Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Area rahasia II


__ADS_3

Dengan langsung pelan Fang Ling bersama Xiao Qing dan Xiao Bai perlahan memasuki mulut goa, hingga saat berada di dalam lorong mereka di sambut dengan beberapa senjata pengait yang berada di pinggiran dinding lorong.


"Tuan Fang Ling, menurut mu apa alasan terdapat senjata pengait di sini ? Tanya Xiao Bai sambil memperhatikan satu per senjata pengait yang ada di sampingnya.


"Entahlah aku juga tidak yakin, tapi sepertinya pengait ini terdapat banyak jumlahnya, besar kemungkinan jika sudah di ambil oleh pendekar-pendekar yang masuk terlebih dahulu,"Kata Fang Ling.


"Lalu apakah kita juga membawanya ? Tanya Xiao Qing.


"Sepertinya begitu, tapi masing-masing dari kalian bawalah dua senjata yang sama...Aku merasa ada sesuatu yang tidak enak dengan ujung terowongan ini,"Kata Fang Ling.


Kedua gadis itu mengangguk dan mengambil masing-masing sepasang senjata pengait begitu juga dengan Fang'Ling, setelah selesai mereka kembali berjalan menyusuri terowongan tersebut.


Walaupun terlihat tempat itu begitu sempit membuat pasokan oksigen begitu terbatas, sehingga mereka berjalan dengan dada sesak akibat oksigen yang perlahan mengecil jika semakin masuk ke dalam lorong.


Walaupun berjalan dengan cukup cepat Fang Ling dapat merasakan getaran tanah yang di ciptakan pendekar-pendekar yang lewat, terdengar sudah berada jauh di ujung terowongan.


Sambil memperhatikan sekitarnya Fang Ling hanya menoleh ke kanan dan kiri merasakan jika ada bahaya di depannya, sontak saja dia menghentikan langkah Xiao Qing dan Xiao Bai.


"Ada apa tuan ? tanya Xiao Qing.


Fang Ling hanya diam, ia mengambil sebuah krikil dan melemparkan kerikil itu ke ujung jalan di hadapannya, hingga kerikil yang di lemparannya memicu sebuah perangkap.


Dari bawah tanah muncul ratusan besi tajam yang sudah bersimbah darah dari pendekar-pendekar yang terbunuh, Fang'Ling mengambil sebuah batu dari udara kosong tanpa sepengetahuan Xiao Qing dan Xiao Bai.


Dengan akurat Fang Ling melempar batu itu ke atas langit-langit dinding dan kembali muncul besi tajam yang keluar secara tiba-tiba, hingga kedua jebakan itu kembali menutup dengan sendirinya.


Untuk kedua kalinya Fang Ling mencoba kembali untuk melempar batu ke arah dua jebakan itu secara bersamaan, namun tidak ada reaksi sama sekali setelah beberapa kali mencoba.


Fang Ling kembali mengambil ranting pohon yang kebetulan ada pinggiran lorong, ia menulis sesuatu di tanah untuk memberi tau apa yang sedang menghadang di depan kepada Yen Siulan dan Shun Jing, jika kedua gadis itu melewati tempat tersebut.

__ADS_1


"Tuan, kau menulis petunjuk itu untuk siapa ? Tanya Xiao Bai sambil memperhatikan tulisan Fang Ling yang begitu kacau.


"Ini adalah petunjuk untuk rekan-rekan ku yang lainnya,"Jelas Fang Ling tidak terlalu banyak bercerita mengenai dua pasangannya.


Fang Ling menurunkan Ah Bai dari kepalanya dan memberikan Ah Bai kepada Xiao Qing, sebelum dia berjalan ke arah jebakan yang awalnya sudah tidak bergerak saat dia mencoba mengaktifkan jebakan itu untuk kedua kalinya.


Setelah berjalan tepat di bawah jebakan pertama- hasilnya jebakan itu tetap tidak bergerak, Fang Ling memberi isyarat kepada Xiao Bai dan Xiao Qing untuk mulai berjalan mengikutinya.


Setelah kedua gadis itu berhasil melewati jebakan pertama dengan selamat, Fang'Ling kembali mencoba jebakan kedua dan tidak terjadi apa-apa sama sekali dan kembali melanjutkan perjalanan.


Dari arah belakang sekelompok hewan buas berupa kawanan serigala berwarna hitam menghadang dari depan dan belakang, mereka menunjukkan giginya yang runcing sambil mengeluarkan suara erangan mengerikan.


"Ah Bai, serang mereka ! "Kata Fang Ling dengan penuh semangat.


Namun mata Fang Ling berkedut saat melihat Ah Bai sedang tertidur nyenyak di gendongan Xiao Qing, ia nampak begitu menikmati dua buah bantalan empuk di dada gadis itu.


Tidak kehabisan akal Fang Ling mengambil dua obor yang terpasang di pinggiran terowongan dan melempar obor itu ke arah depan dan belakang, sehingga membuat serigala itu berlari ketakutan.


Sebuah batu bata tiba-tiba masuk akibat Xiao Bai tidak sengaja menginjakan nya, membuat sebuah gas hijau keluar dari dinding tempatnya berdiri.


Xiao Qing yang sempat menghindar tidak mengalami luka serius, namun terlihat seluruh tubuh Xiao Bai mulai berubah warna terutama di bagian jari-jarinya yang berwarna kehitaman.


Perlahan racun yang mulai menjalar ke bagian tubuhnya membuat Xiao Bai tersungkur dengan wajah pucat, dengan cepat Fang Ling menahan tubuhnya sebelum menghempas tanah.


Fang Ling menyingkat ujung lengan pakaiannya dan berkata,"Gigitlah, jika kau ingin selamat,"


Perlahan tapi pasti Xiao Bai mengigit pergelangan tangan Fang Ling hingga mengeluarkan darah keemasan, yang langsung membuat seluruh tubuhnya menjadi berenergi dan bebas dari racun yang hampir membunuhnya.


"Terimakasih tuan,"Kata Xiao Bai penuh hormat dengan wajah yang mulai berseri.

__ADS_1


Dengan lembut Fang Ling mengusap kapal Xiao Bai,"Lain kali berhati-hatilah," membuat Xiao Qing yang melihat hal itu mengembungkan pipinya dan berkata,"aku juga terluka,"


"Kau juga ? Fang Ling berjalan menghampiri Xiao Qing dan memeriksa kakinya yang salah urat, dan mengusap lembut pergelangan kakinya hingga kembali sembuh.


"Terimakasih tuan, kau sungguh baik,"kata Xiao Qing dengan mata seterang bintang.


"Bukan masalah, bagaimana jika kita istirahat di sana... Sepertinya kalian mulai lelah karena seharian mencari pohon,"Kata Fang Ling.


Kedua gadis itu nampak sangat senang, mereka berjalan di belakang Fang Ling dan duduk di tempat yang cukup luas dari lorong lainnya, dan membuat makanan untuk kedua temannya.


Setelah beberapa saat memasak ayam yang tersisa banyak di dalam cincinnya, aroma dari ayam itu membangunkan Ah Bai dari tidurnya yang begitu tidak teratur akibat tubuhnya yang membutuhkan energi besar.


"Ah Bai apakah kau terbangun karena mencium masakan ku ? jika iya, sepertinya kau tidak mendapatkan bagian karena kau terus tidur sepanjang jalan,"Kata Fang Ling.


"Aung Aung ! Ah Bai duduk dan melipat kedua tangannya sambil menunjuk ke arah Fang Ling, dengan wajah yang merasa tidak adil.


"Aung Aung ? kau sedang berbicara dengan siapa bodoh ? kata Fang Ling sambil menertawakan Ah Bai yang masih belum bisa berbicara.


Merasa tidak ada gunanya meladeni kejahilan Fang Ling, Ah Bai berjalan ke arah tuannya dan memukul tengkuk leher Fang Ling, mencoba untuk membuatnya pingsan dan berencana membawa lari semua makanannya.


"Aung Aung ? kata Ah Bai, sambil kembali memukul tengkuk leher Fang Ling yang seperti tidak berefek apapun.


Setelah bermain bersama Ah Bai beberapa menit, masakan yang di buatnya sudah matang dan langsung saja Fang Ling menyuruh Xiao Bai dan Xiao Qing untuk ikut makan bersamanya.


Dengan mata berkaca-kaca Ah Bai memperhatikan Fang Ling memakan ayam utuh dengan lahap, hingga membuat dirinya menjulurkan lidahnya.


"Aung Aung,"Ah Bai menggoncang tubuh Fang Ling dengan tatapan memelas.


Merasa puas menjahili Ah Bai, Fang Ling meyuapi Ah Bai dengan lembut hingga dia kembali tertidur dengan perut terisi penuh, dan kembali berubah menjadi besar untuk menjadi alas tidur Fang Ling, Xiao Qing dan Xiao Bai.

__ADS_1



Bersambung.....


__ADS_2