Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Kembali ke kediaman keluarga Su


__ADS_3

Tubuh Su Ming bergetar hebat melihat hewan suci tengah tergeletak tidak berdaya di hadapannya, iapun mengeluarkan sebuah pil berwarna merah terang dari dalam botol giok di balik pakaiannya.


"Tua Mu, tolong bantu aku meluruskan tubuhnya, jika tidak cepat dia akan mati karena di pukul oleh pendekar di tingkat abadi dengan sangat kuat,"


Mendengar perkataan Su Ming yang sangat serius langsung saja Mu Tong membantunya dengan mengangkat tubuh Ah Bai hingga berposisi duduk.


"Bertahanlah nak, pil kehidupan ini akan menyelamatkan mu,"Su Ming membuka mulut Ah Bai dan memasukan pil kehidupan ke dalan mulutnya.


"Kenapa tidak berkerja ? apakah kau sedang bermain-main,"Mu Tong terlihat meremehkan kahsiat dari pil kehidupan seperti yang di katakan Su Ming.


"Kenapa kau terlalu cepat menyimpulkan ? baru saja aku memasukan pilnya, dia membutuhkan bantuan untuk menyerap pil itu sepenuhnya,"Ujar Su Ming nampak kesal dengan sikap Mu Tong yang selalu saja meremehkannya.


"Kalau begitu buatkan aku akan membantu,"Mu Tong meletakkan kedua telapak tangannya di punggung Ah Bai, diapun mengeluarkan tenaga dalamnya untuk membuat pil yang saat ini berada di dalam tubuh Ah Bai terurai.


Setelah beberapa saat di setiap sendi-sendi Ah Bai keluar cairan hitam yang merupakan kotoran dari tubuhnya, hal itu juga menandakan jika pil kehidupan sudah berhasil seratus persen di serap tubuh Ah Bai.


"Sudah di serap tapi masih juga belum sadar, apakah kau mulai bercanda lagi ? Mu Tong kembali meremehkan pil yang di berikan Su Ming.


"Dasar bodoh, tentu saja dia tidak akan langsung siuman karena efek dari tubuhnya yang hampir mati, untuk itu paling tidak dia membutuhkan waktu dua hari agar dapat kembali sadar,"


"Kenapa kau marah-marah, bukankah aku hanya menilai sesuai dengan apa yang aku lihat, apakah tidak boleh ?"Kata Mu Tong tidak mau di salahkan.


"Haissss... Sudahlah, berdebat dengan mu hanya akan membuat ku pusing. Ayo kita Bawak anak-anak ini ke kediaman ku,"Kata Su Ming.


"Lalu bagaimana dengan kelima orang itu ? Kini Mu Tong dan Su Ming memerhatikan lima orang yang terkena serangan Fang Ling terkapar di tanah dengan hanya menggunakan CD akibat pakainya terbakar.


"Sepertinya akan bagus jika mereka tetap seperti itu, aku akan pergi sebentar untuk mengatakan bahwa tahap seleksi akan kembali di mulai,"Setelah mengatakan itu Su Ming terbang cepat untuk mencari seorang senior untuk mengumumkan jika tahap seleksi akan kembali di mulai.


Sedangkan Mu Tong dia tidak sabar merekrut Fang Ling menjadi murid di sektenya, apalagi kini dia juga sama tertariknya dengan Lang Ming yang terlihat duduk lemas di pinggir danau.


"Hahahahah... Monster-monster ini akan membuat sekte ku kembali ke tempat semula,"Mu Tong tersenyum cerah nampak sangat bersemangat untuk segera membawa Fang Ling dan Lang Ming kembali ke sekte naga langit.


Dari atas udara Su Ming kembali dengan di dampingi oleh seorang pendekar senior laki-laki, mereka nampak membincangkan sesuatu sebelum keduanya mendarat di atas tanah di dekat Mu Tong.

__ADS_1


"Jadi tetua Su, mereka semua akan di diskualifikasi karena sudah membunuh seorang pendekar yang sangat menonjol ? Pendekar senior itu berkata dengan nada ragu-ragu karena merasa sangat di sayangkan jika Fang Ling berencana untuk di diskualifikasi.


Su Ming mengangguk pelan,"Benar... Walaupun dia berpotensi besar dan mampu mencapai garis terkahir dari tahap seleksi, sangat jelas jika juga dia yang akan memenangkan turnamen yang akan kita adakan beberapa tahun lagi,"


Pendekar senior itu nampak tercengang dengan perkataan Su Ming yang sangat yakin jika Fang Ling adalah pemenang, iapun hanya dapat menundukkan kepala dan memberi hormat kepada Su Ming.


"Jika tetua Su sudah berkata seperti itu, maka murid hanya dapat melakukan apa yang harus di lakukan,"Pendekar senior itu memberikan hormat kepada Su Ming sebelum terbang menjauh.


Su Ming menoleh kebelakang dan menemukan Mu Tong sudah menggendong Fang Ling dan Lang Ming, diapun terbang meninggalkan Su Ming sendirian di tempat itu karena takut jika kedua pemuda itu akan di rebut oleh orang lain.


"Si tua itu, sampai kapan dia akan terus terobsesi pada sektenya yang sangat sepi dan jarang di kenal orang-orang, karena kini sekte naga langit sudah melosot jauh dari masa kejayaannya,"Su Ming menatap Mu Tong yang terbang semakin jauh dengan perasaan campur aduk.


Su Ming berjalan ke tempat Ah Bai dan menggendongnya, iapun terbang berencana kembali ke kediamannya.


Di kediaman Su Ming yang sangat asri dan di penuhi oleh penduduk yang lalu lalang, terlihat Su Yulan sedang asik berlatih menggunakan pedang di depan perkarangan rumahnya.


Dari atas udara Mu Tong perlahan mendaratkan tubuhnya saat kedua kakinya menyentuh tanah, Ia menurunkan Lang Ming yang sedari tadi melakukan hal konyol dengan berpura-pura lemah padahal sudah mampu berdiri sendiri.


"Tetua Mu selamat datang,"Su Ming menyudahi latihannya, iapun berjalan ke arah Mu Tong dan memberikan hormat kepada pria itu.


"Tentu saja, aku sama sekali tidak keberatan. Tetua Mu siapa pemuda di gendongan mu itu ? merasa tidak asing dengan pemuda yang di gendongan Mu Tong, Su Ming berjalan mendekat dan terkejut begitu tau pemuda yang di gendongan Mu Tong adalah Fang Ling.


"Fang ling !! Su Yulan nampak sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya.


"Eh...Nona mengenalnya ? Tanya Mu Tong begitu melihat reaksi Su Yulan yang terlihat mengenal pemuda yang di gendongannya.


Su Yulan mengangguk,"Iya, dia adalah kekasihku Fang Ling, walaupun kini dia sedikit berbeda aku yakin jika dia memang Fang Ling... Tetua Mu apa yang terjadi dengannya ??


"Kekasih ? aku tidak menyangka jika nona Yun akan tertarik dengan seorang pemuda,"Mu Tong tertawa kecil begitu tau jika pemuda di gendongannya adalah kekasih seorang perempuan yang terkenal acuh tak acuh.


Wajah Su Yulan memerah,"Sudahlah, katakan apa yang terjadi dengannya ??


Melihat Su Yulan yang begitu khawatir terhadap Fang Ling, Mu Tong menceritakan semua yang di ketahui bagiamana sesuatu yang hebat terjadi pada Fang Ling.

__ADS_1


"Lima pendekar di tingkat abadi ? kenapa mereka menyerang Fang Ling ?! Su Yulan terlihat sangat kesal begitu mendengar cerita yang di kata Mu Tong.


"Sepertinya karena Fang Ling sudah membunuh seorang kandidat terbaik dari sekte orang lain dengan alasan salah satu dari mereka melukai seorang gadis kecil bersamanya,"Jelas Mu Tong setahu yang dirinya ingat.


Su Yulan menatap lekat mata Mu Tong,"Gadis kecil ? dimana dia sekarang ??


"Di-dia sedang dalam perjalanan ke sini bersama ayah mu,"Kata Mu Tong gagap begitu mencium bau-bau poligami.


Su Yulan kembali menatap Fang Ling yang entah sejak kapan lidahnya terjulur seolah sedang berpura-pura pingsan,"Sudahlah bawa saja mereka masuk ke kediaman ku, dan letakan saja Fang Ling di dalam kamar milik ku,"


"Kamara milik anda ? apakah nona Yun serius ?? Mu Tong berkata sedikit ragu.


"Apakah perlu aku katakan dua kali ?? Su Yulan menatap Mu Tong dengan tatapan dingin, membuat pria muda itu tersenyum kecut sebelum berjalan bersama Lang Ming memasuki Kediaman Su Yulan.


Su Yulan mendengus kelas,"Sebenarnya di mau mengkoleksi berapa banyak istri ?? bahkan menyentuh ku saja tidak pernah, apakah Fang Ling ada kelainan,"



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian

__ADS_1


•Pendekar pedang abadi


Bersambung....


__ADS_2