
Kejadian beberapa jam yang lalu benar-benar membingungkan, tetapi karena pertemuan tadi Fang Ling menjadi satu-satunya pendekar yang mampu menahan elemen es dari dewa es itu sendiri.
Sekarang Ranzel sudah menyatu dengan Fang Ling, tubuhnya hancur lebur menjadi butiran cahaya. Kejadian ini ada juga kaitannya dengan kebangkitan Ranzel beberapa hari terakhir.
Kebangkitan Ranzel bukanlah tanpa sebab, beberapa bulan lalu ia terbangun dari tidur panjangnya begitu merasakan dentuman hebat dari energi dahsyat Fang Ling saat melawan beberapa tetua di tahap seleksi sebelumnya.
Energi itulah yang membangunkan Ranzel. Hingga sampai detik ini ia sudah berhasil memberikan semua kekuatannya kepada orang terpilih.
Untuk saat ini dan seterusnya takdir langit di berikan kepada Fang Ling, saat ini ia bertujuan menyelamatkan tiga dunia untuk membunuh dalang dari kekacauan yang terjadi di tiga dunia tersebut.
Tetapi jalan di depan tidak selalu lurus, akan ada macam-macam penghalang yang akan menghambat perjalanan Fang Ling. Namun, pemuda itu memutuskan untuk membuang jauh-jauh rasa putus asa dan memilih untuk terus melangkah.
Di saat tubuh Fang Ling tengah sekarat dan di penuhi retakan akibat lonjakan energi es yang meningkat secara tiba-tiba, sekelompok orang menggunakan onta menemukan Fang Ling tengah tidak sadar diri di atas gurun pasir.
Kelompok itu terdiri dari tiga orang, mereka semua ada pria paruh baya berumur 45 sampai 50 tahun. Juga terlihat mereka menggunakan pakaian tebal yang menutupi hampir semua tubuh termasuk wajah mereka.
Mereka menggunakan pakaian yang sangat tertutup bukanlah tanpa alasan, guna dari pakaian itu untuk melindungi mereka dari debu dan pasir yang tertiup angin sehingga tidak mengganggu pengelihatan.
Jika padang pasir akan sangat panas di siang hari, maka di malam hari justru sebaliknya. Di malam hari padang pasir akan menjadi sangat dingin, bahkan dapat membunuh.
Setelah berada cukup dekat dengan tempat Fang Ling tergeletak, seorang pria dari kelompok itu menunjuk ke arahnya."Tuan, lihat ada orang di sana...
"Kau gila ? tidak mungkin ada manusia yang berani berkeliaran di gurun pasir saat malam hari, jika ada pasti orang itu sedang mencari mati,"
"Saudara, sadar atau tidak kau sedang membicarakan diri sendiri, saudara pikir apa yang kita lakukan sekarang ?
"Ah, kau benar juga."
"Ha dasar !
Seorang pria yang mengendarai onta di bagian paling depan mengangkat tangan."Diam... Sepertinya di depan memang ada seseorang, hampir semua tubuhnya tertutup oleh pasir."
Pemimpin dari kelompok itu adalah seorang pria sepuh, namun dia nampak lebih muda karena jumlah tenaga dalam yang di milikinya.
Sementara itu dua pengikutnya tengah celingak-celinguk mencari keberadaan pria yang di maksud. Mata mereka menangkap sesuatu seperti seorang pria tengah tergeletak, tetapi hampir setengah tubuhnya tertutup oleh pasir.
"Kalian menunggu apa lagi ? Cepat lihat, pastikan dia hidup atau mati."Perintah pemimpin kelompok itu.
"Baik, paman,"
"Yaaa, pamann"
Kedua pria paruh baya tersebut turun dari onta mereka dan berlari menghampiri Fang Ling yang kebetulan tergeletak beberapa meter di depan, tubuhnya tertutup oleh pasir karena itulah susah untuk melihatnya.
Segera kedua pria itu menggali dan mengeluarkan tubuh Fang Ling dari dalam pasir. Kemudian mereka memeriksa detak jantung sekaligus memeriksa pernafasan Fang Ling.
__ADS_1
Setelah dapat di pastikan jika Fang Ling masih hidup, salah satu pria bergegas berlari ke arah pemimpin kelompok sebelumnya.
"Bagaimana dengan keadaannya ? apa dia masih hidup ??"Tanya pemimpin kelompok itu setelah pengikutnya datang dan berdiri di samping onta miliknya dengan nafas terputus-putus.
"Di-dia masih hidup paman, tapi detak jantung dan pernafasannya sangat lemah. Anehnya di tubuh pria itu di penuhi dengan retakan dari kecil sampai besar, dan juga retakan itu mengeluarkan cahaya kebiruan yang memancarkan hawa dingin,"Kata pria itu dengan nada khas orang ngos-ngosan.
Pemimpin kelompok itu nampak tertarik,"Hawa dingin ? Ayo kita ke sana,"
"Baik paman."
Kemudian kedua orang itu berjalan menyusul satu teman mereka yang masih berada di samping Fang Ling. Alangkah terkejutnya mereka begitu sampai, satu orang dari kelompok itu membeku dengan posisi duduk di samping Fang Ling.
"Saudara Ruo Hong !
Pria yang duduk dengan tubuh membeku di samping Fang Ling bermana Ruo Xin, dia memiliki teman bernama Suo Qin. Begitu melihat temannya Ruo Xin membeku, Suo Qin langsung berlari menghampirinya.
"Saudara apa yang terjadi denganmu ?Siapa pelakunya,"Sun Qin menyentuh pundak Ruo Xin, namun hanya di pegang sedikit saja tangan pria itu hancur menjadi kepingan kaca.
"Qin'er ! Jangan sentuh tubuhnya atau tubuh Ruo Xin akan hancur."
Segera pemimpin kelompok itu berjalan menghampiri kedua pengikutnya. Begitu sampai pria sepuh itu memperhatikan kondisi Ruo Xin, iapun hanya dapat menggelengkan kepalanya begitu menyadari kondisi Ruo Xin.
"Kenapa kau menggeleng, paman ? apa Saudara Xin masih bisa di selamatkan ??"Sun Qin sendiri sudah menganggap Ruo Xin saudara kandungnya, semenjak kecil keduanya selalu bersama sehingga kejadian ini benar-benar membuat Sun Qian ketakutan.
"Kenapa kau merengek, apa kau meragukan kemampuan hebat paman mu ini."Ucap pemimpin kelompok itu dengan sombongnya, tetapi soal kemampuan pria itu memang sangat hebat.
Pemimpin kelompok itu mendengus kasar,"Huu dasar tidak sabaran, bahkan merengek seperti anak kecil padahal sudah berumur 40 tahun."
"Paman sendiri bersikap seperti anak kecil berumur lima tahun, cepat selamatkan Ruo Xin dan lekas mencari istri,"
Sempat merasa kesal begitu sadar jika Sun Qian sudah menyindirnya, pemimpin kelompok itu memilih untuk tetap diam karena saat ini keselamatan Ruo Xin adalah masalah utama.
"Bersabarlah Ruo Xin, paman akan menyelamatkan mu."Dengan sangat hati-hati, pemimpin kelompok itu menyentuh dahi Ruo Xin dengan ujung telunjuknya.
Perlahan energi tenaga dalam mengalir dari ujung telunjuk pemimpin kelompok itu, energi itu berhasil membuat es yang membalut tubuh Ruo Xin retak dan akhirnya pecah.
Segera Ruo Xin mengambil nafas dalam-dalam sambil memegangi dadanya,"Aku selamat...Tadi itu hampir saja."
"Saudara kau selamat, untungnya kami datang tepat waktu. Jika tidak mungkin kau sudah lama mati,"
Ruo Xin memandang Sun Qian dengan tatapan marah,"Dasar bodoh ! Jika saja tadi kalian tidak segera berhenti bertengkar, mungkin aku sudah mati."
"Jangan aku, salahkan saja Qin'er, dialah yang sudah membuat tangan kanan mu putus."Dengan polosnya pemimpin kelompok itu berkata, sambil mengupil.
"Dasar tua berengsek !"Ujar Sun Qian sembari mengepal.
__ADS_1
Sementara itu Ruo Xin masih tidak sadar jika ia sudah kehilangan tangan kanannya, tetapi perkataan pemimpin kelompok itu sebelumnya membuat pria itu bingung dan menoleh ke arah tangannya.
"Yang kiri masih ada, yang kanan.... Hilang !! Akhkkkkk, paman, tangan ku hilang."Ruo Xin memegangi bahunya karena tangan kanan pria itu terpotong sebatas bahu.
"Tenang saja saudara, tanganmu akan kembali tumbuh beberapa jam kedepan."Kata Sun Qian dengan raut wajah yang terlihat bodoh sembari mengacungkan jempol kepada Ruo Xin.
"Kau kira aku cicak ?! Dasar bodoh, jangan bermain-main dengan maut !!"
"Paman, Ruo Xin ingin memukul ku !!"
Keduanya pun berlari saling mengejar, tetapi hanya Ruo Xian yang terlihat sangat kesal.
Bruuuukkk
"Aduh...
Sun Quan tidak sadar karena asik berlari menghindari kejaran Ruo Xin hingga tidak sadar menabrak pemimpin kelompok dari belakang hingga membuat pria itu mencium pasir.
"Paman, kenapa kau mencium pasir ??"
"Mungkin dia sudah putus asa mencari wanita yang mau dengan pria tua seperti dirinya, sebab itulah dia memilih mencium pasir."
"Dasar kalian murid-murid bodoh ! jika mau main kejar-kejaran ajak aku sekalian, tetapi kita harus menolong pria ini dulu."Pemimpin kelompok itu beralih menatap tubuh Fang Ling yang tergeletak dua langkah di depannya.
Pemimpin kelompok itu hendak menyentuh tubuh Fang Ling, tetapi Ruo Xin segera menghentikannya.
"Paman hati-hati, saat aku menyentuh tubuhnya. Es akan langsung merambat dan membuatmu bernasib sama sepertiku tadi."Kata Ruo Xin dengan nada mencegah.
pemimpin kelompok itu menarik kembali tangannya,"kau benar juga, lalu bagaimana cara kita membawa pria ini ? apa kalian mempunyai cara ??
Sun Qin mengangkat tangannya,"Paman aku mempunyai ide,"
"Qin'er mempunyai ide, wah sangat aneh... Tapi entahlah, bagaimana menurutmu Xin'er ??"Kata pemimpin kelompok itu.
"Aku juga tidak tau paman,"Ruo Xin mengangkat bahunya,"Tapi tidak ada salahnya kita melihat rencana saudara Sun Qin."
"Ya kau benar, cepat Qin'er apa rencana mu ??"Kata pemimpin kelompok itu sembari kembali menatap Sun Qian yang berdiri di depannya.
"Paman, saudara aku jamin rencanaku akan membuat kalian berdua terkejut... Tunggu di sini, aku akan segera kembali."
Beberapa saat kemudian Sun Qin kembali dengan membawa ketiga unta dan seuntas tali cukup panjang. Tali itu dia ikatkan di kaki Fang Ling, sedangkan ujung tali lainnya ia ikatkan di pelana unta.
"Nah, bagaimana ? apa aku sudah terlihat pintar ??"Sun Qin melipat tangannya di depan dada sambil berdiri melenggang.
"Harus aku akui kau benar-benar pintar kali ini,"pemimpin kelompok itu mengangguk, sementara Ruo Xin terdiam bodoh melihat kepintaran sahabatnya yang di bawah rata-rata.
__ADS_1
Setelah semua perkerjaan selesai di tempat itu merekapun melanjutkan perjalanan dengan Fang Ling yang di seret oleh unta milik Sun Qin.
Bersambung....