Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Ngarai siluman


__ADS_3

Pagi hari yang terik membuat Xiao Bai dan Xiao Qing yang tertidur pulas di malam hari mulai terbangun dan langsung menyadari jika mereka sudah berada di atas punggung Ah Bai yang sedang berjalan.


Di bagian depan Fang Ling menatap bingung jalan yang mereka lalui karena terlihat sama saja seolah dia hanya berjalan memutar.


Karena merasa ada yang aneh Fang Ling mengeluarkan gulungan peta dari udara kosong dan memperhatikannya dalam waktu yang cukup lama,"aneh sekali, kenapa bagian ini di gambar tidak terlalu jelas apakah peta milik kalian juga begini ?


Mendengar permasalahan Fang Ling, Xiao Qing mengeluarkan peta miliknya dan menyamai kedua peta tersebut, hingga terdapat masalah yang sama dengan peta milik Fang Ling.


Terlihat setelah peta itu di samakan jalan yang mereka lalui di gambar tidak beraturan dan tidak jelas, membuat Fang Ling bingung untuk memilih jalan.


"Sepertinya ada rahasia di dalam peta ini, sama seperti saat kita melewati hutan racun di area tiga, dimana saat itu kita menemukan sebuah jalan rahasia di bawah tanah,"Ucap Xiao Qing, begitu menyadari keanehan pada peta itu sama seperti yang di alaminya saat mereka melewati area tiga.


Walaupun samar-samar dan tidak terlalu yakin, Fang Ling sedikit mengingat kejadian saat melewati area tiga hutan racun pada hari itu.


"Benarkah, lalu bagaimana cara kalian menyelesaikan masalah yang ada saat itu ??"Tanya Fang Ling sambil kembali memasukkan gulungan peta miliknya ke dalam cincin dimensi.


"Saat itu kita mencari sebuah petunjuk dari sebuah pohon, singkatnya setelah menemukan pohon yang di maksud kita membuka sebuah gua rahasia,"Jelas singkat dari Xiao Qing.


Fang Ling menggaruk kepalanya dan memperhatikan keadaan sekitarnya untuk di samakan dengan penjelasan Xiao Qing.


"Sepertinya kali ini akan berbeda, tidak ada satupun pohon di sini dan hanya terdapat pasir di seluruh penjuru arah," Untuk memastikannya lagi Fang Ling berdiri di atas tubuh Ah Bai dan mencoba kembali memperhatikan sekelilingnya lebih lanjut tanpa meninggalkan apapun.


Walaupun tau jika Fang Ling sedang mencoba mencari sebuah pohon, Xiao Qing tidak bisa membantunya karena sudah jelas di area tandus seperti ini tidak mungkin ada pohon.


Sedangkan Xiao Bai yang melihat Fang Ling sedikit mengalami kesulitan mencoba untuk membantunya, namun Xiao Qing lebih dulu bereaksi.


"Tuan, sepertinya kita tidak bisa menyamai masalah ini saat kita berada di area tiga, karena kemungkinan besar masalah ini akan berbeda,"


Mendengar penjelasan pintar dari Xiao Qing, Fang Ling kembali duduk sambil mengusap wajahnya dengan tangan,"Sepertinya yang kau katakan memang masuk akal, tidak mungkin di area ini terdapat pohon,"


Xiao Qing kembali memperhatikan peta di tangannya, namu kali ini dia memperhatikan peta itu dengan sangat serius untuk waktu yang lama.


"Sangat aneh dan susah untuk di pikirkan, saat itu jika kita mengarahkan peta ini ke matahari maka akan terlihat petunjuk, namun entah kenapa kali ini hal itu tidak terjadi dan saat aku melakukan hal yang sama juga tidak bisa melihat apa-apa,"

__ADS_1


Untuk lebih rinci agar mendapat petunjuk Xiao Qing kembali mengarahkan peta itu sejajar dengan matahari, namun tetap gambar jalur di area lima terlihat buram dan tidak beraturan.


Merasa tidak tau berbuat apa-apa Fang Ling melompat dari atas tubuh Ah Bai dan mengambil segegam pasir di bawah kakinya, lalu pasir itu menghilang tertiup angin ke arah selatan.


"Aneh, pada umumnya angin bertiup dari timur ke barat dan bukan dari utara ke selatan,"Mata Fang Ling melebar dia membuka kedua sayapnya dan terbang cukup tinggi,"Eh, apakah itu oasis ? tapi kenapa sedikit jauh lebih besar, pantas saja angin bertiup ke arah sana,"


Setelah tau jika alasan angin bertiup dari Utara ke Selatan karena ada sebuah oasis di arah Selatan, karena pada umumnya angin akan bertiup ke arah hutan dan padang rumput.


Fang Ling turun dan duduk kembali di atas tubuh Ah Bai, dia memerintahkan Ah Bai untuk bergerak ke arah selatan karena terdapat oasis di area sana.


Di belakang Fang Ling Xiao Qing dan Xiao Bai kebingungan, karena jalur selatan tidak termasuk area kelima sebab area lima mengarah ke arah Utara.


"Tuan kenapa kau memilih jalan selatan dan bukannya jalan Utara,"Xiao Qing berkata sambil menunjuk ke arah Utara.


Merasa Xiao Qing begitu pintar dan suka berpikir sebelum bertindak, membuat Fang Ling tertarik dengannya dan mengusap pelan kepala gadis itu sebelum menjawabnya,"Apakah kau pernah mendengar pepatah angin bertiup ke arah kehidupan ??


Telinga Xiao Qing seolah berubah menjadi telinga kucing begitu mendapat elusan dari Fang Ling, ia memiringkan kepalanya dan berkata,"Aku tidak mengerti tuan,"


"Contohnya 'Angin bertiup ke arah kehidupan', kehidupan seperti hutan dan tumbuhan, sedangakan kematian seperti area tandus seperti ini. Saat terbang aku melihat ada sebuah oasis di area selatan, namun lebih besar dari biasanya,"Fang Ling menjelaskan sambil tersenyum kecil begitu melihat jejak kaki di jalur yang di lewatinya.


Benar saja tidak membutuhkan waktu lama saat Ah Bai melewati sebuah gunung pasir di ujung jalan, terlihat ratusan pendekar yang ada berjalan ke arah sebuah oasis yang di katakan Fang Ling.


Walaupun berada cukup jauh dari barisan pendekar lain, kelompok Fang Ling dapat melihat sebuah oasis besar yang masih tidak terlalu jelas.


Tidak hanya itu di ujung jalan terlihat pendekar-pendekar yang tersisa memiliki jumlah yang terbilang masih sangat banyak, sebagian dari mereka ada yang berjalan dan sebagai lagi menunggangi hewan kontrak.


Entah kenapa jantung Fang Ling berdetak cepat, kini di dalam pikirannya terbayang wajah dua gadis yang di rindukannya namun dia tidak kunjung menemukan gadis yang di maksud.


Fang Ling memerintahkan Ah Bai untuk berlari dengan cepat hingga membuat pendekar-pendekar lain yang melihatnya terpukau, karena Ah Bai bukanlah hewan biasa dia adalah harimau taring es.


Melihat semua orang dan hewan kontrak dari berbagai jenis begitu menyanjung dirinya, membuat Ah Bai berlari sambil membusungkan dadanya seolah berkata akulah rajannya.


Sebenarnya apa yang di lihat Ah Bai bukanlah lelucon, kemampuannya mampu menekan hewan kontrak lain hingga membuat mereka bersujud begitu Ah Bai berjalan melewati mereka.

__ADS_1


Kini di hadapan kelompok Fang Ling terdapat dua tebing yang sangatlah tinggi hingga menembus awan, terlihat semua pendekar yang sudah sampai berkumpul di sebuah celah berdiameter tidak lebih dari 2 meter.


Celah di antara tebing itulah yang menjadi area ke enam sekaligus salah satu area berbahaya, terlihat terdapat beberapa senior yang berdiri di depan celah tersebut untuk menunggu semua pendekar yang belum sampai.


Saat kelompok Fang Ling sampai di tempat itu, dia langsung menjadi bahan pembicaraan karena semua orang begitu kagum melihat seorang pemuda tampan berambut merah menunggangi harimau taring es.


Tidak heran jika semua orang yang ada di tempat itu tidak mengenal Fang Ling dengan rupanya yang sekarang, karena mereka mengenal Fang Ling si sampah berambut hitam.


Begitu melihat wajah-wajah pendekar lain di depannya entah kenapa amarah Fang Ling kembali bangkit, tatapan matanya begitu berbahaya hingga membuat orang-orang yang awalnya menatap lekat dirinya langsung memalingkan wajah.


Secara spontan sifat kekanak-kanakan Fang Ling mulai kembali muncul saat melihat Yen Siulan dan Shun Jing sedang beristirahat dengan Yue liang dan Wang Yihan yang terlihat baik-baik saja.


Dengan semangat Fang Ling turun dari tubuh Ah Bai dan berlari ke arah pasangan dan teman-temannya, Xiao Qing dan Xiao Bai hanya mengikutinya dari belakang sambil tersenyum kecut menanggapi pandangan lelaki lain yang melihat penampilan mereka yang cukup mencolok dari gadis lain.



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian


•Pendekar pedang immortal

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2