Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Dua permohonan


__ADS_3

Setelah pertempuran surgawi yang di lakukan Fang Ling dan Su Yulan selama berjam-jam hingga hampir pagi. Mereka berdua pun tertidur berdua hingga matahari mencapai puncak, barulah Su Yulan terbangun bangun.


Kretek kretek


Suara tulang yang geser terdengar begitu nyaring saat Su Yulan akan beranjak dari kasur. Dengan tubuh yang di penuhi bekas ******, dia berjalan tergopoh-gopoh ke arah kamar mandi sambil meringis.


Sedangakan Fang Ling terlihat masih tidur sangat lelap. Wajar saja baginya karena sudah tidak tidur berhari-hari semenjak dia melakukan pelatihan tertutup, apalagi banyak kejadian yang di alaminya sebelum ini.


Hari lalu benar-benar melelahkan, namun ganjarannya adalah tubuh Dewi Su Yulan yang sangat indah sampai-sampai Fang Ling tidak bisa berkata-kata.


Karena itu pula Fang Ling tidak tertarik dengan wanita lain selain ketiga pasangannya. Karena tidak ada lagi yang memiliki wajah dan tubuh lebih sempurna dari mereka, bahkan hal ini membuat iri bidadari surgawi.


Dia saat tengah bercibaku dengan dunia mimpi yang sangat aneh sekaligus indah. Sesuatu yang dingin dan menyegarkan mengenai wajah dan juga mengenai kelompok mata Fang Ling, diapun terbangun dan menemukan Su Yulan tengah menyiramnya dengan air.


"Bangun, sampai kapan kau akan tertidur. Kau kan sangat sibuk, pasti sekarang kerajaan sedang membutuhkan mu,"


Kata Su Yulan dengan nada acuh tak acuh, seolah dia merasa tidak lebih penting dari apa yang di kerjakan Fang Ling di kerajaan.


Hanya dengan memperhatikan sekilas wajah dan isi pikiran Su Yulan dari melihat tatapannya, Fang Ling sudah dapat menebak apa yang di inginkan gadis cantik itu.


"Kau marah, rencananya aku ingin membawa mu untuk ikut ke kerajaan,


Fang Ling sedikit mengangkat bahunya, dengan raut wajah pasrah.


"Yaaa.... Karena Lan'er marah, aku akan membiarkan mu berisitirahat di rumah. Sungguh sangat di sayangkan,"


Dengan polosnya Fang Ling beranjak dari kasur memperlihatkan pedang legendarisnya yang masih saja tegang setelah perperangan tadi malam. Bahkan Su Yulan di buat terkejut melihatnya.


"Ada apa ? Memang pagi-pagi begini waktu dia untuk terbangun dan berkokok lantang,"


Dengan cepat wajah Su Yulan berubah memerah,"Dasar cabul,"


Kemudian Fang Ling tertawa,"Ha Ha Ha, aku masih ingat berapa kali Lan'er mengeluarkan cairan itu...Apa mau aku katakan, jumlahnya ??

__ADS_1


"Eh...Ten-tentu tidak... Cepatlah bersiap, bukankah kau tadi bilang ingin mengajak ku ke kerajaan, aku akan menunggumu di depan dan berpamitan dengan ibu,"


Kemudian setelah saling bertatapan, Su Yulan yang tak tahan malu berjalan keluar kamar untuk mencari ibunya. Sedangkan Fang Ling, dia terlihat sedang mencari pakaiannya yang masih ada di dalam lemari baju milik Su Yulan.


"Sepertinya yang ini lumayan bagus,"


Pilihan Fang Ling tertuju pada sebuah pakaian hitam bercorak emas lambang seekor naga di bagian pundak kanannya. Segera setelah menggunakan pakaian itu, Fang Ling juga menguncir rambutnya.


Perpaduan sempurna antara pakaian mewah dan wajah giok sempurna milik Fang Ling belum lagi keindahan sepasangan mata odd miliknya.


Bahkan cahaya matahari nampak redup di hadapan kesempurnaan penampilan Fang'Ling. Diapun tidak berniat menutupinya, karena merasa ini memang takdir yang sudah di atur.


Sebelum keluar kamar, Fang Ling menjentikkan jari dan seketika balutan es yang mengendap di kamar itu menghilang menjadi butiran salju indah.


Takut Su Yulan telah menunggu lama, akhirnya Fang Ling bergegas pergi menuju perkarangan rumah mewah ini. Di sana juga sudah terlihat ibu dan dua adik kecil Su Yulan tengah duduk di meja batu bertepatan di halaman rumahnya.


Sedikit menyimpan rasa gugup saat melihat anak kecil, akhirnya Fang Ling berusaha untuk menghilangkan rasa takut itu. Dengan langkah pelan, dia menghampiri Su Yulan dari belakang.


"Lan'er,maaf membuatmu menunggu,"


Sesaat setelah sampai di hadapan sang calon mertua, Fang Ling dengan spontan langsung membungkuk memberi hormat kepada Su Yun


"Selamat pagi,ibu,"


Lagi-lagi Su Yun hanya tersenyum dengan mata tertutup menanggapi pemberian hormat dan perkataan Fang Ling.


"Kapan kau datang ? aku tidak melihatmu datang sebelumnya,"


"Aku datang menggunakan ini..."


Fang Ling menebas udara kosong degan telapak tangannya, karena tidak menggunakan pedang retakan dimensi yang di ciptakan kali ini berukuran kecil.


Sontak saja Su Yulan sangat terkejut, dia menatap Fang Ling dan retakan di sampingnya secara bergiliran. Bahkan dia tau betul, jika beberapa minggu lalu dia masih unggul dalam kemampuan.

__ADS_1


Kecepatan Fang Ling dalam berkultivasi benar-benar tidak manusiawi, jelas-jelas orang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai tingkat Mencari Da'o.


Sekarang kemampuan Fang Ling berkedok Mencari Da'o awal, sedangakan kemampuan aslinya berada sangat jauh bahkan bisa mengimbangi sepuluh orang di tingkat setengah abadi.


Karena hari sudah semakin panas, Fang'Ling memutuskan untuk pamit kepada Su Yun untuk membawa Su Yulan ke kerajaan karena sepertinya Su Ming juga masih berada di sana.


Setelah mendapatkan ijin barulah Fang Ling berani membawa Su Yulan. Dia dan Su Yulan kemudian berjalan memasuki retakan dimensi yang sebelumnya telah di perbesar oleh Fang Ling.


Hanya dalam waktu singkat kini Fang Ling dan Su Ming berada di depan pintu masuk kerajaan. Juga di sana terdapat puluhan penjaga, mereka semua nampak sangat menghormati Fang Ling dengan membukakan pintu selebar mungkin.


Sesampainya di aula utama, terlihat banyak orang berlalu-lalang. Mereka akan berhenti sejenak untuk memberi hormat kepada Fang Ling, dimana hal ini membuat Fang Ling depresi.


Karena ada sesuatu yang penting untuk di bicarakan Fang Ling dengan Sin Yintian selaku penguasa benua teratai perak saat ini, diapun berjalan ke ruang rapat para petinggi kerajaan.


Tempat ini berada di inti kerajaan, di mana sebelumnya Fang Ling sudah pernah ke tempat itu dengan telanjang dada. Bahkan rasa malu itu sampai sekarang dapat di rasakan nya.


Karena baru pertama kali melihat sesuatu yang sangat mewah dan besar, Su Yulan nampak celingak-celinguk menoleh ke kanan dan kiri karena ini pertama kali bagi gadis itu melihat kerajaan.


Setelah berjalan beberapa saat barulah Fang Ling sampai di tempat rapat petinggi kerajaan. Sempat meneguk ludah, Fang Ling membuka pintu itu dan menemukan banyak orang tengah berbincang di dalamnya.


Untungnya semua orang itu adalah petinggi kerajaan, bukan para kandidat kerajaan lain. Bahkan petinggi kerajaan itu, melontarkan reaksi hormat kepada Fang Ling karena tau betul apa yang di lakukan Fang Ling untuk perang sebelumnya.


Seorang petinggi kerajaan berdiri dengan pakaian kasual khas para petinggi. Juga petinggi itu, memberi hormat kepada Fang Ling dan sedikit menundukkan kepalanya saat berbicaralah.


"Pendekar naga...Kau datang, kebetulan sekali kami sedang membicarakan sesuatu. Jika anda mau, silakan mengikuti pembicaraan ini. Kami akan sangat senang,"


Fang Ling tidak mempermasalahkan panggilan itu, dia juga nampak tidak merasa terbang dan senang mendapat hormat dari banyak orang.


"Tuan putri, bawahan ini datang untuk mengajukan Dua permintaan....Mohon meminta ijin untuk mengatakannya,"


Dengan sopan Fang Ling berlutut, dia juga nampak menangkup tangannya untuk memberi hormat kepada Sin Yintian yang berada di atas tahtanya.


"Kemari-lah pendekar naga, kau sudah berkerja keras untuk menolong kerajaan ini. Kami semua merasa sangat berhutang budi kepada anda dan tetua Shin Hye,"

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2