
Keringat dingin terus bercucuran dan jatuh dari dagu Fang ling yang begitu lancip, terlihat ia terus menundukkan kepalanya karena takut jika ayah Su Yulan mengenalinya.
Dengan wajah datar Su Ming berjalan ke arah Fang ling, seketika dia tersenyum melihat jubah tempur yang di gunakan pemuda di hadapannya.
"Jika kau memiliki tiga elemen sekaligus, Sepertinya kau tidak akan di ijinkan untuk mengikuti turnamen,"Su Ming mengusap dagunya sambil memperhatikan Jubah tempur Fang ling.
Dengan tubuh yang gemetaran takut jika Su Ming tidak lagi mengijinkannya untuk bersama Su Yulan, Fang ling perlahan mengangkat tubuhnya dan menatap Su Ming di hadapannya.
"Pa-paman, aku minta maaf karena sudah melukai mu," Kata Fang ling mencoba untuk terus terang, karena hubungannya dengan Su Yulan lah yang menjadi taruhannya.
Dengan lantang Su Ming tertawa kerasa dan berbalik menatap Su Yulan,"Putriku, apakah dia pasangan mu ?
Semua orang beralih menatap Su Yulan, termasuk Fang ling yang terus menatapnya dengan mata berkaca-kaca, membuat Su Yulan silau melihatnya.
"Benar, dia adalah pasangan ku ! Jawab Su Yulan lantang membuat Yen Siulan dan Shun Jing berdecak kesal dengan mengacukan pandangannya ke arah berlawanan.
Sambil tersenyum cerah Su Ming kembali menatap Fang ling dan berkata,"Mengenai lukai ini, aku sangat berterimakasih kepada mu...Kau tidak perlu merasa khawatir,"
Mata Fang ling terbelalak nampak tidak percaya dengan apa yang di dengannya,"Kalau begitu aku juga berterimakasih kepada paman, karena sudah mau memaafkan ku,"
"Bukan masalah, aku sangat tertarik dengan jubah tempur milik mu... Walaupun samar-samar,aku dapat merasakan hawa kuat yang melampaui anak dari keluarga Qian, bernama Qian chun," Kata Su Ming membuat Fang ling kebingungan.
"Maksud paman ?Dengan wajah bingung Fang ling menghilangkan Jubahnya dan kembali menatap Su Ming dengan tatapan ingin tau.
"Sulit untuk menjelaskan nya, karena Qian chun sedang tidak berada di sini dan tidak mengikuti babak penyisihan...Tapi, yang aku tau. Dia adalah anak yang mewarisi Pedang Suci dan kitab suci yang melambangkan burung pohenix,"
"Jika aku perhatikan, tempramen pemuda itu sedikit sombong dan suka menyentuh tubuh seorang gadis. apalagi jika ada yang melakukan kesalahan di hadapannya, pemuda itu tidak akan segan-segan membunuh,"Jelas Su Ming panjang lebar.
__ADS_1
Fang ling tersenyum menyeringai dan berkata dalam hatinya,"Hanya seekor burung pohenix sudah begitu sombong, aku akan mematahkan sayapnya jika bertemu," Senyuman menyeringai Fang ling tidak sengaja di lihat Su Ming, membuatnya sedikit terkejut.
"Anak muda kita akan kembali bercerita di dalam, tapi pertama-tama perkenalkan ini istri ku Su Yun dan si kembar ini adalah Su Luo dan Su liang,"Kata Su Ming memperkenalkan istri dan kedua anak kembarnya.
Sambil tersenyum kecut Fang ling merasa sedikit terganggu dengan ibu Su Yulan yang terus tersenyum ke arahnya dengan kedua mata tertutup,"Hahahah, Ba-baiklah,"
Dengan ramah Su Ming mempersilakan Fang ling dan semua orang memasuki kediamannya yang begitu besar, namun terlihat Shun Jing mengentikan langkahnya saat hampir memasuki pintu.
"Paman Su Ming, di mana Keluarga ku ? Tanya Shun Jing .
Seketika Su Ming membalik tubuhnya dan menatap Shun Jing untuk waktu yang cukup lama, sebelum tersenyum cerah.
"Sepertinya kau adalah anak dari Shun Wei, Keluarga mu berada di rumah itu,"Dengan ramah, Su Ming menunjuk sebuah rumah mewah yang berada beberapa meter dan di pisahkan beberapa rumah dari kediamannya.
Setelah berterimakasih kepada Su Ming dan memberi hormat kepada semua orang, Shun Jing hendak berjalan ke tempat keluarganya, namun Fang ling menghentikan langkahnya.
"Seterah kau saja, aku tidak peduli,"Kata Shun Jing ketus dan berjalan cepat ke kediaman keluarganya.
Dengan tatapan mata yang terus tertuju pada Shun Jing yang terus berjalan, Fang ling merasa sangat bersalah karena meninggalkan Shun Jing begitu saja.
"Jangan sedih nak, nanti malam akan ada festival besar yang dimana semua orang melemparkan sebuah lentera... Seingat ku, area ini akan sangatlah ramai,"Kata Su Ming mencoba menghibur Fang ling.
Dengan tersenyum paksa Fang ling hanya mengangguk dan berjalan mengikuti semua orang memasuki kediaman keluarga Su, yang begitu besar dan memiliki beberapa ruangan luas.
Karena ingin merayakan kedatangan Fang ling, Su Ming menyuruh istrinya untuk masak makanan enak dan khas keluarga Su, biasanya dari bahan ikan-ikan segar yang di tangkap langsung dari laut.
Dengan tatapan kosong Fang ling duduk bersimpuh dengan kedua tangan berlipat di atas meja, dirinya duduk di tengah Su Yulan dan Yen Siulan.
__ADS_1
Melihat Fang ling yang terus menatap meja makan dengan tatapan kosong, membuat Su Yulan dan Yen Siulan merasa sangat khawatir.
"Kenapa Fang ling, bukankah dia hanya berjarak beberapa meter...kenapa kau bersikap seolah dia ada di ujung lautan,"Kata Su Yulan dengan nada lembut.
Fang ling mengusap kepala Su Yulan dan Yen Siulan dengan lembut dan segera berkata,"Kalian harus mengetahui, jika dia sama seperti kalian...Akan sangat berbeda jika dia tidak ada, sedangkan kalian berada di sisiku,"
Su Yulan dan Yen Siulan menunduk nampak sedikit mengerti dengan apa yang di katakan Fang ling, jika Shun Jing juga ingin dekat dengan orang yang di sukai-nya.
"Aku mengerti, bagaimana jika kita keluar berempat untuk menikmati festival nanti malam ? Kata Shun Jing dengan anggukan kepala oleh Su Yulan.
"Sepertinya ide yang bagus, kenapa guru luo belum kembali ? sedangkan hari sudah sore,"Ucap Fang ling setelah beberapa saat.
Su Yulan menatap Fang ling dengan tatapan serius,"Benar juga, kau belum tau jika tetua luo sedang dekat dengan seorang perempuan yang berasal dari sekte gunung tengkorak,"
Dengan nafas terputus-putus karena tertawa, Fang ling hampir menangis karena dirinya tidak pernah menyangka jika gurunya yang polos itu akan memutuskan untuk memiliki pasangan.
"Aku punya ide, bagaimana jika kita buntuti Guru luo, aku ingin melihat bagaimana cara dia menghadapi orang yang di sukai-nya," Usul Fang ling yang langsung di balas dengan anggukan dari Su Yulan dan Yen Siulan.
Setelah beberapa saat asik bercerita, Su Yun membawakan banyak makanan yang di masaknya dengan bantuan Su Ming, dan meletakkan makanan itu di atas meja.
Setelah semua orang sudah berkumpul di satu meja yang sama, mereka melakukan sebuah upacara sambutan untuk Fang ling sebelum membuka penutup semua makanan yang ada di atas meja.
"Silakan makan sepuasnya,"Kata Su Ming bersemangat.
Setelah memberi hormat kepada orang yang lebih tua, Fang ling mulai makan satu persatu lauk yang ada dengan lahap, sedangakan Su Yulan dan Yen Siulan asik melihat wajah Fang ling yang semakin sempurna.
__ADS_1
Bersambung.....