Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Pedang legendaris


__ADS_3

...Terdapat adegan yang tidak seharusnya di baca oleh anak kecil, jadi bijaklah dalam menyikapi bacaan di Ch ini !...


Mendengar perkataan Su Ming yang bernada menggoda itu, lantas membuat Fang Ling cengar-cengir seperti orang yang merencanakan sesuatu.


"Awalnya aku ingin tidur, tapi undangan ini tidak boleh di tolak. Saatnya melihat surga dunia, apa kau menginginkan hal ini, Lan'er ?


Fang Ling menaiki tubuh Su Yulan dan sedikit menekan tubuhnya. Hal ini membuat Su Yulan sedikit meringis begitu merasakan sesuatu yang keras menyentuh pahanya.


Dengan tatapan mata yang seperti orang bodoh yang terus celingak-celinguk, memandangi tubuh indah Su Yulan.


Fang Ling membuka baju gadis itu, hingga mengeluarkan dua bola empuk yang terlihat sangat ranum.


"Hidangan pertama, aku akan memakan ceri ini... Selamat makan,"


Setelah berterimakasih atas makanan lezat yang di dapatnya malam ini. Fang'Ling langsung menghisap dan bermain dengan bola-bola Su Yulan.


Perlakuan Fang Ling yang terlihat seperti harimau kelaparan tengah di hadapankan dengan makanan. Membuat Su Yulan mendesah tertahan, tanpa sadar tubuhnya mengikuti permainan lembut Fang Ling.


"Hmmm"


Tubuh Su Yulan terus tegang dan bergetar seolah menginginkan lebih dari apa yang Fang Ling lakukan. Gadis itu meraih apapun untuk di pegang, sampai-sampai dia mengoyak seprai.


Merasa sudah puas bermain dengan bola-bola lembut Su Yulan. Fang Ling berhenti sejenak, dia memperhatikan wajah kekasihnya yang terlihat merah padam. Nafas Su Yulan juga terputus-putus nampak mulai mencapai puncaknya.


Menyadari hal itu Fang Ling tidak ingin membiarkan Su Yulan mencapai puncak surgawi terlebih dahulu. Seolah seperti orang kelaparan, Fang Ling mengoyak seluruh pakaian Su Yulan. Hal sama juga di lakukan Fang Ling, hingga tubuh keduanya tidak tertutup oleh seikat benangpun.


Sinar terang bulan membuat tubuh keduanya terlihat dengan jelas, bahkan Fang Ling tidak henti-hentinya meneguk ludah begitu melihat tubuh indah Su Yulan yang nampak tidak berdaya.


Segera Fang Ling mengecup bibir Su Yulan, gadis itupun menyambut permainan Fang Ling dengan melakukan perlawanan. Ciuman yang awalnya penuh cinta, kini berubah menjadi ciuman kasar yang sangat menggairah.

__ADS_1


Beberapa menit di lakukan Fang Ling dengan menjamah setiap sisi mulut Su Yulan, hingga saat nafas gadis itu melemah barulah Fang Ling melepaskan ciumannya.


Dengan jantung berdegup sangat kencang, Su Yulan mengambil nafas seperti orang yang baru merasakan oksigen. Tidak berselang lama, kemudian Fang Ling langsung mengecup tulang selangkangannya dan bagian sekitar leher.


Kulit putih Su Yulan yang terasa sangat lembut, membuat Fang Ling betah bermain dengan kulit gadis itu hingga kemudian dia terus bergerak ke bagian perut dan sekitarnya.


"Mmmm


Desahan tertahan terdengar beberapa kali dari mulut Su Yulan, dia merasa tubuhnya sangat panas sampai-sampai darahnya mendidih. Diapun tanpa aba-aba langsung mengeluarkan cairan panas yang sudah lama di tampung di dalam dirinya.


Akibatnya Si Yulan terkapar lemas dengan tubuh berkeringat dan sesekali nampak berkedut begitu merasa ada cairan hangat yang mengalir keluar dari dalamnya.


Cairan itu membasahi seprai, bahkan Fang Ling di buat terkejut melihat hal itu karena tidak menyangka jika Su Yulan begitu lama menahan nafsu ini sendirian.


Segera Fang Ling menyiapkan diri dengan meletakkan adik kecilnya di depan pintu masuk nikmat surgawi. Seketika tubuh Su Yulan kembali tegang, takkalah merasakan sesuatu yang besar, panjang dan keras hendak menerobos masuk tubuhnya.


Walaupun sudah pernah melakukan hubungan ini satu kali, Fang Ling masih merasa kesulitan memasuki tubuh Su Yulan. Karena ada pelumas berupa cairan surgawi Su Yulan sebelumnya. Secara perlahan-lahan benda berukuran besar itu mulai menerobos masuk ke dalam tubuh Su Yulan.


Dalam satu kali hentakan benda itu langsung masuk ke bagian terdalam hingga Su Yulan tak kuasa menahan jeritannya. Langsung saja Fang Ling membekukan kamar itu agar suara di dalamnya tidak dapat di dengar oleh orang luar, es inipun tidak terasa dingin sama sekali.


Mata Su Yulan melotot begitu sesuatu di dalam tubuhnya mulai bergerak maju dan mundur secara perlahan. Suara erangan dan desahan tidak lagi Su Yulan sembunyikan, hingga membuat Fang Ling semakin bernafsu dibuatnya.


Suara deritan kasur yang nampak berkerja keras untuk menahan orang yang bermain kuda-kudaan di atasnya juga terdengar menggegam di dalam kamar ini.


Suara desahan terdengar semakin nyaring, Su Yulan telah beberapa kali mengeluarkan cairan surganya. Tapi Fang Ling tidak gegabah, dia ingin bermain lebih lama dan tidak berniat untuk menyudahinya sebanyak apapun cairan yang di keluarkan Su Yulan.


Su Yulan nampak sangat kewalahan mengimbangi permainan Fang Ling, dia sudah beberapa kali keluar tapi Fang Ling satu kali pun belum. Bahkan dia dan Fang Ling telah bermain hampir dua jam, namun benda di dalam tubuhnya tidak melemah dan malah semakin agresif memukul rahimnya.


Bosan bermain dengan gaya Su Yulan tidur, Fang Ling mencabut pedang Surgawinya yang sangat perkasa secara perlahan-lahan. Saat setelah pedang itu di cabut, segera cairan putih bening dan kental milik Su Yulan keluar membasahi seprai hingga berbau harum.

__ADS_1


Saat pedang Fang Ling di cabut dari tempat seharusnya. Su Yulan langsung terengah-engah dengan nafasnya yang memburuh, tubuhnya juga terlihat di basahi keringat.


Fang Ling menuntun Su Yulan untuk mengubah posisinya. Walau sedikit kaku dan merasa nyeri di bagian bawahnya, Su Yulan kini berposisi nunggin* iapun nampak sangat malu dengan posisi ini.


"Bisakah aku tidak melakukan posisi ini ? Aku sangat malu,"


Melihat wajah Su Yulan yang malu-malu semakin membuat Fang Ling bernafsu. Dia langsung menerobos masuk ke dalam celah sempit Su Yulan, hingga menabrak rahimnya dengan sangat kuat.


"Ahkkk, hmmm


Suara erangan dan desahan keluar dari mulut Su Yulan saat benda besar itu kembali memporak-porandakan bagian dalamnya. Posisi ini semakin membuat Fang Ling bernafsu, dia dapat memainkan satu lobang lagi dengan jarinya.


Saat kedua lobang keramat itu di mainkan secara bersamaan, Su Yulan tak kuasa menahan air matanya dan mengeluarkan kembali cairan surganya dalam jumlah banyak hingga menetes membasahi kasur.


"Uhhhhhh


Saat semua cairan itu keluar, Su Yulan langsung lemas. Tubuhnya bergetar, keringatnya dan keringat Fang Ling saling bercampur membuat adegan ini semakin memanas apalagi Fang Ling masih terlihat belum puas bermain.


Tidak mau memberi peluang istirahat karena ada sesuatu yang lebih penting menunggu untuk di keluarkan. Fang Ling kembali bergerak, kali ini jauh lebih kuat dan cepat dari sebelumnya, hingga desahan Su Yulan semakin kuat bersama dengan suara ranjang yang hampir mampus menahan mereka.


Kenikmatan ini membuat mata Su Yilan merem-melek. Wajahnya semakin memerah seolah tergila-gila oleh permainan Fang Ling. Dia meraih bantal dan langsung mengigit bantal itu.


Karena sudah mengantuk, Fang Ling terpaksa harus mengeluarkan benih laharnya ke dalam tubuh Su Yulan. Fang Ling langsung mempercepat gerakannya, menciptakan suara hantaman kuat hingga akhirnya sebuah lahar panas menerobos memasuki seluruh bagian tubuh Su Yulan.


Su Yulan nampak bergetar, matanya memancarkan kenikmatan tiada tara. Baru kali ini dia bermain selama ini bersama Fang Ling, bahkan Fang Ling terpaksa menyudahi permainan ini karena merasa ngantuk dan cahaya matahari mulai terbit.


Fang Ling mencabut pedang legendaris yang hanya di miliknya itu secara lembut agar tidak menyakiti Su Yulan. Begitu seluruhnya telah tercabut, sisa cairan Su Yulan dan Fang Ling mengalir keluar dari mulut goa yang nampak sedikit merah.


Dengan keadaan tengkurap Su Yulan nampak sangat lemas dan akhirnya tertidur tanpa busana. Sedangkan Fang Ling yang memang sudah tidak tidur selama berhari-hari, langsung merebahkan diri di samping Su Yulan dan tidur dalam keadaan adik kecilnya yang masih tegak perkasa.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2