Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
LPP.Akhir cerita seram


__ADS_3

Jarak wajah Yu Yuan dan macan kumbang tadi hanya berjarak beberapa jengkal, kejadian ini membuat Yu Yuan tidak sanggup bergerak bahkan membuat kedua kakinya bergetar hebat.


Teman-teman Yu Yuan yang berdiri di belakangnya terlihat panik, mereka khawatir dengan keadaan Yu Yuan yang tidak sanggup bergerak.


"Saudara..! Apa yang kau lakukan..?! Jangan hanya diam saja, segera gunakan kertas jimat itu."Lin Yung berteriak dari belakang.


Karena terlalu takut Yu Yuan menjadi ling-lung, dengan tangan bergetar ia melempar satu kertas jimat ke arah macan kumbang di depan. Namun naas, karena terlalu takut jimat yang di lempar tidak sampai mengenai macan kumbang malahan hanya melayang di udara sebelum jatuh ke tanah.


Seketika semua orang menjadi semakin panik. Mereka sama-sama menatap macan kumbang yang berdiri tepat di depan Yu'Yuan, macan itu menyeringai ke arah mereka memperlihatkan deretan gigi runcingnya.


Graaaa


Bersamaan dengan terdengarnya suara auman dari macan kumbang, semua teman-teman Yu Yuan berlari ke arah yang berbeda, mereka terlalu panik dan takut untuk berpikir jernih sehingga tidak sadar jika mereka sebenarnya bisa keluar dari gerbang paviliun.


Semua orang berpencar, ada yang memanjat pohon dan ada juga yang di kejar oleh macan kumbang. Perasaan panik benar-benar merusak konsentrasi mereka, strategi yang awalnya sudah di buat matang seakan tidak berguna di keadaan saat ini.


Lin Yung nampak sudah mengamankan diri dengan memanjat pohon bersama dengan beberapa temannya, sementara yang lain juga berada di atas pohon tetapi pohon yang berbeda.


Di saat semua orang sudah aman dengan berlindung di atas pohon, hanya Yu Yuan yang masih berada di bawah dan menjadi satu-satunya manusia yang mampu menghindar dari kejaran seekor macan kumbang setinggi lima meter.


Sambil menjerit Yu Yuan terus berlari menghindari kejaran macan kumbang yang mengikuti dari belakang.


Yu Yuan memeriksa sisa jimat yang ia punya, jimat pertama terlihat tergeletak di tanah berposisi luamayan jauh dari tempatnya sekarang sehingga kini hanya tersisa dua jimat saja.


Untuk menggunakan jimat Yu Yuan harus menempelkan kertas jimat ke tubuh korban, tetapi ia sadar untuk melakukan hal itu tidaklah mudah namun tetap bisa di lakukan bila berkerja sama.


Yu Yuan menoleh ke arah teman-temannya yang berada di atas pohon seraya masih terus berlari."Kalian semua.!! pancing macan itu, sementara aku akan langsung menempelkan jimat ini ke tubuhnya..!"


"Kau gila..?! Jika melakukan itu kami bisa saja akan menjadi kudapan ringan bagi macan itu, jika ada yang harus mati kenapa tidak kau saja."Salah seorang berkata spontan.


Yu Yuan menjadi kesal."Jangan bicara seenaknya..! Cepat pancing macan itu atau aku akan benar-benar menjadi kudapan ringan."


Semua teman Yu Yuan nampak ragu, tetapi setelah di yakinkan oleh Ling Yung di tambah merasa kasihan melihat Yu'Yuan berlari ke sana kemari menghindari kejaran macan, akhirnya merekapun bersedia membantu.


Satu persatu ledakan energi serta cahaya yang di hasilkan terlihat sampai menerangi paviliun harimau putih, Dengan kompak semua teman Yu Yuan melompat turun dari pohon, mereka nampak gagah dengan balutan jubah tempur di tubuh.

__ADS_1


Karena terharu melihat teman-temannya berani berkorban, membuatYu Yuan meneteskan air mata."Teman-teman, kalian memang yang terbaik..! Aku juga akan ikut.!!"


Untuk memberikan waktu bagi Yu'Yuan menggunakan jubah tempur, semua temannya termasuk Lin Yung menciptakan masing-masing sebilah pedang dan bergerak maju menyerang macan kumbang.


Setelah cukup lama berlari akhirnya Yu Yuan bebas dari kejaran macan kumbang, diapun berhenti sejenak untuk mengambil nafas seraya memperhatikan pertarungan teman-teman yang lain.


Beberapa meter di depan semua teman-teman Yu Yuan nampak kompak dalam menyerang. Mereka menyerang secara bergiliran, dengan posisi melingkari macan kumbang.


"Saudara Yuan..! Apa yang kau tunggu, lekas gunakan jubah tempur dan segel mahluk ini dengan kertas jimat..!"Lin Yung nampak serius menghadapi macan kumbang, dia jugalah yang mengkoordinasikan teman-temannya dalam menyerang.


Meski hanya di beri beberapa menit waktu yang di gunakan untuk bernafas, bagi Yu Yuan hal itu sudah lebih dari cukup.. Sebuah ledakan api lumayan besar keluar dari tubuh Yu'Yuan, api dari ledakan itu menyelimuti tubuhnya hingga mengeras menjadi jubah tempur berwarna merah dengan corak api.


Dengan sigap Yu Yuan berlari maju membantu yang lain, ia juga mencari celah untuk menyegel makhluk itu menggunakan kertas jimat.


Kekuatan yang terpancar di tubuh Yu Yuan dan Lin Yung lumayan membuat Fang Ling terkejut dan terhibur melihatnya.. Tetapi Fang Ling masih tidak sadar jika kedua pemuda itu adalah temannya yang sudah lama tidak ia lihat.


Laju pertarungan di bawah menjadi hiburan tersendiri bagi Fang Ling yang masih duduk di atas atap rumah, ia sekali-kali juga tersenyum dan bertepuk tangan melihat beberapa serangan dan ledakan di bawah.


Suara ledakan besar hasil dari beberapa serangan tidak melukai macan kumbang yang menjadi target tunggal bagi sebagian besar serangan. Meski sudah berkali-kali di hantam serangan kuat, macan itu masih mampu berdiri kokoh seakan serangan yang mengenainya tidak berpengaruh besar.


Konyolnya lagi semua teman Yu Yuan tetap menyerang meski tau jika serangan mereka tidak berguna, hal itu malah menjadi bumerang bagi mereka karena sebagian besar energi elemen mereka terkuras akibat melakukan serangan sia-sia terus-menerus.


Di atas atap rumah Fang Ling tidak tahan untuk tidak tertawa melihat keadaan di bawah, dia bahkan tertawa sampai menangis melihat kebodohan orang-orang di bawah yang masih saja menyerang sebuah bayangan.


"Hahahaha, sepertinya aku sudah berlebihan mengerjai mereka.. Baiklah waktunya untuk kalian tidur."Fang Ling berdiri dengan wajah sudah di tutupi oleh topeng rubah.


Fang Ling mendekatkan bagian belakang seruling lalu meniupnya dengan perlahan, suara yang di hasilkan dari melodi seruling membuat pertarungan di bawah terhenti, pada saat yang sama Yu Yuan berhasil menempelkan satu jimat di tubuh macan kumbang yang seketika membuat macan itu membeku.


"Aku berhasil..! Macan iblis itu sudah kalah.!!"Yu Yuan terlihat sangat senang, hingga dia tersentak melihat semua temannya membeku melihat ke arah atap rumah di belakang dirinya.


"Ada apa dengan kalian teman-teman..?"Tanya Yu Yuan.


Semua teman Yu Yuan hanya diam dengan wajah pucat seakan tidak memiliki darah, mereka hanya menunjuk ke arah asal suara seruling yang berada tepat di atap rumah di belakang Yu Yuan.


Yu Yuan seketika baru sadar jika ada suara seruling yang bermelodi sama dengan sebelumnya. Tetapi kali ini suara itu terdengar sangat jelas serta berasal tepat di belakangnya.

__ADS_1


Karena penasaran sesuatu seperti apa yang membuat takut teman-temannya, Yu'Yuan memberanikan diri untuk berbalik dan melihat ke atap rumah.


Bulu kuduk Yu Yuan langsung berdiri, kotak hitam di tangannya juga terjatuh dan terhempas ke tanah. Matanya tidak berkedip melihat sesosok pria berdiri di atas atap rumah dengan topeng rubah melekat di wajahnya serta memandang dingin ke arah mereka.


Sangking paniknya semua teman Yu Yuan berlari kocar-kacir keluar dari paviliun harimau putih, sementara Lin Yung mencoba menarik tangan Yu Yuan karena pemuda itu kembali membeku.


"Saudara, sadarlah..Kita akan berada dalam masalah jika kau seperti ini."Sekuat tenaga Lin Yung mencoba menarik lengan Yu Yuan, tetapi Yu Yuan sudah membatu seperti patung.


Meski begitu Lin Yung tidak mau meninggalkan Yu'Yuan, ia masih tetap berusaha untuk menyadarkan Yu'Yuan. Dari atas atap rumah, Fang Ling melompat dan mendarat pelan tepat di hadapan Yu Yuan dan Lin Yung.


Tubuh Lin Yung bergetar hebat melihat sosok pria bertopeng rubah di depan, baru kali ini ia merasa sangat takut kepada sesuatu, meski begitu ia enggan meninggalkan Yu Yuan dan tetap berada di belakangnya.


Fang Ling menghentikan permainan seruling-nya, diapun menatap Yu Yuan dan Lin Yung bergantian."Malam sudah sangat larut, ini sudah bukan waktu bagi kalian manusia untuk keluar dan mengusik kediaman orang lain."


Mulut Yu Yuan terbuka tertutup tetapi tidak mampu untuk mengeluarkan suara, mental yang ia banggakan seketika hancur di hadapan pria di depan.


"Maafkan kami karena sudah mengusik kedamaian anda, kami hanya ingin melihat-lihat. Mohon tuan hantu tidak masukan ke dalam hati dan mau memaafkan kami."Kata Lin Yung.


Fang Ling mengusap dagu."Jarang sekali seseorang sepertiku mau memberikan maaf, tetapi karena kali ini aku sedang berbaik hati..Akan ku berikan waktu sepuluh detik bagi kalian berdua untuk keluar dari kediaman ku."


Satu...


Dua...


Tiga..


Yu Yuan seketika tersentak lalu kabur dari tempat itu, sangking cepatnya membuat Lin Yung terkejut sebab kali ini ia malah di tinggal oleh Yu Yuan setelah setia menunggu pemuda itu.


"Dasar tidak punya hati..! Tunggu aku saudara."Sekuat tenaga Lin Yung berlari menyusul Yu Yuan yang sudah hampir mencapai gerbang paviliun.


Di saat kedua pria itu berlari sekuat tenaga, Fang Ling masih tetap menghitung hingga hitungannya berhenti di angka lima lalu melesat mengejar Yu'Yuan dan Lin Yung.


"Dasar curang.!! Bahkan kau tidak menepati janji."Jerit Yu Yuan sampai-sampai membuat langkahnya semakin cepat, begitu juga dengan Lin Yung yang berada di belakang.


Fang Ling berhenti dan berdiri di atas gerbang kediamannya yang memiliki tinggi 15 meter, sehingga dari sana ia masih bisa melihat Yu Yuan dan Lin Yung berlari keluar dari jalur paling kanan.

__ADS_1


"Hahahaha..Malam ini ternyata sangat menyenangkan, sayang sekali karena besok rumah ini akan di ketahui oleh semua orang dan di kenal dengan kediaman Fang."


__ADS_2