
Setelah berada di halaman rumah. Fang'Ling tidak langsung memasuki rumah melainkan duduk bersender di atas dahan yang sangat di sukai-nya karena dari tempat itu dia bisa melihat setengah lokasi sekte naga langit.
Dengan tatapan yang memancarkan kekecewaan mengingat hari ini di lalui nya dengan sangat berat, Fang Ling menatap bintang sambil menghela nafas panjang beberapakali.
"Aaahhh !! kenapa hari ini sangat kacau,"
Fang Ling berteriak kencang untuk menghilangkan stres yang melandanya, iapun mengeluarkan kuas dan kertas putih yang biasa di gunakan untuk menggambar dari dalam cincin dimensi.
Dengan tatapan tertuju pada kuas dan kertas di tangannya Fang Ling mulai menggambar menggunakan tinta hitam. Satu persatu goresan mulai Fang Ling lakukan, hingga saat semua goresan itu hampir membentuk wajah seorang gadis Fang Ling tiba-tiba menghentikan tangannya.
"Maaf kan aku Yian Luo, karena kebodohan ku kau harus terkekang di dunia dewa di dalam katalis selama beberapa ribu tahun,"
"Aku berjanji akan membuatmu menjadi penguasa alam surgawi karena itu memang takdirmu yang merupakan anak dari kaisar surgawi sebelumnya, namun kini, tahtamu telah di gantikan oleh kaisar dunia bawah namun hal itu tidak akan bertahan lama, karena aku akan menghentikan mereka,"
Fang Ling menggema kuas yang di gunakannya hingga hancur, namun gambar sesosok gadis cantik di atas kertas nampak hidup seolah gambaran Fang Ling mencerminkan orang aslinya.
Terlihat di atas kertas gambar seorang wajah gadis cantik yang sangat mungil, dengan wajahnya itu membuat orang-orang yang melihatnya sangat ingin memeluk dan melindunginya.
"Huuu... Tunggu dan lihat saja, ini semua akan segera berakhir,"
___________________________________
Di sisi lain tepatnya di belakang sekte di sebuah peternakan kuda terlihat Lang'Ming tengah membersihkan tubuh seekor kuda, tidak lama setelah itu diapun menyelesaikan pekerjaannya dan berencana kembali pulang ke rumah.
Seorang gadis cantik berambut panjang berseragam emas yang di temui Lang Ming saat mendata diri, terlihat berlari tergesa-gesa menghampirinya dengan membawa sebuah sapu tangan.
"Tu-tunggu...
Bruuuukkk
Sontak mendengar seperti ada suara orang yang terjatuh, Lang Ming menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.
"Nona apakah kau tidak apa-apa ?"Entah sejak kapan kini Lang Ming berada di samping gadis cantik yang masih terduduk di lantai sambil mengulurkan tangannya, bahkan gadis itu juga terkejut melihat Lang Ming yang tiba-tiba berada di sampingnya.
Gadis itu mengangguk, dia meraih tangan Lang Ming dan kembali berdiri sambil membersihkan pakaiannya,"Ini hanya tergelincir kecil, aku tidak apa-apa, terimakasi sudah bertanya,"
"Jangan sungkan,"Lang Ming mencium aroma darah dari gadis itu, diapun bertanya,"Apakah kau terluka nona ?
Tidak mau Lang Ming khawatir gadis itu langsung menggeleng dan menarik roknya kebawah untuk menutupi kedua lututnya yang tergores,"Tidak, aku tidak terluka jangan khawatir,"
__ADS_1
"Dia tidak mungkin tau kan ?? akan sangat memalukan jika aku tertangkap sedang berbohong, namun untungnya dia buta,"Batin gadis itu dengan wajah berkeringat.
Lang Ming yang tau jika gadis itu terluka hanya tersenyum kecil dan berpura-pura tidak tau, diapun berjalan pelan meninggalkan gadis itu,"Kalau begitu aku pergi dulu, jaga diri mu baik-baik,"
"Tunggu, ak-aku memang terluka, jadi bisakah kau menemaniku duduk di sana ??"Gadis itu terlihat menarik ujung lengan baju Lang Ming, juga terlihat dia sangat berharap jika ajakannya di terima Lang Ming untuk duduk di sebuah bangku kecil di bawah pohon tidak jauh dari tempat itu.
Lang Ming yang kebetulan sedang tidak ada kerjaan mengiyakan ajakan gadis itu, sedari awal dia sudah tau jika gadis itu adalah gadis yang sama seperti yang di temui nya saat mendata diri, menyadari jika gadis itu sedang menutupi identitas nya, Lang Ming hanya berpura-pura tidak tau.
"Benarkah ?! aku benar-benar senang terimakasi sudah mau menemaniku,"Gadis itu terlihat sangat berbeda sifatnya ketika Lang Ming menemuinya saat mendata diri, sifatnya yang mengesalkan kini berubah menjadi sangat pemalu dan suka berkata berterus-terang membuat Lang Ming sedikit mengangkat sudut bibirnya dan berjalan ke arah bangku bersama gadis itu.
Setelah berada di bangku yang bertepatan di bawah pohon, Lang Ming langsung duduk di tempat itu, hal yang sama juga di lakukan gadis itu namun agak sedikit kaku ketika akan duduk karena lututnya yang tergores cukup parah.
Lang Ming berdiri dan berjongkok di hadapan gadis itu dengan satu lutut menyentuh tanah, diapun mengeluarkan sejumlah energi dalam yang mengeluarkan angin hijau di sebelah telapak kanan tangannya.
Dengan lembut Lang Ming mengusap luka di lutut gadis itu, hingga semuanya kembali sembuh secara ajaib setelah bersentuhan dengan angin di telapak tangan Lang Ming.
"Apakah sakit ? aku akan melakukannya dengan perlahan,"
Gadis itu hanya menggelengkan kepala walaupun sempat merasa bingung bagaimana Lang Ming bisa tau jika yang terluka adalah kedua lututnya.
"Tidak sakit, angin mu terasa sangat sejuk dan membuatku merasa nyaman,"Gadis itu tersenyum cerah, walaupun tidak bisa melihat secara langsung, Lang Ming dapat menggambarkan wajah cantik gadis itu ketika ia sedang tertawa.
Gadis itu terdiam cukup lama, dia menyerahkan sebuah sapu tangan putih kepada Lang Ming,"Seorang gadis memberikan sapu tangan ini sebagai ucapan permintaan maaf,"
Lang Ming yang sudah dapat menebak jalan pikir gadis itu hanya tersenyum,"Benarkah ? siapa gadis itu dan apa kesalahannya ??
Terlihat wajah gadis itu kebingungan karena sedang menutup-nutupi identitasnya, karena dia sendirilah gadis yang meminta maaf itu namun karena malu diapun terpaksa berbohong.
"Aku juga tidak tau, tapi dia berkata kepada ku untuk meminta maaf kepada seorang pria muda buta dengan memberikan sapu tangan ini,"
Lang Ming kembali tersenyum, dia mengambil sapu tangan itu dan sempat mencium aromanya yang sangat mirip dengan aroma gadis di sampingnya.
"Aku akan sangat senang jika gadis itu mau meminta maaf secara langsung, jujur saja, aku sedikit tidak suka dengan seseorang yang suka berbohong,"Lang Ming, mencium kembali sapu tangan di tangannya tanpa sepengetahuan gadis di sampingnya.
Gadis itu nampak salah tingkah dengan memainkan jarinya karena tidak tau harus berkata apa.
Menyadari jika gadis itu sedang kebingungan, lagi-lagi Lang Ming hanya tersenyum dan memutar balikkan topik pembicaraan agar suasana tidak berubah canggung.
"Siapa namamu nona ?? aku sedikit tertarik dengan mu, dan kuharap kau tidak keberatan berkenalan dengan pria buta seperti ku,"
__ADS_1
Gadis itu spontan menggelengkan kepalanya,"Tentu saja aku tidak keberatan, nama ku Qian Yun dan kau ??
"Aku Lang Ming... kau tau, hanya sedikit orang yang mau mengakui keberadaan ku setelah pemuda itu,"
"Maksudmu Fang Ling ??"Kata Qian Yun dengan polosnya.
Sontak Lang Ming menoleh ke arah Qian Yun,"Bagaimana bisa kau mengenalinya ??"Tanya Lang Ming untuk menjebak Qian Yun agar dia mau mengakui identitasnya.
Qian Yun menjadi Serba-salah, ia memainkan jari-jarinya dan berkata,"Di-dia sangat terkenal di kalangan perempuan, jadi secara tidak langsung aku juga mengenalinya,"
"Jadi begitu, maaf sudah bertanya hal yang aneh-aneh dan membuatmu merasa tidak nyaman setelah berkenalan denganku,"Lang Ming kembali menatap ke depan, iapun dapat menggambarkan bagian belakang sekte dengan suara yang saling terpantul.
"Tidak kau tidak aneh, itu adalah hal yang wajar ketika aku mengetahui seseorang yang belum kita bicarakan,"Qian Yun tersenyum.
"Lalu apa yang kau lakukan di sini malam-malam, tempat ini sangat sepi akan sangat berbahaya untuk seorang gadis sepertimu berjalan sendirian di tempat ini,"Kata Lang Ming secara tidak sadar mengkhawatirkan Qian Yun.
Sontak wajah Qian Yun merah padam,"Eh ap-apa yang kau katakan ??
Melihat reaksi Qian Yun membuat Lang Ming terkejut,"Apakah aku salah bicara, jika begitu aku minta maaf,"
Keduanya saling terdiam dengan wajah memerah, setelahnya barulah mereka tertawa bersama-sama dan berbicara berdua sepanjang malam.
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang abadi
__ADS_1