
Seketika suasana begitu dingin saat ketiga perempuan itu menatap Fang Ling dengan tatapan membunuh, ketiga perempuan itu terlihat mempunyai banyak pertanyaan terhadap Fang ling.
Di tengah-tengah kecanggungan Fang ling hanya bisa berdoa jika ada seseorang yang membantunya, benar saja. beberapa saat kemudian Luo tang terlihat berjalan dari ujung jalan ke arah Fang ling.
Melihat tatapan ketiga perempuan itu yang seakan ingin mengoyak mangsanya yang berupa Fang ling, Luo tang hanya tersenyum canggung melihat keadaan muridnya.
"apakah aku menganggu kalian ? Jika iya, aku akan pergi,"kata Luo tang mencoba untuk lepas dari tatapan ketiga perempuan di hadapannya.
"Guru, selamatkan aku ! Teriak Fang ling.
Wajah Luo tang di penuhi dengan keringat dingin, dirinya merasa sangat senang dengan kehadiran muridnya yang tanpa luka sedikitpun, namun situasi sedang berbahaya.
Di tengah-tengah kebingungannya, Luo tang tidak sengaja melihat Shun Jing. Cukup lama memperhatikan gadis itu, Luo tang tiba tersenyum cerah.
"Kau... bukankah kau Shun Jing ? Ya sepertinya aku tidak salah, keluarga mu sudah menunggu di kediaman keluarga-Su," Kata Luo tang mencoba untuk meluruskan masalah yang terjadi.
Tatapan Yen Siulan dan Su Yulan berbalik menatap Luo tang, hingga Su Yulan angkat bicara dengan mengatakan,"Guru mengenal perempuan itu ?
"Benar, dia adalah adik dari sahabat ku Shun Quan. Mereka akan tinggal di kediaman Su Yulan, karena dia adalah salah satu tamu kehormatan," Jelas Luo-tang.
Setelah mendengar penjelasan Luo tang dengan seksama, Yen Siulan dan Su Yulan membantu Fang ling untuk berdiri, sekaligus membersihkan pakaiannya yang sedikit kotor.
Dengan malu-malu Su Yulan berkata,"Fang ling, maafkan aku... ak-aku hanya terkejut karena kau membawa perempuan itu,"
Dengan lembut Fang ling mengusap kepala Su Yulan dan tersenyum cerah karena dapat kembali bersama mereka, walaupun hampir berakhir di dalam perut hydra yang hampir saja membunuhnya.
"Bukan masalah, aku sangat lelah. Bagaimana jika kita melihat-lihat kediaman Su Yulan," Kata Fang ling sambil meregangkan tubuhnya yang kaku.
Merasa sangat senang karena Fang ling sudah kembali, Su Yulan memeluk tangan kanannya dan begitu juga dengan Yen Siulan yang juga ikut memeluk tangan kiri Fang ling.
__ADS_1
Secara bersamaan mereka berjalan ke kediaman keluarga Su yang begitu terkenal. Hingga Fang ling tidak sadar, jika ia tidak sengaja melupakan Shun Jing yang berjalan bersama Luo tang di belakangnya.
Luo tang yang tidak sengaja melihat Shun Jing yang terus memperhatikan Fang ling dengan tatapan sedih, hanya menggelengkan kepalanya. Dirinya merasa tidak tau harus membantu Shun Jing, karena ia juga tidak tau mengenai hal-hal yang berbau keromantisan.
Namun melihat Shun Jing yang terlihat sangat, sedih membuat hati luo tang melunak, dengan bijak dirinya berkata,"Shun Jing, jika kau menginginkan sesuatu kau harus berusaha,"
Mendengar perkataan Luo tang, Shun Jing hanya terdiam beberapa saat sebelum berlari menyusul Fang ling. Dirinya menaiki gendongan Fang ling, membuat Su Yulan dan Yen Siulan merasa jengkel.
"Kenapa kau seenaknya menaiki tubuh Fang ling ?! kata Su Yulan dengan tegas dan terus terang.
"Benar...Fang ling perempuan ini sebenarnya siapa ? apakah benar dia hanya teman mu," Kata Yen Siulan nampak kesal.
Dengan wajah penuh keringat dingin Fang'ling berusaha menjawab dua pertanyaan itu, walaupun dengan tubuh gemetaran dan terasa panas dingin.
"Dia adalah orang terdekat ku, sama seperti kalian berdua... dan ku harap, kalian bisa menghormati satu sama lain," Kata Fang ling, walau sebenarnya dia menyukai ketiga gadis itu.
Su Yulan, Yen Siulan dan Shun Jing hanya terdiam, walaupun mereka bisa menghormati satu sama lain. Namun tetap saja terdapat sebuah perasaan yang membuat mereka ingin mendapatkan Fang ling untuk dirinya sendiri.
Merasa sangat terganggu dengan penutup wajah Shun Jing, Fang ling mencoba untuk membujuknya agar mau melepaskan penutup wajah itu.
"Shun Jing, lepaskan penutup wajah itu. Aku tidak bisa melihat wajahmu, seperti Su Yulan dan Yen Siulan,"Kata Fang Ling lembut.
"Tidak mau, aku malas menjadi pusat perhatian orang-orang,"Ucap Shun Jing ketus dan terlihat sedang memainkan rambut Fang ling yang terurai.
Dengan jahilnya, Fang ling menggoncang tubuhnya agar Shun Jing yang berada di punggung takut akan terjatuh,"Lepaskan topeng itu atau aku akan menjatuhkan-mu,"
alih-alih merasa takut, Shun Jing berbalik menggigit bahu Fang ling cukup kuat,"Coba saja jika kau berani,"
"Aku akan menghukum mu seperti di dalam kamar kapal jika kita sudah berada di kediaman keluarga Su," Kata Fang ling mencoba kembali menakuti Shun Jing.
__ADS_1
Seketika wajah Shun Jing memerah saat mengingat kejadian memalukan yang menimpa pantatnya, ia ingin melupakan kejadian melakukan itu tapi selalu terbayang kembali.
Setelah berjalan cukup lama, Semua orang dapat melihat sebuah gerbang tinggi yang terbuat dari bebatuan yang begitu kokoh. Penjaga gerbang yang melihat kedatangan Su Yulan langsung membungkuk dan membukakan gerbang dengan lebar.
Setelah berada di dalam gerbang, mata Fang ling melebar melihat pepohonan yang tumbuh di pinggiran jalan setapak yang di lalui nya.
Terlihat sekte gunung tengkorak begitu berbeda dengan sekte pedang bambu yang di penuhi dengan rumah-rumah penduduk saat memasuki gerbang sekte.
Terlihat tidak ada satupun rumah saat Fang ling berjalan memasuki gerbang sekte, ia hanya melihat tumbuhan-tumbuhan liar yang tubuh dengan subur dan sehat nampak sangat terawat.
Walaupun di katakan dengan sebutan pulau, Nyatanya pulai itu mempunyai lebar dan besar hampir menyamai satu dari sepuluh benua.
Jalan yang di lalui Fang ling nampak seperti jalan yang biasa di temui di dalam hutan, namun yang membuatnya berbeda dari hutan pada umumnya adalah pepohonan yang tumbuh di mana-mana namun terkesan rapih dan indah.
Bahkan tidak ada satupun sampah sejauh mata memandang, rumput yang tumbuh di tempat itu juga sangat berbeda pada rumput umumnya yang biasa di temui orang-orang, karena terkesan sangat hijau dan lembut.
Setelah berjalan menyusuri jalan setapak itu cukup lama, Fang ling dapat mendengar suara-suara banyak orang di ujung jalan.
Karena tidak sabar untuk melihat bagaimana rupa sekte gunung tengkorak, Fang ling berlari ke atas bukit di depannya dengan meninggalkan ketiga perempuan di belakangnya.
Mata Fang ling melebar dan nampak berbinar melihat banyak bangunan besar dan tinggi di hadapannya, tidak jauh dari tempat yang nampak di gunakan untuk pelatihan. Juga terdapat rumah-rumah penduduk yang begitu rapih dan terkesan indah.
Selain itu tempat semua peradaban di hadapannya adalah di sebuah Padang rumput yang amat sangat luas, hingga membuat bangunan yang begitu banyak tidak membuat wilayah Padang rumput itu habis.
"Sungguh indah ! Jerit Fang ling kegirangan.
Ilunstrasi : Fang ling and Su Yulan ❤️
__ADS_1
Bersambung ......