
Kembali di tepian telaga oval, tubuh Fang Ling yang terluka sangat parah hampir saja mati jika Xiao Qing dan Xiao Bai tidak menemukannya pada saat itu. Karena regenerasi tubuhnya yang sudah berada di atas rata-rata, ia tidak memerlukan waktu lama untuk kembali membaik.
Walaupun tubuhnya sudah kembali membaik, Fang Ling sudah pingsan selama dua hari berturut-turut. Membuat Ah Bai yang merasa bersalah, terus duduk di pinggiran telaga menatapi bayangannya yang terpantul di air.
"Aung Aung Aung,(Seharusnya aku selalu berada di sisi tuan. Dia terluka parah karena kesalahan yang aku buat, aku tidak pantas menjadi hewan kontraknya. Walaupun, aku juga mulai tampan,)"Gumam Ah Bai.
Di bawah pohon rindang yang terlihat sangat nyaman, Xiao Qing dan Xiao Bai duduk sambil memainkan wajah Fang Ling yang terbaring lemas di tengah-tengah keduanya.
Mendengar gumaman Ah Bai yang lucu, membuat mereka tertawa kecil begitu mendengar gumaman harimau kecil itu. Walaupun begitu, mereka juga khawatir terhadapnya karena tidak mau makan apa-apa setelah di temukan terbaring di pangkuan Fang Ling yang terluka parah.
Walaupun tau jika hewan kecil itu sedang mengkhawatirkan keadaan tuanya, secara rutin Xiao Qing akan memberikan makanan lezat kepada Ah Bai. Namun, dia tidak mau makan hingga membuat makanan yang di berikan Xiao Qing terbuang sia-sia.
Semenjak kematian serigala malam yang merupakan penguasa di area itu, tidak ada hewan-hewan buas yang berani menginjakan kaki. Begitu merasakan hawa mengerikan dari tubuh Ah Bai yang kini terpancar jelas dan dapat di rasakan.
Kini sang alpha dari area itu adalah Ah'Bai, sehingga membuat hewan-hewan di sekitarnya begitu menghormati hewan kecil itu. Walaupun masih merasa takut untuk mendekatinya dan lebih sering melihat dari kejauhan.
Perlahan kelopak mata Fang Ling mulai bergerak, hingga kedua matanya benar-benar terbuka dan langsung di sambut oleh dua buah gunung di samping kanan dan kirinya.
Xiao Qing dan Xiao Bai langsung membantu Fang Ling untuk duduk bersender, begitu tau jika pemuda itu sudah sadar dari pingsannya dan terlihat masih begitu lemah.
"Tuan, apakah kau membutuhkan sesuatu ? jika kau merasa perut mu tidak enak atau tidak nyaman, aku akan senang hati memijatnya,"Kata Xiao Bai dengan kedua mata tertuju pada tubuh Fang Ling yang begitu putih dan berotot, karena sedang telanjang dada.
Setelah kembali sadar sepenuhnya, Fang Ling langsung berdiri dan merambah seluruh bagian pinggangnya,"Dimana pedang kematian ?! sial, dimana benda pusaka itu. Aku akan mati jika menghilangkan nya,"
__ADS_1
Melihat Fang Ling yang panik sekaligus kebingungan, Xiao Bai dan Xiao Qing berdiri dan menghampirinya,"Tuan, kau sedang mencari apa ? seperti kau sedang kesusahan, apakah kau membutuhkan batuan ku ?? " Tanya Xiao Qing.
"Apakah kalian berdua melihat sebuah pedang yang berada di tangan kiri ku ?? Kalian kan yang menemukan ku, pastinya kalian melihat pusaka yang aku maksud,"Ucap Fang Ling terlihat sangat panik, begitu tau jika pedang kematian sudah tidak ada di tangannya.
Dengan wajah bingung Xiao Qing dan Xiao Bai saling bertatapan, hingga Xiao Bai akan bicara,"Tuan, kami tidak melihat apa-apa begitu menemukan kau sedang bersender di sebuah pohon dengan tubuh terluka sangat parah,"
"Apakah kau yakin tidak melihat apa-apa ?
Xiao Bai mengangguk cepat,"Benar tuan, kami tidak melihat apa-apa kecuali mayat serigala yang bergelimpangan di hutan tempat kami menemukan mu,"
Melihat wajah Xiao Bai dan Xiao Qing yang sangat meyakinkan, dan kedua gadis itu bukanlah seseorang yang suka berbohong. Fang Ling hanya dapat terdiam, sambil memikirkan pedang kematian yang tiba-tiba menghilang.
"Pedang itu datang secara misterius seolah ada yang mengirimnya, begitu juga saat menghilang. Pastinya, ada seseorang yang terus mengawasi pejalan ku dari kejauhan,"Batin Fang Ling sambil memperhatikan sekiranya yang sangat damai, karena di penuhi pepohonan rindang dan menyejukkannya.
Dari kejauhan seorang pria paru baya menggunakan jubah hitam yang menutupi seluruh bagian tubuhnya, kecuali mata. Terlihat sedang memperhatikan Fang Ling sambil memegang pedang kematian di tangannya dengan sudut bibir terangkat.
Setelah memperhatikan sekiranya dengan cermat, matan Fang Ling tertuju pada gumpalan bulu yang berada di tepi telaga, hingga membuatnya tersenyum kecil dan berjalan menghampiri Ah Bai.
"Ah Bai, apa yang sedang kau lakukan sendirian di sini ?? lalu kenapa ada banyak makanan di sekitar mu,"Fang Ling duduk di samping Ah Bai dan merendam kakinya ke dalam air telaga.
Merasa ada seseorang di sampingnya, dengan perasaan malas Ah Bai mencoba untuk menoleh ke sisi kanannya dan menemukan Fang Ling sedang duduk dengan luka yang sudah tertutup tidak meninggalkan bekas.
Ah Bai menjadi sangat senang dan hendak melompat ke atas kepalanya, namun mengingat Fang Ling terluka parah akibat kecerobohannya. Ah Bai membatalkan niat itu dan kembali menatap pantulan bayangan di depannya.
__ADS_1
"Apakah kau merasa bersalah ? kau tidak perlu merasa begitu, karena aku sangat bangga dengan mu. Karena sudah mampu berubah ke bentuk asli mu, di umur yang sangat muda,"Kata Fang Ling seolah tau apa yang di pikirkan harimau kecil di sampingnya.
Mendengar hal itu mata Ah Bai berkaca-kaca, dia melompat ke atas kepala Fang Ling dan langsung tidur sambil menghisap energi kehidupannya. Karena merasa lapar, setelah tidak makan apapun selama dua hari.
Dengan demikian Fang Ling kembali bangkit berdiri dan berjalan ke arah Xiao'Bai dan Xiao Qing, yang sedari tadi memperhatikan dirinya dari bawah pohon rindang sambil mengepang rambut.
Fang Ling mengajak kedua gadis itu untuk bergegas melanjutkan perjalanan, ke area empat yang sudah tidak jauh dari lokasinya saat ini. Hingga dirinya tidak sadar jika ia sedang telanjang dada hingga membuat tato naga di tubuhnya terlihat jelas, membuat Xiao Bai dan Xiao Qing penasaran dengan tato itu.
"Tuan, apakah tato itu memiliki arti khusus ? bisakah kau menceritakannya kepada kami ??"Pinta Xiao Bai manja.
"Tidak ada yang spesial dari tato itu, karena hanya tato biasa,"Jawab Fang Ling sedikit tersenyum sambil terus berjalan ke arah matahari terbenam.
"Kau berbohong, aku tidak percaya karena ketiga tato itu sangat mirip dengan legenda tiga kaisar naga yang ada di dalam ruangan perpustakaan sekte kami,"Ucap Xiao Qing penuh percaya diri.
Mendengar perkataan Xiao Qing, Fang Ling tersenyum kecil,"Benarkah ?Kedengarannya begitu menarik, bagaimana jika kau menceritakannya,"
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
__ADS_1
•Pendekar pedang immortal
Bersambung....