Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Memulai penyelidikan


__ADS_3

Note : Biasakan like sebelum baca ❤️


Di bawah pohon wilow asap Fang Ling yang seorang diri duduk bersender dengan topeng rubah melekat di samping wajah.. Di genggaman tangan Fang Ling terlihat sebuah seruling berwarna putih dengan bulu burung berwarna merah di bagian ujung seruling.


Seruling itu Fang Ling dapatkan dari pemberian Shun Jing, di mana sebelum pergi dari kediaman keluarga Shun. Shun'Jing selalu meminta Fang Ling memainkan sebuah lagu menggunakan seruling, karena itulah Shun Jing membuatkan sebuah seruling dari tulang hewan spiritual jenis macan.


Karena terbuat dari tulang hewan spiritual membuat seruling itu tidak akan mampu di patahkan, juga suara yang di hasilkan terdengar khas dan jauh lebih indah dari seruling biasa.


Sebelum memberikan seruling kepada Fang Ling, Shun Jing selalu diam-diam mengintip Fang Ling saat dia sedang duduk sendirian.


Jika sedang sendirian Fang Ling selalu memainkan sebuah lagu menggunakan sebuah daun tipis, suara yang di hasilkan dari daun tidak berbeda jauh dengan seruling pada umumnya.


Suara khas yang tercipta saat Fang Ling menipu sebuah daun tipis mengeluarkan harmonis yang sangat indah dan mampu menggentarkan hati.


Selama Fang Ling tinggal di kediaman keluarga Shun, selama itu pula saat Fang Ling sedang sendiri Shun Jing diam-diam mendengarkan permainan harmoni indah dari sebuah daun tipis.


Karena selalu merasa damai saat Fang Ling memainkan harmoni tersebut, Shun Jing tidak pernah tidak diam-diam mendegarkan hingga suatu hari dia tidak sengaja ketahuan oleh Fang Ling.


Karena pada saat itu di paksa Fang Ling untuk mengatakan kenapa dia selalu mengendap-endap, Shun Jing menguatkan hati lalu berkata.


"Aku kemari hanya sekedar merasa khawatir, kenapa kau selalu sendirian di sore hari..? Lalu harmoni yang kau mainkan selalu sama, seakan menyimpan sebuah rahasia.. Apakah aku benar..?


Fang Ling yang mendengar perkataan Shun Jing tersenyum lembut, diapun berdiri beberapa kaki di depan Shun Jing lalu berkata.


"Tidak ada sesuatu yang indah di dunia ini..Selama hidup tidak ada yang sering ku lihat selain pertikaian serta darah yang menjadi korban, kemiskinan dan kelaparan..


"Lalu seorang anak kecil pengemis datang dan bertanya kepada ku, dia berkata di mana kedamaian ? di mana keadilan ? Aku menjawab, keadilan datang dari diri sendiri begitu juga dengan kedamaian."


Shun Jing tersentak, dia menatap dalam mata Fang Ling dan menemukan sebuah fakta jika Fang Ling selalu berhadapan dengan kisah kelam sejak umur yang masih sangat muda.


Hidup miskin, di remehkan oleh orang-orang bahkan di tertawakan oleh anak dari orang konglomerat tidak membuat Fang Ling kecil gentar, tetapi tragedi saat dia hampir di bunuh oleh orang tua sendiri hampir membuatnya menyerah dan masuk ke dalam kegelapan.


Pada saat itu hati rapuh yang di miliki oleh anak miskin dan buruk rupa seperti Fang Ling hampir hancur, di ambang ke sandaran Fang Ling di temui seorang dewa, dewa itu nampak sepuh dan menatapnya sambil tersenyum lalu bertanya.


"Menyerah atau kembali bangkit..?


Fang Ling terdiam sejenak, pada saat itu dia masih kecil dan hanya dapat menangis lalu berkata."Jika aku bangkit memangnya apa yang ku dapatkan..? Jika aku menyerah apa aku akan mendapatkan kedamaian..?


Dewa itu kembali tersenyum."Jika kau bangkit kau akan menciptakan kedamaian untuk orang lain, bukan dirimu. Jika kau menyerah, kau dan orang lain tidak akan mendapatkan apa-apa."


"Aku tidak perduli dengan orang-orang itu mereka hanya menilai dari apa yang orang lain punya..Jika aku memiliki kekuatan, aku bersumpah akan memusnahkan mereka."Kata Fang Ling dengan tubuh mulai di makan kegelapan, akibat kemerahannya kepada semua orang.

__ADS_1


Dewa itu menyentuh pundak Fang Ling seketika hawa gelap yang menyelimuti tubuhnya menghilang."Temui aku di sebuah tempat di dunia Surgawi jika kau sudah menjadi dewa,maka aku akan memberitahu mu siapa musuh kita yang sebenarnya."


Pada saat itu Luo Tang datang dan menyelematkan Fang Ling yang terjatuh ke dalam sebuah ngarai, sampai saat ini Fang Ling selalu memikirkan permintaan dewa itu serta selalu menyesali kegagalannya di kehidupan pertama.


Kembali ke bawah pohon Wilow, Fang'Ling terdiam lama setelah mengingat kenangannya bersama Shun Jing dan sedikit kisah kelam dan permintaan seorang dewa.


Huuf


Fang Ling menghela nafas panjang, dia mendekatkan bagian belakang seruling ke bibir lalu meniup seruling itu dengan lembut. Harmoni indah dari seruling yang Fang Ling mainkan menciptakan suasana damai, juga beberapa lirik terdengar melambangkan kesedihan.


Tidak heran kenapa harmoni ini terdengar sedikit sedih dan menggambarkan kekacauan, karena lagu ini Fang Ling ciptakan dari kejadian kelam.


________________________


Di jalan setapak belakang sekte yang mengarah langsung ke hutan bambu, Lin Yung dan kesembilan temanya sudah berkumpul di tempat yang telah di tetapkan sesuai kesepakatan.


Mereka semua terlihat kesal dan lelah menunggu, pasalnya setelah di tunggu selama satu jam sampai saat ini Yu Yuan masih belum terlihat.


"Huu..! Awalnya dia yang bersemangat melakukan ini, lihatlah sekarang..! Dimana orang itu, sampai saat ini dia masih belum datang."


Teman-teman Lin Yung terlihat sudah semakin kesal, Lin Yung sendiri mencoba untuk menenangkan mereka tetapi dia malah menjadi sasaran kemarahan teman-temannya.


"Heiii..!!


"Lihatlah siapa yang baru datang."Lin'Yung berdiri melenggang di depan Yu Yuan sambil melipat tangan di depan dada.


Lin'Yung terlihat kesal, sebab karena Yu Yuan dia juga menjadi imbas kekesalan teman-teman yang lain.


Setelah nafasnya kembali stabil Yu Yuan menatap semua temannya."Maafkan aku, ada sesuatu yang harus di lakukan di kediaman ku untuk mengambil barang yang tadi ku katakan."


Teman-teman Yu Yuan nampak tertarik dengan barang hebat yang Yu Yuan katakan, merekapun meminta Yu Yuan untuk memperlihatkan barang tersebut agar tidak membuat mereka penasaran.


Yu Yuan mengambil sebuah kotak hitam dari balik pakaiannya, diapun membuka kotak itu dan di dalamnya terlihat tiga kertas merah dengan tulisan cina kuno di bagian depan kertas.


"Hahahaha, kalian tidak akan menyangka bagaimana caraku mendapatkan benda yang selalu di simpan oleh ayah ku ini."Yu'Yuan terlihat membangga-banggakan barang di tangannya.


"Memangnya bagaimana cara Saudara mendapatkan benda ini, bukankah ayah mu sangat garang..?"Tanya seorang teman karena penasaran.


"Tadi ayahku di temui oleh beberapa tamu, di saat itulah aku menanyakan di mana ayahku menyimpan benda ini."Kata Yu Yuan, membuat semua temannya tegang dan merasa khawatir dengan keadaan Yu Yuan jika dia kembali ke kediamannya.


"Saudara turut prihatin atas dirimu sendiri, kami semua tidak dapat membayangkan bagaimana kau babak-belur di hajar oleh tetua Yu'Lang."Kata Lin Yung menyindir sedikit tentang ayah Yu Yuan.

__ADS_1


Meski nakal Yu Yuan sangat takut dengan ayahnya, meski begitu dia berusaha untuk tetap tenang hanya untuk menguak fakta tentang paviliun harimau putih.


Setelah semua sudah siap Yu Yuan, Lin'Yung dan teman-teman yang lain berjalan menembus hutan bambu untuk pergi ke jalur paling kanan.


Mereka semua nampak semangat untuk memulai perkerjaan ini, juga terlihat mereka bercerita sambil tertawa seraya berjalan beriringan.


Jalan di depan masih terbilang terang karena banyak lampu serta obor di pinggiran jalan yang memiliki lebar dua meter, rombongan Yu Yuan mulai serius membuat keadaan pada saat ini menjadi penuh kewaspadaan.


Tatapan mata mereka selalu memperhatikan keadaan sekitar, membuat sesuatu yang bergerak tidak luput dari perhatian rombongan Yu Yuan hingga mereka baru sadar jika jalan terasa sangat sepi.


"Aneh sekali, malam belum terlalu larut tetapi jalan menuju sungai sudah sangat sepi seperti ini.. Seperti di dalam cerita sebelumnya."Kata Lin Yung dengan nada semakin pelan di ujung kalimat.


Yu Yuan dan teman-teman lain menjadi ketakutan, mereka langsung menciptakan masing-masing senjata menggunakan elemen untuk jaga-jaga siapa tau ada serangan mendadak.


Mereka semua saling melindungi dan memperhatikan keadaan sekitar dengan seksama, sampai di mana di ujung jalan mereka mendengar suara langkah kaki yang berjalan ke arah mereka.


Kebetulan sekali tiba-tiba lampu di depan padam dengan sendirinya, sehingga tidak jelas siapa yang sedang berjalan mengarah ke arah mereka.


Rombongan Yu Yuan menghentikan langkah mereka secara bersamaan, mereka ketakutan sampai-sampai tangan yang menegang senjata bergetar.


"Tenang teman-teman kita kuat bila selalu bersama, jadi tetap berada di belakang ku."Ujar Yu Yuan dengan sok nya berdiri paling depan padahal sudah ketakutan setengah mati.


Perlahan sosok di depan mulai berjalan semakin dekat, bayang dari makhluk itu juga sudah terlihat.


Bayang dari makhluk itu memiliki rambut panjang serta tubuh setinggi manusia normal, ternyata makhluk yang di duga hantu oleh rombongan Yu Yuan adalah Yen Siulan, gadis itu baru saja selesai mandi dengan beberapa temannya.


Awalnya rombongan Yen Siulan yang terdiri dari lima orang perempuan termasuk dirinya juga sempat terkejut, mereka tidak habis pikir mengapa malam-malam seperti ini Yu Yuan dan teman-temannya pergi ke arah sungai.


Rombongan Yu Yuan tak kalah terkejut tetapi lebih ke arah malu sebab mereka dalam posisi siaga seakan sedang bertahan dari sesuatu yang mengerikan, padahal sosok yang mereka duga hantu sebelumnya adalah Yen Siulan dan teman-temannya.


Karena merasa penasaran apa yang di lakukan rombongan Yu Yuan di tempat seperti ini di tengah malam, Yen Siulan dan teman-temannya berjalan mendekati sekelompok pemuda penakut di dapan.


"Apa yang kalian lakukan di sini..?"Tanya Yen Siulan seraya mengangkat sebelah alis.


Karena tidak mau perkerjaan mereka di ketahui oleh rombongan perempuan.. Yu'Yuan mencoba menutupi pembicaraan dengan mengatakan tidak sedang melakukan apa-apa kepada Yen Siulan.


Tentunya Yen Siulan tidak langsung percaya, dia malah menjadi semakin curiga dengan gerak gerik Yu Yuan.


Yen Siulan menatap lekat Yu Yuan, hingga membuat pemuda itu ketakutan."Kalian tidak sedang melakukan sesuatu yang jahil..kan..? Karena tidak mungkin kalian mau pergi ke tempat ini tanpa tujuan."


•Pendekar rajawali

__ADS_1


•Legenda sang dewa naga


Bersambung...


__ADS_2