Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Duel mematikan


__ADS_3

Setelah selesai mendapatkan kembali satu elemennya, Fang Ling berjalan pergi berniat meninggalkan semua orang karena sifatnya yang kini telah berubah drastis menjadi hewan buas mematikan tanpa rasa kasihan.


"Fang Ling tunggu sebentar masih ada yang ingin ku katakan kepada mu, ini berkaitan dengan permasalahan yang kita bahas,"Su Ming berjalan ke arah Fang Ling berniat untuk menghentikannya, karena pemuda itu tidak mau berhenti walaupun sudah di panggil berulang kali.


Su Ming menyentuh bahu Fang Ling untuk menghentikannya namun baru saja akan menyentuh, tubuh Fang Ling menciptakan ledakan besar dengan api merah yang berkobar, di selah-selah itu dia menggunakan jubah tempur milikinya dan memotong pendek rambutnya sendiri.


"Siapa yang mengijinkan mu menyentuh ku dasar rendahan, kau akan membayarnya dengan tangan kanan mu karena hal ini,"Setelah mengatakan itu tanpa basa-basi Fang Ling menciptakan sebuah tombak dari api yang berkobar dan berlari menyerang Su Ming.


Braaaaak


Sebanyak lima kali Fang Ling menghantam tombaknya ke arah Su Ming yang menahan tombaknya dengan tangan kosong, tidak berhenti di situ Fang Ling menghilang dan muncul di atas udara nampak menciptakan sebuah bola api raksasa di tangan kanannya.


Sedangkan Su Ming yang melihat hal itu hanya tersenyum menyeringai karena sudah lama ingin mengetahui seberapa kuat pemuda itu, dia tanpa menggunakan jubah tempur langsung mengeluarkan pedang kematian dari udara kosong.


"Bola api kehancuran !!


Di atas udara bola api yang di topang Fang Ling dengan tangan kanannya semakin membesar dan mengeluarkan hawa mengerikan, tanpa basa-basi Fang Ling melempar bola itu ke arah Su Ming, walaupun mempunyai kekuatan besar terlihat gerakan Fang Ling begitu lambat dari biasanya.


Hingga dengan mudah Su Ming dapat menahan serangan itu dengan tangan kosong hingga menciptakan gelombang dahsyat begitu tangannya berhasil menghentikan bola api, namun wajahnya berubah begitu merasakan hawa yang terpancar dari bola itu.


"Pa-panas sekali,"Dengan sekuat tenaga Su Ming tidak ada pilihan lain selain menebas bola api itu dengan menggunakan pedang kematian, namun belum sempat menebas bola itu dari atas langit Fang Ling mencengkram tangannya, alhasil bola api itu meledak mengakibatkan guncangan hebat.


Dengan tubuh setengah terbakar akibat terkena serangan Fang Ling sebelum berhasil menghindar, Su Ming melompat mundur dan melihat dampak kekuatan Fang Ling yang mampu menghancuran apapun yang ada, hal itu terbukti saat bola apinya meledak dan menciptakan kawah larva raksasa.


"Kemampuannya sangat berbahaya, akan sangat berbahaya jika dia masih belum bisa mengendalikan kekuatan itu,"Ucap Su Ming dengan pandangan tertuju pada Fang Ling yang masih mengambang di atas langit nampak menutupi matahari dengan tubuhnya.


Merasa begitu berbahaya jika menghadapi pemuda itu tanpa menggunakan jubah tempur Su Ming berniat mengaktifkan jubah tempurnya, saat energi yang terkumpul belum cukup untuk mengaktifkan jubah tempur Su Ming, Fang Ling langsung menghilang dan muncul di belakang Su Ming dan hendak menebas kepalanya dengan tombak.

__ADS_1


Blarrrr


Di saat tombaknya berhasil mengenai sesuatu sebuah ledakan besar kembali terjadi hingga menciptakan asap pekat, setelah asap itu mulai menghilang tertiup angin mata Fang Ling melebar melihat Su Ming menghentikan serangan itu dengan mengigit tombaknya.


Belum sempat menyerang Su Ming, Fang Ling terpental akibat sebuah pukulan yang mengenai perutnya dengan telak hingga dia tidak berhenti terpental dan masih melesat di udara, dari belakangnya Su Ming kembali muncul dan memukul punggung Fang Ling hingga membuatnya terbenam di tanah.


"Kekuatan mu sangat hebat, namun sangat di sayangkan karena di gunakan oleh pemuda ingusan yang tidak tau apa-apa tentang keseimbangan antara pikiran dan perasaan,"Ejek Su Ming sambil berdiri di atas udara dengan tubuh di balut jubah tempur berwarna hitam terlihat seperti dewa kematian.


Dari dalam tanah sebuah ledakan besar kembali terjadi namun lebih besar hingga menciptakan gelombang dahsyat yang memporak-porandakan apapun yang mengenainya, dari dalam kawah akibat pukulan Su Ming, Fang Ling berdiri dengan membawa dua tombak di masing-masing tangannya.


Xiao Qing dan Xiao Bai yang merasakan jika Fang Ling sudah kehilangan kendali seperti saat dia membunuh siluman hiu, langsung saja terbang ke arah Fang Ling dan menggunakan kekuatannya untuk memperkuat senjata mereka.


Terlihat api yang di gunakan Xiao Bai dan Xiao Qing sangat berbeda karena sedikit berwarna kehitaman, api itu membalut senjatanya hingga setelah selesai mereka berdua melempar senjata itu dan berhasil membelit tubuh Fang Ling.


Merasakan ada bahaya besar dari senjata yang di gunakan kedua gadis itu, tubuh Fang Ling mengeluarkan ledakan kuat hingga api-api yang membalut tubuhnya berbalik menyerang api milik Xiao Qing dan Xiao Bai hingga kedua gadis itu merasakan kepanasan.


Setelah beberapa saat mencoba bertahan Xiao Bai dan Xiao Qing akhirnya tidak mampu merasakan kepanasan yang amat dahsyat walaupun mereka memiliki elemen api, akhirnya kedua gadis itu terpaksa melepaskan rantai jiwa mereka dari tubuh Fang Ling.


Dengan gerakan yang tidak terlalu cepat Fang Ling berlari ke arah Su Ming dengan membawa kedua senjatanya, melihat hal seperti itu pria paruh baya tersebut tersenyum kecil dengan mempersiapkan pedang kematiannya untuk menahan serangan Fang Ling.


Setelah berada dalam jangkauan senjatanya Fang Ling mengayunkan tombak kanannya dari samping kanan, namun dengan mudah Su Ming menahannya dengan mengayunkan pedangnya, Fang Ling Kembali menyerang menggunakan tangan kirinya namun lagi-lagi berhasil di tahan dengan mudah.


Dengan beringas Fang Ling menghentak-hentak pedang kematian Su Ming hingga kedua senjata milik Fang'Ling hancur, tidak berhenti di situ Fang'Ling kembali menciptakan dua tombak dan kembali beradu serangan dengan Su Ming.


Alhasil serangan demi serangan dapat kedua orang itu tahan hingga saat senjata milik mereka saling berbenturan menciptakan sebuah ledakan, gerakan Fang Ling yang sangat berat dan hampir tidak ada celah sedikitpun mampu menekan mundur Su Ming hingga sebuah tendangan berahasia mengenai perut Fang Ling kembali.


Dengan perut yang serasa di pukul oleh sesuatu yang amat sangat kuat Fang Ling terpental dengan darah keluar dari mulutnya, dia tidak menyerah untuk menghentikan tubuhnya agar tidak terpental Fang Lin1g menggunakan kedua tombaknya dan menusuk tanah dan berhasil berhenti.

__ADS_1


Sangking kuatnya serangan Su Ming membuat Fang Ling terpental jauh dengan tanah hancur saat Fang Ling mencoba menghentikan tubuhnya yang terpental dengan kedua senjatanya, emosi Fang Ling semakin mengebul-ngebul dengan tubuh memancarkan ledakan energi yang bergejolak.


Dari kejauhan Su Ming dapat berpendapat jika elemen api milik Fang Ling akan semakin kuat tergantung seberapa marahnya dia, menurut Su Ming kekuatan Fang Ling baru setengahnya saja yang di keluarkannya namun sudah dapat membuatnya sedikit kewalahan.


Merasa sangat senang karena baru mendapatkan lawan yang begitu menarik setelah bertahun-tahun, Su Ming bersiap menahan serangan Fang Ling yang akan sangat kuat karena pemuda itu sedang menciptakan sebuah bola raksasa yang jauh lebih besar dari sebelumnya.


Dengan kedua tangan mengarah ke atas karena sedang menopang bola api yang di buatnya, tatapan Fang Ling tertuju pada Su Ming,"Bola kematian"


Di kejauhan Su Ming tidak mau kalah dengan Fang Ling, dia mengarahkan pedangnya ke atas langit hingga ujung pedang itu mengumpulkan energi dahsyat dari petir berwarna hitam yang menggumpal dengan ukuran sama seperti milik Fang Ling.


"Petir alam bawah !!



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix

__ADS_1


•Legenda dewa kematian


•Pendekar pedang immortal


__ADS_2