
Di area empat yang merupakan kawasan sungai yang terbentang luas di sekte gunung tengkorak mempunyai banyak rahasia dan sangat berbahaya, paling tidak hanya tersisa lima ratus pendekar yang awalnya mempunyai jumlah ribuan.
Pendekar-pendekar yang gagal tidak mati mereka di selamatkan oleh pihak penyelenggara saat mereka hampir mati, dan mayat-mayat yang di lihat orang lain itu hanyalah ilusi yang di buat agar pendekar-pendekar yang selamat mampu menguasai medan sulit dan tidak takut kehilangan siapapun.
Tentunya medan sulit yang di berikan kepada semua pendekar bukan hanya untuk memasuki tahap seleksi melainkan juga akan di ikut sertakan untuk masuk ke sekte terbesar di benua ke dua bagi yang berhasil, nama sekte itu adalah sekte Naga langit.
Sekte naga langit hanya memilih pendekar-pendekar yang unggul dan jauh dari kata jenius, sebab itulah hanya terdapat ratusan murid di dalam sekte naga langit, mereka semua adalah orang-orang pilihan yang memenuhi syarat tertentu.
Kekuatan dari sekte naga langit mempunyai posisi ketiga dari lima sekte terkuat, bahkan kekuatan pendekar-pendekar yang berada di dalam sekte tersebut mampu menembus tingkat pengembangan Roh di umur kurang lebih 20 thn, bahkan jika dalam umur 20 thn sudah mampu menembus tingkat pembentukan Jiwa mereka akan di jadikan murid dalam atau bahkan murid inti.
Sesuai dengan namanya, sekte naga langit bukan berada di atas langit melainkan di atas puncak gunung yang di mana gunung tersebut di kelilingi ribuan gunung lainnya, alhasil sekte itu memiliki beberapa nama julukan seperti sekte gunung seribu dewa, sekte langit, bahkan lebih banyak lagi.
Jika mengenai kekuatan sekte naga langit sebenarnya seimbang dengan sekte terkuat ke dua, tapi karena satu atau dua hal membuat kedua sekte itu tidak pernah berkomunikasi satu sama lain, sehingga membuat sekte lain kebingungan.
Lima sekte terkuat adalah lima pilar di seluruh benua karena dengan adanya pilar seperti mereka akan mudah menekan sekte aliran hitam atau sekte netral yang condong ke aliran hitam, namun karena semakin hari aliran hitam semakin kuat, semua sekte membuka penerimaan murid unggul salah satunya sekte naga langit.
Sekte naga langit memiliki hubungan baik terhadap sekte gunung tengkorak, kebetulan sekte gunung tengkorak membuka turnamen besar, alhasil membuat sekte-sekte lain tertarik untuk melihat kemampuan pendekar-pendekar yang mengikuti turnamen itu, barangkali ada salah satu dari mereka memiliki kemampuan di atas rata-rata.
Lima pilar dan sekte-sekte lain sepakat untuk melihat kemampuan pendekar muda yang mengikuti turnamen gunung tengkorak, tentunya orang-orang memiliki alasan kuat kenapa begitu tertarik terhadap sekte gunung tengkorak, alasan itu adalah sekte gunung tengkorak terus menghasilkan bibit unggul bahkan mudah untuk mencari pendekar di tingkat pembentukan inti di umur kurang dari 20 Thn, membuat sekte gunung tengkorak cukup di segani orang-orang.
Terlihat di hilir sungai yang mempunyai lebar kurang dari dua meter sebuah perahu bergerak pelan di dorong oleh arus sungai, selama tiga hari Fang Ling masih belum sadarkan diri saat di temukan Xiao Qing dan Xiao Bai tergeletak tidak berdaya dengan racun yang hampir membunuhnya.
Untungnya saat itu Ah Bai Kembali dari dalam hutan dengan alasan tersesat saat mencari ranting pohon, karena Ah Bai menghisap energi kehidupan Fang Ling akibatnya dia juga bisa melakukan itu kapada tuannya, karena itulah Fang Ling masih bisa selamat walaupun masih terdapat racun di tubuhnya.
__ADS_1
Racun macam air tergolong racun yang sangat berbahaya dan susah untuk di obati, namun karena Fang Ling sudah menghisap energi kehidupan Ah Bai racun itu menghilang dan hanya menyisakan sedikit yang merupakan racun jinak.
Walaupun racun itu jinak dia tetap berbahaya jika dalam waktu satu minggu tidak di keluarkan maka akan akibatnya adalah otot tendon akan hancur, jika otot tendon hancur maka seseorang itu tidak akan mampu berkultivasi.
Sebenarnya Xiao Qing dan Xiao Bai bisa mengeluarkan sisa racun di dalam tubuh Fang Ling, namun racun itu berada di area vital di samping jantung jika salah sedikit saja maka Fang Ling akan melayang di udara atau dengan kata lain dia akan mati.
Karena akibatnya sangat berbahaya Xiao Qing dan Xiao Bai tidak mampu untuk melakukan itu karena menyangkut nyawa Fang Ling, selama dua hari mereka berdua terus merawat Fang Ling dengan senang hati terutama memandikannya.
Jika sudah sore hari biasanya Xiao Qing dan Xiao Bai akan bertengkar karena ingin memandikan tubuh Fang Ling, namun untuk saat ini mereka tidak akan bisa karena Fang Ling mulai menggerakkan kelopak matanya dan perlahan membuka mata dan langsung di sambut dengan tubuh Xiao Bai dan Xiao Qing yang tidak di tutupi sehelai benangpun.
"Sial, apakah aku sadar di waktu yang tidak tepat atau aku harus pura-pura kembali pingsan, tapi pemandangan ini terlalu bagus akan sangat rugi jika aku melewatkannya,"Batin Fang Ling.
Agar tidak di ketahui jika dia sedang mengintip, Fang Ling hanya membuka sedikit matanya dan sudah bisa melihat sesuatu yang sangat indah berwarna putih besar dengan ujung seperti buah ceri, saat kedua gadis itu langsung menoleh ke arahnya Fang Ling menutup kedua matanya dengan secepat kilat.
"Apakah aku akan ketahuan, sial kenapa udara menjadi panas sedangkan aku sedang mengambang di atas Ari sungai yang tentunya dingin,"Batin Fang Ling dengan jantung berdetak cepat.
"eh kau juga ? ku kira hanya aku yang merasakannya,"Ucap Xiao Qing sambil menoleh ke arah Fang Ling.
Untuk memastikan Xiao Qing dan Xiao Bai duduk tepat di samping kanan dan kiri Fang Ling alhasil, kedua dada itu secara tidak sengaja menyentuh wajah Fang Ling membuat imannya hampir pecah menjadi pecahan molekul Fang Ling berusaha mati-matian agar tidak mengeluarkan darah dari hidungnya.
Setelah berusaha untuk tetap tenang, akhirnya Fang Ling tidak tahan lagi dan mengeluarkan darah dari hidungnya, alhasil melihat darah keluar dari hidung Fang Ling, Xiao Qing dan Xiao Bai menjerit sejadi-jadinya sambil memukuli wajah Fang Ling hingga membuatnya kembali pingsan.
Ah Bai yang bermalas-malasan di anjungan perahu kebetulan melihat tuannya di pukuli oleh dua iblis wanita, dia berjalan ke arah tuannya dan memperbesar tubuhnya menjadi sebesar harimau normal.
__ADS_1
Alih-alih mau membantu Fang Ling, Ah Bai duduk di perut Fang Ling dan ikut memukuli wajahnya hingga membuat Fang Ling yang pura-pura pingsan menjadi sangat kesal di buatnya.
"Sialan kau Ah Bai, aku akan mengenang hal ini aku akan jadikan kau umpan ikan,"
Di tengah-tengah keributan di atas perahu mereka tidak sadar jika area empat mulai habis dan kembali masuk ke area lima yang merupakan dataran tandus, dengan retakan tanah yang mengeluarkan hawa panas yang mampu membakar apapun di atasnya, sekaligus terdapat Padang pasir yang sangat berbahaya.
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
__ADS_1
•Pendekar pedang immortal
Bersambung.....