Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Shun Jing


__ADS_3

Fang ling yang tidak sadarkan diri hanyut terbawa arus sungai yang entah membawanya kemana dan juga sungai itu berada cukup jauh dari lokasi pertempuran Fang ling.


Di sebuah ruangan kosong yang tepatnya berada di dalam ruangan hampa dan hanya ada kegelapan sepanjang mata memandang, di dalam tempat itulah Fang'ling perlahan membuka matanya.


Fang ling yang kebingungan segera berkata,"Dimana aku apa yang sudah terjadi dengan ku."


Namun yang dapat di dengar Fang ling hanyalah suara pantulan yang merupakan suaranya sendiri, walaupun merasa cukup panik Fang ling memilih untuk mengatur nafasnya.


"apa yang sedang terjadi dengan tubuhku."Fang ling menggerakkan tangannya, namun dirinya tidak dapat merasakan apa-apa.


Merasa sedikit putus asa, Fang ling mencoba berdiri untuk mencari jalan keluar walaupun tidak bisa melihat apa-apa dengan kedua matanya.


Dengan langkah pelan Fang ling menyusui kegelapan hanya dengan mengandalkan keberuntungan,hingga dirinya memutuskan untuk kembali berbaring.


Fang ling mendengus kesal dan berkata,"Jika ada seorang yang bisa membantu ku, maka orang itu akan aku berikan kitab suci dan satu pedang suci."


Segera setelah menyelesaikan kata-katanya, Sebuah pintu putih tiba-tiba muncul dan memancarkan cahaya putih tepat di samping Fang ling.


"Wah, ternyata cepat juga," Fang ling kembali berdiri dan berjalan memasuki pintu tersebut, hingga dirinya kembali merasakan rasa sakit.


Dengan seluruh tubuh terasa di sayat ribuan pedang, Fang ling hanya menahan rasa sakit itu dengan mengigit bibirnya hingga mengeluarkan darah.


"Ke-kenapa lama sekali, sakit ni cepatlah," Teriak Fang ling dengan sekujur tubuh terasa seakan remuk di himpit sesuatu yang sangat berat.


Cahaya putih itu membawa Fang ling kembali ke dunia nya dengan selamat dan tanpa luka sedikitpun, Fang ling bisa menatap bintang-bintang yang sudah menampakan diri.


Di samping perapian seorang perempuan berambut putih sedang duduk Bersender di sebuah batu dengan tatapan tertuju kepada Fang ling.


Dengan perasaan yang masih belum sadar Fang ling tidak tau dengan kehadiran perempuan yang berada cukup jauh dengannya.


Merasa rasa sakit di tubuhnya sudah mulai mereda Fang ling mengubah posisinya menjadi Duduk dan baru sadar jika ada perapian di sampingnya.

__ADS_1


Fang ling yang merasa bingung, segera berkata,"Kenapa ada perapian di sini, apakah ada seseorang di sini."


Dengan kewaspadaan yang meningkat Fang ling menoleh ke kanan dan kiri untuk memastikan apakah ada orang di sekitarnya dan menemukan seorang perempuan sedang duduk tidak jauh darinya.


Merasa tidak ada orang lain selain perempuan itu Fang ling segera bertanya,"apakah kau yang sudah menolong ku ?


"Dasar tidak sopan, siapa nama mu ? perempuan itu berbalik bertanya dengan nada ketus.


Fang ling yang merasa tidak melakukan hal yang salah hanya tersenyum canggung dan segara menjawab," Nama ku Fang'ling, siapa nama mu nona ?


Perempuan itu memalingkan wajahnya dan berkata," Nama ku Shun Jing, jangan banyak tanya... tangkap ikan sekarang aku merasa lapar."


Ingus Fang ling seakan ingin melompat keluar karena di hadapannya adalah adik Shun Quan teman dari luo tang yang pernah bertemu dengannya.


Namun yang menjadi permasalahan saat ini dan membuat Fang ling merasa takut adalah peristiwa kenyal yang di alaminya saat menginap di kediaman keluarga Shun beberapa minggu lalu.


Fang ling yang merasa panik langsung berkata di dalam hatinya,"Ap-apa dia tidak sadar ini aku...bahkan jika bukan karena namanya, aku juga tidak sadar jika dia adalah adik Shun Quan. tapi kenapa tubuhnya menjadi cepat besar dan juga kedua benda itu juga sudah tumbuh dengan sehat,"


Merasa kesal Shun Jing berdiri dan berkata,"kenapa kau membentak ku ! aku sudah katakan kepada mu untuk mencarikan ikan,"


"Jika kau meminta bantuan cobalah untuk sedikit sopan, karena aku tidak mau memberi mu makan jika kau tidak mau meminta maaf,"kata Fang ling.


Seakan tidak peduli dengan perkataan Fang ling, Shun Jing kembali duduk dan menatap Fang ling dengan mata membunuh," Coba saja jika kau berani."


Fang ling tidak menjawab sindiran gadis itu dan mencari sebuah ranting pohon yang tubuh di sekitar sungai untuk menggunakan nya sebagai tombak.


Setelah mendapat apa yang di cari, Fang ling langsung bergegas memasuki air yang mempunyai kedalaman sebatas lutut sehingga mempermudah nya dalam mencari ikan.


Tidak membutuhkan waktu lama bagi Fang ling untuk mendapatkan beberapa ikan dengan ukuran yang terbilang besar.


Karena sudah di rasa cukup, Fang ling kembali naik ke tepian sungai untuk segara membakar ikan yang di dapat dengan menggunakan api unggun yang sudah di sediakan Shun Jing.

__ADS_1


"Nona,apakah kau tidak merasa lapar ? fang ling tertawa licik karena dirinya sudah mengikat tubuh Shun Jing dengan menggunakan elemen es.


Merasa sangat kesal dengan perkataan Fang ling, Shun Jing hendak beranjak dari tempatnya, namun tubuhnya terikat sesuatu yang membuatnya terpaku dalam posisi duduk.


Dengan wajah kesal Shun Jing, segera berkata," apakah begini cara mu membalas seseorang yang sudah menolong mu ?!


Fang ling yang asik membakar beberapa ikan hanya tersenyum dan berkata,"apakah dengan melempar kerikil kau meminta tolong kepada seseorang ?


Shun Jing kehabisan kata-kata untuk menjawab perkataan Fang ling, dirinya hanya menunduk sambil menyimpan amarah kepada Fang ling.


Dengan asiknya Fang ling mengangkat satu ikan yang sudah matang dan memakannya dengan lahap seraya berkata," sangat manis dan sangat di sayangkan jika tidak ada yang mau membantu ku untuk menghabiskan semua ikan ini."


Shun Jing merasa sangat kesal sekaligus juga lapar dengan kepala yang terus tertunduk, dirinya mengutuk Fang ling dengan segala kata-kata.


"uhuk uhuk, sepertinya ada yang sedang menyumpahi ku," kata Fang ling sambil melanjutkan makannya.


Secara bersamaan telinga Fang ling tidak sengaja mendengar suara perut keroncong, hingga membuatnya hampir tersedak.


Suara hati Fang ling tiba-tiba muncul dalam bentuk iblis dan malaikat yang terbang di kedua bahunya seakan ingin mengatakan sesuatu.


"Tuan berikan makanan itu kepadanya dan lihatlah dia begitu cantik apakah kau tidak tega melihatnya,"kata suara hati kebaikan.


"Jangan dengarkan dia tuan, apakah kau tidak ingat jika dia sudah melempar ku dengan kerikil hingga membuat wajah tampan mu sedikit benjol,"kata suara hati kejahatan.


"Tuan apakah kau lupa dengan janji mu saat sudah merasa putus asa ? tanya suara hati kejahatan.


"Begini saja, kau berikan tulang kepada gadis itu, karena dia terlihat seperti seekor kucing yang sangat lucu,"kata suara hati kejahatan.


Mendengar perdebatan keduanya membuat Fang ling menjadi semakin tertekan sekaligus kasihan dengan Shun Jing, karena dia juga sudah membantu Fang ling yang tidak sadarkan diri.


__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2