Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Lingkaran api


__ADS_3

Note : Biasakan like sebelum baca ❤️


Tanpa ragu sedikitpun Fang Ling menuruti permintaan penjaga di depan untuk membuka topeng rubah dan memperlihatkan wajah-nya.


Seketika kedua penjaga yang melihat wajah Fang Ling membeku, mereka seakan sudah melihat seorang dewa yang memiliki wajah tanggung.


Mata odd Fang Ling yang memancarkan cahaya cermerlang benar-benar membuat kedua penjaga di samping dan depan terkejut, mereka akhirnya mengerti mengapa Fang Ling mengenakan topeng.


"Baiklah, aku akan membiarkan mu menggunakan topeng itu lagi.. Karena kau memiliki wajah yang sangat mengerikan untuk di lihat."


Ujar penjaga yang sempat mengadang Fang Ling, setelah di rasa tidak ada sesuatu yang harus di lakukan penjaga itupun berjalan pergi.


Sementara saat itu Fang Ling masih sangat ingin melihat-lihat tempat ini, tetapi senior yang berada di samping-nya tidak mau pergi.


Tentu saja Fang Ling butuh referensi dengan keadaan di sekitar dengan baik, hal itu akan sangat membantu untuk melakukan pelarian.


Di sisi lain Fang Ling memang berencana membunuh semua orang di tempat ini tanpa terkecuali, tidak perduli mereka berasal dari aliran hitam atau putih.


Jika meyandang nama aliran putih tetapi memiliki sifat aliran hitam, maka tidak ada perbedaan antara kedua pihak tersebut dan pantas di bunuh.


Lebih tepatnya Fang Ling hanya akan membunuh semua anggota yang ikut lelang, atau yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan lelang yang di lakukan pagi ini.


Fang Ling kembali mengenakan topeng rubah, lalu menatap ke arah senior tadi yang berada di samping kanan.


"Tatap mataku, pergilah dari tempat ini sejauh mungkin yang bisa kau capai..Jika kau masih memikirkan anakmu, sebaiknya kau turuti perkataan ku."


Fang Ling berkata dengan nada dingin, menciptakan hawa mencengkam bagi senior di hadapannya.


Senior itu terkejut melihat tatapan mata Fang Ling yang seakan mampu mengancam, tidak mengenal yang namanya teman atau lawan.


Tetapi pikiran positif yang di miliki senior itu membuat-nya beranggapan jika perkataan Fang Ling hanya sekedar main-main saja.


Meski cukup terkejut dengan perkataan Fang Ling, akhirnya senior itupun tertawa dan berkata."Hahhahahahha..Jangan bermain-main, aku tau kau hanya sedang bercanda kan.."


Fang Ling terdiam sejenak seraya memperhatikan pria bodoh di hadapannya lebih dalam, lalu diapun menghela nafas panjang."Aku sudah memperingatkan mu, tetapi mengenai mau percaya atau tidaknya itu urusan mu..


"Baiklah, aku akan pergi...


Setelah berkata seperti itu Fang Ling mengeluarkan satu buah kristal es dan melemparkannya kepada senior di depan, lalu berjalan pergi sambil melambaikan tangan.


Seakan tidak percaya dengan matanya sendiri, Senior itu memperhatikan kristal es di tangannya sambil memperhatikan Fang Ling secara bergiliran.

__ADS_1


"Kristal ini asli..! Adik kau itu sebenarnya siapa..?? Tidak apa jika kau memang tidak mau mengatakannya, kita akan tetap bertemu kembali." Senior itu berkata dengan suara tinggi, sampai-sampai membuat Fang Ling yang berjalan jauh di depan terkejut.


Fang Ling memperhatikan sekitar-nya, dimana terdapat banyak kurungan besi berukuran lumayan besar..Di mana satu kurungan mengurung satu budak di dalam-nya.


Keadaan budak itu memang sangat memprihatikan, tidak terhitung berapa jumlah wanita tidak berdosa kehilangan kesucian mereka di tempat ini.


Tidak hanya itu, terdapat banyak jenis dari berbagai senjata dan macam-macam tingkatan tersimpan rapih di sebuah kotak persegi panjang.


Sempat berhenti untuk melihat-lihat senjata yang akan di lelang tersebut, perhatian Fang Ling teralihkan pada sebuah kandang besar di sudut bangunan.


Karena merasa ada hawa yang lumayan besar, Fang Ling berjalan menghampiri kurungan di depan.. Nampak ada beberapa penjaga di depan kurungan tersebut, mereka seakan sedang menjaga sesuatu yang sangat berbahaya.


Karena masih terbilang sekutu, Fang Ling langsung di berikan ijin untuk melihat hewan seperti apa yang di kurung di kandang besar tersebut.


Ternyata di dalam kurungan tersebut terdapat seekor harimau putih berukuran besar, hawa yang di pancarkan harimau itu bersifat dingin.


Saat Fang Ling berniat mendekatkannya wajahnya ke depan kurungan untuk melihat lebih detail, sebuah cakaran hampir mengoyak wajah Fang Ling jika dia tidak cepat menghindar kebelakang.


Dua penjaga yang berada di depan kandang besar itu tertawa, mereka ikut serta melihat kehebatan harimau putih dari luar kandang bersama Fang Ling.


Karena tertarik pada Fang Ling, salah seorang pria sedikit tertawa lalu berkata.


"Kau tidak percaya di mana hewan ini di dapat, bahkan tidak sedikit orang yang kehilangan nyawa hanya untuk menangkap hewan ini.."


Fang Ling menoleh ke arah pria yang berbicara padanya."Memangnya di mana hewan ini di dapatkan..??"


Pria itu awalnya sedikit ragu, diapun menatap harimau putih di depan dan akhirnya mau bercerita.


"Hewan ini adalah hewan yang sangat langkah, fisik serta kemampuannya tidak berbeda jauh dengan si taring es harimau yang hanya di temukan di alam kehidupan..


"Tetapi yang menjadi perbedaan antara kedua hewan ini adalah kemampuan dalam mencerna amarah, harimau yang kita lihat sekarang ini memiliki kecenderungan buas dan suka menyerang siapapun yang dia anggap sedang mengancam...


"Aku tidak menyalahkan hewan ini, tetapi saat melakukan penangkapan di sebuah hutan perbatasan benua Salju abadi..Pasangan ku ikut menjadi korban, aku sangat ingin membunuh hewan ini karena hal itu.."Kata penjaga itu dengan nada sedikit bergetar, seakan mengekspresikan amarah di dalam hatinya.


"Eh..?! Kau sedang mengarang cerita, dia bukan pasangan mu..Apa kau lupa saat sebelum dia mati, kau gagal menyatakan perasaan mu kepadanya..?"Seorang penjaga lagi berkata.


"Tetap saja, hati ini merasa sakit.."Kata pria pertama, lagi-lagi dengan nada sedikit bergetar.


Di saat kedua penjaga itu saling berbicara, Fang Ling masih memperhatikan harimau di dalam kandang di hadapannya..Nampak harimau itu sedang tertidur, hingga pada beberapa saat tatapan keduanya bertemu..Harimau itu sedikit tersentak tetapi tidak memperlihatkan reaksi, dia hanya menatap Fang Ling sebentar sebelum kembali tidur.


Fang Ling tau jika harimau itu adalah ras campuran satu taring es dan harimau biasa, karena itulah fisik serta kemampuan kedua golongan tersebut tidak terlalu berbeda jauh.

__ADS_1


Setelah puas melihat-lihat Fang Ling beranjak dari tempat itu untuk mencari Lang Ming, dia berjalan menyusuri tempat itu dan memeriksa satu persatu kurungan..Siapa tau dia menemukan Lang'Ming, setelah mendapat kesialan secara beruntun.


Tidak jarang saat memeriksa kurungan, semua budak nampak ketakutan melihat Fang Ling karena berpakaian layaknya seperti penjaga.


Fang Ling memaklumi hal itu karena dia sendiri mengerti, kejahatan apa saja yang sudah budak-budak itu rasakan.


Hingga pada saat hanya tinggal beberapa kurungan yang belum Fang Ling periksa, dia melihat seseorang yang tidak asing sedang duduk bersender di dalam kurungan beberapa meter di depan.


"Apa yang membuatmu mau datang ke sini, penjaga..?? Bertanya kapan aku akan mati..? Sebaiknya kau persiapkan diri terlebih dahulu, karena kau akan mati lebih dulu dariku."


Sosok pria itu adalah Lang Ming, dia menggunakan pakaian putih tipis dengan tubuh tinggal tulang.


Fang Ling sedikit terkejut dengan perubahan pada Lang Ming, bahkan dia terkejut ketika sadar kedua mata Lang Ming memancarkan cahaya kehijauan yang indah.


Tetapi saat Lang Ming menatap dirinya, pria itu seakan tidak mengenal siapa Fang'Ling..Raut wajah Lang Ming nampak sangat datar, kedua matanya yang cemerlang nyaris tidak terlihat ada semangat di dalamnya.


"Apa yang kau lihat..??"Lang Ming berkata dengan nada dingin, dia nampak sedang menggenggam beberapa kristal alam yang sebagian-nya nampak sudah hampir kehabisan energi.


Dua atau tiga hari bertahan dari racun mematikan bukankah perkara mudah, hal itu adalah masa-masa sulit bagi Lang'Ming yang hanya bermodalkan kristal alam untuk bertahan.


Fang Ling tentunya tidak dapat mengeluarkan Lang Ming saat ini karena masih terdapat banyak penjaga yang berjalan modar mandir.


Untuk menjalankan misi dalam membunuh semua orang yang ikut serta dalam lelang ini, Fang Ling harus menjadi pengantar barang yang akan di lelang.


Setelah pada waktu yang tepat, yaitu tau dimana letak teman Fixie.. Fang Ling akan melepaskan kurungan Lang Ming secara diam-diam dan memberikan tugas kepada pria itu untuk melepaskan semua budak di tempat ini, lalu kabur melewati area Utara kota mikaze.


Bagi budak yang sudah terlanjur masuk ke daftar penjualan barang pertama, akan menjadi urusan tersendiri bagi Fang Ling yang bertugas menjadi pengantar barang.


Memang rencana ini akan sangat bar-bar dan ceroboh, tetapi dari berbagai aspek pikiran hanya dengan cara ini Fang Ling dapat mengurangi masalah di benua pasir mati dan menyelamatkan semua budak dengan bantuan Lang Ming.


Pemikiran Fang Ling tiba-tiba terhenti begitu seseorang memanggilnya, dengan berat hati Fang Ling meninggalkan Lang Ming untuk sementara.


Tetapi Lang Ming sudah kembali seperti sediakala, tubuhnya kembali di penuhi dengan energi berkat esensi kaisar naga yang Fang Ling lepaskan secara diam-diam.


Lang Ming tersenyum kecil."Setelah menyembuhkan banyak budak, apa dia masih memiliki cukup energi yang akan di gunakan untuk melawan ratusan pendekar di berbagai tingkat secara bersamaan..??"


•Pendekar rajawali


•Legenda sang dewa naga


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2