
Cerita ini berawal di sepuluh benua seratus juta tahun lalu, di mana semua orang hidup dalam damai tanpa mengenal pertikaian. Semua orang saling menghargai, bahkan tidak ada yang namanya sekte aliran sesat saat itu.
Namun, setelah bertahun hidup dalam damai semua orang di kejutkan dengan kedatangan sebelas hewan kuno yang turun dari langit. Ke sebelas hewan itu memiliki ukuran setinggi langit dan suka menghancurkan apa saja yang di lewatinya.
Dari kesebelas hewan itu, terdapat seekor naga hitam dengan nama julukan Wutien yang memiliki ukuran jauh besar dari ke sepuluh hewan kuno lainnya. Makhluk itulah yang memimpin penghancuran sepuluh benua dengan elemen kegelapan.
Seluruh penduduk yang tinggal di sepuluh benua merasa ketakutan dan hidup di ambang kematian, karena tidak memiliki kemampuan bertarung. Apalagi untuk melawan sebelas hewan kuno itu, dengan menggunakan kemampuan biasa.
Jelas semua penduduk yang tersisa bersembunyi di sebuah goa yang sangat tersembunyi, untuk menghindar dari serangan-serangan siluman yang di bawa kesebelas makhluk kuno yang kini berdiam diri di sebuah gunung raksasa di benua utama.
Selama ratusan tahun orang-orang yang tersisa hanya dapat bertahan hidup di sebuah goa yang terhubung dengan perut bumi, di dalamnya terdapat dunia berbeda dan sangat indah. Membuat penduduk yang tersisa kembali hidup bahagia di tempat itu, hingga hal burukpun terjadi.
Jutaan dari berbagai macam siluman mengetahui keberadaan orang-orang yang tersisa, mereka datang bersama untuk membunuh dan menghancurkan orang-orang yang tersisa.
Alhasil karena hal itu, hanya terdapat ribuan jiwa yang masih dapat bertahan dan bergerak ke arah timur untuk mencari tempat bersembunyi. Mereka bersembunyi di suatu pulau di tengah-tengah lautan, dan kembali hidup damai untuk sesaat.
Selama hidup di pulau yang selalu di tutupi es, semua orang-orang berusaha menciptakan sebuah kekuatan yang mampu melawan siluman maupun sebelas mahkluk kuno. Hingga seorang kakek tua turun dari langit dan menghampiri peradaban yang tersisa di pulau es.
Kakek itu menggegam tujuh elemen di tangannya yang berupa elemen api,angin,bumi, kegelapan,cahaya,air, dan logam. Selama bertahun-tahun kakek itu mengajarkan orang pilihannya untuk menggunakan elemen tersebut.
Hingga di saat ke tujuh orang mampu menguasai kemampuan masing-masing elemen dengan sangat baik, tibalah pertempuran langit yang membuat gaduh empat alam dan dunia surgawi.
Tujuh pendekar dengan di pimpin seorang kakek tua, menyerang tempat sebelas hewan kuno dengan kekuatan penuh. Membuat kesebelas hewan kuno itu kewalahan melawan pendekar-pendekar yang sudah memiliki elemen di jiwanya.
__ADS_1
Namun Wuiten yang memiliki kemampuan jauh lebih hebat dari kesebelas hewan lainnya, membuat dia dengan mudah mengalahkan ke tujuh pendekar legendaris itu hingga terluka parah, namun mereka semua menolak untuk menyerah.
Dengan sisa-sisa kekuatan mereka, sang kakek tua membuat pormasi menyegel yang mampu membuat kesebelas hewan kuno itu menjadi senjata dan kitab. Dengan gabungan semua energi dari ketujuh pendekar legendaris, mereka menciptakan kekangan raksasa yang jatuh dari langit dan menimpa tubuh sepuluh hewan kuno.
Alhasil hanya tinggal Wutien yang dapat bertahan walau sempat terperangkap, tanpa belas kasihan dia menyerang ke tujuh pendekar legendaris yang terluka parah hingga membuat mereka hampir mati untuk selama-lamanya.
Di tengah-tengah ujung tanduk dengan tubuh di penuhi luka, semua pendekar yang ada di kejutkan dengan kedatangan seorang pria misterius membawa sebuah badai es yang mengelilingi tubuhnya.
Dengan mudah pria itu menyegel tubuh Wutien dan menyimpannya di tempat tersembunyi, jauh dari pikiran semua orang. Sedangkan sebelas hewan kuno yang kini telah menjadi pedang dan kitab, tersebar di penjuru benua.
Jutaan tahun kemudian semua orang yang hidup pada era itu terlahir dengan elemen bawaan dari lahir, membuat salah satu dari mereka begitu haus akan kekuatan dan merencanakan sesuatu yang berbahaya dan tersembunyi.
Sedangkan di sebuah desa di belakang air terjun tersembunyi, terdapat sebuah desa kuno yang membuat sebuah patung manusia di atas air terjun untuk menghormatinya, karena sudah menyegel ke sebelas hewan kuno.
Desa itu begitu tertutup dan memiliki kemampuan es yang sangat dahsyat, hingga membuat mereka begitu di takuti. Membuat mereka semua di incar semua orang yang merasa tidak nyaman dengan kekuatan besar di desa itu.
Hingga di saat pembantai terjadi yang menewaskan semua penduduk es, seorang perempuan cantik membawa anaknya ke hutan dan di kejar oleh segerombolan orang di belakangnya.
Anaknya yang masih bayi dan tidak memiliki salah apa-apa membuat itu menjadi alasan perempuan tersebut terpaksa melarikan diri, ke sebuah sungai kecil di dalam hutan.
Begitu sampai di tepi sungai, perempuan tersebut memasukan anaknya ke sebuah keranjang tertutup dan menghanyutkan anak itu sebelum orang-orang yang mengejarnya sampai.
Untungnya segerombolan orang itu tidak menyadari bahwa perempuan di hadapan mereka saat ini sudah menghanyutkan seorang bayi, hingga orang-orang itu menatap perempuan tersebut dengan tatapan yang tidak mengenakkan.
__ADS_1
"Lihat dia sangat cantik, bagaimana kita bermain bersamanya terlebih dahulu ? kata seorang pria dengan niat buruk terhadap perempuan itu.
"Sepertinya kau benar, ayo kita bersenang-senang,"
Orang-orang itu tertawa lantang dan perlahan berjalan menghampiri perempuan tersebut, dengan tatapan yang di penuhi dengan nafsu. Tidak gentar sedikitpun, perempuan itu membuat sebilah pedang dari elemen es dan menyayat lehernya sendiri.
Tubuhnya terjatuh ke dalam sungai, membuat air di sungai itu berwarna merah dengan mayat seorang perempuan cantik yang perlahan menghilang menjadi butiran salju. Hingga di sebuah tempat pemandian di sungai yang sama, terdapat beberapa perempuan cantik terlihat sedang mandi bersama.
Mereka tidak sengaja melihat sebuah keranjang yang terbawa arus sungai, merasa penasaran salah satu perempuan berenang mendekati keranjang tersebut. Betapa terkejutnya dia melihat seorang bayi sedang tertidur pulas di dalamnya.
Merasa kasihan dengan anak itu, perempuan tersebut berenang ke tepian sungai dengan membawa keranjang berisikan bayi itu bersama nya. Membuat teman-temannya penasaran, dan mendekat untuk melihat apa yang ada di dalam keranjang.
Di saat keranjang itu di buka, alangkah terkejutnya mereka mendapati seorang bayi kecil di dalamnya sedang tertidur pulas. Sangking terkejutnya mereka hampir menjerit, karena baru pertama kali melihat seorang laki-laki.
Semua itu di sebabkan karena semua perempuan itu adalah murid dari sekte besar tertutup, di mana semua muridnya adalah seorang perempuan. Bahkan patriak sekte menegaskan akan membunuh siapa saja yang berkelamin laki-laki jika tertangkap.
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
__ADS_1
•Pendekar pedang immortal
Bersambung.....