Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Dua pendekar berbahaya


__ADS_3

"Hahahah... Keluarkan semua kekuatan mu...Lawan aku,"


Terlihat di atas udara Fang Ling terus menyerang Wing Muchien yang dalam posisi bertahan. Nampak Wing Muchien terlihat depresi, pasalnya lawannya kini seperti orang gila.


Nampak sifat Fang Ling berubah-ubah, tubuhnya masih tidak bisa mengontrol ketiga elemen dahsyat. Sehingga setiap saat, kepribadian Fang Ling terus berubah-ubah.


Dengan dua bilah pedang elemen es dan api. Fang Ling menyerang Wing Muchien, kali ini dia benar-benar mengeluarkan semua kemampuannya.


Raut wajah Fang Ling berubah-ubah, kadang terlihat santai, marah dan dingin. Semua ini adalah pengaruh dari elemen di dalam tubuhnya.


Di tengah-tengah pertarungan dahsyat itu, Fang Ling melihat sebuah celah yang di hasilkan Wing Muchien akibat tidak bisa menjaga konsentrasinya.


Bammmmm


Dari langit siluet hitam melesat jatuh kebawah dan menghantam sebuah gunung hingga menembusnya. Siluet itu adalah Wing Muchien, dia terpental akibat terjangan Fang Ling.


Dengan posisi terduduk, Wing Muchien menatap Fang Ling yang masih mengambang di atas udara dengan keempat sayapnya.


"Si Sialan itu sangat berbahaya... Walaupun aku tidak terluka parah namun luka ini entah mengapa terus menghisap energiku...Atau jangan-jangan !!


Fang Ling terbang mendekati Wing Muchien, dia berhenti beberapa meter di hadapan pria itu sambil tertawa lantang.


"Luka itu bukan luka biasa...Setiap seranganku mengandung elemen kegelapan, seperti yang kau tau...elemen kegelapan adalah elemen terbaik untuk melakukan kultivasi,"


"Tapi aku menggunakannya dengan cara berbeda, yaitu selalu menambahkan elemen kegelapan di setiap serangan ku... Sedikit apapun luka yng di hasilkan, maka energi mu akan terus di hisap hingga luka itu tertutup,"


Sulit di percaya oleh Wing Muchien jika Fang Ling menggunakan elemen kegelapan seperti itu. Bahkan, dia berpikir jika pemuda itulah satu-satunya yang menggunakan metode itu saat ini atau bisa di bilang, dialah penciptanya.


"Kau ini apa ??


Fang Ling kembali tertawa,"Aku adalah iblis bagi orang-orang keji seperti kalian, kau berikan satu rasa sakit kepada seseorang...Kuberikan jutaan rasa sakit kepadamu hingga rasa sakit itu membunuh mu,"


"Jik kau membunuhku, maka pilar aliran hitam akan memburu mu...Jujur saja, kau tidak akan bisa bertahan hidup jika mereka sudah mengejar mu,"


Fang Ling tersenyum, kini kepribadiannya berubah menjadi santai dan elegan.


"Hal itu mungkin saja terjadi jika mereka mengetahui informasi mengenai ku...Jika aku membunuh mu sekarang, mereka tidak akan tau,"


Dengan tubuh yang sudah pulih dari semua luka, Wing Muchien berdiri. Kini dia saling beradu tatapan datar dengan Fang Ling.


"Mungkin kau benar... Tapi, apa kau lupa jika semua prajurit ku sudah mengenali mu...Hahahah, mereka akan memberikan informasi ini kepada 10 pilar aliran hitam !! dan mereka semua akan mengejar mu hingga kau mati,"


Fang Ling memandang rendah Wing Muchien,"Kau tau... Perkataan mu itu seperti orang yang putus asa yang di hadapankan dengan kematian,"

__ADS_1


Mendengar perkataan Fang Ling yang merendahkan dirinya, Wing Muchien terlihat sangat kesal.


"Tarik tatapan mu itu dasar sampah,"


Dengan santai Fang Ling menebas udara kosong, seketika sebuah retakan dimensi tercipta dari tebasan pedang itu.


Di dalam retakan, Wing Muchien melihat peperangan antara kubu aliansi aliran putih dan hitam. Juga terlihat, jika aliran hitam di bantai habisa-habisan oleh pasukan aliran putih.


Wajah Wing Muchien berubah cemas, dia tidak menyangka jika keadaan akan berbalik seperti ini.


Fang Ling mengibas tangannya, alhasil retakan dimensi yang di ciptakan nya menghilang. Suara tawa Fang Ling pecah melihat ekspresi Wing Muchien.


"Bagaimana ? apa kau yakin jika pasukan mu bisa bertahan hidup setelah di bantai aliran putih...Kau bisa menyimpulkan sendiri, bukankah kau sudah melihat cukup puas tadi ??


Amarah Wing Muchien semakin menjadi-jadi, kini dia tidak berpikir dapat hidup. Di dalam pikirannya saat ini hanya ingin memenggal kepala Fang Ling dan menjadikannya koleksi terbaik.


Menyadari kemarahan Wing Muchien, sudut bibir Fang Ling sedikit terangkat. Sadar atau tidak, Wing Muchien sudah masuk ke perangkap Fang Ling.


Blaararrrrrrr


Energi berwarna hitam keluar dari tubuh Wing muchien, energi itu terasa sangat dingin menandakan jika pria di hadapan Fang Ling itu sudah cukup banyak membunuh orang.


Dataran tempat berpijak Fang Ling seketika berubah menjadi kawah, hutan rindang yang awalnya sangat hijau berubah menjadi dataran tandus akibat ledakan energi Wing Muchien.


"Kau ini terlalu sombong, aku sudah banyak membunuh orang...Terutama orang sepertimu,"


Agar adil dan tidak terlalu menganggap rendah lawan, Fang Ling memanggil pedang kaisar naga es. Seketika pedang itu jatuh dari langit dan menancap di hadapan Fang Ling.


"Kau salah, siapa bilang sombong tidak di perbolehkan...Jika memang orang itu sombong karena memang memiliki kemampuan yang sangat kuat, bagiku itu bukan masalah,"


Sempat terkejut dengan hawa dahsyat pedang kaisar es yang hampir setara dengan dua pedang kekegengkai miliknya. Wing Muchien langsung melesat menebas pedangnya ke arah Fang Ling sebelum pemuda itu sempat mengambil pedang kaisar naga.


"Kekegengkai, tebasan segel jiwa !!!


Dengan lincah Wing Muchien melompat mundur, kedua pedangnya mengeluarkan cahaya kemerahan. Wing Muchien menebas pedangnya ke arah Fang Ling.


Seketika dari kedua pedang Wing Muchien mengeluarkan gelombang energi berbentuk X, gelombang itu dengan cepat mengarah ke arah Fang Ling yang masih berdiri santai.


"Eksekusi langit !!!


Fang Ling menebas sebilah pedang es, pedang itu mengeluarkan gelombang sabit berwarna biru yang langsung berbenturan dengan gelombang milik Wing Muchien.


Boooooom

__ADS_1


Akibat kedua gelombang kuat itu berbenturan, tercipta efek riak yang sangat dahsyat. Angin berhembus sangat kencang, Fang Ling melindungi tubuhnya dengan perisai energi keemasan.


"Sial terlambat !!


Wing Muchien tidak seberuntung Fang Ling, saat efek riak itu mulai mendekat. Dia terlambat mengaktifkan perisai, hingga membuatnya terpental dengan tubuh tersayat angin tajam.


"Ahkkk


Bruuuukkk


Tubuh Wing Muchien menghantam tanah beberapa kali, hingga dia terpental menabrak pohon yang semua daunnya sudah mengering.


Darah segar mulai mengalir di sudut bibir Wing Muchien, dia memegangi perutnya sambil menatap ke arah Fang Ling yang masih berdiri di tempatnya. Pemuda itu nampak tidak berniat menyerang Wing Muchien saat ini.


Perasaan sakit dan harga diri yang di rendahkan membuat Wing Muchein bingung dengan jalan pikir Fang Ling. Jika mau pemuda itu bisa saja mengalahkannya saat ini juga, mengingat luka yang di alaminya cukup parah.


"Seberapa rendah aku di matamu ! Ha !! Sampai-sampai kau tidak langsung membungkuk,"


Fang Ling tersenyum kecil, dia berjalan kedepan dan mengambil pedang kaisar naga es yang masih kokoh di tempatnya tertancap.


"Aku bukan seorang pengecut yang menyerang saat lawan tersudut...Aku menginginkan pertarungan bersih, ayo bangkit dan lawan aku dengan semua kekuatan mu,"


Luka-luka akibat efek ledakan di tubuh Wing Muchien mulai menghilang, dia kembali bangkit dan mengambil dua pedang kekegengkai yang terpental beberapa meter di depannya.


Aura mengerikan yang mendominasi warna hitam dan merah keluar dari tubuh Wing Muchien, hawa itu merambat hingga membuat langit mendung.


Wing Muchien memandang rendah Fang Ling, kini dia berencana untuk mengeluarkan semua kekuatannya untuk bertarung walaupun ganjarannya tempat ini akan hancur.


"Kau terlalu bodoh dengan membiarkan ku tetap hidup...Kebaikan mu ini, akan ku balas dengan membunuh mu dengan sangat keji,"


Tidak mau kalah, Fang Ling mengeluarkan hawa yang di dominasi warna emas yang langsung membuat getaran dan sautan petir yang saling bersahutan.


"Itulah yang aku mau... Pertarungan ini tidak akan asik jika kau tidak bertarung dengan serius,"


Jangan lupa tiga hal :


Vote


komen


like


Mohon bantuannya 🐾🐾

__ADS_1


__ADS_2