
Suara itu mengejutkan sekujur tubuh Yung Qian, hingga efeknya membuat dia hampir berlutut saat merasakan hawa besar sedang berdiri di hadapannya.
"Fang Ling ? Kau kah itu ?? tapi, apa yang terjadi dengan kedua mata mu,"Yung Qian berjalan menghampiri Fang Ling.
Mendengar deretan pertanyaan dari Yung Qian membuat Fang Ling bingung ingin memulai dari mana. Menyadari hal itu Yung Qian mengajak Fang Ling untuk ke Kediamannya dan bercerita di sana.
"Ayah, siapa paman ini ?"Tanya anak Yung Qian sambil meminta agar di gendong.
Sontak mata Fang Ling terbelalak karena sempat mengira jika bocah itu hanya kerabat Yung Qian, namun mendengar anak itu memanggil Yung Qian dengan sebutan ayah membuat Fang Ling semakin tidak mengerti.
"Saudara Qian, dia anak mu ?
Yung Qian menggendong anaknya,"Benar dia adalah anakku, namanya Yung Gui Ma anak pertamaku,"
"Tapi bukankah Gui Fei laki-laki ?"Tanya lagi Fang Ling dengan wajah tidak percaya.
"Benar, anak ini memiliki margaku dan marga istriku menandakan jika dia adalah anak adopsi,"Jelas Yung Qian sambil berjalan kembali ke kediamannya bersama Fang Ling.
"Walaupun begitu dia sangat mirip dengan mu, tapi sifatnya selembut Gui Fei hal ini lebih baik karena akan buruk jika dia mengikuti mu,"
"Seterah kau saja saudara, lalu bagaimana dengan mu ? apa kau juga sudah punya anak ??"Tanya Yung Qian.
"Tidak..Aku masih ingin menambah istri daripada harus memiliki anak karena sangat merepotkan,"
"Ayolah.. saudara pasti bercanda,"
Fang Ling tertawa,"Tentu saja aku bercanda, mengenai hal itu mungkin aku tidak akan mendapatkannya karena harus menuntaskan tugas terlebih dahulu,"
Kedua pria itu terus bercengkrama seolah tidak ingat jika pernah bertarung beberapa bulan lalu, merekapun duduk di teras rumah Yung Qian sedangakan anaknya bermain di halaman rumah.
"Ma'er panggil ibu mu dan katakan kepadanya ada tamu penting di sini,"Ujar Yung Qian setelahnya kembali berbincang bersama Fang Ling.
"Baik, ayah"
Bocah kecil itu berjalan menaiki beberapa anak tangga dan masuk ke dalam rumah untuk memanggil ibunya.
Berselang beberapa saat seorang laki-laki berwajah selayaknya elf nancantik keluar dari rumah dengan membawa beberapa makanan ringan menggunakan pakaian putih polos tanpa pola.
Seketika Gui Fei terkejut karena yang menjadi tamu kakli ini adalah seseorang yang sangat di kenalannya beberapa bulan lalu, Yung Qian bahkan terus bercerita tentangnya saat Fang Ling menyelamatkan nya.
Sontak melihat kedatangan Gui Fei, Fang Y langsung tersenyum lembut merasa senang jika dia kini sudah baik-baik saja dan terbebas dari racun yang menggerogoti tubuhnya.
"Gui Fei kau sudah sadar, bagaiman keadaan mu ?"Tanya Fang Ling.
Gui Fei meletakan minuman dan makanan ringan di depan Fang Ling dan suaminya, iapun duduk namun Yung Qian segera merangkul tubuhnya.
__ADS_1
"Dia sudah sadar satu bulan yang lalu,"Jelas Yung Qian, karena Gui Fei tidak lagi bisa bicara menahan malu.
Melihat keromantisan pasangan di hadapannya membuat Fang Ling merasa senang,"Baguslah jika begitu, aku tidak yakin bagaimana jika Gui Fei akan mati di tempat karena Yung Qian sudah menangis seperti anak kecil,"
Gui Fei tertawa karena menangis sangat tidak cocok dengan wajah Yung Qian, sedangakan Yung Qian nampak menyembunyikan rasa malunya.
"Lalu apa yang terjadi dengan kedua mata saudara ?"Tanya Yung Qian untuk membalikan topik.
Fang Ling membuka penutup matanya dan membuka kelopak mata, memperlihatkan dua masa berwarna silver cara nan indah.
"Aku buta karena racun ular weling, hal ini terjadi ketika bertarung dengan seseorang tetua di sekte naga langit,"
Untuk sesaat Yung Qian dan Gui Fei tercengang melihat kedua mata Fang Ling, mereka kembali terkejut dengan kata sekte naga Langit yang keluar dari mulut Fang Ling.
"Apa Saudara mengenali sekte naga langit ?"Tanya Yung Qian.
Fang Ling tersenyum, dia mengeluarkan liontin giok tanda pengenal dari sekte naga langit dan memperlihatkannya pada Yung Qian dan Gui Fei.
"Aku murid dari sekte naga langit, karena ada beberapa alasan aku berhenti mengikuti tahap seleksi di sekte gunung tengkorak dan menjadi murid sementara di sekte naga langit,"
Yung Qian dan Gui Fei mengangguk.
"Jujur saja, aku sempat mengira jika saudara Qian masih berada di sekte gunung tengkorak untuk mengikuti tahap seleksi,"Kata Fang Ling.
"Tidak saudara, aku dan Fei'er sudah pergi dari sekte itu saat saudara menyelamatkan Gui Fei dari kematian,"
"Uhuk uhuk..Saudara Qian, ada sesuatu yang penting untuk di bicarakan berdua,"Ujar Fang Ling dengan wajah serius.
Melihat perubahan ekspresi pada Fang Ling membuat Yung Qian juga menjadi serius, dia menyuruh Gui Fei untuk masuk ke rumah dengan membawa anaknya.
Kini di tempat itu hanya ada Fang Ling dan Yung Qian, mereka saling bertatapan hingga Fang Ling memutuskan untuk bercerita tentang tujuannya ke kediaman Yung Qian dan meminta bantuan kepadanya.
"Jadi saudara ikut dalam peperangan itu ?"
Fang Ling mengagguk,"Benar, secara tidak langsung sekte naga langit sudah ikut campur karena tetua dari sekte itu membantu putri kaisar,"
"Mengenai bantuan ini sebenarnya aku tidak yakin, hal ini juga menyangkut sekte ku yang sangat amat tertutup dengan dunia luar,"
Melihat reaksi Yung Qian yang seperti akan menolak membuat wajah Fang Ling sedikit muram, namun Fang Ling tetap bersikap santai untuk mendengarkan penjelasan Yung Qian.
"Tapi apakah saudara Lin sudah mendengar rencana aliansi dari sekte aliran hitam yang mencangkup benua teratai perak ?
Mata Fang Ling melebar,"Tidak... Aku tidak mengetahui hal ini, bagaimana cara Saudara mengetahuinya,"
"Ada beberapa alasan kuat mengapa sekte ku bernama sekte elang emas, karena setiap muridnya akan di berikan seekor elang yang akan di latih untuk mencari informasi,"
__ADS_1
"Lalu bagaimana caranya elang itu memberi tahu mu tentang strategi aliansi dari sekte aliran hitam ?"
Yung Qian membuka matanya dan berubah waran menjadi warna mata elang berwarna emas.
"Kemampuan kami sangat spesial karena bisa melihat dan mendengar apa yang di lihat dan di dengar elang kami, hal inilah mengapa sekte kami menjadi sekte kuat karena banyak informasi penting yang kami ketahui,"
Mendengar penjelasan itu membuat Fang'Ling sangat terkejut, hal ini juga tidak ada di ingatan pertamanya.
"Lalu selain aliansi aliran hitam, apa yang saudara ketahui ?"
"Penyerang..Penyerangan akan di lakukan dari arah Utara tepatnya berada di hadapan kerajaan, mereka berniat menghancurkan kerajaan benua teratai perak untuk menjadi penguasa di benua ini,"
Akhirnya Fang Ling mengerti mengapa kota atau desa di benua teratai perak tidak di hancurkan oleh sekte aliran hitam, karena memang tujuan mereka hanya menguasai benua teratai perak dan menghancurkan kerajaannya.
"Hal ini tak kalah pentingnya.. Karena penyerangan akan di lakukan satu minggu dari hari ini,"
Kini Fang Ling benar-benar terkejut, hal ini bukan hanya menjadikan pihak kerajaan terdesak tapi juga menjadi awal kehancuran benua teratai.
"Wak--waktu sesingkat itu tidak mungkin bagi pihak kerajaan untuk bersiap menghadapi perang,"
"Yang saudara Lin kata memang sangat benar, paling tidak aliansi aliran hitam memiliki lima ribu pendekar yang jika di gabungkan sama dengan seratus tetua di tingkat setengah abadi,"
Dengan wajah yang kebingungan Fang Ling mencoba untuk berpikir jernih, jika salah sedikit saja maka taruhannya adalah jutaan nyawa di benua teratai perak.
"Hal ini sangat tidak menguntungkan, ini sama saja dengan seekor sapi yang di hadapankan oleh sebuah jurang yang pasti akan membunuhnya,"
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang abadi
__ADS_1
Bersambung