
Mendengar apa yang di katakan Mu Yang, Fang Ling menoleh sekelilingnya dan menemukan jika semua perempuan yang berada di tempat itu tengah menatapnya dengan tatapan yang memancarkan ketertarikan.
Dengan penampilannya saat ini akan sangat menarik perhatian gadis, namun Fang Ling merasa hal itu bukanlah sesuatu yang menurutnya menyenangkan, malahan dirinya merasa sangat aneh dan tidak nyaman ketika perhatian yang tidak berguna itu tertuju pada dirinya.
"Ah...Aku akan pergi menjalankan misi untuk hari ini, selamat bersenang-senang senior,"Fang Ling segera terbang meninggalkan Mu Yang, walaupun sebenarnya gadis itu masih ingin menghabiskan waktu dengan Fang Ling.
Dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat, Fang Ling tidak langsung terbang kembali ke kediamannya melainkan pergi ke arah timur yang merupakan lokasi pergunungan besar.
Setalah berada cukup dekat dengan tempat yang di maksud, Fang Ling dapat melihat ratusan gunung dan dataran tinggi menjulang tinggi nampak sangat gagah di tempatnya.
"Akan kah yang itu pas ? atau yang ini, atau yang itu,"
Melihat banyak gunung yang bagus membuat Fang Ling sudah untuk memilih, karena dirinya berencana membuat halaman rumah dengan menggunakan tebing yang bagian atasnya datar dan sangat luas.
Setelah di temukan jenis tebing yang sesuai dengan keinginannya, karena di atas tebing datar itu sudah tumbuh sebuah pohon persik berukuran besar, Fang Ling terbang ke bawah dan perlahan mengangkat tebing itu dengan kedua tangannya.
Ukuran tebing yang jauh lebih besar dan berat dari tubuh Fang Ling seolah sudah tidak ada harga diri begitu bagian pangkalnya mulai hancur.
"Sabit api !
Fang Ling memotong bagian bawah tebing yang menjadi tumbuhan dengan melancarkan sebuah gelombang sabit api, setelah putus dia dengan mudah dapat menggendong tebing besar itu seolah sedang menggendong bayi.
Merasa puas dengan tebing bagus yang di dapatkan nya Fang Ling terbang tinggi dan segera kembali ke kediamannya, setelah berada di atas murid-murid yang sedang bermain air termasuk Mu Yang, mereka terlihat terkejut sekaligus kagum melihat kekuatan Fang Ling yang mampu menggendong sebuah tebing raksasa.
"Mahkluk apa dia ? tebing itu tingginya hampir sama dengan satu gunung berukuran sedang hanya saja sedikit lebih kecil dengan bagian atas yang datar,*
"Benar ! awalnya aku sempat mengira jika dia adalah seorang sampah karena masih berada di tingkat pembentukan inti, namun melihat kemampuannya saat ini sudah cukup bagiku membuatnya sebagai alsan untuk menjauhinya,"
"Kau benar sahabat, akan sangat berbahaya jika kita cari masalah dengan orang seperti dia,"
Banyak komentar pendekar lain yang tertuju pada Fang Ling namun entah mengapa mereka tidak ada satupun yang berani mencacinya, kecuali murid senior yang menganggap jika mengangkat gunung seperti yang di lakukan Fang Ling adalah hal yang bisa di lakukan oleh pendekar di tingkat mencari Da'o.
__ADS_1
Fang Ling bergegas menuju ke kediamannya, setelah sampai dia merapatkan dataran tinggi yang di bawanya dengan gunung yang menjadi tempat tinggalnya.
Setelah pas di bagian atas dataran tinggi tepat seperti halaman perkarangan rumah, Fang Ling langsung menekan dataran tinggi itu sejajar agar bagian atasnya semakin terlihat seperti halaman rumah yang sangat indah.
"Kurasa ini susah sangat pas,"
Setelah tebing tinggi itu sudah sangat kokoh dengan bagian bawah menembus tanah di dalam laut, Fang Ling terbang naik ke atas dan dapat segera menikmati halaman rumah barunya.
Kini terlihat perkarangan rumah Fang Ling cukup luas dengan rumput pendek yang sangat segar, bahkan terdapat sebuah pohon persik besar tepat di pinggir tebing namun terlihat sangat kokoh menolak untuk jatuh.
Fang Ling masuk ke kediamannya dan berjalan memasuki kamar untuk mengambil kantong yang berisi alat tulis pemberian Mu Yang, setelah kantong itu di dapatkan dia berjalan keluar rumah dan menghampiri pohon persik.
Fang Ling menoleh ke sebuah dahan besar dan terlihat sangat nyaman karena menjulur ke ujung tebing, sehingga jika tergelincir Fang Ling akan langsung jatuh dan terjun bebas.
Merasa tempat itu sangat nyaman dan tenang, Fang Ling segera memanjat pohon persik dan berbaring di dahan yang di lihat sebelumnya.
Merasa ada yang terlupakan Fang Ling segera membuka kantong di tangannya, iapun langsung mencari kertas misi dan menemukannya terselip di tumpukan buku tebal dan beberapa kuas.
"Cari jamur di area timur dari pagi sampai sore hari, total poin pengalaman akan di tambah 10, malamnya akan di lanjutkan dengan pelatihan cara pembuatan pil yang akan di ajarkan langsung oleh tetua Shin Hye di aula utama,"
Walaupun di kenal dengan sebutan kaisar naga yang agung, Fang Ling nyatanya sangat buta dan tidak tau menahu mengenai jenis tumbuh-tumbuhan langkah yang akan di gunakan untuk pembuatan obat.
Jika mengenai pembuatan pil sebenarnya Fang Ling bisa saja membuatnya, namun dengan hasil buruk setingkat dengan pil kelas paling rendah.
Setelah di rasa cukup beristirahat karena hari sudah mulai sore, Fang Ling terbang ke altar utama untuk mengambil beberapa barang sesuai dengan petunjuk di kertas misi yang sudah hangus terbakar.
Tidak membutuhkan waktu lama kini Fang Ling sudah berada di altar naga, dimana tempat itu di penuhi puluhan pendekar muda yang seangkatan dengan Fang Ling tengah membawa sebuah keranjang dan penjepit panjang yang terbuat dari besi.
"Apakah aku akan menjadi petani hari ini ??"Fang Ling tersenyum canggung begitu senior laki-laki berjalan menghampirinya sembari memberikan keranjang dan penjepit.
"Seharusnya kau senang karena sudah mendapatkan pekerjaan ini, sebagian teman-teman mu mungkin sedang menjadi peternak kuda, yang kerjaannya membersihkan kotoran,"Ujar senior laki-laki itu sambil berjalan meninggalkan Fang Ling.
__ADS_1
Fang Ling memakai keranjang yang terbuat dari anyaman bambu itu ke punggungnya, setelah itu dia menoleh ke arah semua pendekar yang akan menjadi petani jamur untuk mencari Lang Ming.
"Eh ! dimana Lang Ming, apa yang dia lakukan hari ini," Ujar Fang Ling begitu tidak menemukan Lang Ming di sekitar tempat itu.
Di belakang sekte yang merupakan sebuah kandang kuda berukuran besar, Lang Ming terlihat sedang membersihkan kotoran kuda dengan menggunakan sebuah sekop sambil sesekali tersenyum namun mengeluarkan air mata.
"Apakah aku mendapatkan uang jika melakukan perkerjaan gila ini, mungkinkah sekte ini kehabisan tenaga kerja hingga membuat murid-muridnya menjadi seperti pembantu,"Gerutu Lang Ming sambil mendengus kesal.
Sedangkan di altar utama Fang Ling dan pendekar kau di berikan satu buku tipis yang di dalamnya terdapat nama-nama jenis jamur sekaligus penjelasan mengenai khasiatnya.
Setelah semaunya mendapatkan buku pengertian itu mereka semua langsung terbang ke arah timur, karena tempat itu berada sangat dekat dengan sekte semua murid yang ada langsung berpencar mencari jamur atau bahan obat yang tumbuh di pinggiran tebing dan di atas puncak gunung.
Tidak membutuhkan lama Fang Ling langsung menemukan satu jamur berwarna putih yang tumbuh di pinggiran tebing, karena tidak tau nama dan khasiat dari jamur itu Fang Ling membuka buku pengertian dan mencari gambar yang sesuai dengan jamur di hadapannya.
"Nama jamur ini adalah jamur tiram awan, mudah di temukan di pinggir tebing atau di dalam hutan, biasanya di masak bersama dengan sayur-sayuran,"
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
__ADS_1
•Pendekar pedang abadi
Bersambung