Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Ngarai siluman II


__ADS_3

Dengan wajah polosnya Fang Ling berjalan menghampiri teman-temannya, namun belum sempat melangkah lebih jauh terlihat wajah Shun Jing dan Yen Siulan nampak tidak senang saat melihatnya.


"Ada apa dengan tatapan kalian berdua ? ini aku Fang Ling, kenapa kalian melihat ku seperti orang berhidung belang,"Fang Ling berkata kepada temannya yang kini menatap dirinya dengan penuh siasat.


"Benarkah ? sebaiknya kau jangan ganggu kedua gadis itu jika masih ingin kedua tangan mu utuh,"Wang Yihan berdiri dari tempatnya dan sedikit mengeluarkan pedang yang ada di samping pinggangnya untuk menakuti pemuda berambut merah di depannya.


Sontak melihat teman-temannya tidak sadar jika dirinya adalah Fang Ling, dia mundur beberapa langkah karena kehabisan kata-kata.


Dari belakang Xiao Qing dan Xiao Bai yang baru sampai karena terus di cegat oleh orang-orang merasa kasihan melihat Fang Ling tidak di kenalin, jujur saja jika bukan karena mereka melihat sendiri Fang Ling berubah bentuk saat menghisap batu penyimpan, maka mereka juga tidak percaya jika itu adalah Fang Ling.


"Teman-teman ayolah dia memang Fang Ling,"Xiao Bai mencoba membantu Fang Ling, namun perkataannya yang tidak di iringi dengan penjelasan membuat semua teman-temannya masih tidak bisa percaya.


Melihat kebodohan adik seperguruannya, Xiao Qing berdiri di samping Fang Ling untuk menjelaskan apa yang terjadi,"Dia memang Fang Ling, akibat menghisap satu elemen miliknya yang berjenis api membuatnya berubah menjadi seperti yang kalian lihat sekarang,"


Mendengar penjelasan Xiao Qing sontak saja semua orang sangat terkejut melihat perubahan Fang Ling yang sangat signifikan, bahkan hawa kedatangannya juga sudah berubah.


Setelah tau jika pemuda itu memang Fang Ling, Shun Jing dan Yen Siulan berjalan mendekatinya hingga saat akan menggegam tangan Fang Ling, mereka berdua merasakan hawa yang sangat panas seolah bisa membuat tangan melepuh sangat parah.


"Ah maaf aku lupa menghilangkan pakaian ini, apakah kalian terluka ?"Fang'Ling menghilangkan semua api yang melindungi tubuhnya termasuk pakaiannya karena juga terbuat dari api.


Alhasil setelah semua api yang melindungi tubuhnya menghilang Fang Ling kembali telanjang dada hingga membuat semua perempuan yang melihatnya terpukau dengan tubuhnya yang sangat kekar.


Rambut Fang Ling kembali menghitam dan memanjang terlihat seperti penampilannya yang dulu, namun wajahnya yang sedikit sombong membuat perubahan besar terhadap penampilannya.


Melihat hal itu Wang Yihan tersenyum canggung, melihat tingkah Fang Ling yang sembrono dan sangat ceroboh seolah tidak sadar di lihat semua orang karena dia hanya memakai celana putih tipis.


"Se-sepertinya dia sedikit aneh dan juga lebih bodoh, tidak seperti from aslinya yang sangat pintar dan mudah memahami keadaan,"Batin Wang Yihan tersenyum canggung sambil memperhatikan Fang Ling di depannya.


Dari samping Wang Yihan, Yue liang berjalan ke arah Fang Ling dengan membawa pakaian hitam bercorak putih milik Wang Yihan dan memberikan pakaian itu kepada Fang Ling untuk menutupi tubuhnya.


Setelah berterimakasih kepada Yue liang, Fang Ling mengambil pakaian itu dan segera memakinya hingga dia baru sadar jika pakaian itu tidak memiliki baju melainkan jubah sehingga tubuh bagian atasnya tetap terlihat.


Walaupun telanjang dada Fang Ling merasa itu bukanlah masalah besar, dia berjalan ke arah tempat duduk Shun Jing dan Yen Siulan yang berupa batu besar dengan diameter memanjang.

__ADS_1


Terlihat Yen Siulan meneteskan air liurnya begitu merasakan hawa maskulin pekat yang keluar dari tubuh Fang Ling, begitu juga dengan Shun Jing yang duduk di samping kanannya.


Seketika begitu tau jika pemuda itu adalah si sampah Fang Ling pandangan orang-orang khususnya pendekar laki-laki menjadi sinis, bahkan tidak sedikit dari mereka mengeluarkan hawa tempur.


Tentu saja semua orang begitu iri dengan yang di dapat Fang Ling, tidak hanya gadis-gadis cantik tapi dia juga mendapatkan harimau taring es yang sangat Langkah.


Tapi karena semua pendekar itu berpikir pendek mereka tidak pernah berpikir bagaimana bisa seorang pria sampah mendapatkan hasil bagus, kecuali dari kemampuannya yang besar.


Kemarahan dan rasa iri membuat mereka tidak dapat berpikir jernih bahkan tidak segan-segan mengeluarkan hawa tempur, sehingga mereka tidak tahu jika hawa yang mereka keluarkan hanya dapat membunuh semut.


Dari dalam kelompok pendekar laki-laki seorang pemuda gagah berambut hitam bersama dua orang temannya berjalan mendekat ke arah Fang Ling, sambil memamerkan tingkatnya yang berada di pembentukan inti.


Terlihat dua orang berbadan besar yang berjalan bersama pemuda itu memegang palu besi dengan ukuran besar, sedangkan untuk pemuda itu sendiri, dia membawa sebuah pedang di pinggangnya.


"Nona cantik, apakah aku boleh duduk di samping mu ? Pemuda itu tersenyum lembut ke arah Shun Jing dan Yen Siulan seolah tidak menghiraukan keberadaan Fang Ling yang duduk di tengah-tengah kedua gadis itu.


"Sepertinya kau ada masalah dengan kedua mata mu, apakah kau tidak lihat terdapat banyak tempat untuk mu dan kedua teman mu ? sebaiknya kalian pergi,"Fang Ling berkata sambil mencium rambut Shun Jing di sampingnya.


"Memang benar terdapat banyak tempat untuk kami, namun jika ada gadis cantik di sini kenapa aku harus duduk di tempat lain,"Pemuda itu berkata dengan nada mengejek.


Kedua alis Fang Ling naik dia menatap pemuda di depannya sambil mengeluarkan nafas panjang, namun belum sempat Fang Ling bertindak lebih jauh Shun Jing berdiri dari tempatnya.


"Dasar tidak tau malu, apakah kau tidak bisa lihat ada banyak tempat di sini ? bahkan jika kau ingin duduk dengan seorang gadis, mungkin gadis itu akan lari begitu mencium bau busuk dari tubuh mu !!"


Mendengar bentakan Shun Jing dua orang berbadan besar melangkah maju, salah satu dari orang itu hendak meraih leher Shun Jing berniat mencekiknya.


Fang Ling yang masih duduk mulai bereaksi, dia menciptakan sebuah tombak dari api dan mengarahkan ujung tombak itu ke leher orang yang ingin mencekik Shun Jing.


Seketika gerakan orang itu terhenti begitu hawa panas dari ujung tombak hampir mengenai lehernya, dua orang itu mundur beberapa langkah begitu merasakan hawa menyesakan dari tatapan Fang Ling.


Alhasil akibat hawa mengerikan darai senjata elemen milik Fang Ling terpancar, membuat orang-orang gaduh karena tidak menyangka jika Fang Ling adalah pengendali elemen mahir.


Mendengar keributan-keributan yang terjadi, tiga pendekar senior yang menanti kehadiran pendekar lain berjalan ke arah Fang Ling dan bertanya apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


"Senior bisa anda lihat banyak tempat untuk beristirahat di area sini, tapi pemuda beraroma bau itu datang tiba-tiba dan mengancam ku karena ingin duduk di tempat ini,"Fang Ling memelas dengan wajah seolah-olah di aniaya.


"Ka-kau, dasar ba.."Pemuda itu ingin mencaci Fang Ling namun di hentikan oleh pendekar senior.


"Bukankah masih banyak tempat kosong di sini ?? lalu kenapa kau ingin merebut tempat istirahat seseorang seperti anak kecil, sebaiknya kau pergi dan jangan lupa untuk mandi karena tubuh mu sangat bau,"Pendekar senior itu menutup hidungnya sambil menggeleng beberapakali.


Suara tawa pecah di mana-mana membuat pemuda yang hendak mempermalukan Fang Ling, kini dia berada di posisi itu bahkan lebih parah dari yang di kiranya.


Dengan amarah dan dendam yang bergejolak pemuda itu berjalan pergi dengan suara hinaan dan tawa dari semua orang yang mencium aroma bau menyengat dari tubuhnya.


"Tunggu saja, hinaan ini akan menjadi salah satu alasan mengapa aku membunuh mu"



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian


•Pendekar pedang immortal


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2