Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Pedagang benua ke tiga III


__ADS_3

Fang Ling melompat memasuki ruangan rahasia itu. Terlihat setelah berada di dalam, terdapat puluhan lorong besar dan sangat terawat seolah sering di lalui oleh orang-orang.


"Apakah lorong yang ini ?? Fang Ling menoleh ke sekelilingnya nampak bingung karena terdapat banyak lorong di tempat itu,"Ah... Sepertinya yang ini, karena memiliki hawa pekat dari hewan-hewan buas,"


Karena kebingungan akhirnya Fang Ling memilih jalan paling depan dan tepat di hadapannya, karena dirinya sempat merasakan hawa keberadaan hewan-hewan buas dari lorong itu.


Setelah memasuki lorong itu Fang Ling langsung saja di sambut oleh lima orang penjaga yang berjalan di depannya, dengan mengendap-endap Fang Ling mampu mengalahkan semua orang itu dengan mudah dan kembali melanjutkan perjalanan.


"Wah... tempat ini begitu besar dan tidak sesak sedikitpun, jika melihat struknya kemungkinan besar tempat ini baru saja di buat dan pasti membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit,"


Dengan langkah santai Fang Ling berjalan menyusuri lorong lurus itu sambil terkagum-kagum dengan kecerdikan pedagang benua ke tiga dalam meng-impasi wilayah secara diam-diam.


Setelah berjalan cukup jauh kini Fang Ling kembali di hadapankan dengan perempatan lorong, agar tidak terkecoh dan tersesat, Fang Ling berjongkok menyentuh tanah dengan satu telapak tangannya.


"Humm...Eh ? kenapa di semua lorong ini sama-sama memiliki hawa hewan buas,"Fang Ling terdiam dan berpikir sejenak,"Apakah orang-orang ini menangkap hewan buas dalam jumlah besar hingga membutuhkan ruangan berbeda untuk menyimpannya,"


Merasa ada yang janggal karena sempat merasakan hawa kuat di lorong kanan, akhirnya Fang Ling memutuskan untuk pergi ke lorong kanan itu karena dirinya menganggap jika hawa yang di rasakan nya tadi adalah hawa hewan Suci.


Tidak berselang lama setelah memilih jalur kanan, dari depan terdengar gema suara gelak tawa beberapa orang hingga kembali ke telinga Fang Ling, diapun berjalan pelan-pelan sambil mendengarkan pembicaraan orang itu.


"Hei, apakah kalian sudah melihat hewan suci yang amat langka berjenis harimau di ujung ruangan ini ?? mereka terlihat sangat hebat,"


"Hahahaha... Tentu saja sudah, hewan suci itu akan di jual dengan harga yang sangat mahal, pasti tuan Yun akan memberikan hadiah besar kepada kita,"


"Benar ! dengan uang itu, aku akan membeli budak wanita yang ada di ruangan ini, apakah kau sudah melihat wanitanya ? mereka sangat cantik dan anggun,"


"Bukankah budak wanita itu berasal dari sekte gunung tengkorak ?? Maaf saudara, sepertinya kau akan kecewa karena mereka semua sudah di beli seorang pengusaha yang merupakan teman dari tuan Yun,"


"Huuu~~~Kalau begitu sayang sekali. Nah ! jika begitu, bagaimana jika kita ke rumah bordil saja ? aku tau tempat yang bagus di benua Ke tiga,"


"Saudara kau benar-benar hebat, aku akan ikut kita akan bersenang-senang di tempat itu sepuasnya,"


Kelima orang itu tertawa lantang di tempat duduk masing-masing, mereka juga terlihat sedang minum arak dalam jumlah banyak dan terlihat sudah mabuk.


Fang Ling yang berada tepat di belakang kelima orang yang di maksud, terlihat mengendap-endap hendak menggunakan kesempatan itu untuk menyerang.


Braaaaak Braaak

__ADS_1


Fang Ling kembali melakukan perjalanan dan meninggalkan lima orang penjaga yang mati tanpa tubuh, diapun menggunakan informasi yang sempat di bocorkan oleh penjaga itu untuk menemukan ayah dan ibu Ah Bai.


"Wah-wah panjang sekali, apakah salah satu lorong sebelumnya juga ada hang menuju ke hutan di belakang sekte,"Ujar Fang Ling sambil berjalan santai menyusuri lorong lurus di hadapannya.


Kini setelah berjalan cukup lama akhirnya Fang Ling kembali di hadang oleh tikungan tajam ke arah kiri, sedangakan bagian kanan dan depannya adalah jalan buntu terlihat masih di dalam proses pembangunan.


Begitu terdengar suara di kelokan itu Fang Ling langsung merapatkan tubuhnya ke dinding dan mengintip di tempatnya berdiri.


Di dalam ruangan itu terdapat ruangan luas dan di penuhi dengan kandang yang di atur sedemikian rupa, namun yang jadi perhatian puluhan orang di dalam ruangan itu adalah dua ekor harimau taring panjang yang di kurung di satu tempat yang sama.


"Kapan orang ini akan sampai ?? aku sudah menunggu dari pagi namun lihatlah, dia tidak sampai hingga sekarang !!


Terlihat di tempat itu seorang pria buncit sedang mondar-mandir di depan kandang orang tua Ah Bai sambil marah-marah, juga terlihat puluhan pendekar berseragam putih serupa tengah mengecek semua kurungan yang ada di tempat itu.


Fang Ling mengamati puluhan pendekar itu cukup lama,"Paling tidak mereka semua berjumlah 50 orang tidak termasuk pria buncit itu, kurasa kemampuan lima puluh orang itu sudah berada di tingkat pembentukan Jiwa di level 5 sampai puncak namun mereka masih terlalu jauh untuk menghadapi ku,"


Dengan santainya Fang Ling berjalan memasuki ruangan itu dengan wajah polosnya, sontak kehadiran Fang Ling membuat orang-orang di tempat itu terkejut dan juga tercengang karena tidak dapat merasakan hawa kehadiran pemuda yang kini berada di hadapan mereka.


"Siapa kau ?! berani sekali masuk seenaknya,"Pria buncit itu berkata lantang sambil mengacungkan telunjuknya ke arah Fang Ling.


Slaaas


Hanya dalam hitungan detik telunjuk pria buncit itu tergeletak di tanah, bahkan kecepatan yang di perlihatkan Fang Ling tidak dapat di tangkap oleh mata orang-orang di tempat itu.


"Ughhh !! Sialan kau, aku akan membuatmu menyesal, kalian semua serang dia !! buat dia merasakan rasa sakit yang amat sangat,"Pria buncit itu berteriak sambil memegangi tangan kanannya yang kehilangan jari telunjuk.


Sontak 50 pendekar yang berada di bawah naungan pria buncit itu terkekeh begitu merasakan kemampuan Fang Ling yang berada di tingkat pembentukan inti.


"Hanya berada di tingkat pembentukan inti sudah sangat sombong,"


"Anak muda kau sepertinya tersesat biarkan paman mengantar mu pulang untuk menemui raja kematian,"


Terlihat 50 orang pendekar itu bersenjatakan sebilah pedang biasa, sehingga saat satu persatu dari mereka maju, Fang Ling dapat dengan mudah mematahkan serangan mereka dan langsung membunuhnya hanya dengan tangan kosong.


"Apakah hanya begini ?? Fang Ling melempar satu tubuh pendekar yang baru saja di bunuh nya ke arah pendekar yang tersisa dengan tatapan datar.


"Jangan sombong bocah !!! Ayo serang secara bersama-sama,"

__ADS_1


Setelah mendapat instruksi dari salah seorang pendekar, semua pendekar yang hanya berkurang tiga orang itu menyerang Fang Ling secara bersamaan.


Mereka mampu menyerang dan menangkis pukulan Fang Ling, namun setelah beberapa kali terkena pukulan Fang Ling mereka yang terserang akan merasakan patah tulang di kedua tangannya.


"Tapak penghancur !


Fang Ling melancarkan tapak ke arah tanah dan menciptakan sebuah guncangan hebat bersamaan dengan datangnya ledakan, alhasil semua pendekar yang menyerangnya terpental kebelakang.


"Apa-apaan itu tadi ? ini bukan tenaga pendekar di tingkat pembentukan inti... i-ini,"Sontak saja semua pendekar itu tercengang begitu mereka merasa tingkat kekuatan Fang Ling, mereka malah melihat sebuah galaksi tanpa ujung yang di penuhi bintang.


Fang Ling hanya tersenyum kecil,"Percuma meminta maaf, aku berencana membunuh kalian semua di tempat ini kecuali kau,"Kata Fang Ling tertuju pada pria gemuk yang berdiri di depan kandang orang tua Ah Bai.


Merasa ketakutan dengan gertakan Fang'Ling, puluhan pendekar di tempat itu bergidik ngeri dan langsung berlari ketakutan mencoba untuk kabur walaupun akan di hukum, namun kini mereka merasa di hukum akan lebih baik dari pada di bunuh iblis.


"Pedang es


Seketika ruangan itu terdengar suara jeritan puluhan korban Fang Ling yang menggema, bahkan sangking takutnya melihat pemandangan mengerikan itu pria gendut yang merupakan pemimpin dari kelompok itu nampak terduduk lemas dengan tubuh bergerak.


"I-ibu... ak-aku melihat iblis,"



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian

__ADS_1


•Pendekar pedang abadi


Bersambung....


__ADS_2