Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Setelah di keroyok


__ADS_3

Note : Budayakan like sebelum baca ❤️


Tatapan mata semua orang tertuju pada seekor naga putih di atas awan, naga itu terlihat sangat besar bahkan serpen tidak ada apa-apa-nya.


Secara perlahan ukuran naga putih tersebut mengecil hingga memiliki ukuran sama dengan serpen, tetapi hawa yang di hasilkan oleh naga itu jauh lebih besar.


Semua orang di atas kapal nampak terpukau dengan hujud naga berwarna putih itu, mereka juga tidak sadar jika naga itu adalah Fang Ling.


Fang Ling sendiri awal-nya memilih untuk berubah karena tau akan memakan waktu lama jika ingin mengalahkan serpen dalam normal mode.


Tetapi hujud naga milik-nya yang terlampau raksasa kemungkinan akan mengejutkan semua orang, tidak terkecuali orang-orang di seluruh penjuru benua pasir mati.


Karena alasan itu pula Fang Ling memperkecil ukuran naga-nya, kini dia masuk ke dalam mode perubahan pertama dari naga kasir es.


Kedua makhluk besar itu tidak langsung menyerang, Fang Ling terbang di atas udara dengan tatapan mata tertuju pada serpen.


Sedangkan serpen mulai dapat merasa ketakutan, dari yang awalnya yakin akan menang sekarang harapan itu seakan sama sekali tidak ada.


Tanpa basa-basi Fang Ling melesat terbang ke arah serpen dan melakukan beberapa serangan dengan kaki atau semburan es.


Serpen beruntung memiliki perisai sisik yang sangat kuat sehingga dapat menahan beberapa serangan Fang Ling.


Tetapi rasa sakit yang di alami serpen tidak dapat dia sembunyikan, ketika Fang'Ling menyerang dia akan merasakan rasa sakit yang amat sangat.


Meski serangan Fang Ling tidak merusak tubuh bagian luar serpen, bagian organ dalam serpen serasa membeku setelah di hantam serangan.


Fang Ling tidak berhenti menyerang karena tidak ingin membuang-buang waktu, serpen sendiri hanya dapat mengerang ke arah Fang Ling tanpa bisa melakukan perlawanan.


Di saat Fang Ling akan kembali menghantam tubuh serpen dengan nafas es, tiba-tiba ular besar itu berusaha masuk ke dalam pasir.


Sadar jika serpen ingin melarikan diri Fang Ling langsung mencakar tubuh serpen dan menariknya keluar.


Fang Ling terbang dengan membawa serpen dengan cara mencengkram dengan cakar, serpen berusaha untuk lepas dengan menggeliat.


Setelah berada di ketinggian seribu kaki di atas awan Fang Ling menjatuhkan tubuh serpen, ular itu terjatuh tidak berdaya karena tidak bisa terbang.


Begitu tubuh serpen masih berada di udara Fang Ling langsung menembakan nafas es ke arah serpen, seketika serangan Fang Ling telak mengenai serpen.

__ADS_1


"Graaaaaaaaa !!!


Serpen berteriak keras nampak sangat kesakitan, perlahan serangan nafas Fang'Ling mampu menghancurkan sisik pelindung-nya.


Begitu tubuh serpen membentur dan masuk ke dalam pasir, Fang Ling segera mengehentikan serangan-nya untuk melihat keadaan.


Beberapa menit tanda-tanda serpen tidak lagi terlihat, tetapi Fang Ling masih bisa merasakan jika hewan besar itu masih hidup meski sudah lemah.


Tiba-tiba dari bawah pasir sesuatu seperti tentakel raksasa membelit tubuh Fang'Ling, dari bawah beberapa tentakel kembali muncul dan semakin mengikat tubuh Fang Ling.


Hewan lain yang lagi-lagi muncul memiliki bentuk seperti ikan raksasa dengan ukuran jauh lebih besar dari gabungan tiga pulau, dia muncul ke atas permukaan.


Tidak terlalu jelas bagian mana bentuk hewan itu tetapi kehadiran-nya menciptakan pusaran air raksasa, menandakan jika hewan itu sedang bergerak memutar.


Semakin lama tubuh Fang Ling semakin di tarik ke dalam seakan kedua hewan raksasa itu berkerja sama untuk membuat Fang Ling masuk ke dalam pusaran.


Tidak kehabisan akal Fang Ling menyerang beberapa tentakel dengan nafas es. Beberapa tentakel berhasil di lumpuhkan, tetapi tentakel lain segera muncul dan mengikat tubuh-nya.


Karena sedang tersudut dengan tubuh terkunci oleh belitan tentakel, Fang Ling perlahan tertarik ke dalam pusar dan tiba-tiba menghilang.


Tidak ada tanda-tanda kehadiran dari keempat hewan besar sebelum-nya, mereka seolah hilang di telan bumi..Tetapi tidak lama kemudian sebuah ledakan besar terdengar, hingga menciptakan efek riak ombak pasir.


Fang Ling keluar dari dalam laut pasir dengan menggenggam satu tentakel dan satu sirip raksasa di kedua tangannya..Tidak berselang lama, dua monster baru sebelumnya kembali muncul ke permukaan.


Barulah nampak hujud asli dari kedua monster itu, salah satu dari mereka adalah oktofus berukuran sama dengan ukuran Fang Ling.


Sementara satunya adalah megalodon purba dengan tubuh besar memiliki banyak sirip besar di sekujur tubuhnya, serta tubuh ikan itu nampak seperti batu hitam yang sangat keras seolah sudah hidup sangat lama.


Dalam hujud kedua dari form naga api, Fang Ling segera menyerang lawannya tanpa ampun sama sekali.


Pukulan dan serangan nafas tidak segan-segan Fang Ling keluarkan gunakan untuk melumpuhkan kedua hewan besar tersebut, tetapi ternyata mereka jauh lebih tangguh dari yang di bayangkan.


Saat Fang Ling akan merobek tubuh oktofus, segera megalodon menyerang dengan melancarkan beberapa tembakan sirip ke arah Fang Ling.


Dua dari lima sirip berhasil Fang'Ling halau, tetapi tiga sirip berhasil menghujam dan menusuk tubuhnya di bagian bahu sebelah kanan dan di bagian dada sebelah kiri.


Tidak hanya itu sebuah sentruman kuat dari oktofus mengagetkan Fang Ling hingga membuat-nya terjatuh tidak sadarkan diri di atas pasir.

__ADS_1


Kedua binatang besar itu menyerang Fang Ling yang tidak sadarkan diri secara bergiliran, bahkan mereka tidak segan-segan mengeluarkan serangan terbaik.


Saat oktofus akan menyerang dengan tentakel listrik, tiba-tiba listrik dari tentakel itu mengejutkan jantung dan organ-organ Fang Ling dan membuat dia kembali bangkit.


Dengan beringas Fang Ling mencakar dan mengoyak tentakel yang mengikat tubuh-nya, sampai-sampai oktofus di buat ketakutan dan terpaksa melepaskan beberapa tentakel miliknya yang mengikat tubuh Fang Ling lalu lari masuk ke dalam laut pasir.


Fang Ling tidak membiarkan gurita raksasa itu melarikan diri, iapun langsung menarik satu tentakel yang dengan sendirinya menyetak tubuh Oktofus kembali ke permukaan.


Di atas permukaan oktofus menjadi bulan-bulanan Fang Ling yang mengamuk, bahkan tidak sedikit bagian tubuh oktofus hancur.


Oktofus mencoba untuk melawan tatapi setruman yang mengenai tubuh Fang Ling seakan tidak berpengaruh terlalu besar, dari bawah megalodon kembali muncul ke permukaan.


Ikan raksasa itu kembali melancarkan serangan berupa ratusan sirip besi yang dengan cepat melesat ke arah Fang'Ling..Fang Ling menggunakan tubuh Oktofus sebagai pelindung, sehingga kebanyakan serangan megalodon malah mengenai dan menancap di tubuh oktoufus.


Tiba-tiba racun dari sirip itu melelehkan bagian tubuh oktofus yang sempat tertancap, seketika Fang Ling terkejut dan menoleh ke arah luka-nya.


Sama seperti oktofus, bahu kanan dan dada bagian kiri Fang Ling terluka semakin lebar..Dia ingat luka itu tidak sebesar sekarang, saat pertama kali terluka akibat sirip megalodon.


Cahaya kemerahan dampak dari luka yang di alami Fang Ling perlahan mulai keluar, tenaga Fang Ling juga semakin banyak terkuras akibat luka tersebut.


Sadar dirinya tidak dapat bertahan lebih lama dalam hujud perubahan naga, Fang'Ling segera merobek tubuh oktofus hingga terbelah menjadi dua.


Cahaya kristal yang jatuh dari tubuh oktofus segara Fang Ling hisap tanpa ada kesulitan yang berarti..


Kristal kehidupan oktofus berhasil memberikan pasokan energi besar pada Fang'Ling, lalu dia langsung menyerang megalodon yang mengambang beberapa meter di depan.


Sempat akan kabur magalodon di buat tidak sadarkan diri setelah bagian kepala-nya di injak oleh Fang'Ling..Fang'Ling menangkap ikan itu dan membuka mulut-nya, diapun menembakan nafas api ke dalam mulut megalodon yang dengan cepat melelehkan bagian tubuh ikan tersebut.


Satu kristal lagi Fang Ling dapatkan ketika berhasil membunuh megalodon. Tanpa basa-basi, diapun menghisap habis kristal tersebut.


Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara pekikan mengerikan, pekikan itu terdengar seperti suara naga.


Mata Fang Ling melebar,seraya menatap ke arah timur tempat dimana Lutfi dan semua orang melarikan diri.


"Teman-teman...


•Pendekar rajawali

__ADS_1


•Legenda sang dewa naga


Bersambung...


__ADS_2