Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Jeritan hening rakyat kecil III


__ADS_3

Bersama dengan gadis cantik di belakangnya. Fang Ling menyusuri tiap-tiap rumah untuk menemukan perampok yang di maksud.


Desa ini lumayan besar, jalan-jalan di terangi oleh lampu obor yang di letakan di setiap rumah warga. Sehingga, Fang Ling tidak kesulitan dalam melihat.


Dengan demikian Fang Ling dapat melihat dengan jelas, namun juga terdapat faktor yang merugikannya. Yaitu, bayang dirinya dengan mudah dapat di lihat oleh orang-orang jika tidak berhati-hati.


Untuk itulah, Fang Ling selalu menempel pada dinding rumah agar bayangannya tidak terlihat. Begitu juga dengan gadis cantik di belakangnya, dia terlihat sangat menurut.


Total sudah lima warga Fang Ling periksa, namun tidak ada satupun orang di dalamnya. Hingga dari arah jarum dua, terdengar suara erangan tertahan dari seorang perempuan.


Merasa khawatir dengan apa yang di alami wanita itu, Fang Ling dan perempuan di belakangnya bergegas menghampiri rumah yang di maksud. Rumah tersebut berjarak dua rumah dari tempat Fang Ling berdiri saat ini.


Dengan perlahan Fang Ling bersembunyi dari balik rumah, dia menoleh ke arah rumah yang terdapat suara erangan tadi. Rumah itu berada tepat di hadapannya, sehingga akan sangat berbahaya bagi perempuan itu jika Fang Ling ketahuan.


Di dalam rumah yang di maksud terlihat puluhan pria berpakaian hitam, dengan ciri-ciri terdapat tato kalajengking merah di baju seperti yang di katakan pria sebelumnya.


Total orang-orang itu berjumlah 100 orang yang kemampuan mereka rata-rata di tingkat pembentukan Jiwa dan inti. di tengah mereka pula, terlihat seorang pria paruh baya berbadan kekar.


Pria itu memiliki tato kalajengking di wajahnya, dapat di pastikan jika pria itulah pemimpin dari kelompok ini. Karena hanya dia yang kemampuannya berada di tingkat mencari Da'o.


Secara pelan, Fang Ling mengintip dari sisi rumah tempat dia bersembunyi. Di dalam rumah, nampak beberapa gadis tengah melakukan hubungan badan secara paksa di satu rumah yang sama.


Merasa ingin tau apa yang di lihat Fang Ling hingga dia terlihat marah. Gadis di belakangnya mencoba untuk ikut melihat, hingga dia benar-benar terkejut melihat teman-temannya tengah melakukan hubungan itu.


"Siapa di sana !!


Karena mendengar suara orang. Beberapa pria di rumah itu terkejut, mereka langsung menoleh ke arah rumah tempat Fang Ling bersembunyi.


Gadis di belakang Fang Ling hampir menjerit, namun dengan cepat Fang Ling menutup mulutnya dan bersembunyi di belakang rumah.


"Tenang, aku tau apa yang kau rasakan...Tapi jika begini, posisi kita akan di ketahui orang itu dan teman-temanmu berada dalam bahaya,"


Dengan posisi bersender dan merangkul gadis di depannya, Fang Ling tetap menutup mulut perempuan itu agar tidak membuat suara yang memancing lebih jauh pria-pria tersebut.


Tapi tetap saja gadis di dalam rangkulan Fang Ling memberontak karena sangat tidak tega melihat teman-temannya di perlakukan seperti itu.


"Begini saja, kau menangis dalam diam... Atau kau memilih menangis kencang dan membahayakan teman-temanmu, karena suara tangisanmu,"

__ADS_1


Karena taruhannya adalah nyawa teman-temannya, gadis itupun mulai kembali tenang. Fang Ling juga telah melepaskan tangannya yang menutup mulut gadis itu.


Gadis itu mencoba untuk menenangkan diri, hingga beberapa saat kemudian diapun berkata dengan nada yang sedikit menyinggung.


"Tuan, bukankah kau memiliki kemampuan yang kuat. Lalu, kenapa anda tidak langsung menghajar orang-orang itu saat ini juga,"


Mendengar apa yang di katakan gadis itu dengan nada menyindir, Fang Ling mencoba untuk tetap tenang, karena dia mengerti amarah dan rasa balas dendam yang kini gadis itu rasakan.


"Jika teman-temanmu masih hidup... Besar kemungkinan jika penduduk lain juga masih hidup dan kini di tawan di suatu tempat,"


"Karena aku tidak tau orang-orang itu di tawan dimana, kita tidak boleh melakukan tindakan ceroboh sehingga membahayakan nyawa mereka,"


Gadis itu mengangguk, hingga sesuatu mengejutkan terjadi. Dari sisi kanan dan kiri rumah terlihat bayangan orang-orang aliran hitam yang tadi sempat mendengar suara Fang Ling.


"Dimana mereka, kau bilang mendengar suara di sini....Sekarang lihatlah, tidak ada satupun orang,"


"Kecilkan suara mu, mungkin mereka bersembunyi di rumah itu,"


Dua pria itu langsung mengepung rumah tempat Fang Ling bersembunyi, sesuatu menegangkan terjadi takkalah bayangan dua orang itu semakin mendekat.


Tiba-tiba dari arah belakang, seorang pria memanggil kedua temannya yang akan mengecek tempat bersembunyi Fang Ling dan beberapa langkah lagi menemukan mereka.


Tapi karena di panggil dan merasa hal itu lebih penting dari ini, mereka berdua pun meninggalkan tempat bersembunyi Fang Ling.


"Baik,Kami datang,"


Setelah orang-orang itu cukup jauh. akhirnya Fang Ling dan gadis di dalam rangkulannya dapat bernafas lega karena sempat mengira mereka akan ketahuan.


"Begini saja...Kau alihkan perhatian mereka, aku akan menyelamatkan teman-temanmu,"


"Ak-aku ?Kenapa ?


"Karena kau perempuan, mereka pasti akan mengejar mu. Untuk itu berlari lah ke arah hutan, aku akan ada di sana untuk membunuh sebagian dari mereka,"


"Jika begitu, baiklah. Tolong selamatkan teman-teman ku,"


Fang Ling mengangguk. Gadis di dalam rangkulannya berdiri, dia berjalan meninggalkan Fang Ling untuk menarik perhatian lima orang yang menjaga rumah tempat teman-temannya di setubuhi.

__ADS_1


Karena beberapa menit lalu, kebanyakan dari mereka pergi entah kemana. karena mengikuti perintah dari pemimpin kelompok ini.


Gadis cantik itu melambaikan tangannya untuk menarik perhatian.


"Hei aku di sini,"


Sontak saja, lima orang berbadan kekar yang menjaga rumah itu terkejut. Mereka langsung saja mengejar gadis itu, sekuat tenaga.


Karena tubuh gadis itu ramping, membuatnya dapat berlari dengan cepat menuju hutan. Hingga membuat lima orang yang mengejarnya dari belakang kewalahan.


Melihat orang-orang itu sudah pergi jauh dan rumah di depannya tidak lagi di jaga. Fang Ling langsung berjalan menghampiri rumah itu, di dalamnya terdapat lima orang wanita tanpa busana.


Mereka nampak sangat kelelahan sekaligus ketakutan begitu melihat Fang Ling memasuki rumah itu. Melihat keadaan itu, Fang Ling menjadi sangat murka dan berjalan menghampiri seorang perempuan.


"Tidak apa-apa, sekarang kalian aman. Aku akan menolong kalian,"


Tentunya kelima gadis itu sedikit ragu kepada Fang Ling, karena pria itu tengah telanjang dada. Namun, setelah memperhatikan wajahnya barulah gadis-gadis itu menjadi malu dan mau di bantu.


Dari dalam cincin dimensi, Fang Ling mengeluarkan beberapa pakaian Shun Jing yang dia curi sewaktu berada di kapal. Pakaian itupun, di berikan kepada lima perempuan di hadapannya.


"Ikuti aku, jangan membuat suara yang dapat memancing orang-orang itu kembali datang,"Kata Fang Ling.


Kelima gadis itupun langsung mengangguk mengerti, merekapun berjalan keluar rumah mengikuti arahan Fang Ling yang berjalan di depan untuk menuntun mereka.


Fang Ling membawa kelima gadis itu kembali ke orang-orang desa yang datang bersamanya. Sekarang orang-orang itu aman karena berada di sebuah rumah terpencil di desa ini.


Tangisan harupun tidak bisa di elak, saat lima perempuan yang di selamatkan Fang'Ling bertemu kembali dengan warga desa lain yang salah satu dari mereka kemungkinan adalah Keluarga dari lima gadis ini.


"Adakah dari kalian yang tau di mana warga lain di tawan ?" Tanya Fang Ling.


"Tidak tuan, kami di kurung di tempat yang berbeda dengan warga lain,"


"Lalu, apa masih ada dari kalian yang di kurung ?"Tanya lagi Fang Ling.


"Tidak,tuan. Hanya kami yng di kurung, sisanya telah mati di bunuh oleh orang-orang itu,"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2