Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Yen Siulan


__ADS_3

Setiap benua di bagi menjadi sepuluh bagian yang di pimpin langsung dengan kaisar masing-masing,bahkan di satu benua terdapat ratusan sekte kecil sampai terbesar. Sekte-sekte tersebut yang akan melindungi benua mereka sendiri,namun tidak bagi sekte aliran hitam dan netral.


Sekte aliran hitam,adalah sekumpulan orang-orang yang menginginkan kekuatan dan kekuasaan jauh dari akal sehat.bahkan mereka melakukan beberapa praktek jurus-jurus berbahaya dan terlarang di mata semua sekte aliran putih dan netral.


Sifat ambisius, keserakahan dan haus akan membunuh adalah cerminan dari sekte aliran hitam yang kehadirannya begitu membuat orang-orang ketakutan atau bahkan marah. Sekte aliran hitam atau juga dikenal dengan sebutan aliran sesat, mempunyai beberapa cabang yang sangat terkenal akan kekuatan dan tidak mengenal rasa kasihan.


Sama dengan sekte putih dan netral. Sekte aliran hitam Juga ada tingkatan yang berupah sekte kecil,sedang bahkan sangat besar. Mereka berada di setiap benua dan tergolong menjauh dari keramaian. mereka juga sering membunuh penduduk desa untuk di jadikan bahan uji coba untuk praktek Jurus terlarang.


Sedangkan sekte aliran netral tergolong sekte yang tertutup dari politik kerjaan atau bahkan perseteruan antara sekte aliran putih dan hitam. Banyak berbagai macam sekte aliran netral di bagi menjadi dua,ada yang condong ke aliran putih dan condong ke aliran hitam.


Sekte pedang bambu juga begitu di kenal oleh semua orang, khususnya bagian benua Teratai perak dan benua awan putih. Kedua benua itu begitu mengakui kehebatan pendekar yang di tempa di sekte pedang bambu, banyaknya turnamen yang di menangkan sekte pedang bambu juga sebuah faktor yang membuat sekte pedang bambu begitu di kenal.


Sayangnya sekte pedang bambu begitu tertutup dan tersembunyi,bahkan semua orang tidak tau Sekte pedang bambu merupakan aliran putih,hitam bahkan netral karena sekte itu begitu tertutup.


Di dalam sebuah rumah sederhana milik luo tang,Fang ling nampak masih tertidur di atas kasurnya yang begitu nyaman. dia begitu merasa lelah, saat tubuhnya kembali menjadi bocah berumur lima tahun dan di paksa untuk berjalan Jauh.


Suara langkah lembut luo tang memasuki kamar Fang ling dan menepuk paha bocah itu."Fang'er,apakah kau tidak mau mandi di sungai ?


Fang ling membalikan badannya dan mencoba menjawab perkataan luo tang dengan mata yang masih tertutup."aku masih mengantuk guru."


"Jika kau tidak bangun,kau akan kehilangan kesempatan untuk berkenalan dengan teman seusia mu," kata luo tang dengan tangan kanan menepuk paha Fang ling.


Dengan perasaan malas,Fang ling mengubah posisinya dan duduk di samping tempat tidurnya. Dengan mata setengah tertutup,Fang ling mencoba untuk kembali sadar sepenuhnya.

__ADS_1


"guru,apakah kau juga ikut mandi ? tanya Fang ling sambil sesekali mengucek matanya.


"guru ada sedikit urusan dengan semua tetua, sehingga semua anak mudalah yang akan mandi. karena semua orang yang memiliki umur lebih tua dari guru akan melakukan sebuah percakapan penting." Jelas luo tang sambil mengelus kepala Fang ling.


Fang ling terdiam beberapa saat sebelum kembali menatap luo tang." apakah aku akan pergi ke sungai sendirian ?


"tentu saja tidak,kau akan pergi bersama anak perempuan patriak sekte yang tidak sengaja melihat mu di depan gerbang saat kita baru tiba," kata luo tang.


Di dalam ingatan Fang ling,dia bukan hanya mengenal anak perempuan dari patriak sekte yang mempunyai paras cantik di usianya yang begitu kecil tapi juga menjadi kekasihnya. Sebab itu adalah satu dari banyak hal yang membuat Fang ling menyesal seumur hidup.


Di kehidupan pertama,Fang ling adalah anak yang begitu nakal dan suka mengintip bahkan melakukan tindakan senonoh terhadap anak perempuan. bahkan dia pernah mencuri pakaian dalam anak perempuan patriak sekte dan mengancamnya jika tidak mau menjadi kekasihnya,dia akan membocorkan warna pakaian dalam bocah perempuan itu.


"Sungguh memalukan,kenapa aku melakukan hal itu," batin Fang ling, menggelengkan kepalanya karena mengingat kejadian memalukan yang di alaminya.


Luo tang mengusap kepala Fang ling dengan wajah yang tersenyum cerah."cepatlah keluar,Yen Siulan sudah menunggu mu di luar."


"untuk kehidupan ini...seorang perempuan tidak akan membuat ku kehilangan minat dalam berlatih,"batin Fang ling.


Dengan kaki kecilnya.Fang ling berjalan keluar pintu kediaman luo tang,karena pria itu sudah pergi terlebih dahulu untuk menghadiri sebuah pertemuan.


Di luar kediaman,seorang anak perempuan cantik dengan rambut hitam pekat.terlihat menggunakan pakaian seragam sekte yang sama dengan milik Fang ling,sedang duduk di bawah pohon besar di tengah Perkarangan.


Saat melihat Fang ling menuruni tangga,Yen Siulan langsung berdiri dan menghampiri nya."siapa nama mu ? kenapa wajah mu terlihat lesu ?

__ADS_1


Fang ling terdiam beberapa saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Yen Siulan, sebelum kembali menjawabnya." nama ku Fang ling,aku baru terbangun dari tidur."


"kau sangat kurus,tapi sangat tampan. wajah mu terlihat mengeluarkan sebuah semangat yang tidak pernah padam," Yen Siulan mengelilingi tubuh Fang ling dan memperhatikan semua bagian tubuhnya tanpa terkecuali.


Di dalam ingatan Fang ling,Yen Siulan mati karena mencoba membantu sekte nya dalam peperangan besar yang terjadi karena memperebutkan tombak naga langit yang terbilang sangatlah kuat.


Tidak mau mengenang kejadian buruk yang menimpa Yen Siulan dan Juga tidak mau mengulangi kesalahannya.fang Ling tidak sanggup mengangkat wajahnya untuk menatap wajah perempuan itu.


"kenapa kau terus menunduk apakah ada yang salah ? Yen Siulan mencoba melihat wajah Fang ling,namun Fang ling terus menghindari kontak mata dengan Yen Siulan.


Merasa kesal dengan fan ling. Yen Siulan mengangkat wajah Fang ling dan mendekatkan wajahnya hingga hampir berciuman dengan Fang ling karena terlalu dekat.


"hey, kenapa kau menunduk. padahal kau memiliki wajah yang tampan dan penuh semangat," kata Yen Siulan.


beberapa saat waktu terhenti bagi Fang ling. dia begitu terkejut dengan apa yang di lakukan Yen Siulan, walaupun begitu dirinya tidak dapat menyangkal jika perempuan di hadapannya memang sangat cantik dengan mata berwarna hijau terang.


"Kenapa kau melakukan ini ? wajah Fang ling berubah merah saat menatap mata Yen Siulan dengan jarak yang sangat dekat.


Baru sadar dengan apa yang di lakukan nya,Yen Siulan langsung mundur beberapa langkah dengan wajah lebih merah dari Fang ling. Dua nampak begitu kaget dan juga tidak menyangka akan melakukan hal memalukan dengan orang yang baru di kenal.


Fang ling hanya bisa tertunduk malu mencoba untuk kembali mengumpulkan keberaniannya. Dengan langkah percaya diri,Fang ling berjalan mendekati Yen Siulan dan menggegam tangannya.


"mata hari sudah akan tenggelam, tunjukan aku jalan menuju ke sungai," kata Fang ling.

__ADS_1


Yen Siulan hanya menatap punggung Fang ling dan merasakan kehangatan dan kenyamanan, hanya dengan menatap punggung bocah yang sedang menarik tangannya.


Bersambung.....


__ADS_2