Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Sungai kematian II


__ADS_3

Seketika Xiao Qing dan Xiao Bai menjerit dan berlari ke tepi sungai untuk memperhatikan Fang Ling yang masih berada di dalam air, terlihat Fang Ling memperhatikan seluruh bagian tubuh mayat itu dan tidak terlihat jijik sedikitpun.


"Tuan, apakah siluman yang menyerang orang itu ? Tanya Xiao Bai sambil menutup hidungnya begitu juga dengan Xiao Qing.


"Siluman ? aku penasaran apakah ada siluman yang mau mengikat korbannya dengan tali, jika benar, siluman itu terlalu pintar dan lebih terlihat seperti manusia,"Kata Fang Ling dengan menekan perkata 'manusia', karena sejauh yang dirinya tau orang itu mati di bunuh manusia.


Memang terdapat beberapa siluman yang memiliki kecerdasan seperti manusia pada umumnya, namun tentu seja keberadaan mereka sangat langkah dan hanya dapat di temukan di empat alam.


Karena keadaan mayat yang sudah membusuk Fang Ling dapat menebak jika mayat itu sudah mati selama tiga hari lebih, kulit pucat dan tubuh hancur di makan ulat mengakibatkan Fang Ling kesulitan untuk mencari bukti.


Terdapat beberapa luka yang Fang Ling temui dan salah satunya adalah luka sayatan di berbagai anggota tubuh dan yang lebih parahnya lagi, pria itu mati akibat kehabisan nafas.


Urat-urat wajah Fang Ling keluar dan terus berdebat dengan pikirannya tentang siapa yang membunuh orang di hadapannya dengan cara tidak manusiawi, bahkan keganasan manusia dalam membunuh lebih parah dari siluman.


Setelah puas memperhatikan mayat itu dan terlah dapat di simpulkan jika dia mati di bunuh manusia yang masih belum jelas siapa dia, kini Fang Ling melepaskan ikatan di tangan mayat itu dan membawanya ke tepi sungai.


Fang Ling memerintahkan Ah Bai untuk menggali sebuah makam berukuran cukup besar untuk menampung tubuh mayat itu yang sudah membesar, tidak perlu menunggu lama makam yang di katakan Fang Ling sudah di persiapkan.


Dengan perlahan Fang Ling menaruh mayat itu ke dalam liang peristirahatan terakhirnya, dan tidak lupa Fang Ling berdoa sebelum berjalan meninggalkan makam itu dengan di ikuti Xiao Qing dan Xiao Bai di samping kanan dan kirinya.


Sebelum menaiki perahu itu Fang Ling membilasnya dengan air mengalir agar aroma tidak sedap dari mayat yang sudah di kubur menghilang, setelah selesai Fang Ling mempersilahkan Xiao Qing dan Xiao Bai untuk naik ke Parahu terlebih dahulu.


Setelah Xiao Qing dan Xiao Bai sudah berada di atas perahu Fang Ling mendorong perahu tersebut dan langsung melompat begitu perahu yang di gunakannya di dorong arus sungai.


Setelah di hadapkan dengan tiga jalur cabang Fang Ling hendak mengambil jalur di bagian paling kanan namun sesuatu yang mengejutkan terjadi, perahu yang di gunakannya tiba-tiba bergerak jauh lebih cepat sehingga yang membuat Fang Ling lebih terkejut adalah dirinya lupa membuat pengayuh.

__ADS_1


Semua orang di dalam perahu menjerit sejadi-jadinya termasuk Fang Ling hingga pada saat perahu yang mereka gunakan bergerak semakin cepat, samar-samar Xiao Qing melihat sebuah air terjun besar tidak jauh di depan, alhasil membuat mereka menjerit semakin jadi.


Karena tidak ada cara lain rombongan Fang Ling hanya dapat memegang kuat sisi perahu sambil memejamkan mata begitu perahu mereka mulai jatuh ke air terjun. Setelah bersiap merasakan sakit, Xiao Qing dan Xiao Bai membuka mata ketika rasa sakit itu tidak kunjung datang.


Di belakang perahu Fang Ling megang akar pohon yang tumbuh di tengah-tengah air terjun, mereka tidak habis pikir kenapa ada sebuah pohon yang mampu tumbuh di tengah-tengah arus air terjun, tapi kini mereka berhasil selamat berkat pohon tersebut.


Dengan susah paya Fang Ling menarik akar pohon itu dan segera mengikatnya dengan tali bekas ikatan mayat yang kebetulan masih ada, alhasil kini mereka terjebak di atas perahu yang setengahnya berada di ujung air terjun.


"Cepat bergerak ke belakang kapal jangan berdiam diri di anjungan,"Kata Fang'Ling, Xiao Qing dan Xiao Bai segera mengikuti perintahnya dan berjalan kebelakang agar beban di bagian depan tidak terlalu berat.


Setelah semuanya berada di belakang kapal mereka terus memikirkan bagaimana cara agar selama dari tempat itu sedangkan ketinggian air terjun itu masih belum di ketahui, jika ketinggian air terjun tersebut berada di kisaran 10 sampai 15 meter, masih ada kemungkinan untuk rombongan Fang Ling hidup.


Untuk memastikan teori itu benar Fang Ling berjalan pelan ke anjungan perahu, setelah sampai Fang Ling langsung tiarap dan merangkak pelan ke ujung perahu, tiba-tiba suara deritan dari perahu-pun terdengar dan dengan cepat Fang Ling kembali bergerak kebelakang.


Dengan nafas terputus-putus Fang Ling mencoba untuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya dan baru berhenti Setelah mendapatkan sebuah ciuman pipi dari Xiao Bai,"Aku tidak dapat melihat ujungnya karena tertutup kabut, dapat di pastikan dari ketebalan kabut jika tinggi dari air terjun ini setinggi seratus kaki bahkan tidak menutup kemungkinan jika tingginya lebih dari perkiraan ku,"


Fang Ling terdiam sejenak untuk memikirkan cara bagaimana mengetahui tinggi dari air terjun ini, sedangakan di dalam perahu hanya terdapat seutas tali sepanjang satu meter, tentunya tali sepanjang itu tidak akan cukup namun hanya itu yang di miliki Fang Ling saat ini.


Tidak ada pilihan lain Fang Ling mengikat ujung tali ke kaki kanan dan ujung tali yang lain di berikan nya kepada Xiao Qing, tanpa di jelaskan kedua gadis itu terlihat sudah mengerti apa yang Fang Ling rencana.


"Tuan apakah kau ingin melompat ? dan jika kau ingin naik akan memberi tanda seperti menarik tali atau yang lainnya," Tebak Xiao Bai.


Mendengar tebakan Xiao Bai yang akurat nyatanya tidak membuat Fang Ling senang, dirinya merasa jika kedua gadis itu dengan suka rela membiarkan dirinya mati sendirian.


Dengan langkah penuh keyakinan Fang Ling terlebih dahulu meletakan Ah Bai di lantai perahu dan kembali berjalan ke anjungan perahu, Fang Ling merentangkan kedua tangannya dan melompat bebas menembus kabut.

__ADS_1


Sesuatu yang mengejutkan terjadi ketika tali yang menahan tubuh Fang Ling mengencang, nyatanya ketinggian dari air terjun tersebut tidak lebih dari dua meter tapi karena kabut yang begitu tebal membuat orang-orang akan berpendapat jika air terjun itu sangat tinggi.


Dengan keadaan bergelantungan dan ujung rambut menyentuh air Fang Ling berdecak kesal dirinya mengumpat di dalam hati dan menghina author agar tidak di ketahui, Fang Ling menggerakkan kakinya untuk memberikan tanda kepada Xiao Bai dan Xiao Qing untuk menariknya kembali ke atas.


Saat akan kembali naik ke atas tali yang menahan tubuh Fang Ling di gigit Ah Bai hingga terputus, alhasil saat di pisahkan beberapa meter dari perahu Fang Ling kembali terjun bebas hingga ke dasar air terjun dirinya langsung di sambut oleh beberapa kawanan hiu besar.


"Sialan !



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian

__ADS_1


•Pendekar pedang immortal


Bersambung.....


__ADS_2