Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Bertemu kembali


__ADS_3

Semua orang hanya berdiri dengan wajah pucat saat melihat Fang ling mundur beberapa langkah, terlihat ingin mengakhiri pertarungan yang sama sekali tidak bisa di menangkan Ma Chau.


Fang ling menutup matanya dan kembali membuka matanya yang sudah mengeluarkan cahaya kebiruan, ketiga tato naga di bagian tubuhnya mengeluarkan hawa biru yang mengelilingi tubuhnya.


Sebuah badai salju mengelilingi tubuhnya, saat badai itu menghilang Fang ling sudah menggegam pedang yang terbuat dari elemen es.


"Eksekusi langit !


Pedang Fang ling mengeluarkan cahaya biru, dengan cepat ia menyerang Ma Chau dengan tiga gelombang Sabit yang mampu memotong apa saja yang di lalui nya.


Gelombang yang keluar dari pedang Fang ling melesat cepat ke arah Ma Chau yang terduduk lemas, namun saat gelombang itu hampir mencapai tubuh Ma Chau, terlihat seseorang sedang berdiri di depannya dan menangkal serangan Fang ling dengan tangan kosong.


Tubrukan tiga gelombang gelombang sabit itu pecah dan menciptakan sebuah ledakan hebat yang di mana ledakan itu terbilang sangatlah kuat.


Secara samar-samar semua orang dapat melihat sosok yang berada di dalam debu itu masih berdiri, nampak tidak bergeming sedikitpun walaupun sempat terkena serangan Fang ling dengan telak.


Dari dalam debu seorang pria berperawakan tinggi dengan tubuh penuh dengan luka sayatan, pria itu berjalan keluar dari tempatnya berdiri dengan membawa Ma Chau yang sudah pingsan.


Setelah pria itu keluar mata semua orang melebar saat melihat patriak Su Ming yang merupakan ayah dari Su Yulan berjalan ke arah fang ling.


Secara sekilas wajah Su Ming nampak kasar dengan rambut hitam panjang, namun sikapnya sangat berbeda jika dibandingkan dengan penampilannya yang begitu menyeramkan.


Pria itu tersenyum ke arah semua orang dan nampak sangat menghormati semua yang ada di lokasi itu, walaupun dirinya di kenal semua orang dengan sebutan dewa kematian.


Su Ming tidak pernah merasa jika dirinya adalah yang terkuat, karena dirinya yakin masih ada orang-orang yang jauh lebih hebat dari dirinya sendiri.


Melihat Ma Chau yang penuh dengan luka, Su Ming meletakkannya di tanah dan melirik seorang pendekar perempuan yang berasal dari sekte gunung tengkorak.


"Bisakah kau membantuku untuk merawan anak ini di kediamannya,"kata Su Ming kepada seorang pendekar perempuan tidak jauh dari tempatnya.


Pendekar itu berparas cantik dengan kulit yang secerah mutiara, dia adalah seorang senior di tingkat pembentukan inti dasar. Dengan sopan perempuan tersebut memberi hormat kepada Su Ming dan menyeret Ma Chau untuk di rawat.


Dengan tatapan ganas, Fang ling menatap Su Ming dengan perasaan sangat kesal, karena pria itu sudah mengambil mangsanya yang sudah hampir mati.

__ADS_1


"Siapa kau ? apakah mencampuri pertarungan seseorang adalah tindakan yang sopan," Kata Fang ling nampak tidak gentar melihat Su Ming yang mempunyai tubuh jauh lebih besar darinya.


"Ah, maafkan aku, tapi dia harus tetap hidup untuk mengikuti tahapan seleksi sama seperti mu,"Kata Su Ming dengan ramah nampak tidak tersinggung dengan tatapan Fang ling yang begitu dingin.


"Katakan alasan mu yang sudah membuat tiga orang sekarat, aku hanya menerima alasan yang logis dan masuk akal...Jika menurutku alasan itu tidaklah masuk akal, maka kau akan menerima hukuman dari ku," kata Su Ming dengan nada ramah, namun semua orang yang mendengarnya bergidik ngeri.


Seorang pendekar senior yang memberikannya ijin untuk bertarung kepada Fang ling, melangkah maju dan menceritakan semuanya kepada Su Ming tanpa melewati satu katapun.


Karena sekte gunung tengkorak sangat mengayomi sifat jujur dan sopan, membuat Su Ming merasa tersinggung dengan apa yang di lakukan lima perempuan di dalam cerita.


"Kau, berikan sebuah perahu nelayan kepada lima perempuan itu untuk di gunakan mereka kembali ke asalnya...untuk kalian berlima, berdoa cuaca akan bagus untuk beberapa hari," Kata Su Ming.


Pendekar senior itu membungkuk ke arah Su Ming sebelum pergi untuk mencari sebuah perahu yang nantinya akan di gunakan lima perempuan tersebut.


Kelima perempuan itu hanya terduduk lesu sambil sesekali meneteskan air mata, karena lautan di sekitar pulau gunung tengkorak sangatlah ganas, apalagi jika dalam cuaca hujan.


Setelah di rasa sudah menyelesaikan masalah yang terjadi, Su Ming memerintahkan semua orang untuk kembali ke kediaman masing-masing kecuali Fang ling.


Seakan tidak merasakan apa-apa, Fang ling menyingkirkan tangan Su Ming dari bahunya dan berjalan pelan meninggalkan pria itu bersama Shun Jing.


"Paman, sebaiknya kau sembuhkan tangan mu, jika tidak kau akan cacat dengan satu tangan. karena es milik ku adalah tipe abadi,"kata Fang ling yang berangsur-angsur menghilang dari pandangan Su Ming.


Seketika Su Ming baru sadar jika kedua pergelangan tangannya hampir terputus dengan darah yang terus keluar dari luka sayatan yang berjumlah tiga.


Dengan tatapan tidak percaya Su Ming memperhatikan luka di pergelangan tangannya,"Sejak kapan aku terluka ? ke-kenapa seluruh tubuh ku terasa sangat dingin,"


Su Ming tertawa lantang setelah menyadari luka yang ada di pergelangan tangannya tetap membekas walaupun berhasil di sembuhnya.


"Hahaha, ternyata anak itu adalah orang ketiga yang mampu melukai tubuh ku," Kata Su Ming.


Dengan perasaan ragu dan merasa jika dirinya tersesat, Fang ling dan Shun Jing terus menyusuri sebuah taman bunga berwarna ungu di setiap pinggiran jalan.


Mereka berdua berhenti sejenak untuk beristirahat, beberapa saat setelah duduk di sebuah kursi di pinggir jalan. Fang ling melihat seorang pendekar perempuan yang menggunakan pakaian dari sekte gunung tengkorak.

__ADS_1


Karena merasa jika itu adalah petunjuk jalannya, Fang ling menghampiri perempuan itu dengan meninggalkan Shun yang masih duduk di kursi taman.


Pendekar perempuan itu seketika terdiam dengan tubuh gemetaran saat Fang ling menghampirinya, secara tidak langsung perempuan itu terus memperhatikan wajah Fang ling.


"Nona, nona apakah kau tidak apa-apa ? aku adalah pendekar yang akan mengikuti tahapan seleksi. tapi sepertinya aku tersesat saat mencari sebuah kediaman yang sudah di sediakan,"Kata Fang ling.


Fang ling berusaha menyadarkan perempuan di hadapannya, namun dirinya gagal. Hingga suara Jeritan yang begitu familiar bagi dirinya terdengar.


"Fang ling ! ini aku !


"Akhirnya kau sampai, aku sudah lama menunggu mu"


Su Yulan dan Yen Siulan nampak berlari tergesa-gesa ke arah Fang ling, mereka memeluknya dengan kuat hingga ketiganya jatuh ke taman bunga.


"aku sangat merindukanmu, aku kira kau sudah berada di dalam mulut ular itu,"kata Su Yulan.


"Aku juga, tapi Syukurlah Sepertinya kau baik-baik saja," kata Yen Siulan khawatir.


Dengan tatapan jengkel dan tidak tau apa-apa, Shun Jing berjalan ke arah Fang ling dan berkata," siapa kalian ? kenapa kalian memeluknya,"


Seketika telinga Yen Siulan dan Su Yulan memerah saat mendengar perkataan Shun Jing dan kembali menatap Fang ling dengan tatapan membunuh.


"Siapa dia ?


"Sepertinya kita ada sedikit masalah !


"Jangan gegabah, aku bisa menjelaskan semuanya," kata Fang ling panik.



Fang ling mode kaisar naga api.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2