
Semua orang merasa tidak adil karena Fang Ling yang memiliki teman seorang senior, hingga seorang pemuda sombong melangkah maju dengan mengangkat tangannya.
"aku mempunyai keluhan, kenapa dia mendapatkan pendamping pendekar senior ?! kata pemuda itu dengan nada tidak senang.
"Benar ! Kenapa kalian begitu baik kepada sampah itu ?!
Semua orang nampak marah dan tidak senang, dengan kenyataan bahwa Fang Ling mendapatkan pendamping pendekar senior.
Mendengar keributan yang terjadi penjaga meja administrasi yang awalnya seorang perempuan lembut, berubah menjadi seorang iblis yang begitu menyeramkan.
Braaaaak
Meja yang di gunakan untuk memilih pasangan itu hancur berkeping-keping, akibat pukulan perempuan yang menjaga meja administrasi yang terlihat sangat marah dan jengkel.
"Diam ! kenapa kalian selalu merengek seperti anak kecil ?! Bentak perempuan itu, membuat semua orang yang awalnya hiruk-pikuk terdiam di tempatnya berdiri.
"Dengarkan penjelasan ku... Masing-masing dari kalian akan di dampingi seorang pendekar senior untuk melewati semua rintangan yang ada, senior itu tidak akan membantu kalian. Melainkan hanya akan menjelaskan apa yang harus kalian lakukan,"
"Seharusnya kalian merasa malu ! Adik ini hanya memiliki satu pendamping yang tidak bisa membantu nya, sedangkan kalian masing-masing memiliki satu teman perjalanan dan satu pendekar senior yang akan membantu menjelaskan semua yang akan Kalian lakukan,"
"Berhentilah merengek, sebelum marah ketahuilah dan tanya dengan baik-baik...Jika bukan karena kalian bukan dari sekte tengkorak, kalian sudah lama mati,"Perempuan itu menyudahi penjelasannya dan meninggalkan semua orang sambil memijit kepalanya.
Semua pendekar yang ada hanya bisa terdiam setelah mendengar penjelasan dari perempuan tersebut, dengan perasaan campur aduk dan kesal.
Karena merasa pusing dan hampir kehabisan kesabaran, Fang Ling berjalan ke arah Yen Siulan dan Shun Jing yang nampak khawatir dengan dirinya.
Dengan tersenyum paksa Fang ling menatap Yen Siulan dan Shun Jing bergantian,"Siapa teman satu tim kalian ?
"Kami berdua satu tim... apakah kau tidak apa-apa Fang Ling ? Kata Yen Siulan nampak khawatir melihat Fang Ling yang begitu lemas.
Shun Jing yang tau harus berbuat apa hanya tersenyum, karena bukan pertama kalinya dirinya melihat Fang Ling yang begitu lemas dan hilang semangat.
__ADS_1
Dengan lembut Shun Jing mengecup kepala Fang Ling, dan kembali menatapnya,"apakah kau sudah merasa lebih baik,"
Mendapatkan kecupan di kepalanya, Fang Ling hanya menatap Shun Jing dengan wajah datar karena dirinya mengharapkan yang lain.
Pria cantik bernama Xian Guo sekaligus pendamping Fang Ling, berjalan pelan ke arahnya dan menarik tangan Fang Ling yang di mana dia membawa Fang Ling pada barisan terkahir.
Shun Jing dan Su Yulan yang melihat Fang Ling di tarik paksa oleh Xian Guo hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya, kepada Fang Ling yang masih berwajah datar.
Setelah berada di barisan terakhir Xian Guo berdiri di samping Fang Ling, yang dimana tinggi pemuda cantik itu hampir sama dengan tinggi badan Fang Ling.
Karena begitu curiga dengan Xian Guo, Fang ling terus menatap seluruh bagian tubuhnya yang begitu ramping dan sedikit kurus dari kebanyakan laki-laki.
Dan lagi Fang Ling mendapati jika kemampuan pemuda itu,sudah berada di tingkat pembentukan Jiwa dan hampir menembus tingkat selanjutnya.
Mengetahui jika Fang Ling terus memperhatikannya, Xian Guo meliriknya dengan wajah datar,"apakah ada yang kau perlukan ? kenapa kau terus memperhatikan ku,"
Sontak Fang Ling langsung saja membuang pandangannya yang tertuju pada dada Xian Guo, ia terdiam sesaat dan segera berkata,"Tidak,aku hanya ingin tau kenapa kau tidak pernah tersenyum,"
"Sangat aneh jika aku terus memperhatikan wajah mu yang begitu datar, berhenti membohongi diri sendiri,"Ucap Fang Ling membuat Xian Guo tertegun dan diam untuk waktu yang sangat lama.
Barisan demi barisan, tim demi tim sudah memasuki hutan yang menjadi garis awal perjalanan bertahan hidup mereka. Sebelum memasuki hutan, semua pendekar di lengkapi dengan senjata yang sudah di sediakan.
Sedangkan Shun Jing dan Yen Siulan menutupi wajahnya dengan cadar hitam, sebelum memilih senjata dan perlahan berjalan memasuki hutan lebat yang berada di belakang sekte gunung tengkorak.
Terdapat lima area hutan yang bebas di pilih oleh pendekar, tergantung dari strategi yang sudah di ciptakan dari tim yang terdiri dari dua orang tersebut.
Sedangkan Fang Ling hanya asik melamun, sedangkan Xian Guo hanya berdiri di sampingnya dengan wajah datar terlihat seperti patung.
Setelah tiba gilirannya, Fang ling mengambil dua pedang dan satu tombak, yang di mana membuat pendekar senior yang melihatnya begitu terkejut.
"Adik kecil, apakah kau yakin ingin membawa tiga senjata sekaligus ? kata seorang pendekar laki-laki dengan wajah khawatir menatap Fang Ling.
__ADS_1
"Senior jangan khawatir,"Kata Fang Ling singkat dan segera berjalan bersama Xian Guo memasuki sembarang hutan tanpa melihat peta.
Tentunya Fang Ling tau hutan yang di pilihannya adalah tempat yang paling sedikit jebakannya, karena ia sempat terbang dan memperhatikan setiap bagian hutan di pinggir sekte, walaupun tidak terlalu jelas.
Xian Guo yang menyadari jika Fang Ling tidak membuka petanya sama sekali hanya memilih untuk diam, dan dan terus berjalan di sampingnya.
Dengan telinga yang terus mendengar suara-suara bermacam binatang di dalam hutan yang di lalui nya, Fang Ling hanya bersikap santai sambil memegang sebilah tombak di tangannya.
Setelah beberapa waktu tidak berbicara sama sekali, Fang Ling menyerah dan mencoba berbicara dengan Xian Guo yang berada di sampingnya.
"Guo kecil, kenapa kau terus diam ? sedangkan di samping mu ada pria tampan,"Kata Fang Ling mencoba untuk membuat pria cantik itu tertawa.
Alih-alih mendapatkan jawaban atau senyuman, Fang Ling hanya di tatap dengan wajah datar oleh Xian Guo tanpa sepatah katapun.
Beberapa jam di lalui Fang ling hingga dirinya tersenyum melihat Xian Guo berdiri tepat di bawah jebakan, tentunya Fang Ling hanya diam karena ingin melihat kemampuan pemuda itu.
Seketika sebuah palu besi tiba-tiba keluar dari semak akibat Xian Guo yang tidak sengaja menginjak sesuatu, hingga memicu jebakan tersebut.
Saat jarak palu besar itu mengenai tubuh Xian Guo, pemuda itu melompat kebelakang, alhasil palu itu melesat hendak menghantam tubuh Fang Ling.
Sudut bibir Fang Ling sedikit terangkat, ia tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya berdiri dan membiarkan palu itu hendak mencapai tubuhnya.
Di luar dugaan,tali yang menahan laju palu tersebut tidak terlalu panjang untuk mencapai tempat Fang Ling berdiri, sehingga palu itu kembali berayun ke arah berlawanan sebelum berhenti dengan sendirinya.
"Guo kecil, aku memang tidak memiliki kemampuan untuk bertarung...Namun, aku masih bisa menggunakan kepala ku untuk berpikir," ejek Fang Ling.
Kang bucin Fang Ling
Bersambung....
__ADS_1