Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Serangan mayat hidup


__ADS_3

Note : Budayakan like sebelum baca 🐾🐾


Setelah beberapa jam terbang sambil bercerita, ternyata sejak awal Fixie sudah mengikuti Fang Ling secara diam-diam.. Saat Fang Ling pingsan, Yongkailah yang menahan medusah, hingga kadal itu mati akibat melindungi Fang Ling yang saat itu sedang tidak sadarkan diri.


Malam hari di padang pasir terasa sangat dingin..Fixie merasa tubuhnya seakan-akan membeku, sedangkan Fang'Ling nampak terbang beberapa meter di depan seolah tidak peduli dengan keadaannya.


"Dasar..Apa karena elemen es nya dia bersikap dingin seperti itu..? Bahkan sejak awal terbang, dia sama sekali tidak pernah menoleh ke belakang."Gumam Fixie sambil memandang Fang Ling dengan perasaan kesal.


"Jangan pikir aku tidak mendengar ucapan mu, cepatlah, kau terlalu lambat."Ujar Fang Ling, tanpa menoleh kebelakang serta tetap bersikap hati-hati dengan keadaan sekitar.


Fang Ling memiliki empat sayap putih yang nampak sangat kokoh, bahkan membuatnya nampak seperti dewa perang..Karena hal itu pula ia dapat terbang dengan cepat.


Sedangkan Fixie memiliki empat sayap..Dua sayap di bagian atas memiliki ukuran yang lebih besar dari bagian bawah, serta memiliki struktur tipis dan tidak terlalu lebar.


Fixie tidak sadar jika udara dingin benar-benar sudah menyakiti tubuhnya, bahkan keempat sayapnya terasa semakin berat dan kaku.


Namun Fixie tidak sadar jika perlahan-lahan keempat sayapnya mulai membeku, dirinya tidak sadar karena mencoba tetap berada di belakang Fang'Ling sementara pria itu sendiri nampak celingak-celinguk.


Fang Ling berhenti sejenak, sampai-sampai Fixie tidak sadar karena kedinginan dan akhirnya menabrak punggung Fang Ling.


"Aww..Kalok terbang pakek mata sama sayap.. Untung saja hidung ku tidak patah, semua ini salahmu..! karena tiba-tiba berhenti."


Merasa tidak senang Fixie memukul bahu Fang Ling, sementara Fang Ling tidak menghiraukan apa yang di lakukan elf tersebut..Ia nampak memperhatikan sekelilingnya, tetapi tidak ada benda lain yang dapat di lihat selain pasir.


"Aneh, kenapa jalan ini terasa begitu asing..?"Gumam Fang Ling, dirinya yakin jika jalan yang di lalui nya saat ini adalah jalan yang benar.


Mendengar gumaman Fang Ling, Fixie menghentikan perbuatannya yang asik memukul bahu Fang Ling.


"Maksudmu..? Apa kita tersesat.."

__ADS_1


"Entahlah, aku tidak yakin..Tetapi jika benar, maka kita benar-benar berada dalam masalah.."Fang Ling menoleh ke segala arah, pemandangan yang di lihatnya nampak sangat asing.


Dari kejauhan Fang Ling merasa ada sekelompok orang bergerak cepat, nampaknya orang-orang itu sedang mengarah ke arahnya..Tidak mau ambil pusing, Fang Ling mengatakan kepada Fixie untuk terbang secepatnya.


Fixie yang kebingungan hanya menuruti perkataan Fang Ling, iapun terbang dengan cepat ke arah utara..Arah yang seharusnya akan membawa dirinya kembali ke kota Muxan, tetapi jalan yang berubah menjadi masalah bagi Fixie.


Di saat nafasnya mulai memburu, Fixie memutuskan untuk berhenti.. Dia menoleh kebelakang, alangkah terkejutnya ia saat baru sadar jika di belakang Fang Ling tidak ada di sana.


"Apa..! Dimana orang itu..?"


Pada saat akan memutar arah dan berniat kembali menyusul Fang Ling. Tiba-tiba Fixie merasa pusing serta tubuhnya menjadi sangat dingin, tiba-tiba Fixie terhuyung dan akhirnya terjatuh dari udara karena keempat sayapnya telah membeku.


Sementara masih di tempat yang sama saat dirinya berhenti, Fang Ling menciptakan sebuah penghalang berupa dinding energi. Jika manusia melalui dinding itu, maka tubuh mereka akan hancur menjadi abu.


Di luar dugaan, saat puluhan pria yang nampak sedang menunggangi sesuatu bergerak semakin dengan dengan dinding energi..Mereka masuk ke dalam pasir, sehingga tidak terkena efek dari dinding energi sebab mereka lewati dari bawah.


Bersamaan dengan pukulan yang Fang'Ling lancarkan, ratusan es runcing keluar dari pukulan itu dan melesat ke arah puluhan orang di bawah..Namun sama seperti saat melewati dinding energi, orang-orang itu mampu menghindar dari serangan Fang Ling dengan masuk ke dalam pasir.


Saat orang-orang itu bersembunyi di bawah pasir, Fang Ling tetap bersiaga dengan terus menoleh kebawah..Tetapi puluhan orang sebelumnya tidak kunjung keluar dari dalam pasir, hingga sesuatu seperti hiu besar muncul dari dalam pasir dan langsung melompat ke atas hendak memakan Fang Ling.


Untungnya saat gigi hiu itu tertutup, Fang'Ling sudah menahan rahangnya dengan menggunakan tombak agar tidak tertutup. Keadaan Fang Ling benar-benar sangat menggelikan, karena kini tubuhnya berada di dalam mulut seekor hiu yang sangat besar dan aneh.


Saat berada di udara, hiu itu kembali mendarat ke bawah.. anehnya dia mampu berenang di atas ataupun di dalam pasir seolah-olah sedang berada di lautan..Tetapi Fang Ling tidak seperti dia, karena saat hiu itu bergerak tidak sedikit pasir masuk ke dalam mulutnya.


Dengan keadaan masih bertahan mengandalkan tombak yang menahan mulut hiu tersebut agar tidak tertutup..Fang Ling tidak bisa banyak bergerak, jika salah sedikit saja maka ia akan bermalam di dalam perut hiu aneh yang kini sedang berenang bebas di atas pasir entah akan membawa dirinya sampai mana.


Tiba-tiba dari samping kanan dan kiri.. Kelompok orang yang tadi mengincar Fang Ling tiba-tiba muncul, ternyata mereka menunggangi hiu berjenis sama dengan hiu yang mencoba memakan Fang Ling..Tetapi hiu yang di gunakan oleh kelompok itu memiliki ukuran yang jauh lebih kecil.


Saat kelompok itu bergerak lebih dekat ke arah Fang Ling, barulah nampak seperti apa hujud orang-orang itu..Ternyata mereka adalah mayat hidup, tubuh mereka nampak pucat dan di penuhi dengan luka yang sudah membusuk, begitu juga dengan hiu yang menjadi tunggangan mereka.

__ADS_1


Mayat-mayat hidup itu mengerang ke arah Fang Ling seraya mengacukan pedang dan tombak, nampak seperti perompak bajak laut.


Benar saja apa yang dipikirkan Fang Ling menjadi nyata..Dari belakang sebuah kapal besar berwarna hitam bergerak cepat, di bagian ujung tiang tengah kapal berkibar sebuah bendera hitam dengan lambang tengkorak putih.. Mencerminkan sebuah kapal bajak laut.


Saat kapal aneh itu tepat berada di samping kanan Fang Ling..Ia benar-benar sangat terkejut, semua orang di dalam dan di atas kapal itu adalah mayat hidup.


Ratusan anak panah tiba-tiba melesat ke arah Fang Ling, tetapi Fang Ling dengan sigap menggunakan jubah tempur sehingga ratusan anak panah yang melesat ke arahnya terpantul dan tidak bisa melukai dirinya.


Fang Ling mencari cara untuk keluar dari keadaannya saat ini, beberapa mayat hidup nekat melompat masuk ke dalam mulut hiu yang sama dengan Fang Ling.. Begitu puluhan mayat hidup bergerak ke arahnya, Fang Ling melepaskan pegangannya pada tombak yang menopang rahang hiu tersebut lalu melompat ke bagian dalam mulut hiu itu sambil menahan nafasnya.


"Semoga saja di bawah sana tidak ada asam lambung.."Batin Fang Ling, sambil menutup hidung..Sementara tubuhnya terjun bebas memasuki tenggorokan hiu tersebut.


Beberapa mayat hidup sebelumnya mati, sementara beberapa hidup yang selamat ikut masuk ke dalam tenggorokan hiu tersebut..Setelah berhasil menelan beberapa kudapan berprotein, hiu itupun menutup mulutnya lalu berenang ke dalam pasir.


Braaaaak


Saat setelah masuk ke dalam pencernaan hiu tersebut, tubuh Fang Ling terjatuh di atas sebuah kapal hancur..Lalu beberapa mayat menyusul dari atas, tetapi sebagai dari mereka tercebur ke lautan hijau yang sebenarnya adalah asam lambung.


Beberapa mayat hidup yang tercebur ke dalam asam lambung seketika mati dengan tubuh meleleh, begitulah jika manusia atau mahkluk hidup lainnya masuk ke dalam asam lambung..Tubuh mereka akan terurai, kemudian berubah menjadi kotoran.


Begitu sadar Fang Ling buru-buru kembali bangkit, di hadapannya terdapat lima puluh mayat hidup tengah berjalan mendekat dengan membawa tombak, pedang serta beberapa jenis senjata yang biasa digunakan oleh bajak laut.


Untuk menyambut serangan yang akan datang, Fang Ling menciptakan sebilah pedang dari elemen es."Xie'Xie, maaf kan aku..Kau harus bertahan hidup."


•Pendekar rajawali


•Legenda sang dewa naga


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2