Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Kembali ke kediaman keluarga Su II


__ADS_3

Setelah beberapa jam tidur hingga matahari mulai tenggelam, Fang Ling membuka matanya dan menemukan jika dirinya sedang tertidur di ranjang yang sangat mewah.


"Wangi sekali... Sepertinya ini adalah kamar milik Su Yulan,"Fang Ling mengubah posisinya dengan duduk di pinggir kasur, iapun terlihat celingak-celinguk memperhatikan kamar kepunyaan Su Yulan.


"Minimalis sekali, walaupun tidak terlalu besar, tempat ini terasa sangat nyaman karena berposisi di samping taman bunga di perkarangan belakang rumah,"Fang Ling menoleh ke arah luar jendela yang bertepatan di sampingnya, ia menemukan banyak pepohonan dan beberapa jenis bunga di tempat itu.


Terdapat beberapa ruangan di dalam kamar berukuran sedang tersebut, namun kini tatapan Fang Ling tertuju pada sebuah pintu ruangan yang mengeluarkan bau harum sedari saat dia baru sadar.


"Aneh sekali, apakah ada orang di dalam kamar ini,"Fang Ling bangkit berdiri dan berjalan ke arah pintu ruangan yang berada di hadapannya, setelah berada di depan pintu itu, Fang Ling membukanya sedikit dan menoleh ke dalam ruangan tersebut.


Alangkah terkejutnya begitu menoleh ke dalam ruangan tersebut, Fang Ling dapat dengan jelas melihat seluruh bagian tubuh Su Yulan yang sedang asik berendam, merasa itu bukanlah perbuatan yang baik akhirnya Fang Ling memutuskan untuk keluar dengan keadaan masih telanjang dada.


"Sepertinya aku kini sudah berada di kediaman Su Yulan, siapa yang membawa ku kemari ? Gumam Fang Ling, dia berjalan pelan ke arah pintu keluar kamar.


Tiba-tiba saat berada di depan pintu keluar kamar Fang Ling merasakan sakit kepala yang amat sangat, secara ajaib dia baru ingat jika sudah mengalami sebuah pertarungan beberapa jam yang lalu.


"Ah Bai ! di mana dia sekarang,"Fang Ling menjadi panik, diapun membuka pintu keluar kamar dan mencari seseorang yang tau keberadaan Ah Bai.


Setelah berada di luar kamar, Fang Ling menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan Ah Bai kepada beberapa pelayan yang lewat namun tidak ada satupun dari mereka yang tau di mana Ah Bai.


Di sela-sela kepanikan Fang Ling dari arah belakang Su Ming yang kebetulan ingin menjenguknya tidak sengaja melihat pemuda yang di maksud tengah mondar-mandir kebingungan, akhirnya Su Ming berjalan menghampiri Fang'Ling yang masih belum sadar dengan kedatangannya.


"Fang Ling apa yang membuat mu terlihat kebingungan ?? Jika ada sesuatu yang ingin kau katakan...Katakan saja kepada ku, mungkin aku bisa sedikit membantumu,"Su Ming tersenyum hangat.


Merasa ada seseorang yang memanggilnya Fang Ling berbalik kebelakang dan langsung membungkuk memberi hormat begitu tau orang itu adalah Su Ming.


"Tetua Su maaf atas kecerobohan saya untuk tidak memberi hormat sebelumnya,"Kata Fang Ling sopan.


Su Ming hanya tersenyum,"Tidak masalah nak, sepertinya kau sedikit ada masalah... Apakah ini berkaitan dengan gadis kecil yang hampir mati itu ? sekarang di sedang di rawat dan kemungkinan baru akan sadar beberapa hari lagi,"


"Tetua Su mengenalnya ? di mana dia sekarang ?? Fang Ling nampak senang dan kembali bersemangat begitu tau jika kini Ah Bai sudah baik-baik saja.


"Bukankah dia adalah hewan Suci ? kenapa bisa ada di sini dan lagi kenapa selalu kau yang menemukannya,"Su Ming menaikan sebelah alisnya nampak sedikit ingin tau bagaimana Fang Ling bisa menemukan Ah Bai.


Mata Fang Ling melebar dia teringat dengan ayah dan ibu Ah Bai, iapun berbalik menatap Su Ming dengan tatapan serius,"Tetua Su, apakah kau memiliki kerjasama antara pedagang di benua tiga ?

__ADS_1


Su Ming nampak terkejut,"Bagiamana kau tau ?


Akhirnya Fang Ling menceritakan semua kejadian bagaimana dia bisa bertemu Ah Bai, tidak lupa dia juga menceritakan kebusukan pedagang di benua k


tiga di belakang pengawasan Su Ming.


"Kurang ajar !! berani sekali mereka, apakah tata krama belum di temukan di benua tiga,"Wajah Su Ming memerah darahnya menggelegak begitu mendengar penjelasan Fang Ling.


"Lalu tetua Su, bisakah kau memberitahu ku mengenai pedagang dari benua tiga itu ?


Su Ming mengagguk beberapa kali,"Tentu saja,tentu saja... Mungkin sekarang mereka masih ada di kota di bawah gunung ini, tapi mengenai di mana mereka berdiam aku tidak tau,"


"Tidak masalah, ada berapa banyak tempat penginapan di kota itu ? Tanya Fang Ling.


"Apakah aku terlihat seperti pengusaha penginapan ? bagaimana bisa aku mengetahui hal itu,"Su Ming nampak kesal sambil melipat kedua tangannya.


Melihat tingkah Su Ming, Fang Ling tersenyum canggung,"Ba-baiklah, apakah ada ciri-ciri lain dari pedagang itu ?


Su Ming menyentuh dagunya nampak sedang mengingat sesuatu,"Setahuku terdapat lambang matahari di pakaian dan di gerbong kereta mereka,"


"Tetua Su, bagaimana jika kau mengutus beberapa murid senior untuk membantu ku mencari ciri-ciri dari pedagang yang di maksud, karena akan sulit jika aku mencarinya seorang diri,"


"Itu adalah hal mudah, begini saja aku ingin kau memberikan potongan kepala pemimpin dari pedagang itu jika berhasil,"Su Ming tersenyum menyeringai nampak sangat geram.


Fang Ling juga ikut tersenyum menyeringai,"Aku tidak yakin jika dia masih memiliki potongan tubuh yang masih utuh,"


Akhirnya kedua orang itupun tertawa terbahak-bahak hingga membuat orang-orang yang berlalu lalang menjadi bingung, merekapun baru berhenti tertawa setelah kedatangan Su Yun dan Su Yulan yang entah sejak kapan berdiri di belakang keduanya.


"Apa yang kalian berdua bicarakan hingga lupa untuk makan malam ? Su Yun berbicara dengan raut tersenyum tapi entah kenapa Su Ming bergidik ngeri melihatnya.


"I-is-istriku jangan salah paham, kami hanya menceritakan tentang tahap seleksi dan juga kami baru saja bertemu,"Kata Su Ming nampak sangat ketakutan membayangkan jika harus tidur di ruangan berbeda dengan istrinya.


"Benarkah ? bagaimana jika kau tidur di ruangan penyimpan perkakas malam ini,"Su Yun tetap tersenyum dengan mata tertutup dan berjalan meninggalkan tempat itu dengan di ikuti Su Ming yang terus merengek meminta maaf.


"Dasar bodoh, padahal memiliki kemampuan tinggi kenapa harus takut dengan istri sendiri,"Batin Fang Ling nampak santai walaupun sedari tadi kakinya menggigil karena Su Yulan terus menatapnya dengan hawa intimidasi.

__ADS_1


Dengan kuat Su Yulan mencubit pinggang Fang Ling hingga membuat pemuda itu hampir berteriak kesakitan.


"Aku kira kau hilang di ambil burung bangau, ternyata kau di sini dan tidak ikut makan malam, lihatlah tubuh mu sangat kotor dan bau, apakah kau tidak berniat untuk mandi,"


"Iya aku minta maaf,"Fang Ling menahan sakit hingga air matanya hampir menetes, kini dirinya mengerti kenapa Su Ming begitu takut dengan istrinya.


"Apa ? aku tidak mendengarnya, Cepat mandi ! setelah itu pergi makan bersama ayah atau nanti malam kau ikut tidur di ruangan perkakas bersamanya,"Su Yulan nampak sangat kesal karena kehilangan Fang Ling begitu dirinya selesai mandi, diapun menyeret Fang Ling masuk ke kamarnya agar pemuda itu mandi.


Dari luar kamar Su Yulan terdengar suara keributan di dalamnya di mana Fang Ling terus di omel dan tidak tau kapan gadis itu berhenti marah-marah.


Sedangkan Lang Ming dia nampak menggoda beberapa gadis pelayan di rumah itu, kali ini dengan mengunakan kemampuannya yang pandai berkata-kata membuat banyak gadis yang tertarik dengannya.


"Bahkan orang konyol seperti ku di sukai banyak gadis,"



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian


•Pendekar pedang abadi


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2