Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Han Dong


__ADS_3

Sebelum bertindak lebih jauh, Fang Ling memperhatikan sekelilingnya..Lalu tersenyum kecil."Nona, bagaimana jika aku menjelaskan apa yang terjadi..Sehingga tidak ada pertumpahan darah di tempat ini, apalagi untuk masalah yang tidak kau ketahui kejelasannya."


Meskipun Fang Ling berkata demikian, tetap saja wanita gemuk pemilik Paviliun itu tidak terima sebab merasa sudah di permalukan di hadapan semua orang..Diapun tetap memerintahkan semua pengikutnya untuk membunuh Fang Ling.


Tetapi saat semua bawah perempuan pemilik Vapiliun melangkah, Fang Ling mengangkat tangannya.. Tentunya ia berusaha untuk tidak membunuh orang hanya karena kesalahan pahaman, sebab itulah Fang Ling memilih mencari jalan keluar lain.


"Begini saja, aku akan membayar semua kerugian yang bahkan tidak aku lakukan..Tetapi cukup sampai di sini saja permasalahannya..Aku juga memiliki urusan yang harus segera di selesaikan."


"Jangan menilai masalah ini terlalu mudah..! Apakah kau berpikir jika amarah ku saat ini bisa di atasi dengan uang, kau salah besar..Setalah membunuh mu,kami semua tetap akan mendapatkan uang."Pemilik penginapan itu nampak di kendalikan amarah..Ia merasa dirinyalah yang di rugikan saat itu.


Sementara Fang Ling berusaha untuk tidak emosi.. Walaupun sejak awal ia sudah mengepal karena geram tetapi memikirkan ada banyak orang tidak bersalah sedang berada di tempat itu..Maka iapun memendam emosinya untuk keselamatan mereka.


"Jika nona tidak menginginkan uang, maka akan ku berikan bukti..Jika perempuan ini tidak ku sentuh, jika ada.. kenapa tidak ada tanda-tanda aku sudah menyentuhnya..Dan lagi, ia sendiri yang sudah membuka pakaiannya."


"Dasar pembual..!!!"Perempuan gemuk itu menunjuk Fang Ling dengan kipas lipatnya."Tidak ada orang yang mengaku setalah melakukan hal yang buruk,"


Fang Ling memperhatikan keadaan di depan..Iapun menggelengkan kepalanya sambil berdecak beberapakali."Sayang sekali, kau memang tidak bisa di ajak bicara baik-baik."


Karena tidak bisa di ajak bicara baik-baik, Fang Ling melepaskan hawa intimidasi, membuat semua orang yang berada di tempat itu terdiam membeku dengan nafas menjadi berat.


Keadaan yang di rasakan semua orang juga ikut di rasakan oleh gadis elf.. meskipun memiliki kemampuan yang berada di atas manusia, ia juga tidak sanggup mengelak dan akhirnya tetap terpengaruh oleh hawa intimidasi Fang'Ling yang sudah mendominasi seisi ruangan tersebut.


Merasa kasihan terhadap gadis elf tersebut, Fang Ling menyentuh pundaknya hingga akhirnya gadis itu tidak lagi merasakan hawa yang sangat menyesakan tadi.


Fang Ling berjalan mendekati pemilik Paviliun yang nampak kesulitan bernafas, bahkan untuk sekedar menelan ludah sangat sulit baginya.


"Aku tidak ada urusan denganmu..Begitu juga dengan masalah ini, aku tidak tertarik dengan gadis itu..Jadi apa kau bisa mengerti..? Aku tidak pernah menyentuhnya."Ujar Fang Ling dengan nada dingin, hingga membuat perempuan gemuk itu pingsan.


Setelah merasa semua masalah sudah selesai..Fang Ling menarik kembali hawa intimidasi nya, sehingga orang-orang kembali dapat bernafas dan bergerak normal lagi.


Begitu tau jika Fang Ling bukanlah pendekar biasa..Semua orang yang berada di tepat itu membungkuk meminta maaf meskipun mereka tidak membuat masalah..Tetapi kejadian tadi sudah cukup membuat mereka belajar untuk menghargai orang lain, sehingga merekapun bubar satu persatu.

__ADS_1


Sementara bawahan perempuan pemilik Paviliun buru-buru mengangkat majikan mereka, karena tubuhnya sangat besar mereka butuh beberapa orang untuk mengangkatnya..Mereka beruntung tidak langsung menyerang Fang Ling, setelah merasakan hawa tadi mereka dapat menebak jika tadi mereka baru saja selamat dari kematian.


Begitu tempat itu kembali tenang, Fang'Ling berbalik dan menatap gadis elf yang masih duduk di lantai dengan pandangan kosong seolah-olah sudah kehilangan semangat hidup.


"Haaaa...Kau ini merepotkan ku saja, buat dirimu berguna..Dengan begitu aku akan akan sedikit terbantu."Fang Ling mengacak-acak rambutnya, ia tidak tega melihat perempuan itu terpuruk dalam kesalahannya.


Gadis itu mengangkat kepalanya."Jadi tuan bersedia membantuku..?


Fang Ling berjalan menuju tangga, dia melambaikan tangan."Seterah kau saja mau menilainya seperti apa..Jika tidak mau di tinggal, cobalah untuk tetap berada di belakangku."


Gadis elf itu buru-buru berdiri, iapun berlari menyusul Fang Ling dengan senyuman yang kembali menghiasi wajahnya."Tenang saja tuan..Aku akan tetap berada di belakangmu,dan lagi aku akan membantumu sebisaku..Ah..aku lupa, namaku Fixie."


Fang Ling menghela nafas." Ya, ya.. Ternyata kau banyak bicara Xie'Xie..Dan lagi jangan memanggilku dengan sebutan,tuan.. Aku juga memiliki nama."


"Baik,Tuan."Fixie berjalan di belakang Fang Ling..Ia menarik syal hitam yang selalu terikat di leher Fang Ling.


"Kau ini suka berbuat seenaknya, setera kau saja.."Karena malas meladeni gadis sembrono itu, Fang Ling berjalan menuruni anak tangga dengan di ikuti Fixie di belakangnya.


Begitu berada di lantai utama, Fang Ling langsung di hormati oleh orang-orang..Hingga hal itu cukup mengganggunya, tetapi saat akan berjalan keluar seseorang memanggilnya.


Seseorang itu adalah paman dari Ruo Xin dan Su Qin..Juga kedua orang itu juga berada di tempat yang sama..Yaitu di sebuah meja tamu VIP dengan banyak gadis di tempat itu.


Setalah menjual Fang Ling, mereka benar-benar menjadi seorang konglomerat yang haus akan surga dunia.. Tetapi berhubung Fang Ling tidak tau masalah itu, di tambah ia tidak mengenal semua orang tersebut.. dapat di pastikan tiga orang itu masih dapat bernafas lebih lama.


Karena sudah di panggil..Mau tidak mau Fang Ling memutar arah dan menuju ke tempat dimana orang-orang yang memanggilnya berada.


"Maaf tuan-tuan sekalian, apa aku mengenal kalian..?"Tanya Fang Ling, ia tidak dapat menyembunyikan raut wajah kebingungannya.


Sadar jika Fang Ling tidak mengenal mereka..Di tambah Ketiga pria itu sempat merasakan hawa berbahaya dari Fang'Ling, merekapun bernafas lega dan saling memandang sambil menunjukan senyuman penuh makna.


"Hahaha, namaku Dong Han..Tidak, kita tidak saling mengenal..Hanya saja aku mendengar dari gadis-gadis ini jika saudara sedang mencari informasi mengenai lelang hitam."

__ADS_1


Paman Ruo Xin dan Sun Qin memperkenalkan dirinya yang bernama Dong Han..Sementara Fang Ling yang mendengar kata lelang hitam nampak tertarik dengan pria itu..Tetapi ada dua orang yang sedari tadi selalu menahan nafas saat kedatangan Fang Ling, mereka adalah Ruo Xin dan Sun Qin.


Keduanya sama-sama ketakutan tatkala sudah menjual Fang Ling sebelumnya.. Tetapi keberuntungan sedang berpihak pada mereka, karena Fang Ling tidak mengenal mereka karena saat itu ia masih dalam keadaan pingsan.


Fang Ling nampak tertarik, iapun di persilahkan untuk duduk oleh Dong Han.. Sementara Fixie berdiri di sampingnya, menjadi pusat perhatian Ruo Xin dan Sun Qin yang kebetulan duduk berhadapan dengan Fang Ling.


"Senior, jika memang anda mengetahui informasi mengenai lelang hitam..Apa anda tidak keberatan memberitahuku..?"


Dong Han tersenyum penuh makna, ia juga terlihat mengusap janggutnya yang sudah sangat panjang dan memutih.


"Aku tidak masalah memberitahu mu.. Tetapi.."Dong Han tidak melanjutkan perkataannya..Ia malah cengar-cengir sambil sesekali memukul punggung Sun Qin di sampingnya.


"Paman itu sakit, dasar mata uang.. Jangan membawaku dalam masalah keuangan mu.."Umpat Sun Qin sambil membalas pukulan Dong Han, sementara pria sepuh itu masih cangar-cengir seperti orang bodoh.


Sadar apa yang pria sepuh itu mau..Fang Ling hanya tersenyum kecil, ia mengeluarkan satu koin emas dan melemparnya ke arah Han Dong.


Dengan sigap Han Dong menangkap dan langsung menyimpan koin emas tadi..Iapun tertawa lantang hingga membuat garis-garis Paviliun yang berada di tempat itu tertawa geli melihat tingkahnya.


"Saudara memang sangat bijak..Hahaha.. Baiklah, akan ku berikan sedikit informasi tentang lelang ini..Yang pasti untuk masuk ke dalam acara, kau membutuhkan sebuah plakat khusus."


"Plakat ? Tanya Fang Ling bingung.


Han Dong mengangguk."Ya..Plakat ini hanya di peruntungan untuk orang-orang yang di undang ke dalam acara tersebut... Hanya plakat itulah kunci satu-satunya jika saudara ingin masuk ke dalam acara lelang tersebut."


**Cie...Kalian pasti kepo bagaimana hujud form Fang Ling saat menggunakan jubah tempur dengan elemen tunggal..


Berikut beberapa Ilunstrasinya** :



__ADS_1



Bersambung....


__ADS_2