
Saat ini matahari terasa sangat panas..Tentu saja karena sakarang Fang Ling berada di benua pasir mati, dimana kebanyakan dataran di benua ini di penuhi oleh pasir gersang sehingga udara di siang hari akan menjadi berkali-kali lebih panas dari biasanya.
Mayoritas orang di benua pasir mati adalah kulit hitam mereka yang begitu khas..Di dalam kekurangan itu terdapat sebuah kelebihan yang tidak di miliki oleh sebagian orang dari benua lain, yaitu mata penduduk di benua pasir mati dominan berwarna keemasan.
Warna mata indah itulah yang membuat penduduk di benua pasir mati cukup di segani.. Apalagi dengan penampilan mereka yang terbilang lumayan mencolok, akan sangat mudah membedakan orang-orang dari benua pasir mati dan orang-orang dari benua lain.
Jika pendatang baru singgah di benua pasir mati, kemungkinan mereka akan merasa aneh dengan penampilan orang-orang di benua tersebut..Tetapi justru sebaliknya, orang-orang di benua pasir matilah yang akan lebih memandang aneh pendatang tersebut.
Seperti yang di alami Fang Ling saat ini... Kulitnya yang putih seperti remah-remah kristal membuatnya sangat berbeda dengan penduduk di kota Muxan. Sehingga dalam sekejap mata, dia menjadi pusat perhatian..Kota ini adalah kota singgahan yang berletak dekat dengan pelabuhan utama, sehingga tidak heran jika jalan begitu ramai saat ini.
Kehadiran Fang Ling bersama dengan hewan tunggangannya yang berupa seekor kadal, membuat orang-orang yang kebetulan berjalan di jalan yang sama dengannya terkejut..Mereka kaget, menahan tawa, sekaligus kagum dengan penampilan Fang Ling.
Mereka kaget dengan hewan tunggangan Fang Ling..Tidak sedikit dari mereka tertawa melihatnya, bahkan hal itu sudah di sadari oleh Fang Ling sejak awal..Sadar telah menjadi bahan tertawaan, Fang Ling hanya dapat berdecak kesal dengan menunduk dan terus menerus mengutuk Han Dong di dalam hatinya.
"Hei..Hei Koboy, mau kemana kau dengan kadal itu..? Memanen rumput..?? atau hanya sedang berkeliling kota selayaknya serif gurun..?"
Tiba-tiba tiga orang menghadang tunggangan Fang Ling, sehingga kadal besar itu menghentikan langkahnya..Nampak ketiga orang itu berpakaian aneh, pakaian itu seperti celana panjang ketat lengkap dengan topi lebar yang terbuat dari kulit hewan.
"Aku tidak mengerti apa yang kalian katakan, sebaiknya menyingkir atau terima akibatnya."Fang Ling menatap tajam tiga orang di depan, sementara penduduk lain yang mengenal ketiga orang itu langsung berlari tunggang langgang hingga akhirnya, hanya Fang'Ling berserta tiga orang sebelumnya yang masih menghadang di depan.
Reaksi orang-orang lain terhadap ketiga orang di depannya cukup untuk Fang'Ling dapat menyimpulkan, jika tiga orang itu bukanlah orang baik-baik.
__ADS_1
"Ayolah jangan begitu kasar.. atau aku akan datang menghampirimu dan membuatmu mencicipi rasa kotoran."Salah seorang pria berkata dengan nada mengejek, kemudian pria tersebut bersama kedua temannya menciptakan sebilah pedang aneh yang berbentuk melengkung.
Sadar jika orang-orang itu tengah mengincar sesuatu, Fang Ling berusaha untuk tetap tenang meskipun sudah sangat emosi..Ia memilih untuk tidak melawan karena ada anak-anak kecil di sana, sehingga pemandangan penuh darah tidak layak mereka lihat.
"Aku tau apa yang kalian inginkan..Aku akan memberikan beberapa emas kepada kalian, tetapi setelah itu tolong untuk tidak menghambat perjalanan ku."Ujar Fang Ling..Iapun mengeluarkan sekantong emas, kantong itu ia ciptakan sendiri dari elemen es sehingga memiliki warna putih.
Fang Ling merogoh isi kantong tersebut dan mengeluarkan tiga koin emas, lalu koin emas itu ia lempar ke jalan di depan sehingga tiga orang yang menghadangnya terasa tersinggung.
"Ternyata orang asing ini ingin bermain-main, ha..! Kami sudah meminta dengan cara baik-baik, tetapi lihat ala yang kau lakukan."Kata seorang pria sebelumnya, pria itu berdiri di tengah..Dapat di simpulkan jika dialah pemimpin komplotan tersebut.
"Aku sudah memberikan apa yang kalian inginkan, mengenai cara ku memberikan koin emas tidak bisa di jadikan alasan bagi kalian untuk marah..Salahkan saja diri kalian yang tidak mampu menangkap koin emas itu."Fang Ling melipat tangannya, ia tetap tenang meskipun sudah mengepal kuat karena kesal.
"Sekarang menyingkir dari jalanku..! aku sudah berbaik hati kepada kalian,seharusnya kalian bersyukur karena hal itu."
Ketiga pria itu semakin marah mendengar perkataan Fang Ling yang bernada mengejek, mereka berjalan mendekati Fang Ling..Tetapi saat baru akan melangkah, sesuatu yang berat menghimpit tubuh mereka hingga memaksa mereka untuk bersujud.
"Ternyata benar..Tidak ada gunanya bicara baik-baik dengan sebuah pohon tak berotak, ya.. Setidaknya kalian masih dapat merasakan sakit."Fang'Ling tersenyum kecil namun nampak mengerikan, lalu ia memperkuat hawa intimidasi nya hingga ketiga pria sebelumnya mati seketika.
Ketiga pria itu mati dengan tulang hancur lebur, tetapi tidak mengeluarkan darah sedikitpun..Hal itu Fang Ling sengaja lakukan agar tidak menakuti anak-anak kecil yang kebetulan melihat dari jendela rumah mereka.
Setelah di rasa cukup akhirnya Fang Ling kembali melanjutkan perjalanan..Entah merasa dendam atau apa, kadal tunggangan Fang Ling sengaja menginjak tubuh pemimpin dari komplotan tadi hingga kemudian kadal itu berjalan dengan kecepatan yang lumayan menuju ke gerbang keluar kota Muxan.
__ADS_1
Setelah berada di depan gerbang keluar, Fang Ling langsung di hampir oleh beberapa penjaga..Tetapi dengan pintarnya, Fang Ling memberikan beberapa koin emas kepada penjaga itu sehingga kata-kata mereka yang awalnya ingin meminta tanda pengenal dari Fang Ling tersangkut di tenggorokan.
Langsung saja semua penjaga itu sangat menghormati Fang Ling..Bahkan mereka membuka pintu gerbang yang berukuran sangat besar itu selebar mungkin untuk di lewati oleh Fang Ling.
Saat Fang Ling keluar dari kota Muxan, beberapa penjaga langsung melambai ke arahnya dengan senyuman yang menghiasi wajah mereka.. Karena dengan uang yang di berikan Fang Ling, mereka bisa mabuk sepuasnya.
Kemudian perjalanan yang panas dan di penuhi perpasiran di mulai, dengan Fang'Ling yang kelipatan..Agar tidak terhambat oleh pasir yang berterbangan, Fang Ling menutupi mulutnya dengan syal dan mencipitkan mata agar terlindung dari pasir.
Ternyata jalan yang di lalu lumayan sulit bagi Fang Ling, karena ia jarang sekali bertemu dengan hamparan dataran pasir yang bahkan tidak dapat dia lihat bagian ujung dari gurun di depan.
"Seharusnya tidak jauh dari sini tempat yang di katakan Han Dong, tetapi.. "Fang Ling menoleh ke segala arah, saat ini hanya padang pasir yang dapat di lihatnya."Apa kadal ini benar menuju ke arah yang benar..?"
Fang Ling sempat meragukan kemampuan kadal yang menjadi tunggangannya..Seolah mengerti apa yang di katakan Fang Ling, kadal itu berlari semakin cepat menuju ke sebuah gunung pasir yang lumayan tinggi.
Dari ujung gunung pasir tersebut, Fang'Ling dapat melihat sebuah pemungkiman, tetapi tidak terlalu jelas karena banyaknya debu dan pasir yang berterbangan kata di tiup angin.
"Seharusnya sore ini kita bisa sampai di tempat itu..Kita harus bergegas, ayo..!"Fang Ling memacu kadalnya untuk bergerak semakin cepat, meski memiliki kaki pendek, nyatanya kadal itu dapat bergerak lincah.
Meskipun agak nyeleneh karena tunggangannya berupa kadal, Fang Ling masih nampak seperti seorang pangeran tampan pemberian..Iapun dan teman sejatinya yang berupa seekor kadal, membelah dataran tandus di depan menuju ke kota yang di katakan Han'Dong sebelumnya.
Entah karena apa, Fang Ling tidak sadar jika sejak saat ia menerima kekuatan dari Ranzel beberapa hari yang lalu..Ketiga elemennya naik tingkat ke tingkat yang jauh lebih tinggi, bahkan rambutnya juga mulai berubah warna menandakan jika elemen Ranzel sudah mulai mengambil bagian dari tubuhnya.
__ADS_1
Hawa panas Padang pasir nyatanya tidak menggangu Fang Ling, ia bisa saja terbang saat ini tetapi ia tidak tau jalan menuju kota selain dirinya terpaksa harus menunggangi sahabat barunya yang berupa seekor kadal raksasa.
Bersambung....