
Lima puluh orang aliran hitam yang terkurung bersama dengan Lang Ming terlihat kebingungan, mereka tak habis pikir mengapa Lang Ming mau melakukan hal itu jika tau jika dirinya telah mendapatkan luka parah.
Pemimpin kelompok itu terkekeh sembari memandang rendah Lang Ming."Dasar bodoh, kau mengurung kami di sini hanya akan membuat dirimu terbunuh ! Sebaiknya kau lepaskan kurungan ini atau aku benar-benar akan memenggal kepalamu dengan golok pembunuh naga miliki ku ini."
Pria pemimpin kelompok itu menarik golok yang tersarung rapih di pinggir pinggangnya, golok itu ia acungkan ke arah Lang Ming. Pria itu berpikir jika gertakannya berhasil membuat Lang Ming gentar, namun pemuda buta itu malah bersikap sebaliknya.
"Melepaskan kalian ? memangnya aku bisa, walau aku sendiri yang membuat kurungan ini tetap saja tidak bisa di buka oleh siapapun kecuali memiliki kekuatan yang jauh lebih tinggi dariku,"Lang Ming melipat kedua tangannya di depan dada, sambil mengeluarkan senyuman khasnya yang membuat sekelompok orang di depan semakin kesal.
Pria sebelumnya yang memegang golok nampak sangat kesal sampai-sampai tangannya bergetar, jika bukan karena Lang Ming bukanlah target mereka mungkin pria itu akan mencabit-cabit Lang Ming saat itu juga.
Keadaan semakin membuat panik lima puluh orang itu saat melihat Yu Niang dan kakaknya sudah semakin jauh, diapun meletakan kembali golok ke dalam sarungnya dan menatap Lang Ming berniat untuk bernegosiasi.
"Begini saja nak, kau lepaskan kurungan ini dan kami akan membiarkanmu pergi dan lupakan apapun yang terjadi saat ini... Karena kami hanya mengincar perempuan itu, jika kau masih tidak mau maka jangan salahkan aku jika tempat ini akan segera menjadi kuburan mu."
Lang Ming menarik sudut bibirnya dan tersenyum sinis."Kau kira aku semudah itu percaya dengan perkataan orang aliran hitam sepertimu ? Jangan harap !!"
Keadaan Lang Ming semakin lama semakin memburuk, wajahnya sudah mulai terlihat pucat namun dia mencoba untuk tetap bertahan untuk mengulur waktu bagi Yu Niang dan kakaknya melarikan diri.
"Si Sialan ini..."Pemimpin kelompok itu nampak sangat kesal, diapun dan semua anggota kelompoknya bergerak menyerang Lang Ming bersamaan.
Tidak semua serangan lawannya mampu Lang Ming sambut sehingga dalam waktu dekat tubuhnya sudah di hiasi darah, apalagi semua senjata pembunuh itu di balut dengan racun mematikan yang tidak Lang Ming ketahui jenisnya.
Satu anak panah yang menebus dada Lang Ming sebelumnya sudah beda-beda merusak organ tubuh Lang Ming, tubuhnya mulai retak dan retakan itu berwarna hitam seperti aliran saraf yang terkena racun.
Walaupun musuh mereka hanya Lang Ming seorang, lima puluh orang itu tidak segan-segan mengeluarkan kemampuan terbaiknya hanya untuk mengeroyok Lang Ming yang kini seperti kambing di tengah kerumunan singa.
__ADS_1
Ledakan berapa kali terdengar memekakkan telinga, tidak sedikit juga Lang Ming terbentur dinding angin buatannya sendiri.
Di saat semua lawannya menyerang dengan membabi buta, Lang Ming tetap mencoba untuk menyambut serangan mereka dan mencoba untuk berbalik menyerang jika ada kesempatan hingga di beberapa waktu kedepan dia merasa tubuhnya mulai mati rasa.
"Kaki ku dan tanganku mati rasa...Apa aku akan berakhir seperti ini ?"Batin Lang Ming, sambil menyambut beberapa serangan yang datang.
Banyaknya yang menyerah memaksa Lang Ming untuk berjalan mundur hingga tubuh bagian belakangnya menempel dengan tembok angin.
Dengan posisi tersudut seperti itu benar-benar membuat Lang Ming menjadi bulan-bulanan lawannya hingga dia terkapar dengan tubuh penuh luka, saat seseorang akan menebas kepala Lang Ming yang tidak berdaya, pemimpin kelompok itu menyuruhnya berhenti.
"Berhenti ! tidak seharusnya kita membunuh bajingan ini di sini, karena gara-gara perbuatannya kita kehilangan jejak putri dari benua salju abadi, untuk itu kita harus membawanya kembali dan memberikannya kepada tuan,"
"Tapi tuan, tidak lama lagi dia akan mati keracunan...Percuma saja kita membawanya kembali,"
Pemimpin kelompok itu tersenyum sinis,"Jikapun dia mati di jalan, berarti dia sedang tidak beruntung...Yang pasti kita harus membawanya kembali ke tuan."
Di dalam semak-semak tidak jauh dari tempat pertarungan Lang Ming sebelumnya, Yu Niang nampak menangis Lang Ming sementara kakaknya menutup mulut Yu Niang agar adiknya itu tidak membuat suara yang akan mengundang orang-orang itu kembali.
Saat orang-orang itu sudah pergi menjauh barulah kakak Yu Niang melepaskan tangannya yang menutup mulut adiknya.
"Kak, bagaimana ini ? Tuan Ming telah tertangkap karena melindungi kita.... Seharusnya kita tidak bersembunyi dan membantunya,"
"Aku tau apa yang kau rasakan adik, jika saja kita membantunya kemungkinan kita tidak akan mengubah apa-apa dan mungkin juga kita akan tertangkap. Sekarang karena kita selamat, kita harus memberitahu kejadian ini kepada si tampan,"Kakak Yu Niang membayangkan wajah Fang Ling dan tubuhnya saat tanpa busana, bayangan itu memanggil nama kakak Yu Niang hingga membuat gadis manis itu menjerit kecil.
Melihat tingkah kakaknya, Yu Niang nampak kesal.
__ADS_1
"Kak jangan bodoh, kita sekarang ada di dalam keadaan genting seharusnya kita cepat kembali ke sekte naga langit untuk menemui Fang Ling."
"Ya kurasa kau benar, kita harus segera menemui si tampan !"
Setelah sudah siap kedua gadis itu kembali berkuda ke sekte naga langit untuk menemui Fang Ling, sementara itu pemuda yang di cari ternyata sedang melakukan rodeo sampai pagi.
[\=\=\=]>>>>>>>>>>>>>>>>>>剣士の伝説
Pagi hari di kediaman keluarga Su,
Tepatnya di dalam kamar Su Yulan ternyata dia dan Fang Ling masih melakukan hal itu, nampak Su Yulan sudah sangat kelelahan namun permainan yang di lakukan Fang Ling membuatnya enggan untuk berhenti.
Permainan mereka murni dari tenaga manusia tanpa menggunakan sedikitpun tenaga dalam, hal ini juga di lakukan untuk mendalami permainan itu sehingga keduanya sama-sama dapat merasakan terbang menuju ke surgawi.
Sementara keduanya masih bermain Rodeo ada sebuah benda yang selalu berusaha keras siang dan malam menahan berat di atasnya, benda itu adalah kasur, dia memang sudah berkerja sangat keras hingga hampir patah jika saat itu Su Yulan tidak mengatakan menyerah.
Fang Ling menggegam kedua tangan Su Yulan dengan posisi gadis itu di bawah sementara kuli masih berada di tempat dia seharusnya.
""Kenapa Lan'er ? apa kau menyerah karena kelelahan atau sudah tidak bisa lagi bermain karena tubuhmu sudah remuk,"Fang Ling menatap Su Yulan seperti serigala kelaparan, dia sebenarnya belum puas melakukan hal itu walaupun sudah semalaman penuh.
Wajah Su Yulan terlihat kelelahan, tubuhnya di penuhi dengan bekas cupan* sehingga terlihat sangat jelas."Bu-bukan begitu, hari sudah pagi takutnya pelayan akan masuk,"
Fang Ling pun akhirnya mengeluarkan kuli, saat keluar banyak sisa larva yang segera menggenangi kasur tidak terhitung berapa kali Su Yulan mencapai surgawi tadi malam.
"Waktunya mandi,"Dengan keadaan tanpa sehelai benang, Fang Ling menggendong Su Yulan dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka setelah pertarungan dahsyat kejuaraan Rodeo tadi malam.
__ADS_1
Di halaman keluarga Su, terlihat naga emas kepunyaan Mu Tong mendarat di halaman itu dan langsung di sambut oleh beberapa penjaga dan pelayan.
Bersambung.....