Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Melanjutkan perjalanan


__ADS_3

Secara bersamaan Fang Ling dan Su Ming melemparkan bola energi yang mereka kumpulkan hingga saat keduanya saling bertubrukan, ledakan dahsyat tercipta hingga membuat hewan-hewan buas yang kebetulan bersemangat lari ketakutan.


Gelombang dari ledakan itu begitu besar hingga membuat efek riak yang membuat sebuah kawah besar dengan retakan larva dan petir di dalamnya setelah energi itu menghilang, terlihat Fang Ling masih berdiri tegak dan tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri.


Sedangkan Xiao Qing dan Xiao Bai terlihat terpental cukup jauh akibat energi besar yang saling bertubrukan, keduanya kembali berdiri setelah sempat tersungkur dan langsung tercengang begitu melihat dataran di hadapan mereka berubah menjadi kawah besar mengerikan.


"Apakah ini kekuatan tuan Fang Ling sebenarnya, aku tidak pernah menyangka jika dia akan sekuat ini walaupun sering melihatnya bertarung,"Ucap Xiao Bai nampak tidak percaya dengan perubahan kemampuan Fang Ling yang pesat.


"Tidak hanya itu adik, aku mengenal pria yang menjadi lawan tuan Fang Ling, dia adalah Su Ming patriak gunung tengkorak yang sangat terkenal dengan kemampuan bertarungnya,"Tambah Xiao Qing sambil memperhatikan Su Ming dari kejauhan, terlihat pria paruh baya itu masih berdiri di tempatnya seolah tidak merasakan efek dari ledakan energi.


Di tempatnya berdiri Su Ming tersenyum kecil memperhatikan Fang Ling yang terpaut cukup jauh di depannya,"Su Yulan kau menemukan orang yang sangat tepat, kurasa di akan menjadi pendekar hebat di masa mendatang seperti yang ibu mu katakan,"Batin Su Ming begitu menilai kemampuan Fang Ling.


Sedangkan Fang Ling yang melepaskan hampir semua kekuatannya mulai kelelahan hingga dapat di pastikan jika kemampuan Su Ming berada jauh di atasnya, karena pria itu masih terlihat baik-baik saja setelah mengeluarkan energi yang sangat banyak.


Tidak mau menelan kekalahan Fang Ling berniat kembali maju walaupun merasa lelah, namun baru saja melangkah beberapa-kali Su Ming menghentikannya dari kejauhan,"Apakah kau yakin ingin melawan ku dengan kekuatan mu yang hampir habis ?? jika aku menjadi dirimu, aku akan menyimpan sisa kekuatan itu untuk melanjutkan perjalanan,"


Mendengar perkataan Su Ming sontak Fang Ling menghentikan langkahnya dan mengacuhkan tombaknya ke arah pria itu,"Apa yang kau tau kakek tua, ayo angkat senjata mu untuk bertarung dengan ku selayaknya pendekar,"


Mendengar dirinya di panggil dengan sebutan kakek tua, urat-urat wajah Su Ming keluar dan merasa sedikit kesal kepada Fang Ling,"Jaga perkataan mu anak ingusan, aku hanya mengasihani mu karena kau terlihat sudah kelelahan,"


"Benarkah ? sepertinya kau salah, bukankah yang kelelahan itu adalah kau kakek tua, sebaiknya kau pulang dan beristirahat atau pinggang mu akan sakit,"


"Seharusnya kau juga harus pulang karena ayah dan ibu mu sedang mencari anaknya yang berumur lima tahun dengan akal sedikit terganggu,"

__ADS_1


Mendengar cacian demi cacian yang terlontar dari Fang Ling dan Su Ming membuat Xiao Bai dan Xiao Qing yang memperhatikan mereka dari kejauhan terlihat seperti sedang memperhatikan perdebatan dua anak kecil.


Setelah lelah saling mencaci Fang Ling dan Su Ming berjalan berdekatan dengan tubuh lemas dan saat hanya di pisahkan beberapa jengkal, kedua pria itu saling memukul wajah tanpa menggunakan tenaga karena lemas.


"Kakek tua sebaiknya kau menyerah atau kau akan kehilangan beberapa gigi mu, atau jika kau menceritakan tentang jalur enam aku akan memaafkan mu,"


"Kali ini aku akan mengalah, area enam adalah lokasi lembah berbahaya dan sangat sempit, yaitu hanya berjarak dua meter dari tebing ke tebing yang lain di mana selain jalan yang sempit juga terdapat hewan-hewan buas yang sangat berbahaya berbeda dari siluman lain,"


"Jika jalur lain memiliki beberapa rute yang bisa kalian pilih sesuka hati, untuk area enam kau hanya akan di suguhi oleh satu jalur sehingga besar kemungkinan pertemuan antar pendekar akan terjadi. Sama seperti kalian, pendekar-pendekar yang lain juga sudah kembali memiliki kekuatan,"Kata Su Ming mengakhiri penjelasannya yang cukup panjang.


Dengan keadaan yang saling memukul wajah akhirnya Fang Ling dan Su Ming melepaskan pukulan mereka secara bersamaan setelah Su Ming mengakhiri penjelasannya, setelah di rasa semuanya sudah selesai Su Ming menghilang dari udara kosong meninggalkan Fang Ling dan dua temannya.


Dari kejauhan Xiao Bai dan Xiao Qing berjalan mendekati Fang Ling sambil membawa Ah Bai yang tertidur di gendongan Xiao Qing, mencoba untuk memberanikan diri Xiao Bai akhirnya menarik pakaian Fang Ling yang terbuat dari elemen api walaupun sedikit takut jika dia kembali mengamuk.


"Tu-Tuan apakah kau tidak terluka ? lalu apakah kita akan melanjutkan perjalanan sekarang karena hari sudah mulai gelap dan juga dingin,"Ucap Xiao Bai sedikit terbata-bata.


"Eh, tuan lupa, kami adalah Xiao Bai dan Xiao Qing teman perjalanan mu, kita-sudah saling mengenal beberapa minggu lalu di sebuah hutan di area kedua,"Kata Xiao Qing mencoba untuk kembali membuat Fang Ling mengingat dirinya dengan Xiao Bai, sekaligus agar Fang Ling dapat ingat semua peristiwa yang di alaminya.


Dengan tatapan bingung Fang Ling menggaruk kepalanya, memang benar jika dia sedikit mengenal wajah kedua gadis di hadapannya, namun entah kenapa tatapannya terus ke arah dada Xiao Bai dan Xiao Qing,"Kalian memang tidak asing, tapi kenapa kedua beda itu seakan aku pernah melihatnya,"


Sontak Xiao Bai dan Xiao Qing menutupi dadanya begitu sadar jika Fang Ling sedang memperhatikannya, walaupun sedikit malu karena sedikit sensitif jika mengingat hal itu, kedua gadis tersebut merasa lega begitu Fang Ling masih mengingat mereka walaupun dengan cara yang terbilang aneh.


Merasakan hawa mengerikan dan sangat kuat, Ah Bai yang tertidur di dalam pelukan Xiao Qing terbangun dan sontak langsung melompat ke atas kepala Fang Ling untuk menyerap kekuatannya yang sangat berlimpah dan kuat.

__ADS_1


Walaupun samar-samar Fang Ling tau jika Ah Bai adalah hewan kontrak miliknya Karena sudah memiliki hubungan yang tidak bisa di pisahkan, menyadari jika matahari mulai tenggelam Fang Ling mengajak Xiao Qing dan Xiao Bai untuk kembali melanjutkan perjalanan.


"Tuan, mau kemana kita sekarang ? tanya Xiao Bai dengan suara imut sambil terus berjalan bersama teman-temannya ke arah matahari terbenam.


"Pertama-tama kita akan mencari sebuah tempat berlindung seperti gua atau batu besar yang dapat melindungi kita jika badai pasir datang secara tiba-tiba, kedua kita akan membuat makanan karena aku lapar,"Kata Fang Ling di iringi gelak tawa Xiao Bai dan Xiao Qing yang berjalan di samping kiri dan kanannya.



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian

__ADS_1


•Pendekar pedang immortal


Bersambung.....


__ADS_2