Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Sebelum perang VI


__ADS_3

Sehari kemudian nampak kini pasukan aliansi aliran putih telah mencapai tingkat maksimal, jika di gabungkan dengan pasukan kerajaan, maka saat ini mereka berjumlah 300Ribu.


Mereka semua di berikan tempat tinggal yang sangat layak, dari pagi hingga malam semua pendekar itu berlatih menggunakan senjata elemen es dengan sangat giat.


Pelatihan itu berada di bawah naungan Shin Hye dan Yung Felix, tentu saja tetua yang lain ikut serta dalam mengajari termasuk Yukimura Sanada dan pemuda yang sanggup menahan elemen es Fang Ling.


Mereka semua kompak dalam melatih pendekar aliansi, saat ini sudah hampir seluruh pendekar mampu menggunakan senjata Fang Ling.


Tentunya pencapaian pendekar aliansi tidaklah mudah, mereka terus berlatih dan berlatih hingga sebelum mereka tumbang akan tetap berlatih sampai pingsan.


Semangat pantang menyerah yang di tunjukkan pendekar aliansi membuat Shin Hye sangat senang, diapun membantu pertumbuhan mereka dengan membuat pil peningkat.


Sedangkan sang putri nampak sibuk dengan rapat penting dengan beberapa tetua sekte lain di bagian barat daya kerajaan, mereka membicarakan tentang keanehan pada medan perang yang kini nampak sangat luas.


Hal ini seolah-olah aliansi aliran hitam membuat tempat perang seakan yakin bisa menang dengan mudah, namun dengan santainya sang putri menjawab.


"Peperangan ini bukan hanya untuk membunuh, tapi juga melindungi jutaan nyawa yang tak bersalah...Jika harus mati, matilah dengan car terhormat,"


Sang Putri berdiri di atas kursi mengepal tangan kanan dan meletakkannya di bagian dada sebelah kiri, tatapannya tajam tertuju pada semua tetua dan petinggi yang hadir.


"Korbankan jiwa kalian ! Sesageyo !!


Semangat semua orang terbakar, kini tidak ada penyesalan di wajah mereka karena yakin dengan kemampuan masing-masing.


Semua tetua dan petinggi kerajaan berdiri dan meletakan kepalan tangannya di dada bagian kiri seperti yang di lakukan sang putri.


"Shinzo wo Sasageyo !!


Beberapa jam kemudian rapat selesai dengan hasil yang sama memuaskan, bahkan membuat sang putri terus tersenyum di atas tahtanya.


Kini mereka memiliki 50 pendekar di tingkat setengah abadi, di tambah dengan sang putri kini memiliki total 51 pendekar tingkat setengah abadi.


Dengan begitu mereka semakin dekat dengan kemenangan. Setelah semua tetua dan petinggi kerajaan keluar dari ruangan pertemuan, kini hanya tersisa sang putri yang duduk di atas tahtanya.


Berpakaian merah dan di dominasi warna silver, sang putri nampak sangat berkarisma dengan kecantikan yang semakin bertambah.


Sang Putri yang bernama Sin Yintian itu nampak sedang mengingat masa-masa indah dirinya bersama sang ayah, ibunya sudah lama meninggal dan tidak memiliki anak lain selain Sin Yintian.


Kini gadis polos itu harus menanggung beban berat di kedua pundaknya, dia merasa jika tidak ad bantuan dari Shin Hye yang menyelamatkannya, maka dia akan benar-benar berakhir.


Walaupun memang benar adanya jika Shin Hye lah yang menyelamatkannya, namun Sin Yintian selalu saja terbayang akan sosok pemuda bermata oldd.

__ADS_1


Sempat menduga jika pemuda itu adalah Fang Ling, Sin Yintian tidak bisa langsung menyimpulkan karena tidak pernah bertemu langsung dengan pemuda itu.


Walaupun sempat melihat Fang Ling saat mengintip pembicaraan pemuda itu dengan Shin Hye, tetap saja hal itu tidak bisa langsung di simpulkan Sin Yingian Karena hanya melihat punggungnya.


Kini rasa penasaran bercampur dengan rasa terimakasih, mendorong Sin Yintian untuk langsung menemui sekaligus memastikan sesuatu tentang Fang Ling.


Diapun berjalan keluar dari ruangan pertemuan dan langsung mengarah ke aula utama sebelum pergi ke bagian barat terpencil di kerajaan.


Nampak setelah sampai di aula utama, banyak orang berlalu lalang dari pelayan hingga pendekar yang kebetulan lewat dan langsung memberi hormat kepada Sin Yintian.


Walaupun sangat di sanjung dan di hormati orang-orang, hal ini tak membuat Sin Yintian menjadi sombong, dia selalu tersenyum ramah kepada semua orang. Hal ini semakin membuat banyak orang menghormatinya.


Beberapa pelayan cantik menghampiri Sin Yintian, mereka menggunakan pakaian putih dan berjumlah lima orang perempuan cantik.


"Tuan putri anda mau kemana ? tidak baik berjalan sendirian di tempat ini, kami akan menemani anda,"


Ujar seorang pelayan nampak mengkhawatirkan Sin Yintian.


"Hahaha, tidak perlu..Kau ini terlalu berlebih-lebihan, aku bisa menjaga diri sendiri,"


"Tapi putri, terlalu banyak orang di sini yang memperhatikan anda,"


Sulit di duga namun memang kenyataan, walaupun memiliki tubuh imut Sin Yintian memiliki kemampuan yang tidak main-main karena sudah mampu menembus tingkat setengah abadi di umurnya yang ke 25 Thn.


Hawa intimidasi Sin Yintian mampu mengusir semua pendekar bermata keranjang, hal itu langsung di puji oleh semua pelayannya.


"Tuan putri memang sangat hebat"


"Benar, aku semakin kagum dengan putri"


"Hahahah... mereka semua kabur putri"


"Kalian ini terlalu membesar-besarkan, baiklah aku akan pergi sekarang...sampai jumpa nanti,"


Sin Yintian berjalan meninggalkan rombongan pelayan itu, diapun berjalan ke area bagian barat kerajaan.


Begitu memasuki lorong barat, nampak tidak ada banyak rumah karena memang area itu sengaja di kosongkan untuk di buat kerajaan kecil di area barat.


Karena terpencil hanya sedikit area barat di lalui orang-orang, bahkan cerita dari mereka yang mengalami kejadian aneh mampu membuat bulu kuduk Sin Yintian berdiri karena kini dirinya di hadapkan dengan lorong lurus.


"Se-sepi sekali...kapan terakhir aku ke tempat ini, sepertinya sudah lebih lima tahun yang lalu,"

__ADS_1


"Apa mungkin itu rumahnya ?" Sin Yintian melihat sebuah kediaman yang cukup besar di hadapannya, diapun berjalan menghampiri kediaman itu.


Karena merasa tidak yakin jika di hadapannya adalah kediaman yang benar, Sin Yintian mengintip dari jendela dan melihat bagian dalam ruangan itu di penuhi dengan buku-buku.


Entah kapan bagian dalam ruangan itu di bersihkan, karena nampak semua buku di balut dengan debu tebal dan jaring laba-laba di seluruh area ruangan.


"Kurasa bukan di sini, tapi jika bukan di tempat ini maka Fang Ling berada di dalam ruangan paling terpencil di kerajaan,"


Seketika lutut Sin Yintian menjadi lemas membayangkan kengerian jalan di hadapannya, rasa ingin tau membuat gadis itu berusaha untuk mendatangi tempat latihan tertutup Fang Ling.


Pelan-pelan Sin Yintian berjalan menyusuri lorong di hadapannya, diapun terus berjalan walaupun selalu merasa di ikuti seseorang di belakangnya.


Saat berbalik untuk memeriksa, maka tidak ada siapa-siapa di belakangnya, tiba-tiba Sin Yintian memikirkan hal seram hingga membuat gadis itu berlari ketakutan sambil menjerit.


"Pe-perasaan ini...Tidak mungkin hantu kan ?aaaaaa !!


Kini Sin Yintian ketakutan, dia berjalan asal-asalan dan berbelok entah kemana seolah sedang di kejar oleh sesuatu yang sangatlah mengerikan.


Saat melihat sebuah pintu kediaman tidak jauh di depan, Sin Yintian berlari semakin cepat dan mendobrak ruangan itu sekuat tenaga.


Di dalam dia melihat sesuatu yang sangat amat indah, seorang pemuda dewa duduk bersila di atas puncak gunung kristal alam dan nampak sedang bermeditasi tertutup.


"Apa mungkin dia yang bernama Fang Ling, pemuda yang selalu saja di bicarakan orang-orang,"Batin Sin Yintian sambil memperhatikan wajah Fang Ling.


Rasa takut dan jantung yang berdetak cepat hilang seketika, bahkan begitu juga dengan rasa lelahnya yang tiba-tiba hilang saat melihat Fang Ling.


"Aku ingin melihatnya lebih dekat, jika dari sini tak akan terpuaskan kata dia sangat tinggi,"


Woy mampir ke novel aku yang berjudul Immortality or death


lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2