
Setelah semuanya selesai mengemasi barang-barang dan tidak lupa mematikan api unggun hingga benar-benar padam, kelompok Fang Ling kembali melanjutkan perjalanan dengan semangat.
Menurut peta hanya tinggal beberapa kilo meter sebelum kelompok Fang'Ling masuk ke area sungai lahar yang merupakan area tujuh, area itu di kenal dengan sungai kematian karena jika jatuh orang itu akan langsung tewas.
Area tujuh adalah area yang sangatlah berbahaya, di penuhi dengan rintangan di mana-mana dan belum lagi mereka juga harus melewati sungai itu entah harus menggunakan apa.
Mengenai hal itu pula kepala Wang Yihan terasa sangat sakit, berbeda dengan Fang'Ling yang terlihat biasa saja bahkan tidak pernah mengubah raut wajahnya yang sangat serius.
Wang Yihan berjalan di samping kanan Fang Ling terlihat sangat asik melihat peta di tangannya, dari awal perjalanan entah apa yang di pikirkan pemuda itu hingga terus berdecak kesal.
"Adik Fang, bagaimana caranya agar kita bisa melewati sungai lahar itu ? bahkan di peta di jelaskan tidak ada jalan lain selain mengarungi sungai itu menggunakan sesuatu yang harus di pikirkan,"
Melihat kebingungan di wajah Wang'Yihan, Fang Ling hanya tersenyum kecil ke arahnya,"Aku tidak tau,"
"Kau tidak tau ?! apakah kau bercanda,"Kata Wang Yihan dengan nada sedikit tinggi, merasa jika Fang Ling terlalu santai.
Lagi-lagi Fang Ling hanya tersenyum kecil dan sedikit mengagguk,"Benar aku tidak tau, bukankah kita belum melewati area itu ? lantas bagaimana aku bisa tau mengenai jalan itu, sedangakan melihatnya saja belum,"
Sontak saja Wang Yihan terdiam tidak menjawab, kini dirinya sadar jika dia terlalu mencemaskan sesuatu yang belum terlihat bahkan kemungkinan besar para penyelenggara sudah mengatur sesuatu di area tujuh.
Fang Ling menepuk pundak Wang Yihan,"Kak Wang, kau terlalu banyak berpikir sebaliknya kau gunakan kesempatan ini untuk beristirahat dan menenangkan pikiran,"
"Kau benar adik Fang, aku merasa jika kepala ku sakit memikirkan hal yang belum tentu terjadi,"Wang Yihan menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan untuk menenangkan pikirannya yang kacau.
"Aku mengerti... kau hanya mengkhawatirkan teman-teman mu,"Kata Fang Ling dan di jawab dengan anggukan kepala dari Wang Yihan.
Ah Bai yang sedari tadi berjalan di barisan paling belakang karena kesulitan berjalan mulai terlihat kelelahan, namun saat melihat punggung Fang Ling dua merasa kembali bersemangat dan berusaha menyusulnya.
Setelah berusaha merasa untuk menyusul Fang Ling, Ah Bai begitu terkejut saat Fang Ling menjerit seperti wanita begitu dirinya menyentuh tangan pemuda itu.
"Ayolah, aku tau kau takut dengan anak kecil, tapi bisakah kau mengubah jeritan mu ? karena itu sangat mengganggu,"Wang Yihan menutupi telinganya agar tidak mendengar jeritan Fang Ling yang seperti wanita.
"Ah Bai ! jangan datang dan menyentuh ku tiba-tiba, tuan mu ini sangat takut dengan anak kecil,"Fang Ling mengusap wajahnya karena merasa terkejut.
__ADS_1
Mendengar hal itu Ah Bai tidak menangis, dia merasa sangat kesal karena terus di jauhi tuannya. Dengan menggunakan tongkat bambu Ah Bai memukul Fang Ling sekuat tenaga.
"Dasar bodoh, jika kau tidak menyukaiku kenapa kau menyelamatkan ku,"Gumam Ah Bai sambil terus memukuli Fang Ling.
Tentunya Fang Ling hanya berusaha menghindari pukulan Ah Bai walaupun beberapa pukulan berhasil mengenai wajahnya, dia merasa ada yang aneh ketika wajah Ah Bai berangsur-angsur memerah dengan nafas terputus-putus.
"Ah Bai apakah kau tidak apa-apa ? kenapa wajah mu memerah ?? Tanya Fang Ling nampak khawatir dengan kondisi Ah Bai yang terlihat suka sakit-sakitan karena waktu menemukan Ah Bai, dia sedang sekarat dan hampir mati.
"Dasar tuan bodoh, apakah kau tidak pernah memikirkan perasaanku,"Batin Ah Bai sebelum pandangannya menghilang dan ambruk ke tanah dengan nafas terengah-engah.
Menyadari hal itu semua perempuan yang ada membantu Ah Bai untuk kembali sadar, namun saat Yue Liang menyentuh wajah Ah Bai dengan punggung tangannya, Yue Liang merasa jika anak itu sedang demam tinggi.
"Gawat dia sedang demam, apakah kalian memiliki obat yang bisa menghilangkan penyakit ini ? jika tidak anak ini dalam bahaya,"Kata Yue Liang dengan perasaan sangat panik.
"Adik Fang, bukankah kau memiliki darah kaisar naga ? kenapa kau tidak memberikannya kepada Ah Bai,"Kata Wang Yihan.
"Apakah kau lupa dia adalah hewan kontrak ku, setengah dari darah kaisar naga juga ada di tubuhnya bahkan dia juga menghisap sisa elemen es milik ku,"Jawab Fang Ling.
"Lalu kenapa dia tidak bisa sembuh, jangan-jangan kau berbohong tentang khasiat darah kaisar naga yang bisa menyembuhkan semua luka,"
Darah kaisar naga hanya berpengaruh terhadap luka luar maupun dalam, jika mengenai demam dan penyakit lain sebagainya, itu tidak bisa di sembuhkan dengan darah kaisar naga.
"Jika bisa menyembuhkan penyakit menggunakan darah kaisar naga, sudah lama guru luo tang terbebas dari penyakitnya. Tapi jika mengenai ini....."Fang Ling nampak berpikir sambil memperhatikan kondisi Ah Bai yang terus menurun terlihat hampir mati.
Dengan perasaan takut sekaligus sangat tidak mau kehilangan Ah Bai, Fang Ling memberanikan diri untuk berjalan ke arah kerumunan perempuan.
"Berikan dia kepada ku, sepertinya dengan menggunakan energi kehidupan milik ku Ah Bai bisa tetap hidup sampai aku mati,"Kata Fang Ling tegas.
"Benar ! cara itu mungkin saja berhasil,"Yen Siulan menggendong Ah Bai dan perlahan memberikan anak itu kepada Fang Ling di hadapannya.
Dengan perasaan takut mengingat trauma yang di alaminya, Fang Ling berusaha untuk menghadapi rasa takut itu dan menggendong Ah Bai di punggungnya.
Benar saja saat melakukan hubungan kontak fisik tubuh Ah Bai mengeluarkan cahaya keemasan yang menghisap sedikit demi sedikit cahaya kehijauan dari tubuh Fang Ling.
__ADS_1
Setalah keadaan Ah Bai sudah stabil dan ketakutan Fang Ling terdapat anak kecil sudah menghilang, rombongan itu kembali melanjutkan perjalanan.
Sambil berjalan Fang Ling dan Wang Yihan asik bercerita mengenai sekte masing-masing, sedangakan kelompok perempuan yang berjalan di depan terlihat asik membicarakan sesuatu yang hanya perempuan ketahui.
Kini tidak jauh di depan mulai terlihat sebuah gerbang batu raksasa yang merupakan jalan keluar dari area enam, rombongan Fang Ling terlihat tidak lebih besar dari seekor semut di hadapan gerbang tersebut.
Setelah tepat berada di depan gerbang tersebut, Fang Ling menemukan sebuah altar kecil dan juga terlihat sebuah celah berbentuk spiral di bagian tengah altar tersebut.
"Menurut mu untuk apa altar dan celah berbentuk pedang ini ? Tanya Wang Yihan, dia merasa otaknya seakan ingin meledak ketika di hadapankan oleh sebuah teka teki gila itu.
Merasa itu adalah sebuah teka teki, Fang Ling memperhatikan sekelilingnya dan kembali menemukan empat altar kecil lainnya dan juga memiliki sebuah celah berbentuk senjata.
Namun kali ini berbeda, masing-masing altar memiliki celah yang berbentuk pedang,tombak,busur panah, cakram, sabit.
Tapi, kegunaan dari celah dan hubungannya dengan gerbang raksasa di hadapannya membuat Fang Ling merasa pusing memikirkannya.
"Apa hubungan celah berbentuk senjata ini dengan gerbang itu... Jangan-jangan,"
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
__ADS_1
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang abadi