
Semua orang yang berada di lantai dasar penginapan tersebut terdiam mendengar perkataan Fang ling yang begitu dingin, mereka hanya bisa mengigit jari dan menyesali apa yang sudah mereka lakukan.
Pria buncit yang merupakan pemilik penginapan itu nampak sangat murka dengan apa yang di jelaskan Fang ling dan kembali menatap pelayan perempuan di sampingnya.
"Kau ! sebaiknya kau pergi dan angkat kaki dari penginapan ini ! Bentak pria buncit itu.
Pelayan tersebut menatap Fang ling dengan tatapan tidak percaya dan kembali menatap pria buncit di sampingnya dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya.
"Tu-Tuan aku tidak tau jika benda itu sangat berharga, mohon maafkan aku," pelayan perempuan tersebut bersujud di hadapan pria buncit yang hendak menginjak kepalanya.
Merasa kasihan dengan perempuan tersebut, Fang ling menghentikan pemilik penginapan itu dan berkata,"Sudahlah tuan aku sudah memaafkan nya,"
"Kau dengan itu ! berterimakasih lah kepada tuan muda ini karena sudah memaafkan mu,"kata pria buncit tersebut.
Pelayan perempuan tersebut beralih bersujud ke arah Fang ling seraya berkata," Terimakasi tuan, aku tidak akan melakukan hal seperti ini lagi maafkan aku,"
Merasa sudah tidak ada urusan dengan perempuan tersebut, Fang ling hanya diam dan beralih menatap pemilik penginapan tersebut," Sebenarnya dengan benda itu aku bisa memiliki penginapan ini bukan ?
"Benar tuan, tidak hanya itu aku bahkan harus membayar satu juta koin emas dan menyerahkan penginapan ini kepadamu, jika ingin memiliki benda ini," kata pria buncit itu dengan sopan.
"Sayangnya aku tidak tertarik dengan penginapan ini, aku akan memberikan itu kepada mu untuk pembayaran sewa beberapa hari di penginapan mu,"kata Fang ling.
pria itu hampir pingsan dengan apa yang di katakan Fang ling, karena tidak menyangka jika dirinya akan mendapatkan kristal tingkat tinggi yang sangatlah langka, hanya dengan melayani pemuda di hadapannya.
"Baiklah tuan kami akan menyiapkan apapun yang kau mau, kau hanya perlu sampaikan langsung Kepada ku,"kata pria itu dengan senyum terindah sepanjang hidupnya.
Fang ling hanya mengangguk menanggapi pria di hadapannya dan kembali tersenyum menyeringai seraya berkata," aku ingin membunuh semua orang itu dan ku harap kau tidak keberatan,"
Dengan tatapan datar pria itu menatap sekumpulan orang-orang yang duduk di sudut ruangan dasar dan kembali menatap Fang ling dengan Tersenyum cerah," apapun yang kau mau tuan, silakan kau lakukan sesuka mu,"
Dengan santainya seolah tidak akan melakukan apa-apa Fang ling berjalan ke arah sekelompok orang yang sempat mengejek nya."Apakah kita sudah menyelesaikan urusan yang beberapa menit lalu ?
Lima orang itu langsung menatap Fang ling dengan tatapan membunuh dan salah satu dari mereka yang sudah menjelekkan Shun Jing Berdiri dengan arogannya.
__ADS_1
"Perhatikan dimana kau sekarang pengemis ! kata pria itu dengan nada membentak.
Kapasitas kesabaran Fang ling sudah mencapai puncaknya, dengan kuat Fang ling menekan kepala orang itu hingga membuat hancur meja dan lantai.
"Hahaha sepertinya kau akan kehilangan kepala mu," Fang ling menghentak-hentak kepala pria itu, hingga membuat lantai penginapan hancur dengan kepala orang itu yang juga ikut hancur.
empat orang yang merupakan satu kelompok dengan orang yang di bunuh Fang Ling, nampak sangat marah dengan mengaktifkan Jubah Tempurnya.
"Nak jangan salahkan....
belum sempat orang itu melanjutkan perkataannya, Fang ling memotong kepalanya dengan menggunakan telapak tangan yang sudah di balut dengan es.
Tidak berhenti di situ Fang ling kembali memukul ketiga orang yang tersisa, hingga ketiga perutnya berlobang dengan isi berceceran mengotori lantai penginapan.
Semua orang yang melihatnya hanya membatu di tempat duduk masing-masing karena merasa sudah melakukan kesalahan.
Sedangakan pemilik penginapan hanya berdecak kagum dengan kemampuan Fang ling, sambil sesekali bertepuk tangan dan merasa sangat puas dengan apa yang di dapatkan nya.
Setelah semua orang yang menganggu nya meregang nyawa, Fang ling Kembali berjalan ke arah Shun Jing yang sedari awal hanya menatapnya manja.
"Kau pemuda yang sangat baik, tidak masalah pelayan akan membersihkan semua itu," kata pria buncit itu sambil membantu Fang ling kembali berdiri.
"Senior apakah kamar yang kami pesan sudah siap ? tanya Fang ling.
Pria buncit itu berjalan ke arah meja administrasi dan memperhatikan buku yang tergeletak di atas meja itu beberapa saat, sebelum kembali berdiri di hadapan Fang ling dengan tatapan tidak enak.
"Mohon maaf anak muda, hanya tersisa satu kamar di penginapan ini," kata pria buncit itu.
Seolah mendapat sebuah kesempatan emas, mata Fang ling melebar seolah berubah menjadi seekor rubah lengkap dengan ekornya.
Dengan wajah tenang seperti semula Fang ling beralih menatap Shun Jing dan berkata,"Sepertinya kita harus menerima nya, karena hari sudah mulai gelap dan terlihat sedikit mendung,"
Blush...
__ADS_1
Wajah Shun Jing merona karena sudah mengetahui apa yang di pikirkan Fang ling terhadapnya," Se-sepertinya k-k-kau benar,"
"Kenapa wajah mu memerah apakah kau demam," dengan polosnya Fang ling menempelkan telapak tangannya ke jidat Shun Jing.
"Tidak, aku tidak demam... mungkin aku hanya kepanasan," kata Shun Jing semakin panik.
Pemilik penginapan yang sedari awal mendengarkan pembicaraan intim ke keduanya, hanya menatap Fang ling dan Shun Jing dengan tatapan datar sekaligus sangat iri.
"ekhm, apakah tuan sudah memutuskan ? tanya pria buncit itu.
"Sudah,kami memutuskan untuk mengambil kamar itu," kata Fang ling penuh semangat membuat Shun Jing semakin memerah.
"Baiklah tuan, mari ikuti saya," pemilik penginapan itu berjalan ke lantai paling atas dengan di ikuti Fang ling dan Shun Jing.
Setelah sampai di lantai paling atas, terdapat beberapa kamar yang terlihat sangatlah mewah dengan Pitu berwarna keemasan.
Pemilik penginapan itu memberikan sebuah kunci kepada Fang ling dan segera berkata,"Tuan ini adalah kunci kamar mu dan semoga kau betah di sini,"
"Terimakasih Senior aku akan sangat betah,"kata Fang ling.
Setelah memberi hormat kepada Fang ling, pemilik penginapan itu berjalan meninggalkan Fang ling dan Shun Jing yang menatapnya hingga hanya tinggal mereka berdua.
"Baiklah Shun Jing bagaimana jika kita mandi bersama ? tanya Fang ling yang langsung di balas dengan tamparan kuat dari Shun Jing.
"Dasar mesum ! kau berniat menghamili ku ?! Shun Jing menutupi seluruh bagian wajahnya dengan telapak tangan untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.
"Sepertinya anak ini sudah salah paham dengan ku," batin Fang ling menatap Shun Jing dengan datar.
"apa boleh buat, jika kau berpikir seperti itu tidak ada salahnya jika kita melakukan nya," Fang ling menggendong Shun Jing memasuki penginapan yang sudah di sediakan untuk nya.
"eh ja-jangan ak-aku belum siap ?! jerit Shun Jing dengan kedua tangan memukul punggung Fang ling.
__ADS_1
Ilunstrasi ; Fang ling X Su Yulan
Bersambung.....