
Hanya dengan melihat tangga di depan sudah membuat Fang Ling malas untuk bergerak, iapun menurunkan Yen Siulan dari punggungnya.
"Gege, jangan malas untuk berjalan..Tangga ini bisa melatih ketahanan fisik mu."
Fang Ling membuka keempat sayapnya."Jika bisa terbang kenapa harus berjalan, dan lagi terbang bisa membuat kita sampai dengan cepat."
Yen Siulan melipat tangan di depan dada."Seterah Gege saja, menurutku terbang juga tidak terlalu buruk ."
Fang Ling membopong Yen Siulan lalu terbang, hanya dalam hitungan beberapa menit Fang Ling dan Yen Siulan berada di atas awan dan mulai dapat melihat altar besar yang mana bagian pinggir altar tersebut di penuhi oleh rumah tetua sekte.
Di bagian depan altar juga terdapat tangga pelatihan yang dulu Fang Ling gunakan, sementara bagian kanan lumayan jauh dari tangga pelatihan terdapat tangga biasa yang tadi Fang Ling lihat di bawah.
Fang Ling terbang menurun ke altar naga, begitu sampai iapun menurunkan Yen Siulan dari gendongan.. Yen'Siulan melepaskan topeng rubah, lalu memberikan topeng tersebut kepada Fang Ling di sampingnya.
"Gege, ayo segera pergi ke kediaman ku."
Yen Siulan menenteng sebelah tangan Fang Ling, iapun berjalan bersama Fang Ling menuju ke kediaman-nya seakan sudah tidak sabar memperkenalkan Fang Ling ke keluarga besar-nya.
Begitu berada di depan rumah Yen Siulan, entah mengapa Fang Ling merasa filing-nya tidak enak..Di bagian depan rumah megah tersebut juga terlihat sebuah kereta kuda mewah berwarna hitam yang di hiasi oleh berbagai macan manik-manik indah.
Yen Siulan juga terlihat terkejut begitu baru sadar terdapat kereta kuda di samping kediamannya, ia sedikit merasa aneh karena memang jarang ada orang lain datang berkunjung ke kediamannya.
"Eh..? ada kereta kuda, apakah ada yang datang berkunjung ke rumah ku."
"Siu'er, entah mengapa sejak tadi aku merasa ada sesuatu yang tidak enak di dalam hati."Fang Ling berkata dengan nada khawatir.
"Jangan khawatir Gege, mungkin kamu hanya cemas dan gugup untuk bertemu dengan keluarga ku. Hal itu normal, selagi kamu tidak gerogi secara berlebihan."
"Mungkinkah begitu..?"Gumam Fang Ling.
"Iya Gege..! aku yakin keluarga ku juga akan menyukai mu."Yen Siulan terlihat yakin dengan perkataannya.
Fang Ling hanya diam dan berusaha untuk mempercayai perkataan Yen Siulan, akhirnya kedua pasangan itupun berjalan masuk ke rumah kediaman Yen Chun.
Saat masuk Fang Ling masih ingat dengan seluk beluk rumah ini, tetapi Yen Siulan membawanya ke tempat yang berbeda di mana tempat ini berletak pada bagian belakang rumah.
Ternyata di bagian belakang rumah megah ini terdapat sebuah halaman lain yang sangat lebar dan di penuhi dengan pohon hias, serta pemandangan yang di suguhkan nampak hebat dengan banyak bukit yang bagian ujungnya menembus awan seperti dunia fantasi.
Di halaman itu juga terdapat sebuah meja bundar yang lumayan besar karena bisa menampung hampir lima belas orang. Ternyata benar dugaan Fang Ling, kali ini bukan hanya dia yang datang berkunjung ke kediaman Yen Chun.
Terdapat lima orang lain yang mana mereka terlihat seperti satu keluarga, dengan dua orang suami istri berumur 30 sampai 35 tahun, lalu ada satu anak laki-laki berparas tampan berumur 20 tahun dengan seorang anak perempuan cantik berumur 15 tahun lalu anak paling bungsu berumur 3 tahan dan masih berada di gendongan ibunya.
__ADS_1
Lalu yang paling mengejutkan adalah berkumpulnya semua keluarga besar Yen Siulan dari buyut, kakek sampai paman dan kakak-kakaknya.
Mereka nampak berbincang akrab dengan satu keluarga sebelumnya, seakan mereka sudah saling mengenal satu sama lain sudah sangat lama.
Meski perasaan Fang Ling sudah semakin tidak enak, iapun tetap berjalan menghampiri meja bundar karena sebelah tangannya sedang di peluk Yen Siulan.
Pria muda asing tadi tidak sengaja melirik Yen Siulan, dia refleks berdiri dan menghampiri Yen Siulan dengan gaya ala-ala pangeran.
"Seperti yang di katakan Patriack Yen Chun sebelumnya, nona Yen Siulan memang sangat cantik.."Pria muda itu hendak menyentuh tangan Yen Siulan, tapi Fang Ling langsung bertindak sebelum orang aneh itu menggenggam tangan Yen Siulan.
Fang Ling memeluk Yen Siulan dan menahan tangan pria tadi, lalu dengan tatapan serta hawa membunuh yang sangat mengerikan terpancar dari tatapan Fang Ling berkata."Dia Milikku."
Hawa mencengkam langsung di rasakan oleh semua orang, Yen Chun sadar akan terjadi sesuatu yang buruk kepada anak dari kenalanya jika sampai membuat Fang'Ling marah, iapun segera menenangkan keadaan.
Yen Chun beranjak dari kursinya lalu berjalan menghampiri Fang Ling dengan senyum tidak enak seakan menyembunyikan sesuatu.
"Ling'er, kapan kamu datang..? Kenapa tidak memberitahuku lebih dulu, ayo silakan bergabung bersama kami."
Fang Ling sudah sadar ada sesuatu yang aneh semenjak tadi, iapun menatap Yen Chun."Patriack, aku tidak suka di permainkan seperti ini."
Yen Chun langsung terdiam karena sudah tidak bisa berkata-kata untuk menutupi rencana menjodohkan Yen Siulan dengan anak dari raja benua daun wangi tanpa sepengetahuan Fang Ling.
"Sudah kuduga ada yang aneh, lalu apakah Siu'er tau rencana tentang perjodohan ini..?"Fang Ling melirik Yen Siulan di samping.
Lalu Fang Ling menatap Yen Chun."Patriack..?
Yen Chun hanya dapat tersenyum masam, karena kecerdasan Fang Ling tidak main-main."Maafkan aku Ling'er, aku tau hubungan mu dengan anakku seperti apa..Tetapi perjodohan ini di minta langsung oleh sang raja."
Fang Ling hanya tersenyum masam mendengar penjelasan tentang perjodohan ini, ia harus memilih mempertahankan Yen Siulan atau harus menyerah dengan keadaan.
Di sisi lain permintaan dari sang raja, semua orang tau jika permintaan sang raja adalah mutlak. Hingga pada akhirnya, Fang Ling memilih menyerah sebab tidak mungkin ia membunuh seseorang apalagi dari keluarga raja hanya karena kemauannya.
Fang Ling berbalik dan berjalan hendak meninggalkan tempat itu, sementara sang pangeran nampak tersenyum penuh kemenangan karena bisa menikahi seorang dewi cantik seperti Yen Siulan.
Yen Siulan menangis, ia sangat kecewa dengan permintaan ayahnya."Gege..! Apakah hanya seperti ini, aku minta kau kembali dan membuktikan cintamu kepadaku..!"
Darah Fang Ling tiba-tiba bergejolak, sebilah pedang tercipta di tangannya. Dengan sangat cepat, Fang Ling menebaskan pedang es hingga menciptakan gelombang sabit yang melesat hampir mengenai kepala pangeran.
Pangeran itu seketika terdiam, ia menoleh kebelakang. Hasil dari tebasan itu menciptakan gelombang sabit yang mampu memotong puncak sebuah gunung dengan mudah.
Tidak dapat di bayangkan bagaimana jika gelombang tadi mengenai leher sang pangeran, mungkin gelombang tadi hanya seperti mengenai sebuah tahu yang sangat lembut.
__ADS_1
Semua orang terdiam melihat kemampuan Fang Ling, ia memang nampak tidak segan-segan membunuh siapa saja meski orang penting sekalipun.
Fang Ling tersenyum penuh kemenangan karena Yen Siulan sudah melakukan sesuatu sesuai dengan perkiraan-nya."Kalian dengar sendiri jika Siu'er hanya memilih ku, bahkan ia meminta pembuktian kepadaku.. Serangan tadi adalah bukti dari ku, jika aku akan melakukan apa saja untuk mempertahankan-nya."
Sang raja yang melihat putra mahkota-nya hampir saja mata tersulut emosi, iapun memanggil banyak penjaga yang masuk dari pintu depan.
Fang Ling memandang rendah semua penjaga yang mengelilinginya..Lalu tersenyum menatap sang raja."Hanya ini..? Kalian membutuhkan jutaan prajurit untuk menghentikan setengah langkah ku."
Sang raja berdiri, meski sempat di hentikan oleh istrinya karena ia melihat Fang Ling bersungguh-sungguh dalam berkata, sang raja itupun nampak sombong karena berniat mengintimidasi dan mempermalukan Fang Ling.
Raja itupun menghadap Fang Ling dengan jarak beberapa langkah. Raut wajah merendahkan terukir jelas di wajah pria tersebut."Apa pangkat mu menentang kemauan ku..? Tidak perduli apapun yang kau katakan, hari ini Yen Siulan akan ku nikahkan dengan putra mahkota ku..Kau harus melihatnya."
Meski geram Fang Ling lebih memilih membalikan perkataan raja sebelumnya."Dimana kehormatan mu sebagai raja..? Bahkan kau tidak berani mengirim banyak prajurit untuk menghancurkan sekte angin hitam, ku dengar sekte ini sangat membahayakan rakyat benua daun wangi."
Keadaan menjadi tegang tatkala Fang Ling berani mempermasalahkan kehormatan sang rasa, karena sudah menyangkut kehormatan maka sang raja harus mati-matian untuk tetap menyandang nama baiknya.
Raja itu terdiam, karena sudah berada di ujung tanduk ia lebih memilih membalikan fakta daripada harus menyerah."Seperti yang kau tau, sekarang sekte itu sudah hancur karena aku mengirim banyak pendekar hebat ke sana untuk menghancurkannya."
Karena raja tersebut sudah masuk perangkap Fang Ling tidak lagi perlu menjawab, semua orang memandang raja dengan tatapan heran sebab semua orang tau jika Fang Ling-lah yang menghancurkan sekte angin hitam.
Raja itu merasa sangat malu, rencana yang awalnya ingin mempermalukan Fang Ling berkahir dengan dia sebagai pria yang menelan ludah sendiri.
"Apa-apaan dengan tatapan kalian..? Berhenti menatap ku seperti melihat orang bodoh.!!"
Tidak mau melihat suaminya menelan malu, istri raja itupun beranjak dari kursi dan memberikan anak paling bungsu kepada anak perempuan yang sudah remaja.
"suamiku, sudahlah...Tidak ada gunanya kita seperti ini, kita hanya harus berbicara baik-baik tanpa harus mempermasalahkan kasta seseorang."
Karena sudah lebih dulu emosi dan tersulut emosi meski ia yang memulai perdebatan dengan Fang Ling, sang raja mendorong Istrinya sendiri sampai terjatuh.
Raja menunjuk ke arah Fang Ling."Kau sudah mempermalukan keluarga raja..! Kau patut di hukum mati..!
Fang Ling tersenyum mengejek."Menghukum ku..? Apakah sekarang kau mau menghukum ku dengan mengandalkan nama mu sebagai raja..? Dasar ke kanak-kanakan, semua orang juga tau jika mau menghukum seseorang maka harus ada masalah yang terkait.. Beruntungnya aku, semua orang di sini tau siapa yang duluan mencari perdebatan."
Raja itu terdiam ia tidak lagi mampu menyangkal apalagi melawan."Kita pergi dari sini..!
"Tapi ayah, bagaimana dengan pernikahan ku..?"Sang pangeran nampak tidak terima, di satu sisi ia sedikit gentar setelah di gertak Fang Ling.
Fang Ling tersenyum mengejek."Apakah ada masalah pada telinga mu, pangeran..? Bukankah tadi kau lihat sendiri jika Yen Siulan lebih memilih ku, daripada dirimu."
"Jaga perkataan mu orang udik.!! Ketika aku dan ayah ku kembali, maka lihatlah..! sekte ini akan hancur."Pangeran itu nampak tersulut emosi.
__ADS_1
Semua keluarga Yen tertawa terbahak-bahak, lalu Fang Ling berkata."Ya..! Aku ingin melihat bagaimana kau melakukannya, biarkan sekte ini hancur lalu nikmati bagaimana runtuhnya kerajaan kalian karena menghancuran satu sekte terkenal tanpa sebab yang jelas."
Perkataan Fang Ling mampu membuat semua orang dari kerajaan tersebut malu, mereka orang-orang kerajaan tidak akan bisa berbuat apa-apa karena jika mereka berani menyerang sekte pedang bambu yang sudah sangat terkenal, maka siap-siap pemerintahan mereka di gulingkan oleh masyarakat karena 90% pertahanan di satu benua bergantung pada sekte, jika sekte hebat seperti pedang bambu hancur sama saja dengan meruntuhkan pertahanan terbaik sendiri.