini berperilaku tidak baik untuk menyambut kehadiran anda,"
Fang Ling begitu terkejut, ternyata orang itu adalah Sin Yintian. Gadis itu terlihat aneh, wajahnya memerah seolah baru saja mabuk dengan tatapan aneh di matanya.
"Bisakah kau membantuku, aku benar-benar membutuhkannya,"
__ADS_1
Sontak Fang Ling terkejut hingga menjatuhkan tulang ayam di mulutnya,"What the hell !
Bersambung.....