Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Tempat lelang


__ADS_3

Note : Biasakan like sebelum baca ❤️


Keadaan menegangkan terjadi tatkala darah dan organ tubuh penjaga yang Fang'Ling bunuh sebelumnya masih ada di belakang diri-nya.


Penjaga yang menangkap memergoki Fang Ling semakin curiga, dia mulai menarik sedikit pedang yang tersarung di samping pinggang.


Nampak jika penjaga itu memiliki tubuh sedikit lebih besar dari Fang Ling, dengan berperawakan sedikit seram.


Penampilan Fang Ling yang tidak biasa karena menggunakan topeng rubah, memang sangat mencurigakan.


Sadar tidak mungkin bisa membunuh penjaga di depan dengan keadaan seperti ini, Fang Ling mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


"Senior, mohon maaf..Aku membunuh budak itu karena sudah mencoba kabur, kuharap senior yang hebat ini berbaik hati memaafkan kecerobohan bawahan."


Fang Ling berkata manis seraya membungkuk ke arah satu penjaga di depan, sementara penjaga itu nampak bangga dengan diri sendiri.


Pujian Fang Ling berhasil mempermainkan pikiran penjaga tersebut, dia nampak termakan ucapan manis Fang Ling.


"Hahahaha.. Benar-benar, aku memang sangat hebat dan aku tidak bisa menyangkal itu.."Penjaga tersebut berjalan menghampiri Fang Ling, lalu menepuk pundak Fang Ling.


"Jangan khawatir dengan kejadian ini, kakak senior mu yang hebat ini berjanji akan menutupi kematian budak tersebut untuk mu."


Penjaga itu nampak meninggi-ninggikan diri sendiri, sementara Fang Ling yang mendengar ocehan pria itu mencoba untuk tetap sabar.


"Ah..Junior, kau nampak berbeda dengan orang yang berasal dari benua pasir mati,di mana kau tinggal sebelum menjadi pekerja di tempat ini..??"


Penjaga tersebut menatap Fang Ling lebih dalam, seolah ingin melihat kebenaran tentang Fang Ling.


"Ak-aku berasal dari benua teratai perak, perbatasan benua pasir mati.. Hari ini adalah hari pertama ku berkerja."Fang'Ling berkata sedikit ragu, karena sedang mengarang cerita.


Penjaga sebelumnya nampak memperhatikan Fang Ling lebih dalam, membuat Fang Ling sedikit merasa dirinya akan ketahuan dan bersiap membunuh pria di depan.


Saat tangan kiri Fang Ling sudah menggenggam sebilah belati es, tiba-tiba penjaga yang memiliki jarak beberapa kaki di depan tertawa.


"Hahahaha, Ternyata kau..Kami memang mendapatkan kabar akan ada kedatangan pekerja baru dari perbatasan hari ini, jadi jangan khawatir karena senior akan membantumu."Pria itu berkata seraya tertawa dan menepuk-nepuk punggung Fang Ling.


Saat delapan orang penjaga sebelumnya kembali, mereka segera kembali mengisyaratkan untuk melanjutkan setelah memeriksa.


Mereka tidak lagi terkejut saat berada di sana karena mayat dari orang yang Fang'Ling bunuh sudah di tangani dengan baik oleh Fang Ling dan kakak senior sebelum-nya.


Kesepuluh orang itu termasuk Fang Ling kembali melakukan pormasi, dengan bagian depan lima orang dan bagian belakang lima orang.


Fang Ling dan senior sebelumnya berjalan beriringan, mereka berposisi di belakang tetapi berada pada sayap kanan.

__ADS_1


Semua budak yang tau jika Fang Ling bukan penjaga tetap tutup mulut seolah tidak terjadi apa-apa, mereka juga sedikit berharap akan bantuan dari Fang Ling.


Di dalam perjalanan Fang Ling di buat pusing dengan ocehan senior di samping, pria itu selalu saja membicarakan kemampuan dirinya dan anak nya yang baru lahir hari ini.


Meski berada di jalan yang salah pria itu terlihat tidak terlalu jahat dan kemungkinan masih bisa berubah menjadi lebih baik.


Tidak seperti beberapa pria di depan yang dengan kurang ajarnya mengolok-olok budak kecil, bahkan tidak jarang mencambuk mereka.


Fang Ling di buat naik darah di saat melihat tindakan anarkis dan kekerasan terhadap anak kecil di depan, bahkan ia sudah membayangkan bagaimana dirinya membantai semua penjaga itu.


Senior di samping Fang Ling membisikan sesuatu."Aku memang berkerja sebagai penjahat, tetapi melihat anak kecil seperti mereka di perlakukan seperti itu entah mengapa membuat ku marah..


"Setelah mendapat bayaran aku akan berhenti berkerja dan hidup bahagia dengan anak dan istri ku,"Penjaga itu membayangkan anaknya yang masih bayi sambil tersenyum kecil."Aku sangat menantikan putri tercintaku."


Mata Fang Ling melebar, opininya tentang orang jahat mulai berubah dengan adanya cerita dari senior di samping.


"Lalu apa kau sudah pernah menemui anak mu..?"Tanya Fang Ling.


Pria di samping Fang Ling tersenyum cerah,"Aku belum melihatnya, malam ini dia baru lahir dan aku mendapatkan kabar jika anaku seorang perempuan."


"Benarkah..? Lalu dimana kau tinggal..??"Tanya lagi Fang Ling untuk sekedar basa-basi.


"Aku tinggal di sebuah rumah sederhana dekat dengan paviliun anggrek, jika sudah kembali aku akan membuatkan taman kecil untuk tempat bagi anak ku dan malamnya aku akan mengajak anak dan istriku makan makanan enak."


Penjaga itu selalu berbicara dengan raut wajah bahagia, dia nampak sangat berharap bisa segera kembali dan bertemu dengan sang anak.


Perjalanan pada subuh hari itu memang cukup panjang, kota mikaze sangat lebat sehingga membutuhkan waktu untuk sampai di tempat tujuan.


Selama di perjalanan tanpa sepengetahuan semua penjaga, Fang Ling melepaskan banyak esensi kaisar naga yang mampu menyembuhkan luka semua budak di depan.


Tentunya Fang Ling sudah mengatur energi besar itu agar tidak dapat di rasakan orang lain kecuali puluhan budak yang berjalan di depan.


Jalan di depan nampak sangat sepi, jarang di lalui oleh orang-orang..Tentu saja, di saat seperti ini semua orang tengah tertidur di rumah masing-masing.


Dari senior di samping Fang Ling juga mend'apat sedikit informasi, jika kota ini juga di tempati oleh tikus berdasi untuk menyimpan wanita simpanan.


Jika di pikir-pikir benua pasir mati tidak akan pernahkah maju jika para penjabat di benua ini adalah tikus, akan susah bagi sang raja mengontrol semua masalah di benua sendiri.


Fang Ling juga sempat berpikir dan mencari beberapa celah jalan di kota mikaze yang bisa di lalui semua budak, begitu mereka di bebaskan.


Karena tidak tau seluk-beluk kota mikaze, Fang Ling mencoba untuk bertanya dengan senior di samping.


"Senior yang bijak, jika saja sewaktu-waktu prajurit kerajaan datang dan akan menangkap kita..Apa yang harus di lakukan..?"

__ADS_1


Penjaga itu kembali tertawa lalu menunjuk ke arah sebuah perempatan jalan yang menuju ke arah utara.


"Maka lewatlah jalan itu, kau akan menemukan banyak sakoci, perahu bahkan kapal yang mengarah langsung ke kota terdekat."


Fang Ling mengangguk mengerti,"Ternyata begitu, terimakasi karena sudah mau membantu junior ini."


"Jangan sungkan, selama mengenalku..Kau tidak akan merasa kesulitan."Ujar penjaga tersebut.


Satu jam kemudian...


Beberapa meter di depan Fang Ling melihat bangunan besar yang hanya memiliki satu tingkat, bangunan itu berbentuk bundar seperti tempat pertunjukan sirkus, hanya saja lebih estetik dan jauh berkelas.


Semua budak di tuntun untuk lewat dari jalur belakang begitu ingin masuk ke dalam bangunan besar tersebut, Fang'Ling dan senior tadi masih ikut dalam mengantar budak-budak di depan.


Begitu masuk ke dalam bagian belakang bangun Fang Ling dapat melihat banyak hewan spiritual, senjata, serta ratusan budak dari berbagai umur.


Dapat di pastikan jika semua barang itu adalah barang gelap, lelang ini lebih tepatnya menjual barang-barang yang seharusnya tidak di jual.


Begitu akan melangkah lebih jauh seorang penjaga yang datang entah dari mana menodong Fang Ling dengan tombak.


"Siapa kau..?!


Sontak senior di samping Fang Ling tersulut emosi, pria itu hendak menggampar penjaga yang berani menganggu Fang Ling.


"Senior, anda tidak harus melakukan hal itu untuk ku..Kita tanyakan saja apa maunya."Ujar Fang Ling menghentikan aksi senior sebelumnya.


"Karena adik sudah bicara seperti itu maka akan ku serahkan masalah ini padamu, tapi jika dia berani macam-macam..Satu atau dua giginya akan patah."


Fang Ling tersenyum dari balik topeng,"Tenang saja senior, dia tidak akan berani karena sudah takut denganmu."


Lagi-lagi perkataan Fang Ling membuat senior itu menjadi sangat senang, bahkan dia bergaya seperti jagoan.


Fang Ling tersenyum kecut melihat sikap senior di samping karena mudah di permainkan, kemudian pandangan Fang Ling tertuju pada penjaga yang menodongkan tombak ke arah-nya.


"Bukankah kita sekutu..? Lalu apa yang kau mau kan dari ku..??"Tanya Fang Ling.


Penjaga itu semakin mendekatkan ujung tombak ke jantung Fang Ling,"Jika memang sekutu, seharusnya kau tau tidak di perbolehkan menggunakan topeng kecuali pengunjung..??"


"Aku tau itu, lalu apa yang kau inginkan,"Kata lagi Fang Ling dengan santai.


"Buka topang mu...


•Pendekar rajawali

__ADS_1


•Legenda sang dewa naga


Bersambung...


__ADS_2