
Seorang pria paruh baya, berpakaian sederhana berkata sambil memperhatikan Fang Ling dari sudut sebuah bangunan..Tidak pasti kapan pria itu berada di sana, yang pasti kehadirannya hampir tidak dapat Fang Ling rasakan.
"Siapa..?"Fang Ling berkata dengan nada yang terdengar dingin.. Sementara pria yang berkata sebelumnya hanya tersenyum kecil.
"Aku hanya orang biasa..Mengenai tempat yang kau cari itu sebenarnya adalah rumah bordil, apa kau kau..?"Pria itu melipat kedua tangannya di depan dada..Ia bersender di sebuah sudut bangunan mengarah ke tempat Fang Ling berdiri.
Pastinya Fang Ling tidak langsung percaya jika pria itu adalah orang biasa.. Tubuhnya yang tegap dan memancarkan energi besar tetapi di tahan sehingga tidak terlalu dapat di rasakan..Hal itu cukup membuktikan bahwa pria tersebut adalah pendekar.
Fang Ling berbalik, ia menatap pria yang berjarak beberapa meter di depan."Rumah bordil..? Kenapa informasinya mengarah ke sana,"Gumam Fang Ling..Tetapi dapat di dengar pria sebelumnya.
"Kau mencari informasi..? Hahaha, pilihan yang bagus..Rumah bordil memang tempat orang-orang berpangkat bermain, sehingga tidak jarang wanita di sana tau sedikit mengenai urusan yang di rahasiakan."
Sulit untuk di akui tetapi apa yang di katakan pria itu memang benar..Wanita lacu* adalah pencari informasi terbaik dari pelanggan mereka yang berasal dari kalangan ternama.
"Dimana tempat itu..? Tepatnya, Vapilun anggrek..??"Tanya Fang Ling, kali ini dengan nada yang sedikit enak di dengar.
"Kau hanya perlu berjalan lurus dari sini..Setelah beberapa meter belok kiri, begitu kau melihat beberapa pohon sakura yang tumbuh di depan sebuah bangunan besar...Maka artinya kau sudah sampai."Jelas pria itu.
Fang Ling merogoh sakunya..Ia mengeluarkan beberapa koin emas, kemudian melempar koin emas itu kepada pria yang sudah membantunya.
"Tuan..Kau memang sangat hebat dalam bernegosiasi."Pria itu menangkap beberapa koin emas pemberian Fang'Ling..Lalu segera memasukkan koin-koin itu ke dalam saku.
Sementara itu Fang Ling kembali bergerak..Kali ini ia memiliki tujuan sebab sudah tau dimana letak Vapilun anggrek dari pria sebelumnya.
Seperti yang di katakan, Fang Ling berbelok ke kiri dan langsung menemukan bangun besar dan mewah..Bangunan itu di penuhi dengan pohon sakura di bagian depannya, sehingga membuat kesan indah dan harum di area itu.
Dari luar saja Fang Ling sudah dapat mendengar suara gelak tawa dan aroma harum aneh, serta lantunan melodi kecapi yang terdengar sangat indah.. Fang Ling berjalan memasuki ruangan itu, di bagian pertama ruangan Vapiliun anggrek dipenuhi oleh pria-pria hidung belang yang terlihat asik minum dan bermain dengan wanita di Vapilun tersebut.
Apa yang di katakan pria yang di temui Fang Ling sebelumnya terbukti benar.. Kebanyakan pengunjung rumah bordil itu adalah pria kaya, pastinya akan mudah bagi Fang Ling untuk mendapatkan informasi di tempat ini.
__ADS_1
Tetapi bagi orang yang buta dengan rumah bordil, Fang Ling tidak tau harus melakukan apa untuk mencari seorang perempuan untuk di ajak bicara.
Perempuan yang berdiri di belakang meja resepsionis tidak sengaja melihat Fang Ling tengah celingak-celinguk di depan pintu masuk..Begitu melihat paras Fang Ling perempuan itu langsung berlari menghampirinya.
Tetapi tidak hanya satu perempuan yang sadar akan kedatangan Fang Ling.. Tetapi puluhan wanita yang kebetulan belum memiliki pelanggan, langsung berlari menghampiri Fang Ling.
Sementara Fang Ling nampak sangat terkejut melihat puluhan perempuan berlari ke arahnya..Ia mencoba untuk kabur dari pintu masuk di belakang, tetapi sudah di kunci oleh seseorang.
Saat puluhan perempuan itu semakin dekat dan Fang Ling hanya dapat pasrah..Seorang wanita gemuk dengan gaun merah, lengkap dengan kipas lipat di tangannya tiba-tiba muncul di hadapan Fang Ling.
"Berhenti..!! Apa aku tidak pernah mengajari bagaimana menyikapi seorang pelanggan..? Perbutan kalian benar-benar membuatku kecewa..Sekarang pergi ke tempat kalian masing-masing, sementara pemuda ini aku yang akan melayaninya."Perempuan gendut itu menoleh ke belakang.. Tepatnya ke arah Fang Ling, serta memperlihatkan senyum genitnya.
"Bibi, kenapa kau berbicara seenaknya saja..! Kamu semua juga ingin menemani pemuda itu bermain."
Semua perempuan yang berbaris di depan nampak tidak senang dengan perempuan gendut sebelumnya.. Sementara Perempuan gendut itu adalah pemilik dari Vapilun anggrek.
"Kenapa kalian malah kompromi..?! Sekarang bubar, carilah orang lain untuk di ajak bersenang-senang.. Tetapi pemuda ini tetap bersamaku."Ujar perempuan gendut pemimpin Vapilun anggrek.
Pemilik Valiliun itu merasa pusing..Dia memijat dahinya sebelum akhirnya menyerah dan membiarkan Fang Ling memilih perempuan mana yang akan dia ajak bermain.
Puluhan pasang mata perempuan cantik di rumah bordil tersebut tertuju pada Fang Ling..Sementara Fang Ling sendiri ketakutan melihat tatapan serigala lapar dari semua perempuan tersebut.
"Ak-aku kemari ingin menanyakan sesuatu yang sangat penting..Sesuatu ini sangat dirahasiakan oleh banyak orang."Kata Fang Ling.
Pemilik Vapiliun nampak sedang berpikir..Lalu beberapa saat kemudian dia kembali menatap Fang Ling tetapi kali ini dengan raut wajah serius.
"Jika kau ingin menangkap sesuatu yang sangat rahasia, maka bunga Viloit dari Vapiliun ini cocok dalam masalah mu kali ini...Tetapi bayarannya..."Wanita itu terdiam.
Mengerti apa yang di pikiran wanita itu..Fang Ling tersenyum kecil menanggapi perkataannya."Mengenai bayar nona tidak perlu khawatir...Aku jamin akan sangat memuaskan mu."
__ADS_1
Tentunya perkara Fang Ling bukanlah omong kosong belaka..Ia juga langsung mengeluarkan kristal es dari balik pakaiannya dan segera menyerahkan kristal itu kepada wanita gendut di hadapannya.
Seketika semua wanita di sana terkejut dengan mata melotot..Jika saja di lanjutkan mungkin bola mata mereka akan jatuh ke lantai.. Pasalnya dengan satu kristal berukuran hampir segenggam tangan itu, seseorang dapat menjadi kaya raya di sebuah kota besar.
Pemilik Vapiliun tersebut langsung menyembunyikan kristal pemberian Fang Ling ke dalam pakaian di bagian dadanya.. Kemudian dia kembali menatap Fang Ling, kali ini nampak sangat menghormatinya.
"Tu-Tuan anda memang sangat bijak..Anda tau betul cara dalam bernegosiasi, wanita yang akan menemui tuan bukan orang biasa..Ia hanya di temui oleh orang-orang petinggi sehingga memiliki banyak informasi rahasia..Aku berani menjamin tuan tidak akan menyesal, dia adalah wanita kebanggaan di Vapiliun ini..Namanya An Bing, di kenal dengan sebutan bunga Viloit."
Mendengar kehebatan wanita yang di katakan bunganya dari Vapiliun ini, Fang Ling sedikit merasa ingin tau lebih mengenai perempuan yang di gadang-gadang hanya dapat di temui oleh orang tentu saja.
"Sepertinya dia sangat menarik..Antar aku ketempat nya."Ujar Fang Ling seraya mengusap dagunya.
"Baik tuan.."Pemilik Vapiliun itu berkata dengan tubuh sedikit membungkuk.. Kemudian dia menuntut Fang Ling meninggalkan kerumunan perempuan sebelumnya menuju ke lantai atas.
Puluhan wanita langsung patah hati begitu melihat Fang Ling berjalan semakin jauh.. Karena tidak tahan menerima kekalahan, perempuan itupun berjalan pergi ke tempat masing-masing sambil menangis haru.
Sementara di anak tangga yang berbentuk parallel, Fang Ling merasa sedikit pusing..Tatkala pemilik Vapiliun itu terus bicara dan selalu meninggi-ninggikan kehebatan perempuan yang akan di temuinya kali ini.
Dia juga bercerita jika gadis yang di maksud di temuinya di pinggiran dermaga beberapa tahun lalu..Dia juga bercerita, jika gadis itu belum pernah di sentuh sama sekali.
Tetapi bukan itu yang menjadi permasalahannya..Di dalam pikiran Fang'Ling, ia hanya terus membayangkan keadaan Lang Ming dan ingin menemuinya lebih cepat dan membawa pria itu kembali.
Setelah berada di lantai dua..Mata Fang Ling melotot melihat sosok perempuan berparas indah dengan balutan gaun khasnya, perempuan itu bermain kecapi di bawah pohon persik yang tumbuh ajaib di tengah-tengah ruangan.
Gadis itu memiliki tubuh mungil, serta menggunakan cadar yang menutupi setengah bagian wajahnya..ia juga nampak sedang menari setelah selesai bermain kecapi..Tarianya terlihat begitu indah, cahaya matahari membuat kulitnya seperti bercahaya seolah-olah dialah cahaya itu.
Mulut Fang Ling terbuka tertutup, kemudian terdengar gumaman yang tidak jelas..Yang pasti ia benar-benar nampak sangat terkejut.
"Bukanya dia..."
__ADS_1
Bersambung....