Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Penyempurnaan bentuk suci Ah Bai


__ADS_3

Walaupun sulit di duga, nyatanya setelah benturan yang di akibatkan oleh altar naga, Lian Wutong masih sanggup berdiri walaupun sudah kehilangan kesadaran dengan kedua mata yang sudah memutih.


Fang Ling yang awalnya ingin melanjutkan serangannya terdiam begitu melihat Lian Wutong pingsan dalam keadaan berdiri, merasa kagum sekaligus kasihan akhirnya Fang'Ling menghentikan serangannya dan menghilangkan altar naga.


Semua bawahan Lian Wutong membeku begitu melihat pemimpin mereka kalah setelah bertahun-tahun tidak pernah ada yang mengalah nya, satu persatu dari mereka berlari ke arah Lian Wutong untuk membantunya.


Dengan perasaan sangat takut ketika melihat kedua mata Fang Ling yang berbahaya, semua bawahan Lian Wutong dengan cepat meninggalkan tempat itu dengan membawa tuan mereka.


Fang Ling hanya berdiri menatap semua orang itu karena memang tidak berniat untuk mengejar, tapi sesuatu yang dirinya dapat dari balik pakaian Lian Wutong membuat pertarungan itu setimpal.


"Obat peningkat tulang, atau juga di sebut pil kristal awan yang sangat langkah sudah pasti ini adalah buatan alkemis terhebat Shin Hye,"Fang Ling memperhatikan sebuah pil biru laut di telapak tangannya.


Shin Hye adalah alkemis yang sangat hebat, namun pada tahun ini dia masih belum di kenal semua orang namun setelah beberapa tahun obat-obatan yang di buatnya akan di kenal dan dia akan di juluki dengan sebutan raja obat.


Menurut Fang Ling, Shin Hye kemungkinan besar akan melihat pertandingan turnamen yang akan di adakan setahun lagi di sekte gunung tengkorak. Dengan begitu, Fang Ling bisa mempererat hubungannya dengan Shin Hye untuk membantu Luo Tang.


Dari belakang Yen Siulan menghampiri Fang Ling dan menggegam tangannya,"Fang Ling, apakah kau terluka ?? sepertinya bahu mu terluka cukup parah,"


Mendengar suara lembut Yen Siulan, Fang Ling langsung menyimpan pil kristal awan ke dalam cincin dimensi,"Jangan khawatir Lan'er aku tidak apa-apa, ini hanya luka kecil akan sembuh tidak lama lagi,"


"Bohong, aku lihat bahu mu terluka sejak awal dan masih belum menutup sampai sekarang. Aku akan mengobati mu duduklah sebentar,"Kata Yen Siulan nampak khawatir.


Tidak mau membuat Yen Siulan khawatir, Fang Ling akhirnya menuruti perkataan gadis itu, diapun duduk dan melepas jubah putihnya agar Yen Siulan bisa mengobati luka itu dengan leluasa.


Dari balik pakaiannya Yen Siulan mengambil sebuah obat salep yang selalu di bawanya, diapun mengolesi salep kehijauan itu secara merata di bagian bahu Fang Ling yang terluka.


"Apakah sakit ? Yen Siulan mencoba untuk mengoles salep itu dengan perlahan agar Fang Ling tidak merasakan sakit, karena bahunya terkoyak cukup dalam.


"Jangan khawatir itu tidak ada apa-apanya, apakah aku boleh bertanya sesuatu kepada mu ? Fang Ling berkata sambil duduk bersila dan memejam kan kedua matanya.


"Tentu saja, apa yang ingin kau tanyakan ? Ucap Yen Siulan.


"Sebenarnya ini sedikit memalukan, tapi apakah kau bisa memanggilku dengan sebutan Gege atau semacamnya,"

__ADS_1


Sontak mendengar permintaan Fang Ling membuat Yen Siulan tertegun dan membeku sesaat,"A-apa yang kau katakan, apakah itu tidak terlalu berterus terang,"


"Bukan begitu, akan sangat aneh jika kau memanggilku dengan menyebut nama, seolah aku bukanlah orang sepesial di hati mu Lan'er,"


Hati Yen Siulan seolah berhenti bersamaan dengan jantungnya mendengar apa yang di katakan Fang'Ling,"Ba-baiklah Gege,"Kata Yen Siulan sangat pelan.


"Apa...aku tidak dengar, apakah lan'er bisa mengulanginya,"Kata Fang Ling walaupun dirinya mendengar dengan jelas apa yang di katakan gadis itu.


"Gege... apakah kau senang ? Gege Gege, akan aku ucapkan sebanyak apapun yang kamu mau,"Kata Yen Siulan dengan wajah memerah karena menahan malu.


"Terimakasih"


Setelah ucapan singkat dari Fang Ling, keduanya berjalan kembali ke tempat teman-temannya berada karena sebentar lagi matahari akan kembali muncul.


Setelah Fang Ling dan Yen Siulan nampak berjalan mendekat semua teman-teman yang lain merasa begitu lega, karena kedua pasangan itu pergi hampir satu jam lamanya dan sempat mengira mereka sedang menghadapi sesuatu.


Setelah Fang Ling dan Yen Siulan memasuki pelindung, mereka di sambut oleh Shun Jing yang terlihat sangat marah karena selama ini dia tidak memiliki waktu untuk bersama dengan Fang Ling.


"Apakah kau lupa dengan jatah ku ? apakah kau ingin bertarung !! Shun Jing mengeluarkan hawa intimidasi berwarna hitam dari dalam tubuh untuk menekan tubuh Yen Siulan.


"Kau pikir aku takut ?! Bentak Yen Siulan.


Kedua gadis itu saling beradu tatapan hingga terlihat percikan petir saat tatapan keduanya semakin intens, semua orang yang melihat kejadian itu memilih untuk pura-pura tidur.


"Adik Fang, untuk masalah ini aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa, salahkan dirimu sendiri kenapa memiliki banyak pasangan,"Batin Wang Yihan dengan keadaan pura-pura tidur nampak tidak tega dengan keadaan Fang Ling.


Sedangkan Fang Ling yang berada di tengah-tengah pertengkaran kedua pasangannya terlihat pusing, dia akhirnya menarik tangan kedua gadis itu dan berjalan ke arah tempat kosong.


"Tidurlah, kalian akan kelelahan jika kali ini kita tidak tidur,"Kata Fang Ling dengan kedua mata setengah tertutup karena sudah mengantuk.


Dengan cepat Shun Jing berbaring dan menepuk-nepuk tempat kosong di sampingnya, Tidak mau kalah Yen Siulan juga melakukan hal yang sama.


"Sudahlah, yang penting malam ini aku bisa tidur nyenyak," Fang Ling berbaring di tengah-tengah Shun Jing dan Yen'Siulan yang langsung memeluknya dengan kuat.

__ADS_1


Di tengah-tengah semua orang sedang tertidur, Ah Bai yang sudah tidur selama memasuki area enam mulai bangun dan tersadar jika di berbaring di sebuah benda yang menonjol.


"Tunggu dulu, kenapa tekstur ini terasa tidak asing,"Ah Bai memukuli benda menonjol itu yang sebenarnya adalah dada Xiao Qing.


"Benar benda ini adalah milik iblis wanita, di mana tuan ku,"Dengan kedua matanya yang memancarkan hawa keimutan, Ah'Bai mencari keberadaan Fang Ling.


Setelah menemukan Fang Ling dengan keadaan kepala terjepit dua bantalan besar, Ah Bai merasa sangat senang dan berjalan mendekati tuanya.


"Makan enak,"Ah Bai melompat dan tidur di atas perut Fang Ling sambil menghisap energinya sedikit demi sedikit untuk memperkuat tubuhnya.


Tidak dapat di duga kaki dan seluruh bagian tubuh Ah Bai perlahan berubah menjadi kaki anak manusia, karena dia sudah memasuki pase penyempurna bentuk suci.


Nyatanya setiap siluman jika sudah memiliki kekuatan yang sangat besar dia akan menjelma menjadi sosok manusia, tergantung dari umur yang di miliki siluman tersebut saat memasuki Pase ini.


"aaaaaa ! kau anak siapa !!



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian

__ADS_1


•Pendekar pedang abadi


Bersambung....


__ADS_2