Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Kediaman Su Yulan


__ADS_3

"Wah... Sungguh menakjubkan, aku tidak menyangka ada tempat seindah ini di daratan sepuluh benua,"Jerit Fang ling dengan mata terbuka lebar.


"Silahkan nikmati, kau akan tinggal beberapa hari di sini bukan ? Kata Su Yulan yang berjalan bersama Yen Siulan dan Shun Jing ke arah Fang ling.


Fang ling beralih menatap Luo tang yang berada di belakangnya, sedangkan luo tang hanya mengangguk mengetahui jika muridnya ingin tinggal beberapa hari di pulau gunung tengkorak.


"Baiklah, karena tempat itu cukup jauh, bagaimana jika kita terbang saja...aku sudah tidak sabar bermain di padang rumput itu,"kata Fang ling nampak antusias.


Semua orang hanya mengangguk dan mengaktifkan jubah tempur masing-masing, setelah semuanya selesai, hanya Fang ling yang masih belum mengenakan jubah tempur milikinya.


Shun Jing yang bingungpun mencoba bertanya kepada Fang ling,"Kenapa kau tidak menggunakan jubah mu, bukankah kau ingin terbang,"


"Kalian terbang duluan, jubah ku akan membuat tempat ini sedikit hancur dan takutnya kalian akan ikut terkena,"Kata Fang ling bersungguh-sungguh.


Walaupun merasa cukup bingung, ketiga perempuan itu melompat dari bukit curam itu dan terbang cukup tinggi untuk melihat Fang ling dan Luo tang yang masih berada di atas tanah.


"Guru, kenapa kau tidak terbang ? Tanya Fang ling bingung saat melihat Luo tang kembali menghilangkan jubah tempur milikinya.


Wajah Luo tang di penuhi keringat dingin dan sedikit merah di bagian kedua telinganya,"Gu-guru ada sesuatu yang akan di urus, kemungkinan nanti malam baru akan kembali,"


Merasa aneh dengan gerak gerik Luo tang, Fang ling hanya mengangguk melihat Luo tang yang perlahan menghilang menjadi butiran cahaya indah.


"Baiklah, aku sudah lama tidak menggunakan jubah ku... Bangunlah, Kaisar naga !


Blaararrr


Tiga lingkaran Holow membentuk lambang tiga ekor naga terbentuk di atas kepala Fang ling, Tiga lingkaran itu menghempas tubuhnya hingga menciptakan sebuah badai es.


Dari dalam pusaran badai, Fang ling berjalan keluar dengan tubuh yang sudah di balut dengan jubah tempur dari ketiga kaisar naga. Keempat sayapnya kembali tumbuh memancarkan cahaya yang menyilaukan.


"Perjalanan legendaris akan di mulai dari sini !


Fang ling menghentak kakinya dan terbang dengan cepat hingga tubuhnya berubah menjadi siluet ungu, ketiga teman perempuannya berusaha mengikutinya dari belakang walaupun sedikit kesulitan.


Setelah berada di atas awan, cahaya terang yang mengelilingi tubuhnya perlahan menghilang, menampakkan hujud seorang pendekar yang terlihat seperti dewa yang turun dari surgawi.


Mata Shun Jing berbinar saat melihat jubah Fang ling yang di warnai oleh tiga elemen, sekaligus tiga ekor kepala naga yang berada di bahu dan bagian dadanya.

__ADS_1


"Itukah jubah tempur milikinya... ternyata dia tidak berbohong saat mengatakan bahwa dia memiliki tiga makhluk suci di dalam dirinya,"Gumam Shun Jing yang terbang beriringan dengan Su Yulan dan Yen Siulan.


Saat sedang asik terbang, secara tidak terduga Fang ling merasakan hawa mengerikan yang terpancar dari gunung hitam raksasa, yang tidak jauh dari tempatnya terbang.


Melihat Fang ling yang terus menatap gunung yang di kenal dengan sebutan gunung tengkorak itu, Su Yulan terbang mendekati nya.


"Itulah yang di katakan orang-orang dengan panggilan gunung tengkorak, Tempat itu yang akan menjadi satu dari sepuluh tempat pemilihan kandidat turnamen,"Jelas Su Yulan yang terbang di samping Fang ling.


"Kenapa ada hawa kehidupan di sana ? walaupun samar-samar aku yakin ada seseorang di sana,"Kata Fang ling membuat Su Yulan yang berada di sampingnya terkejut.


"Kau merasakannya ?! memang benar ada seorang petapa yang berada di dalam sebuah kristal di puncak gunung itu...namun hanya kau dan ayah ku saja yang dapat merasakannya,"Kata Su Yulan.


"Eh, kau tidak merasakannya ? tanya kembali Fang ling.


Su Yulan menggeleng dan berkata,"Tidak, aku tidak dapat merasakannya. Hanya kau dan ayah ku saja yang dapat merasakannya,"


"Apakah itu sesuatu yang baik, atau buruk ? Tanya lagi Fang ling.


"aku juga tidak yakin, Sepertinya itu bukanlah masalah besar,"kata Su Yulan terlihat ragu.


Dari arah belakang Yen Siulan dan Shun Jing terbang mendekati Fang ling,"Kalian sedang membicarakan apa ? kata Shun Jing dengan nada sedikit tinggi.


Secara spontan Fang ling menatap ke bawah, di bawah terlihat banyak bangunan besar dan tinggi yang di penuhi dengan orang-orang yang berlalu lalang.


"Fang ling, kau mau melihat-lihat kota atau langsung ke kediaman ku,"Kata Su Yulan.


Fang ling terdiam beberapa saat dan segera berkata,"Sepertinya kembali ke kediaman mu saja, aku juga sedikit lelah dan lapar,"


"Baiklah, kediaman ku berada di atas puncak gunung itu," Su Yulan menunjuk ke sebuah gunung tinggi yang di kelilingi oleh pepohonan rindang, gunung itu tepat berada di belakang sekte gunung tengkorak dan ujungnya menjulang tinggi menembus awan.


Fang ling menggaruk kepalanya dan berkata,"Sebenarnya ada beberapa gunung di pulau ini ?


"Terdapat Seratus gunung besar, sedangakan yang kecil dan sedang tidak terhitung jumlahnya,"Jelas Su Yulan nampak seperti seorang guru.


Keempatnya terbang dengan cepat ke gunung yang berada di belakang sekte, sekaligus sebagai tempat tinggal Su Yulan dan keluarganya.


Setelah berada di puncak gunung, mata Fang ling berbinar cerah melihat rumah-rumah yang berjejer rapi dan terlihat begitu kuno namun sangat terawat.

__ADS_1


Di tengah-tengah rumah itu terdapat sebuah gerbang merah kuno yang berjejer rapi dengan lima bagian, sedangakan bagian belakangnya terdapat sebuah rumah yang begitu besar dan mewah.


Walaupun rumah itu tergolong rendah, tidak membuatnya menjadi sangat di kuno di mata orang-orang, rumah itu terlihat begitu terawat dan juga terdapat beberapa orang yang keluar masuk dari rumah itu.


"Ya itu adalah rumah ku,"Kata Su Yulan menyadari jika Fang ling sedang memperhatikan rumahnya.


Keempat orang itu mendarat tepat di halaman luar memilik kediaman Su, begitu rapi dan di penuhi dengan pohon persik, begitulah yang bisa di lihat mata Fang ling.


Seorang perempuan cantik berusia di atas kisaran umur 25 Tahun Keluar dengan mengenakan pakaian hitam, dengan di ikuti oleh dua bocah kembar laki-laki dan perempuan yang terlihat mirip dengan Su Yulan.


"Dia adalah ibuku dan mereka adalah adik-adik ku... Cepat berikan hormat kepada ibu ku,"Kata Su Yulan setengah berbisik.


Merasa sangat canggung saat melihat ibu Su Yulan yang terus tersenyum ke arahnya dengan mata tertutup, membuat Fang ling sedikit gerogi untuk memperkenalkan diri kepadanya.


Dengan sopan Fang ling memberi hormat dengan jubah yang masih menempel di tubuhnya,"Aku harus memanggil nya dengan sebutan apa ? kata Fang ling kepada Su Yulan.


Dengan nada berbisik Su Yulan berkata,"Panggil saja ibu,"


"ap-apakah itu tidak masalah ?


"Cepatlah, kau harus mengatakan itu jika tidak mau di usir oleh ibu ku," kata Su Yulan mencoba untuk membohongi Fang-ling.


Dengan tubuh bergetar hebat Fang ling kembali berbungkuk ke arah ibu Su Yulan,"Ibu perkenalan namaku Fang ling,"


Beberapa menit di lalui Fang ling dengan posisi yang masih membungkuk, karena masih menunggu jawaban dari ibu Su Yulan yang masih tersenyum dengan mata tertutup.


"Kau adalah penyebab kehancuran alam surgawi, namun kau juga akan menjadi pemimpin yang adil di alam itu untuk selamanya,"Kata ibu Su Yulan dengan mata yang masih tertutup.


"ha, apa yang ibu Su Yulan maksud ? menginjakan kaki di alam itu saja belum pernah," Batin Fang ling.


Seorang pria bertubuh tegap dan tinggi keluar dari kediaman Su Yulan, dia seketika tersenyum saat melihat Fang ling begitu terkejut melihatnya.


"Ada apa Fang ling, apakah kau sudah kenal dengan ayah ku ? kata Su Yulan yang menyadari ada keanehan di mata Fang ling saat melihat ayahnya.


"Dia ayah mu ! ba-bagaimana ini ? apakah aku masih bisa menjadi kisah romantis bersama Su Yulan setelah melukai ayahnya," Batin Fang ling dengan raut wajah membeku.


__ADS_1


Maaf ya hanya ini ilustrasi yang paling pas menurut author....❤️


Bersambung.....


__ADS_2